Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Rencana Sukses dan Melarikan Diri


__ADS_3

“Awas no 34,” teriak rekannya melihat sosok berbentuk darah muncul di belakang yang menyerang Bai Chu Ye tadi.


Mendengar teriakan rekannya, ia hanya melirik dengan angkuh karena menduga jika rekannya hanya iri lantaran ia bisa membunuh dengan mudah salah satu keluarga target utama menara.


Namun tak lama pandangannya seketika menjadi gelap di sertai sebuah suara datar.


“Seperti kata pepatah, kesombongan bisa menghancurkan segala sesuatu yang telah kita bangun susah payah.” Ucap Bai Chu Ye dengan datar.


Dret..!!


Tangan Bai Chu Ye yang telah menusuk jantung musuh dan menyerap semua darahnya hingga mengering langsung menghilang.


Duar..!!


Tubuh sosok bertopeng hitam yang Bai Chu Ye bunuh langsung meledak karena terkena serangan yang mengerikan.


“Hemm..!! Kau mampu menghindarinya ya,” ucap sosok bertopeng hitam dengan jubah coklat.


Tubuh sosok berjubah coklat tersebut selalu di selimuti oleh petir dan tingkat kekuatannya ada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 7 Puncak. Nomer yang ada di topengnya terlihat bertulis 12.


No 12 topeng hitam kini menjulurkan tangannya ke arah depan.


Dret dret..!!


Jder jder..!!


Tak lama petir menyambar ke segala arah. “Disana,” tunjuk No 12 topeng hitam menunjuk ke arah utara.


No 17 dan no 05 topeng hitam langsung menghilang dari tempat mereka.


Sementara Bai Chu Ye hanya mengerutkan keningnya karena keberadaannya dengan cepat di temukan.


Sebenarnya tugasnya tidak bertarung, melainkan hanya menghancurkan setiap pusat formasi yang ada di dimensi buatan ini. Jadi setelah membunuh salah satu dari keempatnya, ia langsung pergi.


***


“Hahaha,, lihatlah, aku sudah membunuh 3 topeng merah dan 5 Master Sekte,” ucap Rubah Kematian tertawa terbahak-bahak di sertai jubah bercecerah darah musuhnya.


“Total 20,” ucap Master Wuan De datar.


Wajah Rubah Kematian seketika mengganas, bukan karena mendengar ucapan Master Wuan De, tapi karena musuh yang ada di sekitarnya tidak sebanyak yang ada di sekitar Master Wuan De.


“Bajingan pengecut, apa-apaan kalian semua, dimana keberanian kalian semua, maju dan lawan aku jika kalian benar-benar seorang kultivator,” teriak Rubah Kematian dengan ganas.


Master Sekte Kapaka Dewa yang mendengar itu seketika semakin menjauhi Rubah Kematian. Tentu ia sadar jika kekuatan Rubah Kematian sangat mengerikan, terlebih ia telah melihat bagaimana cara Rubah Kematian membunuh musuhnya yang membuat dirinya saat ini ingin melarikan diri dari tempat ini.


Bukan hanya ia saja, semua Master Sekte yang pernah melakukan bentrok saat mengepung Rubah Kematian kini semakin menjauh.


Wajah Rubah Kematian semakin jelek melihat itu. Pandangannya mengarah ke Master Wuan Du yang semakin di kerumuni musuh.


“Bagaimana dia malakukan itu?” Gumam Rubah kematian berpikir cara Master Wuan De agar di datangi banyak musuh.


Karena ia sadar diri tidak secerdas Master Wuan De maupun tuannya. Ia pun melesat ke arah Master Wuan De berada.


“Hahaha,, aku akan membantumu kawan,” teriak Rubah Kematian.

__ADS_1


Dret..!!


Tubuh Rubah Kematian langsung menjadi butiran hujan darah.


Karena hal inilah yang membuat musuh menjauhi Rubah Kematian, sementara Master Wuan De bertarung biasa layaknya orang lemah sehingga selalu di datangi musuh.


Orang-orang bertopeng merah yang melihat itu seketika menegang.


“Mundur jika kalian tidak ingin mati,” teriak salah satu topeng biru yang menjadi pemimpin di yang menyerang Master Wuan De.


Dret..!!


Dret..!!


Argh..!!


Argh..!!


Walau banyak yang berhasil menghindar, tapi banyak juga yang terkena butiran hujan darah, mereka yang terkena butiran hujan darah langsung mengering. Bahkan jiwa mereka pun ikut terserap.


Wung..!!


Keheningan seketika terjadi di tempat pertarungan Wuan De dan Rubah Kematian.


Semua musuh yang melihat itu sedikit merinding.


“Jangan takut, jika kita bekerjasama maka kita bisa membunuh mereka berdua, kita harus bisa menahan mereka sambil menunggu Tuan topeng hitam datang,” teriak salah satu topeng biru.


Mendengar itu, semua orang-orang menara maupun para kultivator yang berasal dari Dimensi Alam Dewa mengangguk setuju.


“Hahaha,, majulah pil-pil darahku, makananku, jangan ragu untuk kesini.” Ucap Rubah Kematian kini mengubah cara bertarungnya.


Dret..!!


Tubuh Rubah Kematian membesar membentuk tubuh manusia setinggi 2 meter, terlihat di sekitar lengannya tumbuh bulu-bulu lembut. Ekornya pun ikut tumbuh menjadi 10 ekor dengan satu ekor yang paling mencolok karena warnanya bewarna merah emas.


“Serang.” Teriak salah satu topeng biru menyuruh semua orang menyerang. Tapi terlihat jika dirinya tidak ikut menyerang.


***


“Hahaha,, lagi, ayo lagi,” teriak Tu Long layaknya orang idiot.


Dengan cepat Tu Long bangkit lalu melesat ke arah sosok bertopeng kuning yang kini di kepung oleh Bai An, Xue Ren dan Duan Du.


Wuss..!!


“Mati,” teriak Tu Long.


Trank..!!


Walau tahu hasilnya jika ia tidak bisa melukai musuhnya, tetap saja Tu Long sangat bersemangat karena inilah pertarungan yang ia nanti-nantikan.


“Dasar idiot itu,” gumam Duan Du kini mengubah alur serangannya ke arah lain lantaran Tu Long lagi-lagi muncul di saat dirinya akan menyerang musuhnya.


Bukan hanya Duan Du saja, Bai An pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tapi yang membuat Bai An aneh sampai saat ini dan merasa tidak nyaman adalah musuhnya ini sama sekali tidak melawan selama hampir 3 menit dari awal mereka menyerangnya.


Saat mata Bai An bertemu dengan mata musuhnya, ia seketika menyadari memang ada yang salah.


“Mundur,” teriak Bai An.


Dengan cepat Duan Du, Xue Ren dan Tu Long mundur.


“Hehehe,, pemanasannya telah berahir,” kekeh sosok bertopeng kuning.


Dret..!!


Duar..!!


Tubuh Tu Long seketika terlempar dan menyebabkan kawah besar saat tubuhnya berbenturan dengan tanah.


Dret..!!


Sosok topeng kuning kembali muncul di depan Xue Ren. Tangan topeng kuning langsung berubah menjadi bayangan saat di ayunkan.


Duar..!!


Walau berhasil menyilang kedua tangannya untuk bertahan. Xue Ren tetap terlempar hingga membuat kedua lengannya hancur total tanpa bisa di beregenerasi lagi.


Bai An dan Duan Du yang melihat itu langsung saling melirik.


“Sekarang.” Teriak Bai An dan Duan Du.


Suara mereka menggema ke seluruh dimensi buatan.


Sia Yun yang telah membuat jalan pelarian langsung meledakkan batu aneh di depannya.


Bom..!!


Wung..!!


Wung..!!


Wung..!!


Secara tiba-tiba muncul portal kecil di depan Bai An.


Bukan hanya di tempat Bai An, melainkan di setiap kelompok Bai An muncul portal.


Topeng kuning yang melihat itu langsung memasang wajah jelek.


“Topeng Hitam No 01,” teriak Topeng Kuning berteriak keras.


Ia sadar jika ini adalah perbuatan dari Sia Yun dan juga tidak menduga jika Sia Yun sampai saat ini masih hidup.


Bai An dan kelompoknya tentu mendengar teriakan topeng kuning saat mereka masuk kedalam portal.


“Hemm..!! Tunggu sambutan meriah dari kami suatu hari nanti,” gumam Duan Du tersenyum di saat portal mulai memudar.


“Hehe,, ayahmu ini akan datang untuk mendidik kalian, jadi tunggulah,” kekeh Tu Long sambil menyeret salah satu pelayan Rumah Lelang yang dulu selalu menyiksanya.

__ADS_1


Terlihat juga tatapan Tu Long sebelum menghilang mengarah ke pelayan tersebut dengan seringai lebar.


__ADS_2