Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Kondisi Keluarga Bai Han dan Mendatangi Klan Cabang Iblis Asura


__ADS_3

Saat mereka bentrok, terlihat jelas banyak Benua yang ada di Alam Celestial Huansa merasakan dampaknya.


Dan Benua Langit salah satunya.


Benua Langit terguncang cukup hebat selama beberapa detik yang membuat seperempat Benua tersebut hancur.


...


“Hemm,, kita akan bertemu lain kali lagi Xiu Hou,” ucap pemuda berjubah putih dengan seutas senyum.


Dret..!!


Melihat pemuda berjubah putih langsung lenyap di depan matanya, Xiu Hou hanya diam saja.


Pandangannya kini mengarah ke tangan kanannya yang tadi ia sembunyikan. Terlihat saat ini tangan kanan Xiu Hou masih bergetar.


“Sangat kuat,” gumam Xiu Hou dalam hati.


Dret..!!


Wuss..!!


Setelah bergumam, ia pun langsung menghilang dari tempatnya.


***


Di tempat Bai Han, saat ini ia telah bersama anggota keluarganya.


Pandangan Bai Han pun mengarah ke Bai Da Xing, Lan Yuheng, Bo Wuhan, Lang Zai dan Pixiu yang masih pingsan.


Dan yang paling tragis saat ini adalah Bo Wuhan.


Tap tap..!!


“Dari semua orang, menurutku dialah yang kondisinya paling baik, coba kau sentuh tubuhnya lalu alirkan kesadaranmu,” ucap Mu Feng Lu setelah muncul di samping Bai Han.


Bai Han pun melirik ke arah Mu Feng Lu.


“Terimakasih karena telah menyelamatkan mereka semua,” ucap Bai Han langsung membungkukkan badannya. Namun sebelum kepala Bai Han tertunduk, Mu Feng Lu dengan cepat menahannya.


“Tidak perlu berterimakasih, sudah tugasku untuk membantu yang membutuhkan, dan tanpa kau perintahkan pun, aku tetap akan membantu yang lain serta anggota keluargamu, karena jika mereka berhasil masuk Benua Langit, maka akan jauh berbahaya bagi ku yang mempunyai banyak bisnis di dalam sana,” ucap Mu Feng Lu.


“Malah sebaliknya, justru akulah yang harus berterimakasih karena kau dan yang lainnya telah berusahan menghentikan mereka semua di perbatasan,” sambung Mu Feng Lu kini ingin membungkukkan badannya dengan tulus.


“Jangan seperti itu, paman,” ucap Bai Han langsung menghentikan Mu Feng Lu.


Setelah itu, Bai Han pun menyentuh tubuh Bo Wuhan lalu mengalirkan energinya.


“I..Ini,” gumam Bai Han saat melihat dantian pamannya serta seluruh meridiannya baik-baik saja dan berjalan normal. Bukan hanya itu saja, ia juga merasakan jika semua maridian Bo Wuhan kini menyerap semua racun yang ada di dalam tubuhnya.


“Bagaimana, sungguh luar biasa bukan,” ucap Mu Feng Lu.


Bai Han pun hanya mengangguk ringan. “Lalu bagaimana dengan yang lain?” Tanya Bai Han.


“Dari semua orang, mungkin Monyet itu saja yang paling parah,” jawab Mu Feng Lu menunjuk ke arah Bai Da Xing.

__ADS_1


Bai Han pun langsung mendekati Bai Da Xing dan memeriksanya.


“Huuf,, butuh waktu lama baginya untuk pulih,” gumam Bai Han kini mengepalkan erat tangannya.


“Jin Yuanhu, akan ku bunuh kau suatu saat nanti dengan tangan ku sendiri,” gumam Bai Han dalam hati dan penuh tekad.


...


Waktu terus berlalu.


3 Minggu setelah kejadian yang menimpa Alam Celestial Huansa, kini Alam Celestial Huansa sudah mulai tenang.


Semua bawahan Organisasi Menara Hitam telah di tangkap, termasuk yang menjadi bawahan atau tunduk terhadap Menara Hitam.


Mereka semua tentunya adalah para Penguasa Benua. Dan pada saat mereka di tangkap, mereka juga di gantikan langsung oleh bawahan Penguasa Benua Langit.


Karena jika tidak ada sosok penguasa di setiap Benuanya, maka Benua tersebut akan mengalami kekacauan, maka dari itu Penguasa Benua Langit langsung bekerja keras saat ia kembali.


Kini nama Xiu Hou bukan lagi penguasa Benua, melainkan Penguasa Huansa, karena semua bawahannya telah menjadi Penfuasa Benua.


***


Tap tap..!!


“Bagaimana? Apa kau sudah merasa jauh lebih baik paman?” Tanya Bai Han kini melirik ke arah Bo Wuhan yang kini pulih lebih dulu dari yang lainnya.


“Hem...!! Bahkan aku merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya,” jawab Bo Wuhan sambil mengepalkan erat tangannya.


“Akan ada saatnya nanti kita menghancurkan mereka paman, bersabarlah dan tingkatkan saja kekuatan kita terlebih dahulu.” Ucap Bai Han yang sadar akan kemarahan Bo Wuhan.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Terlihat kini dua pemuda tampan muncul dari balik pintu sambil membawa bahan herbal untuk penyembuhan.


“Sudah saatnya Tuan Bai,” ucap Meng Le Feng tanpa basa basi.


Mendengar itu, Bai Han pun langsung bangkit dari tempat duduknya.


“Oh ya, nanti saat bertemu dengan Guru ku, berhati-hatilah, ia sangat galak,” ucap Du Ling tersenyum kecil.


Bai Han yang mendengar itu mengangguk ringan, ia pun sudah mengetahui ini dari Meng Le Feng, terlebih nama mereka juga sama-sama Du Ling.


Tap tap..!!


“Tunggu dulu, apakah aku boleh ikut?” Tanya Bo Wuhan.


Bai Han yang mendengar itu, langsung menghentikan langkahnya lalu membalik badan.


“Paman tunggu saja di sini, aku tidak akan lama,” jawab Bai Han.


Bo Wuhan pun mengangguk ringan dan langsung memejamkan matanya. Ia berencana ingin meningkatkan sedikit pemahamannya tentang tubuhnya sendiri serta setitik energi lain di dalam dantiannya.


...

__ADS_1


Tap tap..!!


Sementara Bai Han yang sudah keluar dan berjalan ke arah puncak gunung, kini menghentikan langkahnya saat melihat sosok pemuda tampan telah menunggu kedatangannya.


“Salam Tuan, saya adalah Bai Han,” ucap Bai Han memperkenalkan dirinya.


“Sangat sopan,” ucap pemuda tersebut kini tersenyum hangat. “Aku Meng Yusan, silahkan ikuti aku,” ajak Meng Yusan.


Wuss..!!


Melihat Meng Yusan melesat, Bai Han pun langsung mengejarnya.


“Sangat cepat,” gumam Bai Han kini mengejar dengan kecepatan penuhnya. Namun tetap saja jaraknya tertinggal jauh. Bahkan Bai Han merasa Meng Yusan hanya menggunakan sedikit kekuatannya saja.


Wuss..!!


Wuss..!!


Dret..!!


Tap tap..!!


Meng Yusan pun langsung mendarat lalu di ikuti Bai Han.


Pandangan Bai Han pun mengarah ke dalam gubuk kecil di puncak gunung.


“Ayo masuk,” ajak Meng Yusan.


Bai Han pun mengangguk santai lalu melangkah.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Tepat setelah masuk, pandangan Bai Han hanya ruang kosong dan hanya ada satu pintu di dalam gubuk tersebut.


Meng Yusan pun membuka pintu tersebut dan Bai Han hanya melihat lorong saja. Uniknya, saat ini Bai Han tidak merasakan jika tempat ini sebuah dimensi tersembunyi, tempat ini murni puncak gunung.


Biasanya jika benar-benar sebuah dimensi, maka ia tidak dapat merasakan dunia luar, atau dapat merasakan adanya formasi.


Wuss wuss..!!


Saat memasuki lorong, Meng Yusan kini mengajak Bai Han melesat dengan kecepatan penuhnya.


Tap tap..!!


Setelah 10 menit berlalu dan melihat sebuah cahaya di ujung lorong. Bai Han pun kini sampai dan wajah Bai Han terlihat kagum dengan istana yang sangat besar di depannya.


Ia juga saat ini melihat rumah-rumah kecil tempat para bawahan Penguasa Huansa tinggal.


“Selamat datang di klan Cabang kami,” ucap Du Ling, entah sejak kapan ia muncul di samping Bai Han.


Bai Han yang mendengar itu sontak terkejut hingga melompat menjauhi Du Ling.


“Bagaimana bisa aku tidak bisa merasakan kehadirannya,” gumam Bai Han dalam hati, padahal ia selalu mengedarkan kewaspadaannya setiap saat.

__ADS_1


Bai Han juga sedikit terkejut saat mendengar sebuah Klan Cabang, pikirannya pun membayangkan jika klan Cabang sudah sekuat ini.


Bagaimana jika klan Pusat?


__ADS_2