Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Amarah ( Membalas Dengan Lebih Menyakitkan )


__ADS_3

Setelah itu Bai An memasukkan semuanya kedalam dunia jiwanya, tak lupa ia mengabari semua penghuni jiwa untuk membantu jiwa-jiwa ini.


Setelah hampir semuanya Bai An masukkan, pandangan Bai An kini mengarah ke setengah jiwa ayahnya, setengah jiwanya ini adalah jiwa kebaikan, sementara yang Bai An temui dulu adalah Jiwa Kelicikan atau kejahatan.


Bai An mengetahui itu karena dulu ayahnya selalu menatapnya dengan niat membunuh tersembunyi. Ayahnya tidak berani membunuh Bai An karena tubuh ayahnya selalu menolak untuk di gerakkan jika untuk membunuh keluarga.


Bruk..!!


“Maafkan An'er Ayah, An'er baru mengetahui ini,” ucap Bai An langsung berlutut.


Jiwa Bai Chen berusaha untuk mengangkat Bai An, namun karena jiwanya yang kini transparan, Bai Chen tidak bisa menyentuh Bai An.


Terlihat jika Bai Chen sangat sedih melihat putranya berjuang seorang diri. Ia belum tahu jika saat ini putranya sudah memiliki banyak keluarga.


Setelah bersujud meminta maaf, Bai An langsung bangkit.


Pandangan Bai An mengarah ke Xie'er. Xie'er langsung mengangguk paham. Untuk saat ini Xie'er tidak ingin manja atau bersikeras.


“Xie'er akan masuk sambil menyembuhkan semua jiwa mereka ayah.”


Mendengar itu, Bai An tersenyum hangat. Dengan cepat ia membuka dunia jiwanya kembali.


Wuss wuss..!!


Setelah Jiwa Bai Chen dan Xie'er masuk. Tatapan Bai An berubah menjadi dingin.


“Aku tak tahu bagaimana cara kalian memisahkan jiwa semua orang yang ada di sini, terlebih kalian memisahkan sisi baik dan jahat jiwa mereka lalu memanfaatkan jiwa sisi jahat tersebut.”


“Tapi satu hal yang pasti, kalian semua akan membayarnya dengan lebih menyakitkan dari apa yang telah kalian perbuat,” gumam Bai An dalam hati.


Bai An juga menyadari jika klan Bai buangan ini bukan klan Bai yang asli. Mereka hanya orang-orang yang di kendalikan oleh seseorang yang berada di pusat.


Dan saat ini pikiran Bai An mengarah ke para pengkhianat itu. Bai An yakin jika ini perbuatan mereka, karena Bai An dari klan Bai, mereka sengaja menyuruh orang untuk menjelekkan nama klan Bai sehingga membuat menjadi dua kelompok.


Klan Bai buangan ini mungkin saja kalah dengan klan Bai yang asli sehingga mereka di buang.


Dan apa yang Bai An pikirkan 60% benar, untuk sisanya akan terbongkar nanti.


Crash..!!


Bai An langsung merobek ruang yang ada di depannya, ia langsung masuk.


Wuss..!!


Tak lama Bai An muncul tidak jauh dari kediaman klan Bai.


“Hmm..!! Tempat kalian sudah bukan di sini lagi, tapi ada di tempat yang akan membuat kalian lebih memilih untuk mati,” ucap Bai An seketika menyeringai kejam, sifat Bai An yang asli kini muncul.

__ADS_1


Wungg..!!


Bai An menggerakkan tangannya, pedang yang ia pegang langsung terayun ke tempat Kediaman Klan Bai.


“Tebasa Asura Tingkat Ke 6.”


“Penghakiman Masal.”


Tak lama setelah bergumam, jutaan pedang energi muncul dari ruang kosong.


Pedang energi tersebut tak henti-hentinya muncul dari ruang kosong lalu melesat ke kediaman klan Bai.


Bom bom bom..!!


Seperti nama tekniknya semua yang ada di kediamann klan Bai hancur tanpa sisa setelah satu menit.


Bai An langsung menghentikan tekniknya. “Hmm..!! Teknik ini memang luar biasa, pedang energi tidak akan pernah berhenti muncul jika pengendalinya tidak menghentikannya secara langsung,” gumam Bai An sedikit kagum.


Setelah memastikan semuanya hancur tanpa sisa, Bai An kembali merobek ruang lalu masuk.


***


Wuss wuss wuss..!!


Uhh..!!


Mendengar jika keduanya berucap saat bersamaan dengan kata yang sama. Duan Du dan Tu Long langsung saling melirik.


Mata mereka juga sedikit melotot.


“Kakak..!!”


“Tuan muda..!”


Duan Du dan Tu Long kembali berucap bersamaan.


Bai Han, Bai Cuu Ye, sedikit mengerutkan kening saat ayah mereka di sebut.


Sementara Mo Liang Liu, Mo Denshan hanya diam saja dengan tubuh tak henti-hentinya bergetar.


Mereka tentu dapat merasakan amarah Bai An, itu karena jiwa mereka telah di tandai oleh Bai An.


“Sialan, siapa yang begitu berani membuat Tuan Bai marah seperti ini?” Gumam Mo Liang Liu dalam benaknya.


“Huuh,, mereka tidak sadar jika telah membangkitkan amarah iblis yang sesungguhnya,” gumam Mo Denshan sedikit ketakutan.


..

__ADS_1


“Paman Du, Paman Tu, memang kenapa dengan ayah?” Tanya Bai Han kini memiringkan kepalanya.


Duan Du langsung melirik keponakannya. “Kau akan tahu saat tiba waktunya nanti, dan kau juga akan melihat setengah atau bahkan hampir semua sifat ayahmu yang sebenarnya Han'er,” jawab Duan Du tersenyum menyeringai.


“Hmm..!! Lihat saja nanti bagaimana saat Tuan muda marah dan saat ini aku yakin jika Tuan muda marah akibat klan Bai ini,” sambung Tu Long ikut menyeringai kejam.


Tu Long dan Duan Du terlihat tidak sabar memperlihatkan kekuatan asli mereka saat bertarung. Karena selama ini Bai An melarang mereka bertarung menggunakan kekuatan penuh mereka walau dalam keadaan hidup dan mati.


Entah apa penyebab Bai An melarang mereka, yang pasti itu demi kebaikan mereka dan keluarga mereka.


Wuss wuss..!!


Dengan kecepatan penuh mereka mengejar patriak klan Bai beserta pasukannya.


***


Wuss..!!


“Salam Jendral Agung, maaf jika saya harus menganggu acara anda, tapi saat ini pasukan klan Bai sudah mengerahkan semua pasukannya, mereka juga membantai Bangsa kita saat melalui setia dunia atau Alam Semesta.”


Terlihat jika Jendral Muda Iblis Merah berlutut, ia sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya.


“Hmm..!! Apa mereka ingin mati dengan berani menyerang kesini? Terlebih mereka pun tahu jika Ras Half Dragon ada di perbatasan.” Ucap Jendral Iblis Agung sedikit bingung.


“Kecuali mereka sengaja mengorbankan pasukan lalu mereka diam-diam menerobos. Hmm, sungguh ide yang cukup bagus,” sambung Jendral Iblis Agung menyeringai kejam.


Pandangannya kini mengarah ke Jendral Gou Ja dan Gou Ma.


“Hmm..!! Berikan patriark bersama para penetua mereka kepadaku, karena aku ingin membereskan mereka lalu membawanya kepada Raja,” ucap Jendral Gou Ja dengan nada dingin.


Jendral Gou Ja bukan marah kepada Bangsa Iblis, melainkan kepada patriak bersama para penetua mereka.


Jendral Iblis Agung mengangguk tanpa berani protes. Mereka juga saat ini di untungkan, karena mereka tidak perlu bersusah payah untuk malawan yang kuat-kuat.


Jadi tentu saja mereka tidak akan menolak hal yang instan.


Setelah bicara, pandangan Gou Ja mengarah ke Jendral Gou Ma.


“Kenapa kau masih belum mencari Tuan kedua? Jika kau tidak mau, biar aku saja yang pergi mencarinya,” tanya Jendral Gou Ja melalui telepati, pertanyaannya sedikit tidak enak di dengar oleh Jendral Gou Ma.


Jendral Gou Ma paham jika Jendral Gou Ja sangat memproritaskan Tuan kedua, begitupun dia. Karena tujuan utama mereka kesini ada dua, mencari Tuan kedua dan menghancurkan klan Bai.


“Hmm..!! Kau tenang saja, karena beberapa saat lagi Tuan kedua akan datang sendiri dan aku lupa memberitahu sesuatu yang menarik,” ucap Jendral Gou Ma sambil tersenyum tipis.


Jendral Gou Ja yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya.


“Sesuatu apa?”

__ADS_1


__ADS_2