Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membuat Kekacauan yang Lebih Besar dan Fu Den Mhu


__ADS_3

Duan Du langsung menelan ludahnya saat merasakan hawa dingin, seseorang sedang menatapnya dari Dunia Jiwa dan itu adalah Mu Xia'er.


“Ahh,, aku lupa jika harus melawan salah satu dari mereka, ayo kita kesana paman Tu Long, Fu tua.” Ajak Duan Du, dengan segera ia melesat ke arah yang di rasa paling kuat memiliki aura Raja Dewa Semesta.


Tu Long dan Fu Jian hanya tersenyum kecil, tapi terlihat jika senyuman Tu Long adalah senyuman mengejek.


Dengan cepat Tu Long dan Fu Jian mengejar Duan Du.


Wuss wuss..!!


Siluet Tu Long dan Fu Jian langsung muncul di samping Duan Du, pandangan ketiganya langsung mengarah ke sebuah rumah yang mirip istana kecil, di dalam sana ada dua aura yang memiliki Raja Dewa Semesta.


“Hmm..!! Kita lawan yang terlemah dulu, jangan terlalu serakah untuk mencoba melawan yang kuat,” kata Duan Du kini terdengar serius.


Tu Long langsung mengangguk patuh, karena apa yang di ucapkan Duan Du ada benarnya.


Instingnya juga memberitahukan jika yang paling lemah dari keduanya berada di Raja Dewa Semesta ⭐ 1 ke atas, setidaknya ⭐ 2, itulah yang di raskan oleh Tu Long.


Fu Jian yang mendengar ucapan Duan Du hanya diam saja, ia kini merasa familiar dengan salah satu dari mereka, yaitu aura yang sedikit lebih lemah dari dua orang yang ada di dalam.


“Hmm..!! Apakah ia Patriak klan Fu,” gumam Fu Jian, karena setahunya patriak klan Fu memiliki kekuatan Raja Dewa Semesta ⭐ 2 Awal.


Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long melirik ke arah Fu Jian.


“Fu tua, apakah kau tahu siapa yang paling lemah itu?” Tanya Duan Du penasaran.


“Aku merasa familiar saja dengan auranya, tapi belum bisa memastikan jika belum melihatnya secara langsung,” jawab Fu Jian dengan jujur.


“Hmm,, jika ia memang kenalanmu, maka kau harus tahu, tidak ada belas kasih kepada musuh, apa kau paham Fu tua?” Kata Tu Long dengan nada serius sambil menatap tajam Fu Jian.


Fu Jian tentu saja mengangguk, karena semenjak ia mengikuti Bai An, ia merasa menemukan akan adanya kehangatan kekeluargaan, ia juga kini kekuatannya meningkat pesat berkat bantuan Bai An, Duan Du dan Tu Long yang memberikannya banyak sumberdaya tanpa ragu.


***


Sementara dua orang yang duduk bersila tentu dapat merasakan ada 3 orang berdiri di depan kediaman tempat mereka menyerap energi para budak.

__ADS_1


Walau begitu, mereka tetap fokus karena menganggap ketiganya hanyalah semut dimata mereka.


Mereka berdua juga telah menyuruh 4 bawahannya yang berada di puncak Dewa Immortal untuk menangai masalah di luar.


Namun saat mereka akan fokus kembali untuk menyerap budak-budak di depan mereka, sebuah pedang energi yang mirip cakar melesat ke arah salah satu dari mereka.


“Heng,, semut ini ingin menyerang Gajah, sungguh tak tahu batasan,” dengus pria yang terlihat berumur 50 tahunan.


Dengan cepat ia meninju tangannya, seketika muncul petir dari tinjuan pria tersebut.


Bom..!!


Ledakan langsung membuat istana kecil tersebut berguncang akibat tabrakan pedang energi dan petir.


Pria berumur 50 tahun tersebut langsung melayang, sebelum keluar ia melirik ke arah temannya yang masih duduk bersila.


“Jangan ikut campur, aku ingin mencincang mereka karena telah mengangguku,” kata pria berumur 50 tahun.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Fu Jian yang melihat siapa yang keluar langsung membelalakkan matanya karena benar dugaannya jika itu patriak klan Fu, yaitu Fu Den Mhu.


Fu Den Mhu yang baru keluar juga ikut langsung melirik ke arah Tu Long lebih dulu, lalu pandangannya mengarah ke Duan Du dan terahir Fu Jian.


“Heng,, aku tak menduga ada seorang pengkhianat dari klan Fu ku,” dengus Fu Den Mhu.


“Heng,, bukan pengkhianat, tapi pindah profesi, di klan Fu ia di abaikan karena tidak pernah di berikan sumberdaya, dan juga kau terlalu jelek untuk di jadikan Tuan, jadi ia pindah ke yang lebih tampan,” kekeh Duan Du dengan nada ejekan.


Fu Den Mhu seketika memerah marah. “Jaga ucapanmu bocah, dan juga aku kini sadar jika kau orang yang telah di tunggu-tunggu oleh jendral.”


Wajah Fu Den Mhu berubah serakah. “Jika aku menangkapmu hidup-hidup lalu di bawa ke Jendral, maka aku pasti akan di berikan banyak sumberdaya,” kekeh Fu Den Mhu.


“Hooh,, kau ternyata budak Hu Yan Di itu ya, si kepala api itu kenapa tidak datang lamgsung kesini? Kenapa juga ia malah mengirim kacung-kacung tidak berguna ke dunia ini,” kata Duan Du sambil melirik ke arah Tu Long.

__ADS_1


Tu Long mengangkat bahunya. “Mungkin karena ia pion tidak berguna, makanya ia di kirim kesini,” jawab Tu Long dengan bodohnya.


Blush..!!


Aura Fu Den Mhu seketika keluar sepenuhnya, hal tersebut mengguncang kota hingga dapat di rasakan sampai kota-kota terdekat.


Bai An yang berada di luar langsung menggelengkan kepalanya.


“Huuff,, mereka ini tidak bisakah sekali saja tidak memprovokasi lawan, hal itulah membuat kekacauan terjadi dimana-dimana di setiap mereka datangi, karena secara tidak langsung kekacauan terjadi akibat provokasi mereka,” gumam Bai An menghela nafas.


Setelah itu Bai An menurunkan Bai Han.


“Han'er kau di sini dulu bersama Ning'er, jaga Ning'er karena ia masih lemah,” kata Bai An melalui telepati.


Bai Han hanya mengangguk terpaksa, padahal ia sudah nyaman tadi ingin tertidur, namun gara-gara Mei Ning, semuanya menjadi kacau.


“Hmm..!! Apa yang di ucapkan oleh Paman Duan dan paman Tu Long memang benar jika wanita itu adalah makhluk yang cukup merepotkan, jika wanita sudah menetapkan sesuatu maka hal itu harus terjadi, tapi terkadang sifat mereka berubah-ubah menjadi sulit di tebak.”


“Sementara untuk pria, kebanyakan mereka serakah saat menemukan sesuatu yang di inginkan, bahkan mereka akan rela melakukan apa saja untuk mendapatkan yang di inginkan,” gumam Bai Han menghela nafas.


Bai Han yang baru saja di tinggalkan Bai An langsung duduk sambil memejamkan matanya.


Mei Ning yang melihat itu langsung ikut duduk lalu memejamkan matanya mengikuti tingkah Bai Han.


***


“Hei kakak Pertama, biarkan aku melawan orang itu, kebetukan aku memiliki elemen api untuk melawan elemen petirnya,” teriak Ji Pixiu ke arah Ling Diu.


Ling Diu yang memiliki elemen Air dan Es terdiam saat melihat jika musuh Ji Pixiu memiliki elemen Api.


“Hmm,, baiklah, tapi kau harus hati-hati adik ketiga, jangan gegabah,” kata Ling Diu langsung melesat ke arah musuh yang memiliki elemen Api.


Saat Ling Diu melesat, musuhnya yang memiliki elemen petir ingin menghadangnya, namun Ji Pixiu muncul dengan bola api melesat ke arah musuhnya.


Dengan cepat musuh menghindar karena percuma ia melawan menggunakan petirnya.

__ADS_1


Api dengan mudah lolos dari petir, karena petir bisa menciptakan api juga.


“Heng,, bocah kecil, berani sekali kau menyerangku saat aku tidak siap.”


__ADS_2