Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Dua Peliharaan Duan Du dan Tu Long ( Datangnya Penguasa Dimensi )


__ADS_3

“Apa orang ini bukan Tuan muda?”


Dalam hatinya Pixiu sedikit bimbang antara ia akan kesana atau tidak. Ia takut jika itu adalah salah satu orang yang di panggil oleh Penguasa Dimensi ini untuk memburunya.


Dan saat ini Pixiu takut akan di jebak seperti yang lalu lalu, bahkan dulu Pixiu sudah 2 kali bentrok dengan Penguasa Dimensi akibat terkena jebakannya, tapi pada akhirnya ia selalu berhasil melarikan diri.


Untuk terkena jebakannya itu sudah tak bisa ia hitung lagi.


“Hmm..!! Sepertinya aku harus melihat dari siapa aura ini, jika benar ini Tuan muda.” Sebuah senyum bahagia di sertai wajah jahat saat membayangkan ia dan keluarganya nanti melawan Penguasa Dimensi.


“Akan ada saatnya bagi kami yang melawan balik dengan cara mengepungmu. Tidak hanya kau saja yang bisa.”


Wuss..!!


Tanpa memikirkan kondisinya yang masih belum pulih, Pixiu menghilang dari tempat biasa ia bersembunyi.


Tempat tersebut sangat unik, bahkan Penguasa Dimensi tidak mampu merasakan tempat tersebut. Dapat di katakan jika tempat tersebut sama seperti Bumi yang tidak mampu di rasakan oleh orang-orang.


Pixiu menemukan tempat tersebut hanya sebuah kebetulan, kekuatannya meningkat karena tempat tersebut sangat unik dan di penuhi oleh berbagai energi.


***


“Sialan.”


Bom..!!


Tubuh Jendral Dimensi yang Bai An lepaskan langsung meledak saat satu tangan dari seorang Monster Iblis mengerikan mencengkram lehernya hingga meledak.


Terlebih tangan tersebut hanya meledakkannya tanpa energi, itu murni kekuatan fisik.


Dapat di pastikan jika kekuatan fisik Monster Iblis yang tak lain Penguasa Dimensi sangatlah kuat. Bahkan melebihi tingkat kekuatan fisik Tu Long sebelum ia hibernasi.


Gerr..!!


Sosok Monster Roh yang sangat besar tiba-tiba muncul di depan Penguasa Dimensi.


“Aku tak menduga jika semua pasukan yang telah lama aku kumpulkan kini semunya mati hanya karena beberapa penyusup dari Ras manusia serta Ras Half Giant Dragon,” ucap Penguasa Dimensi dengan nada dingin.


Awalnya ia mengumpulkan banyak pasukan karena ingin kembali ke Dimensi Pusat.


Tujuannya tentu saja untuk mengambil satu kota di sana. Tepatnya salah satu kota yang ada di perbatasan wilayah inti dan wilayah tengah.


Pandangan Penguasa Dimensi saat ini sangatlah dingin.


“Aku akan membuatmu menyesal karena telah mengagalkan rencana yang sudah lama aku bangun seorang diri.”


Jlep..!!

__ADS_1


Penguasa Dimensi dan Monster Roh seketika lenyap dari tempat yang di tutupi oleh kabut beracun.


***


“Kakak, apa kita akan menungu dia datang kesini atau kita yang mencarinya?” Tanya Duan Du dengan santai.


“Dia pasti akan datang dengan sendirinya, paman mu itu walau cukup cerdas, di samping kecerdasannya, ia juga cukup bodoh karena mudah terpancing umpan musuh.”


Duan Du terkekeh kecil. “Berarti sebelas dua belas dengan paman Tu Long,” balas Duan Du senyum-senyum lucu.


“Salah Tu Long jauh lebih bodoh jika kepalanya kembali kumat,” jawab Bai An datar.


Hal itu membuat Duan Du tertawa terbahak-bahak saat mendengar kakaknya mengatai Tu Long lebih bodoh.


Tapi tak lama wajahnya seketika serius saat melihat wajah kakaknya menatap dingin ke arah kejauhan.


“Hmm..!! Akhirnya setelah sekian lama,” gumam Bai An tersenyum tipis.


Sreekk..!!


Seketika sebuah sobekan muncul tepat 10 meter di depan Bai An dan Duan Du.


Wuss..!!


“Haha Tuan muda, bertahun-tahun aku mencarimu,” ucap Pixiu kini mengeluarkan air mata.


Pemuda yang selalu menjadi teror di Dimensi Demon Monster kini menangis.


Layaknya seorang anak kecil, Pixiu seketika memeluk Bai An penuh kebahagiaan.


Bai An hanya menepuk pundak Pixiu sambil tersenyum hangat.


“Hmm..!! Aku yakin kau pasti cukup menderita menjalani hidup yang keras ini seorang diri.”


“Maafkan aku jika datang terlambat,” ucap Bai An sedikit merasa bersalah.


Pixiu langsung menggelengkan kepalanya. “Kau benar Tuan muda, mulanya aku sangat senang melakukan perjalanan seorang diri karena merasa tidak mempunyai beban. Tapi lama kelamaan, aku merasakan kehampaan.” Ucap Pixiu dengan jujur.


“Apalagi setelah kematian beberapa orang yang telah aku anggap keluarga di Dimensi ini,” sambung Pixiu merasakan kesedihan.


“Hmm..!! Kau tenang saja Paman, masih ada kami di sini, dan untuk mereka yang telah kau anggap keluarga, kita akan membalaskan dendam mereka.”


Duan Du langsung maju sambil memeluk pamannya setelah Pixiu melepaskan pelukannya.


Goar..!!


Seketika mereka bertiga melirik ke arah suara raungan monster.

__ADS_1


“Hmm..!! Ini tidak salah lagi Monster Roh milik Penguasa Dimensi, kekuatannya setara dengan Dewa Penguasa Berlian ⭐ 1 Menengah,” ucap Pixiu sedikit waspada, karena Monster Roh inilah yang paling sering memberikannya luka dari pada Penguasa Dimensi yang jauh lebih kuat.


Bai An terlihat santai bersama Duan Du. “Du'er keluarkan mereka berdua, sudah saatnya untuk Monster Kekacauan mengacaukan tempat ini.” Ucap Bai An melirik Duan Du.


Duan Du langsung menyeringai lebar, setelah sekian lama, akhirnya ia mengeluarkan peliharaannya dan peliharaan Tu Long yang dulu mereka temukan di Alam Semesta Inti ke 9 Dimensi klan Bai, atau wilayah kekuasaan Mu Xia'er.


Sreekk..!!


Kwaakk..!!


Goarr..!!


Seketika aura mencekam mengelilingi hampir sepenuhnya Dimensi Demon Monster.


Saking mengerikannya aura tersebut, Penguasa Dimensi dan Monster Roh seketika menghentikan langkahnya.


Kini tubuh Monster Roh sedikit bergetar saat merasakan aura dari Monster Kekacauan.


“I..Ini apakah ini Monster Kekacauan Bencana?” Gumam Penguasa Dimensi kini bergetar, tapi bukan bergetar ketakutan, melainkan bergetar saking bahagianya.


“Ayo cepat kesana, aku harus menundukkan Monster Kekacauan Bencana yang dapat di katakan sangat jarang muncul, Ras mereka adalah Ras kedua paling langka,” ucap Penguasa Dimensi dengan nada semangat.


***


Pletak pletak..!!


“Hei hei hei,, berhentilah bergaya, kalian ini hanya tidak di keluarkan beberapa tahun saja sudah begini,” dengus Duan Du menatap ke arah Macan peliharaannya dan Gagak Merah peliharaan Tu Long.


Kedua peliharaan Duan Du dan Tu Long sebenarnya Ras pembawa bencana, makanya di namakan Monster Kekacauan Bencana, Ras mereka sama halnya dengan Ras Tu Long yang gemar bertarung.


Bedanya Ras Monster Kekacauan Bencana tidak memiliki kecerdasan, mereka hanya mengandalkan insting buas mereka saja.


Sementara Ras Tu Long memiliki kecerdasan layaknya manusia.


Tapi kedua Monster Kekacauan Bencana ini sedikit berbeda, karena dari kecil mereka di asuh oleh Duan Du di dunia jiwanya.


Bai An melarang peliharaan Duan Du dan Tu Long ini keluar agar mereka bisa menjadi jinak jika di kandangkan dalam waktu yang lama, Monster Kekacauan Bencana ini di larang beradaptasi dengan orang-orang maupun lingkungan sekitar kecuali dengan Tuan mereka.


Jadi kedua Monster Kekacauan Bencana ini saat di marahi langsung mengecil dan menunduk patuh.


Sebuah senyum bangga Duan Du perlihatkan saat keduanya patuh.


Kekuatan Macan dan Gagak Merah ini sangatlah mengerikan, padahal Duan Du sangat jarang memberinya makan. Tapi ia mampu mencapai ke tingkat Dewa Penguasa Berlian ⭐ 2 Awal.


Pixiu yang melihat kedua peliharaan Duan Du seketika menjadi iri. Tapi ia juga ikut tersenyum bahagia saat mengetahui tingkat kekuatan kedua Monster Kekacauan Bencana.


Geerr..!!

__ADS_1


Kwak..!!


Macam dan Gagak Merah seketika mengganas saat merasakan musuh yang datang.


__ADS_2