Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Peyatuan dua Jiwa Berhasil dan Kegugupan Mu Xia'er


__ADS_3

Jika itu terjadi. Maka rencana Bai An yang telah lama di rencanakan akan sia-sia.


Bom..!!


Bom..!!


Ledakan teredam terdengar di dalam tubuh kedua mayat tersebut.


Jiwa Wen Dongyun dan Lang Du merasakan sakit yang luar biasa.


Tapi terlihat saat mereka membuka mata, sakit di jiwa mereka terasa tidak apa-apa di bandingkan siksaan yang mereka berdua alami.


Melihat kedua jiwa yang di gabungkan di kedua mayat telah berhasil, Bai An sedikit menyinggungkan senyum tipis.


Tak menunggu lama, kedua mayat yang baru bangun layaknya seperti bayi.


Bai An kembali mengalirkan energinya, tak lupa pula Bai An menandai jiwa dan memasang segel budak kepada keduanya.


Setelah semuanya selesai.


Bai An kini telah berkumpul kembali bersama yang lainnya di aula kediamannya.


“Tuan muda,” sapa Wen Dongyun dan Lang Du kini berlutut sambil menundukkan kepalanya.


“Hmm,, mulai sekarang namamu adalah Chi Huan Mu yang menjabat sebagai Wakil Master Sekte Es Abadi,” ucap Bai An melirik ke arah Wen Dongyun.


Wen Dongyun mengangguk patuh, ia terlihat sedikit bahagia kini bisa mendambakan kematian yang layak, ia juga diam-diam berpikir untuk menebus kesalahan yang dulu kepada Bai An. Wen Dongyun ingin melakukan semua perintah Bai An sebelum kematiannya tiba, ia ingin melakukan banyak kontribusi.


“Hmm..!! Untukmu Lang Du, namamu adalah Hu Yan Di, yang menjabat sebagai Jendral klan Hu.” Ucap Bai An sedikit menghela nafas saat melihat Lang Du atau Shen Bai yang dulu telah melatihnya dengan tulus.


Bai An sebenarnya tidak tega, tapi jika ia terlalu baik, ia takut akan menjadi naif lantaran memaafkan perbuatan Lang Du.


Mendengar itu, kini Lang Du mengangguk patuh dan dalam pikirannya melakukan hal yang sama dengan Wen Dongyun.


Melihat jika keduanya telah mengangguk. Bai An kini memasang wajah serius.


Tanpa basa basi ia langsung menyebutkan tugas keduanya.


Mendengar tugas mereka masing-masing, kedua mengangguk. Tapi terlihat mereka sedikit ragu.


“Hmm..!! Aku lupa jika kekuatan kalian saat ini masih lemah,” ucap Bai An saat melihat keraguan Wen Dongyun dan Lang Du.


“Jika begitu, aku akan menyuruh leluhur Ling Yenrou untuk melatih kalian lebih dulu di dunia jiwaku di bagian barat agar kekuatan kalian bisa setara atau satu dua tingkat di bawah pemilik tubuh yang asli,” sambung Bai An sambil melirik ke arah Ling Yenrou.


Ling Yenrou tentu mengangguk dengan semangat, karena ia juga tidak sabar ingin melihat rencana Bai An yang ia dengar tadi.


Tanpa menunggu waktu lama, Ling Yenrou langsung menarik Wen Dongyun dan Lang Du menuju barat, tempat yang Bai An maksud.

__ADS_1


Wuss..!!


Setelah ketiganya pergi, kini Bai An melirik ke arah semuanya.


“Hmm..!! Dari ucapanmu tadi, kau sepertinya mengenal Penguasa Dunia Inti ke 6 ini ayah?” Ucap Bai Han dengan nada menerawang.


Mendengar itu, semua orang ikut mengangguk, termasuk Bing Lou dan Hu Hong Meng yang cukup penasaran.


Karena dari ucapan Bai An tadi, tugas kedua umpan tersebut adalah mendekati Penguasa Dunia Inti ke 6 secara diam-diam, tapi mereka harus melepaskan sedikit aura mereka agar di rasakan oleh pihak musuh.


Setelah itu, kedua umpan tersebut kembali mencari sekutu mereka.


Bai An yakin jika sekutu mereka ini adalah Penguasa Semesta Inti ke 6.


Terlebih insting Bai An mengatakan jika Master Sekte Es Abadi ada di sini juga.


“Hmm..!! Kalian akan tahu pada waktunya,” jawab Bai An.


“Aku juga tidak terlalu yakin, tapi saat melihat caranya menyeringai, aku cukup mengenal seringai tersebut,” sambung Bai An sambil melirik ke arah kedua istrinya yang kini menjadi pendengar patuh tanpa menganggu mereka yang berdiskusi.


Bai Han juga kini melirik ke arah Bai Han yang kini tersenyum penuh makna.


Melihat senyum penuh makna tersebut, Bai An sedikit mengerutkan keningnya.


Bai An kini melirik ke arah kedua istrinya dengan tatapan curiga.


Bai An seketika tersenyum kecil. “Aku sampai lupa, sekian lama aku bersama Xia'er, aku bahkan belum menyentuhnya sama sekali, bahkan Jia'er, setelah menikah aku juga belum menyentuhnya,” gumam Bai An.


Bai An sebenarnya ingin melakukan hal tersebut. Tapi karena ia sibuk berkultivasi dan sibuk melawan musuh-musuh yang mendatanginya, ia sampai lupa untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.


Bai An kini melanjutkan diskusinya bersama yang lain terlebih dahulu.


Beberapa saat kemudian, setelah Hu Hong Meng, Bing Lou dan yang lainnya pergi.


Bai An kini melihat ke arah istri dan putranya dengan pandangan penuh kasih sayang.


“Han'er, kekuatanmu kini meningkat lagi,” ucap Bai An melalui telepati dengan nada sedikit terkejut.


“Hmm,, ayah pun begitu, terlebih lagi ayah menyembunyikan kekuatan ayah yang sebenarnya dari yang lain,” jawab Bai Han melalui telepati dengan senyum tipis.


Bai An mengangguk santai, ia tentu tidak terkejut saat putranya tahu kekuatannya yang sebenarnya. Karena hanya mereka berdua yang tahu fakta akan berkah yang Bai Han dapat dari Pendiri klan Ling.


Mungkin Ling Yenrou dan Ling Wenli tahu berkah yang di dapat Bai Han, tapi tidak semua yang mereka tahu dari ramalan tersebut.


Kini Bai An melihat ke arah kedua istrinya, Bai An langsung berjalan lalu duduk di tengah-tengah mereka.


Bai An langsung mengusap rambut kedua istrinya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Sementara Mu Xai'er dan Chu Jia kini merasakan jantung mereka berdetak lebih cepat, wajah mereka sedikit memerah.


Mereka terlihat malu, apalagi ada putra mereka yang kini melihat kelakuan mereka.


Sadar dirinya menjadi penganggu.


Bai Han langsung berkata. “Han'er lupa ayah ibu, saat ini Han'er ingin meningkatkan Hukum Api Han'er ke Hukum Api tingkat Tinggi.”


Terdengar suara melengking Bai Han membuat Bai An sedikit tersenyum.


Tanpa menunggu balasan dari ayah dan ibunya. Bai Han langsung pergi dari aula.


Wuuss..!!


Melihat kini hanya mereka bertiga saja, Mu Xia'er dan Chu Jia semakin canggung.


“Hmm..!! Saat ini hanya kita bertiga saja, apa kita langsung bermain bertiga saja? Atau bergantian.” Bisik Bai An.


Blush..!!


Asap langsung meletus dari kepala kedua istri Bai An.


Hal tersebut membuat Bai An tertawa lucu melihat kelakuan istrinya yang seperti anak kecil.


Tanpa menunggu jawaban dari kedua istrinya. Bai An langsung menghilang sambil bersama Mu Xia'er dan Chu Jia.


Wuss..!!


Kini Bai An muncul di kamar yang terlihat sederhana bersama Mu Xia'er dan Chu Jia.


“Hmm..!! Aku akan menunggu di luar saja An Gege,” bisik Chu Jia langsung keluar tanpa menunggu jawaban.


Wuss..!!


Saat ini hanya tersisa Bai An dan Mu Xia'er saja.


Wajah Mu Xia'er semakin memerah saat melihat dirinya di tatap oleh Bai An dengan pandangan sedikit mesum.


Pasalnya Bai An kini memandang ke arah dua bola besarnya.


“Emm,, An Gege, berhentilah mema-”


Ssttt..!!


Bai An langsung menjulurkan jarinya ke arah mulut Mu Xia'er agar ia berhenti bicara.


“Jangan gugup sayang,” bisik Bai An sambil tersenyum penuh makna.

__ADS_1


__ADS_2