Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Melawan dan Melukai Penetua Wu Sen Zang


__ADS_3

Asap hitam mengepul kini mulai pudar, mata Jiu Long sedikit melotot saat melihat bayangan orang yang paling ia benci.


“Wu Sen Zang, aku akan membuat kau menyesal karena telah menganggu guruku,” teriak Jiu Long kini tak bisa menahan diri lagi.


Dengan cepat Jiu Long melesat ke arah Jiu Long.


Sementara Wu Sen Zang tetap santai, karena kekuatannya jauh lebih kuat dari Jiu Long yang hanya berada di tingkat Dewa Raja Semesta.


Tatapan Wu Sen Zang kini mengarah ke muridnya yang tak henti-hentinya bergetar ketakutan, ia seolah defresi akibat perbuatan Jiu Long.


“Aku akan menyiksamu lalu membunuh guru sampahmu itu di depanmu,” ucap Wu Sen Zang kini menatap Jiu Long dengan intens.


Jiu Long tidak mendengar ancaman Wu Sen Zang, ia kini mulai mengerahkan semua kekuatannya.


Hukum Api di sertai Hukum Angin mulai merebes keluar dari tubuh Jiu Long.


Di dukung dengan elemen api bawaan Jiu Long, kini api mulai membesar, hawa panas tersebut mulai terasa ke puluhan gunung yang berjejer.


Para murid luar, dalam maupun para penetua luar dan dalam yang tidak ikut campur dari awal hanya menonton saja, kini mulai mundur cukup jauh.


Tidak ada yang berani menghentikan pertarungan mereka, karena Jiu Long adalah murid inti, kekuatan murid inti sama dengan penetua dalam, terlebih lagi dengan munculnya Penetua Inti, mereka semua yang melihatnya hanya bergetar ketakutan.


“Anak itu akan mati sebentar lagi,” ucap salah satu penetua dalam sedikit prihatin.


“Hmm,, sayang sekali, padahal ia adalah 10 murid inti terbaik di Sekte, terlebih lagi jika turnamen perebutan gelar yang sebentar lagi di mulai dan jika ia ikut, aku yakin ia masuk 3 besar jika di lihat ia sudah Dewa Raja Semesta,” sambung temannya mengangguk iba.


“Nasi sudah menjadi bubur, apa boleh buat, ia mengundang kematiannya sendiri, ia bisa selamat jika Master, Wakil Master atau 3 Penetua yang lebih tinggi derajatnya turun tangan,” sambung penetua yang pertama kali bicara.


Saat ini tubuh Jiu Long sedikit di tumbuhi sisik Naga, sisik tersebut mirip dengan sisik yang ada di tubuh Tu Long.


Bahkan perubahan bentuk Jiu Long sedikit mirip dengan Tu Long, namun tubuhnya sedikit lebih kecil, yaitu 4 meter.


Pedang yang Jiu Long gunakan juga menyatu dengan tangannya.


“Aku akan memperlihatkan kekuatan sebenarnya milik guruku, mungkin ini hanya 5% saja perubahan yang bisa aku lakukan, tapi kau akan menderita,” raung Jiu Long.


“Cakar Naga.”


“Tebasan Pengguncang Semesta,” teriak Jiu Long.


Wuss..!!


Bilasan cakar yang di selimuti oleh hukum api, hukum angin dan satu lagi hukum yang tidak Jiu Long sadari maupun semua orang kini melesat ke arah Penetua Wu Sen Zang.


Bilsan cakar tersebut semakin membesar di setiap lesatannya ke arah Penetua Wu Sen Zang.


Mata Penetua Wu Sen Zang sedikit menyipit, tapi tak lama ia tersenyum meremehkan.


“Serangan anak-anak seperti ini kau banggakan, heng,, aku akan memperlihatkan kau serangan yang sesungguhnya,” dengus Penetua Wu Sen Zang di sertai ejekan.

__ADS_1


Dengan santai Penetua tersebut mengeluarkan pedangnya, pedang tersebut bewarna putih bersih.


Dengan angkuh Penetua Wu Sen Zang mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.


Tubuh Wu Sen Zang seketika di selimuti Hukum Petir dan aura yang bewarna putih transparan.


Zrett..!!


Zrett..!!


Petir-petir tersebut terlihat liar, mengelilingi tubuh Wu Sen Zang.


“Hukum Alam.”


“Tebasan Penghakiman,” teriak Wu Sen Zang dengan nada angkuh.


Seketika muncul petir dari langit seolah ingin menghukum seseorang yang telah berbuat dosa.


Suara petir tersebut menggelegar membuat Sekte Pedang Sejati sedikit berguncang.


Master Sekte Pedang Sejati kini menyipitkan matanya saat melihat salah satu jurus andalan Sekte Pedang Sejati di gunakan.


Saat ia ingin keluar, seorang wanita muncul. Dengan senyum lembut ia menggeleng untuk membiarkan penomena tersebut.


Wanita itu tak lain Hu Lan.


“Urghh,, kau selalu membuatku bergairah sayang,” bisik Master Sekte Pedang Sejati.


Sstt..!!


“Nanti saja kita lakukan lagi, saat ini kita menonton pertarungan tersebut lebih dulu,” ucap Hu Lang menghadang bibir Master Sekte Sejati yang ingin mencium lehernya.


Hu Lan menghadang menggunakan telunjuk jarinya, suaranya juga sedikit genit yang membuat Master Sekte Pedang Sejati mengangguk menurut.


***


Kembali ke tempat Jiu Long.


Saat ini kedua serangan tersebut akan bertemu, serangan Jiu Long sedikit lemah dari pedang petir yang muncul dari langit.


Pedang petir tersebut kini melesat bagai meteor ke arah bilasan cakar milik Jiu Long.


Saat pedang petir ingin mengenai bilasan cakar milik Jiu Long. Seketika bilasan cakar milik Jiu Long menghilang.


Dreet..!!


Jdar..!!


Bom bom bom..!!

__ADS_1


Pedang petir hanya mengenai salah satu gunung hingga hancur, Sekte Pedang Sejati berguncang hebat, tapi Sekte tersebut tidak hancur, karena sebuah formasi yang sangat kuat menahan sebagian serangan milik Wu Sen Zang.


Sementara Wu Sen Zang kini mulai tertawa karena mengira serangan milik Jiu Long sangat lemah sehingga saat akan bertemu, serangan milik Jiu Long menghilang lebih dulu.


Jiu Long yang sudah mundur cukup jauh kini membelalakkan matanya saking terkejutnya.


“Mengapa bisa? Apakah ada yang salag?” Gumam Jiu Long sedikit bergetar saking marahnya, ia merasa telah gagal melukai Wu Sen Zang, tangan Jiu Long terkepal erat hingga menyebabkan tangannya berdarah karena saking marahnya.


Drett..!!


Wuss..!!


Crash..!!


Bom..!!


Seketika bilasan cakar energi milik Jiu Long muncul di depan Wu Sen Zang yang masih tertawa terbahak-bahak.


Kemunculan bilasan cakar energi milik Jiu Long sangat tiba-tiba sehingga membuat Wu Sen Zang sama sekali tidak siap menahannya.


Kini di sebuah kawah besar, tubuh Wu Sen Zang terlihat terluka cukup parah akibat serangan tiba-tiba tersebut.


Tangan kiri Wu Sen Zang hancur beserta seluruh tubuhnya di penuhi luka, tulang-tulangnya juga ikut mengalami keretakan.


Jiu Long yang baru saja mendekat kini membelalakkan matanya, ia cukup terkejut saat melihat serangannya muncul lagi setelah menghilang.


Walau telah kehabisan energi, Jiu Long kini muncul tepat di depan Wu Sen Zang, ia kini merasa mampu membunuh orang yang paling ia benci.


“Hahaha,, Wu Sen Zang, mana keangkuhanmu itu, ayo perlihatkan kepadaku,” teriak Jiu Long dengan bangga dan sedikit sombong di depan Wu Sen Zang.


“Heng,, jangan harap kau bisa membunuhku,” dengus Wu Sen Zang dengan nada ancaman, ia juga yakin jika Master sekte Pedang Sejati tidak akan membiarkan dirinya mati begitu saja.


Karena jika ia mati, maka sekte akan melemah.


Jiu Long tidak peduli dengan ancaman Wu Sen Zang, dengan cepat Jiu Long mengangkat tangannya yang masih dalam bentuk setengah monster setengah naga.


“Matilah penetua busuk,” teriak Jiu Long.


Blush..!!


Bom..!!


Tubuh Jiu Long seketika terlempar hanya dengan tekanan saja.


“Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau bisa membunuh penetua inti seenakmu?” Tiba-tiba sebuah suara berat menggelagar dari langit.


Jiu Long yang terbaring bukannya takut malah tertawa terbahak-bahak, wajahnya juga tidak menunjukkan penyesalan jika ia mati.


“Hahaha,, sekte pengecut ini sebentar lagi akan hancur, kau tidak tahu kau telah menyinggung yang seharusnya tak perlu kau singgung” ejek Jiu Long.

__ADS_1


__ADS_2