
“Huhh,, merepotkan saja, saat akan sampai malah merengek minta makan, membuat pertarungan tertunda saja,” gumam Tu Long dalam hati.
Tu Long tentu tidak berani mengelus di depan Bai Han, jadi ia hanya bisa mengeluh dalam hatinya, ia juga tidak ingin membuat keponakan yang ia manjakan ini sedih atau kecewa.
“Ahh,, kenyangnya, jika sudah kenyang baru kita bisa pergi bermain,” ucap Bai Han tersenyum bahagia.
Bai Han langsung berdiri. “Ayo paman, kenapa kalian diam saja-”
Bai Han menghentikan ucapannya saat merasakan beberapa orang sedang melesat ke arahnya.
“Woah,, paman, ada yang kesini,” teriak Bai Han bertepuk tangan.
Dengan cepat Bai Han menggerakkan tangannya dengan cepat.
Kecepatan tangan Bai Han bahkan tidak mampu di lihat dengan jelas oleh Duan Du dan Tu Long.
“Waktunya bermain,” gumam Bai Han kini wajahnya berseri-seri.
Duan Du dan Tu Long saling menatap, mereka terlihat menghela nafas berat karena tak bisa melakukan apa-apa.
Perlu di ketahui, sampai saat ini Duan Du dan Tu Long belum mampu melihat tingkat kekuatan Bai Han yang sebenarnya, dan seberapa kuat ia.
Wuss wuss..!!
Bom..!!
Dengan angkuh kelimanya mendarat hingga membuat ledakan serta menyebabkan guncangan yang mampu di rasakan oleh Daratan Pusat di Dunia Awan.
“Oh,, jadi ini yang di cari-cari oleh Master Sekte Es Abadi dan Penguasa Semesta,” ucap Penguasa Dunia Awan dengan nada angkuh dan sombong.
“Kenapa semut seperti ini harus kita yang harus turun tangan, sungguh memalukan,” sambung Penguasa Dunia Awan meremehkan.
Duan Du yang mendengar itu hanya bisa mengedutkan bibirnya, ia ingin sekali memprovokasi orang yang kini berdiri di depannya.
Namun ia ingin membahagiakan keponakannya yang ingin bermain bersama mereka.
“Woah..!! Paman Tu Long, apakah ini yang di sebut Babi gemuk,” teriak Bai Han kini menunjuk ke arah Penguasa Dunia Awan sambil melihat ke arah Tu Long.
Tu Long yang tanpa sadar meneteskan air liurnya dengan cepat mengangguk.
“Benar,, Babi ini sedikit lebih gemuk, dan aku rasa ia lumayan lezat,” ucap Tu Long dengan nada suara bersemangat.
Mendengar dirinya di katai Babi, wajah Penguasa Dunia Awan langsung memerah, terlebih orang yang pertama mengatakan dirinya Babi hanya anak bau kencur.
“Wah,, aku rasa dia cocok jadi babi panggang paman Tu Long,” ucap Bai Han kini bertepuk tangan.
__ADS_1
“Kurang ajar,, tangkap dan siksa keduanya, sementara bocah ini serahkan padaku,” teriak Penguasa Dunia Awan kini mulai termakan provokasi Bai Han.
Namun bukannya bergerak, keempat Penguasa Dunia hanya diam saja.
Melihat hal tersebut, amarah Penguasa Dunia Awan semakin jadi.
“Kurang ajar,, kenapa kalian malah-”
“Woe woe,, kenapa kau teriak saja Babi gemuk, hal itu membuat telingaku sakit tahu,” ucap Bai Han kini mulai kesal melihat tingkah Penguasa Dunia Awan.
Hal tersebut membuat Penguasa Dunia Awan kini mengeluarkan semua auranya hingga membuat guncangan hebat.
Bai Han tentu tersenyum melihat Penguasa Dunia Awan semakin tersulut emosi.
“Woah,, ayo keluarkan lebih kuat lagi,” teriak Bai Han sambil menggerak jarinya.
Crash..!!
Tangan salah satu Penguasa Dunia langsung terputus.
Perlu di ketahui, saat Kelima Penguasa Dunia sampai, Bai Han langsung mengikat keempatnya menggunakan benang energi hingga membuat mereka tidak bisa bergerak, sementara Duan Du membuat mereka bungkam agar tidak berteriak tidak jelas.
Hal itulah yang membuat keempatnya diam saja.
Saat melihat tangan salah satu temannya terputus begitu saja Penguasa Dunia Awan mengerutkan keningnya.
Tapi tidak ada respon sama sekali.
Kini Penguasa Dunia Awan mengalihkan pandangannya ke arah Duan Du dan Tu Long, karena ia merasa ini ulah mereka berdua.
Saat Penguasa Dunia Awan ingin mengucapkan sesuatu.
Penguasa Dunia Awan tidak sadar jika Bai Han kini sudah ada di depan matanya.
“Hmm..!! Tidak menarik, jadi kau lebih baik mati saja,” ucap Bai Han mengembungkan pipinya.
Tangan Bai Han langsung membuat pedang energi di sertai Hukum Angin Tingkat Dewa.
“Matilah babi gemuk, agar kau bisa di panggang oleh Paman Tu Long,” ucap Bai Han.
Wuss..!!
Saat Bai Han mengayunkan pedang energi di sertai Hukum Angin, terlihat tidak ada tekanan apapun dari serangan Bai Han.
Hal tersebut membuat Penguasa Dunia Awan meremehkan serangan seorang anak kecil.
__ADS_1
Namun ia tidak sadar jika tebasan Bai Han sangat cepat, melebihi kecepatan angin pada umumnya.
Crash..!!
“Tidak menarik,, kekuatannya saja yang besar, yaitu Dewa Master ⭐ 5 Puncak, tapi hanya dengan sekali ayun, ia langsung mati tanpa perlawanan,” ucap Bai Han cemberut.
Setelah itu Bai Han langsung menggerakkan jarinya untuk membunuh keempat Penguasa Dunia yang lainnya.
Namun saat Bai Han hampir membunuhnya, benang energi yang ia ciptakan langsung hancur oleh sebuah jarum energi.
Jumlah jarum energi tersebut sekitar ribuan, jarum-jarum energi tersebut datang dari arah barat.
“Woah,, ini akan menjadi semakin menarik,” ucap Bai Han kini tersenyum.
Sementara Duan Du dan Tu Long langsung waspada saat merasakan dua aura yang mengerikan datang dengan kecepatan penuh ke arah mereka.
“Dewa Kaisar Immortal Semesta.⭐ 1 Awal dan ⭐ 3 Ahir,” ucap Duan Du dan Tu Long bersamaan.
Walau begitu, ia merasakan ada sedikit jejak energi seseorang lagi, tapi mereka tidak mampu merasakannya.
“Han'er hati-hati, jangan bercanda lagi,” ucap Duan Du kini memberikan keponakannya peringatan.
Tapi Bai Han malah semakin senang. “Woah,, paman Du begitu baik memperhatikan Han'er,” ucap Bai Han tersenyum bahagia.
“Jika begitu, waktunya kita serius.”
Wajah Bai Han seketika berubah 180% Bai Han kini seolah seperti orang yang berwawasan luas dan layaknya orang tua.
Wuss wuss..!!
“Aku tak menduga jika bocah ini lumayan kuat, atau aku bilang kau adalah orang tua yang menyamar jadi anak kecil,” ucap Penguasa Semesta Inti ke 6 menatap ke arah Bai Han.
Tentu saja Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 tidak akan percaya jika Bai Han anak kecil, karena tidak mungkin bocah berumur 9 tahun bisa mempermainkan para bawahannya.
Kini tatapan Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 menatap Bai Han dengan tatapan menyelidik.
“Siapa kau sebenarnya? Apakah kau orang yang bernama Bai An?”
“Eeh,, kau datang kesini mencari ayahku ya, sayang sekali kau tidak bisa bertemu dengannya, karena kau akan mati tidak lama lagi,” ucap Bai Han tersenyum kecil.
Fang Mu yang mendengar itu langsung tersadar. “Ah,, aku lupa jika kau adalah putri dari Hu Qia,” tatapan Fang Mu kini menatap Bai Han layaknya harta tak ternilai harganya.
“Aku tak menduga jika bocah sepertimu memiliki kekuatan yang cukup besar, walau aku tak tahu kau ada di tingkat apa, tapi aku yakin kau setara dengan Penguasa Dunia Awan yang kau bunuh dengan bantuan orang ini,” sambung Fang Mu menunjuk Duan Du.
Fang Mu juga menebak jika Bai Han menyembunyikan tingkat kultivasinya menggunakan sebuah Artefak.
__ADS_1
“Hoho,, apakah kau Master Sekte Es Abadi?” Tanya Duan Du kini sudah berdiri di samping Bai Han.
Ucapan Duan Du sangatlah dingin, di sertai dendam.