Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Memulai Pergerakan


__ADS_3

“Benar-benar, tapi siapakah 3 orang itu?” Tanya Tu Long dengan wajah bodohnya.


Bai An, Duan Du, Ling Yenrou, Fu Jian, Lang Zai, bahkan Bai Han yang dari tadi tertidur kini bangun sambil menggelengkan kepalanya melihat kebodohan Tu Long.


“Heng,, jika kita tahu, kau tidak perlu bertanya, kita pasti akan menyebut namanya,” dengus Lang Zai.


“Yang pasti kita lihat dulu apakah ia benar orang yang kita kenal, dan kau sebaiknya jangan bertanya hal-hal yang bodoh lagi,” sambung Duan Du dengan nada mengejek.


Tu Long langsung tersenyum kecut. Apakah salah bertanya?


Ya walaupun semua orang tidak tahu dan ia sadar bertanya hal yang tidak di ketahui oleh mereka, tapi setidaknya ia di berikan jawaban yang baik, bukan malah menyindir.


Itu lah yang ada di dalam benak Tu Long saat ini.


“Ehem,, ehem,, berhentilah berdebat hal yang sepele, lebih baik kita dengar rencana Penguasa ke 4,” ucap Ling Yenrou mencoba mencairkan suasana.


Seketika semua orang langsung melirik kr arah Bai An yang kini berdiri santai sambil menatap mereka semua.


Bai An langsung menghela nafas berat.


“Huuff,, jika kalian masih ingin berdebat atau bermain-main maka lakukan saja dulu, aku akan diam menonton sampai kalian puas,” ucap Bai An.


Semua orang langsung menelan ludah, walau kata-kata Bai An santai, tapi para saudara Bai An yang tahu sifatnya bagaimana kini sedikit merending.


Bai An hanya acuh melihat ekspresi mereka, hingga 5 menit berlalu semua kini dalam keheningan.


“Jika sudah tidak ada yang bermain-main lagi maka aku akan serius.”


Bai An melirik semua orang yang kini mengangguk patuh.


“Leluhur Ling Yenrou saat ini kekuatannya belum pulih seutuhnya dan kekuatannya saat ini setara denganku.”


“Sementara Du'er saat ini memiliki kekuatan Dewa Raja Semesta ⭐ 1 Ahir, walau begitu, ia setara dengan Dewa Raja Semesta ⭐ 2 Menengah, dan jika menggunakan kekuatan penuhnya maka ia setara Dewa Raja Semesta ⭐ 5 Awal.”


“Untuk Fu Jian kini setara dengan Tu Long, yaitu Dewa Immortal ⭐ 5 Puncak,” ucap Bai An sambil melirik ke arah yang terahir, yaitu Lang Zai.


“Untuk saudara Lang Zai, ia yang paling lemah, yaitu Dewa Immortal ⭐ 1 Awal.”


Bai An langsung terdiam beberapa saat, ia kini merenung.

__ADS_1


“Mungkin untuk melawan mereka secara langsung itu mustahil, tapi berbeda jika kita membuat beberapa perangkap dan jebakan,” Bai An mengangkat kepalanya di sertai senyum tipis.


“Lalu bagaimana dengan Jendral Hu Yan Di dan kelima penetua dari sekte besar? Walau kita membuat jebakan, aku yakin itu tidak akan mempan terhadap mereka jika mereka memiliki kekuatan Dewa Grand Master Semesta,” tanya Duan Du dengan nada serius.


“Kau benar Du'er kekuatan seperti itu, jika mereka mau, aku yakin mereka bisa menghancurkan dunia ini dengan setengah kekuatan salah satu dari mereka.”


“Tapi mereka tidak akan berani melakukan hal tersebut, karena tidak akan bisa menanggung amarah semua ahli yang ada di seluruh semesta jika salah satu dunia di 5 inti alam semesta hancur .” Kata Bai An tersenyum penuh makna.


Semua orang kini tersadar akan maksud Bai An, tak lama mereka langsung menjadi bersemangat karena mereka tak perlu menakuti Jendral Hu Yan Di dan kelima penetua dari sekte besar itu.


Tak menunggu waktu lama, Bai An langsung mengeluarkan banyak material bahan untuk membuat ledakan.


Bai An juga mengeluarkan Ling Wenli untuk membantunya membuat bahan ledakan bersama 3 anak angkat Tu Long dan Ling Diu.


Terlihat kini semua orang sedang bekerja, bahkan Bai Han yang selalu tidur kini membantu mengintruksi untuk menaruh jebakan ada dimana saja.


***


Di Kota Baja.


Saat ini semua prajurit berseragam lengkap sedang berlutut bersama beberapa orang yang memiliki kekuatan di atas Dewa Immortal.


Saat ini terlihat seorang pria seperti berumur 45 tahunan sedang bersujud, mulutnya di penuhi luka, namun ia terlihat menyinggungkan senyum mengejek.


“Heng,, aku tak menduga jika ada pengkhianat di anggota ku, terlebih kau adalah orang yang paling setia dulu,” dengus Jendral Hu Yan Di dengan nada dingin.


“Mengapa? Mengapa kau rela melakukan ini? Apa yang kurang yang telah ku berikan selama ini?” Tanya Jendral Hu Yan Di tak habis pikir jika Hu Hong Meng telah berkhianat.


Hu Hong Meng yang di tanya hanya diam saja, sebenarnya ia adalah seorang penyusup yang telah di susupkan dari kecil, sama seperti Hu Yan Di, ia juga telah di susupkan dari kecil ke klan Hu.


Melihat Hu Hong Meng yang diam saja, amarah Jendral Hu Yan Di kini tak tertahankan lagi.


Blush..!!


Aura Hu Yan Di langsung keluar hingga mengguncang dunia tersebut selama 3 detik.


Walau 3 detik, itu sudah menghancurkan cukup banyak bangunan dan gunung-gunung pun langsung meletus sebagian.


Hu Yan Di kini menghilangkan auranya lagi karena lima penetua yang memperingatinya.

__ADS_1


Setelah tersadar Jendral Hu Yan Di kini menatap ke arah Hu Hong Meng.


“Bawa dia, setelah ini berahir, aku akan membunuhnya nanti dengan tanganku sendiri,” ucap Jendral Hu Yan Di dengan nada dingin.


Setelah itu Jendral Hu Yan Di kini melirik ke arah Penetua Hong.


Penetua Hong hanya mengangguk kecil.


“Baiklah, kita langsung saja ke tempat bocah itu, ingat untuk berhati-hati karena bocah itu pasti memasang banyak jebakan,” ucap Penetua Hong.


“Kalian dengar bukan?” Sambung Jendral Hu Yan Di. “Ingat jalankan juga rencananya dengan baik, aku tak ingin adanya kegagalan lagi.”


“Baik Jendral.”


Terdengar teriakan menggema di Kota Baja, setelah itu Jendral Hu Yan Di bersama lima penetua Sekte Es Abadi langsung memimpin pasukan.


Wuss wuss..!!


Dengan kecepatan penuh mereka semua melesat ke arah gunung tertinggi.


Terlihat jika para pasukan Jendral Hu Yan Di berpencar mengelilingi area kaki gunung.


**


Di tempat Bai An, mereka juga terlihat bergerak ke puncak gunung.


Wuss..!!


“Kakak,, aku akan langsung ke utara bersama paman Tu Long dan Fu Tua,” ucap Duan Du langsung melesat pergi tanpa menunggu jawaban dari Bai An.


Lang Zai, Ling Wenli dan 3 anak angkat Tu Long juga terlihat bergerak ke arah barat.


Sementara Tu We, Ling Diu dan 1000 pasukan prajurit pembantai kini melesat ke arah timur, karena para pasukan elit Jendral Hu Yan Di kebanyakan yang mereka rasakan berada di bagian timur.


Walau kekuatan Prajurit Pembantai masih Kaisar Sejati dan beberapa ada di Kaisar Immortal, jika mereka bersatu maka mereka yakin bisa melawan Pasukan Elit Jendral Hu Yan Di yang memiliki kekuatan Dewa Immortal.


Untuk Bai An, Bai Han dan Ling Yenrou, mereka ke arah selatan untuk menunggu kedatangan Jendral Hu Yan Di, karena di selatan ada Jendral Hu Yan Di dan Lima penetua Sekte Es Abadi yang sedang melayang menatap ke arah puncak gunung.


“Ayah,, apa ini Energi Semesta yang ayah maksud?” Tanya Bai Han yang wajah berseri-seri.

__ADS_1


__ADS_2