
Bai Chu Ye melirik Antoni lalu mengangguk ringan. ”Lihat saja pertunjukkannya, bagaimana para saudara dan pamanku lakukan, itu pasti akan mengundang mereka keluar.” Ucap Bai Chu Ye tersenyum kecil.
Pandangan Antoni dan Bai Chu Ye pun mengarah ke sebuah layar.
...
Sret sret..!!
Pixiu dan Jiu Long kini muncul di wilayah utara, terlihat jelas wilayah utara di Kota Putih ini sangatlah luas, luasnya bahkan menyamai dunia tempat Bai An tumbuh hingga berusia belasan tahun.
“Haha,, aku tak menyangka jika di tempat tinggal para Bangsawan Elf ini sangatlah tentram,” kekeh Jiu Long.
“Tapi tak lama lagi ketentraman mereka akan hilang,” sambung Pixiu tersenyum lebar.
Saat keduanya ingin melesat ke atas langit, terlihat beberapa Elf langsung menghampiri mereka, kekuatan Elf tersebut rata-rata berada pada rangking A dan yang terkuat Rangking S.
Mereka adalah yang menjaga perbatasan wilayah utara sehingga wilayah utara tetap tentram.
Wuss wuss..!!
“Bunuh mereka berdua,” ucap pemimpin yang memiliki rangking S.
Mendengar itu, Jiu Long tertawa terbahak-bahak.
“Haha,, ketahuilah tempatmu tikus-tikus parasit,” ejek Jiu Long langsung menghilang.
Jiu Long langsung muncul di depan Elf rangking S. Tangan Jiu Long yang telah membentuk senjata dari Mana, kini terayun dengan cepat.
Elf rangking S yang melihat kecepatan Jiu Long membelalakkan matanya dan sadar jika penyusup ini memiliki kekuatan jauh di atasnya.
Elf tersebut yang telah biasa bertarung dan memiliki banyak pengalaman bertarung hidup dan mati secara spontan mengayunkan pedangnya untuk bertahan.
Trank..!!
Elf tersebut langsung terlempar sejauh 10 meter, dan sebelum membentur tanah ia dengan cepat menyetabilkan tubuhnya.
Saat Elf rangking S sudah stabil, ia melirik ke arah atas.
Elf tersebut langsung membeku saat sadar jika apa yang di lakukan Jiu Long hanya pengalihan, kini ia melihat semua bawahannya telah mati tanpa kepala.
“Sialan kau,” teriak Elf tersebut meraung marah.
“Sst.. Kau jangan terlalu berisik, nanti mereka semua akan sadar,” bisik Jiu Long tersenyum mengerikan.
Pada akhirnya kepala Elf Rangking S tersebut langsung terlepas dari tubuhnya, ia bahkan tidak menyadari bagaimana cara ia di bunuh.
Jiu Long yang sudah selesai membunuh penghalang langsung melesat ke atas langit.
Wuss..!!
“Ayo paman, semua sudah beres,” ucap Jiu Long tersenyum kecil.
__ADS_1
Pixiu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Mereka berdua pun langsung melesat ke atas dan saat mereka sudah mencapai ketinggian yang di rasa posisi yang pas, keduanya saling melirik satu sama lain.
“Aku sebenarnya tak ingin melakukan hal ini, namun karena permintaan Ye'er dan peringatannya jika kita berdua tidak mampu membunuh mereka semua, aku mau tak mau menurut,” ucap Pixiu menghela nafas panjang.
Wuss..!!
Saat melihat benda asing yang terbuat dari baja dan besi, Jiu Long hanya menganga, tingginya benda asing tersebut juga cukup tinggi, yaitu hampir mencapai 20 meter.
“Wah,, apa ini paman? Kenapa aku baru tahu kau mempunyai benda unik ini?” Tanya Jiu Long terlihat kagum.
“Haha aku pun kagum dengan benda asing ini dan ini pemberian Ye'er, dulu Ye'er dan Xie'er pergi mencuri benda asing di dunia yang bernama bumi.” Ucap Pixiu dengan nada bangga.
“Dan jika aku tidak salah, nama benda ini bernama Rudal, itulah yang di beritahu oleh Ye'er beberapa waktu lalu,” sambung Pixiu.
“Lalu benda asing ini untuk apa paman?” Tanya Jiu Long penasaran, ia tidak tahu jika Rudal ini untuk menghancurkan wilayah utara ini.
Jiu Long hanya di tugaskan kesini membantu Pixiu saja, jadi wajar ia banyak bertanya.
“Hehe,, kau akan tahu sebentar lagi, dan juga lama-lama benda ini snagat berat.” Ucap Pixiu.
“Jiu'er bantu paman untuk memegang benda asing yang bernama Rudal ini, paman akan mengaktipkannya menurut petunjuk Ye'er kemarin,” ucap Pixiu.
Jiu Long pun dengan semangat menarih Rudal tersebut di pundaknya.
Bruk..!!
Jadi wajah Rudal tersebut jauh lebih berat dari saat ia mencuri Rudal ini di Bumi.
Pixiu menggosok-gosok tangannya lebih dulu sebelum mengalirkan Mana_nya ke Rudal tersebut.
“Huuf jangan gugup Pixiu, kau pasti bisa dan jangan mengecewakan keponakanmu,” gumam Pixiu menyemangati dirinya.
Blush..!!
Setelah Pixiu mengalirkan Mana, kini seluruh Rudal terselimuti oleh Mana bewarna putih kebiruan.
Pandangan Pixiu lalu mengarah ke sebuah tombol untuk meluncurkan Rudal, setelah melihat tombol, pandangan Pixiu beralih ke Wilayah Timur tempat para Bangsawan Elf tinggal.
Seolah membidik targetnya, Pixiu mengedipkan sebelah matanya selama beberapa detik.
“Yosh,, sudah ketemu,” ucap Pixiu.
“Apa kau siap Jiu'er?” Tanya Pixiu.
“Kapanpun dan dimanapun aku selalu siap paman, ayo lakukan,” ucap Jiu Long bersemengat.
Pixiu langsung menekan tombol merah yang memiliki tanda silang.
Dret..!!
__ADS_1
Dret..!!
Seketika Rudal sedikit berguncang. Jiu Long yang menahan rudal terlihat kewalahan.
”Tahan Jiu'er sebentar lagi,” ucap Pixiu yang melihat tombol masih bewarna kuning, dan jika tombol bewarna hijau maka Rudal siap meluncur, itulah yang ia ketahui.
Wung..!!
Rudal seketika berdengung bersamaan dengan itu asap keluar dari ekor Rudal.
“Lepas Jiu'er,” ucap Pixiu berteriak.
Jiu Long langsung melepas Rudal.
Wuss..!!
Rudal seketika melesat dengan kecepatan mengerikan, bahkan Jiu Long dan Pixiu hanya bisa melihat bekas asapnya saja.
Sementara Wilayah Utara tempat para Bangsawan Elf tinggal kini bergetar akibat Rudal yang mendekat.
Para ahli SS maupun SS+ pun keluar dari sana saat pandangan mereka mengarah ke atas.
Sebuah benda asing berjarak 1 meter dari bangunan paling tinggi kini mereka lihat.
Bom.!!
Duar..!!
Area Wilayah Utara seketika musnah dalam hitungan detik, entah berapa banyak korban jiwa yang berada di sana. Tapi dapat di pastikan mereka semua mati.
Bahkan guncangannya mencakup seluruh Kota Putih, mau wilayah Barat, Timur, tengah semua merasakannya.
Jiu Long dan Pixiu yang menutupi seluruh tubuh mereka dengan Mana kini bergidik ngeri sambil membuka mulut mereka lebar-lebar.
“Luar biasa,” ucap Jiu Long tak habis pikir benda asing tersebut mampu memusnahkan wilayah utara beserta penghuninya.
“Paman, apa kau punya benda itu lagi,” ucap Jiu Long tersadar, dengan semangat ia kini menatap Pixiu dengan mata bersinar cerah.
Pixiu langsung menggeleng. “Ye'er hanya memberikan satu kepadaku, bahkan saudara Long Yuan dan yang lain tidak mendapatkannya,” ucap Pixiu.
Wajah Jiu Long seketika murung.
Buk buk..!!
“Jangan berkecil hati, karena aku punya ini,” ucap Pixiu mengeluarkan senapa mesin otomatis yang pernah di gunakan oleh Lo Zeng dan Lo Ei.
Hahahaha hahaha..!!
Seketika Pixiu dan Jiu Long tertawa terbahak-bahak, kini pikiran mereka membayangkan bisa membunuh musuh dalam jumlah ribuan seperti yang di lakukan oleh Lo Zeng dan Lo Ei.
“Ayo paman, aku sudah tidak sabar meneror mereka semua,” ajak Jiu Long langsung mengambil senjata otomatis yang di berikan Pixiu.
__ADS_1