
“Sial,, apa yang harus aku katakan ke kakak, jika aku salah bicara, kakak pasti sadar jika aku berbohong,” gumam Duan Du langsung panik.
Saat sedang kebingungan, tiba-tiba Duan Du menerima pesan telepati. Hal tersebut membuat Duan Du tercerahkan.
“Sebenarnya aku di suruh untuk merahasiakanya kepada kakak, tapi apa boleh buat,” ucap Duan Du memasang wajah serius sambil melihat sekelilingnya.
Melihat tingkah Bai An yang mencoba mendeteksi apakah ada orang mengintip pembicaraan mereka. Bai An pun langsung melambaikan tangannya.
Blush..!!
Sebuah perisai kecil seukuran dua manusia kini tercipta.
“Ceritakanlah, sudah tidak ada lagi yang bisa mendengar suara kita.” Ucap Bai An dengan nada santai.
“Hemm..!! Apa kakak tahu dengan pemuda yang membantu kita saat invasi yang di lakukan oleh para murid dari berbagai sekte di Dimensi Alam Dewa?” Tanya Duan Du.
Bai An mengangguk. “Pemuda yang mengenakan jubah kita itu, ya kakak ingat,” ucap Bai An.
“Yah,, dia ternyata berasal dari Sekte Kekacauan,” ucap Duan Du. “Mungkin kakak pernah mendengar tentang Sekte Kekacauan yang hanya berisi beberapa orang, namun mereka semua sangat kuat dan pemuda yang kita temui itu yang terlemah, bahkan ia tidak masuk hitungan. Kedai ini salah satu cabang mereka.”
Dahi Bai An berkerut. “Lalu apa mereka yang telah menciptakan perisai waktu ini dan membantu kita cukup banyak? Aku rasa tidak ada makan siang gratis,” ucap Bai An langsung mengerti.
“Hehehe,, itu benar, bahkan mereka rela membantu kita membebaskan Tu Long, dengan syarat kita juga membantunya.” Kekeh Duan Du.
“Perlu kakak ketahui jika orang-orang yang ingin memburu kakak ternyata musuh Sekte Kekacauan juga, Du'er juga baru tahu jika orang-orang bertopeng merah ini tidak hanya memburu kakak, melainkan mereka memburu Master Sekte Kekacauan. Jadi apa tanggapan kakak dengan kerja sama ini?” Tanya Duan Du.
“Du'er tentu belum menyetujuinya dan hanya mendengar isi perjanjian saja, perjanjiannya hanya bekerjasama saja melawan musuh yang sama, tidak ada kekangan sama sekali, kita bebas bergerak kemana saja. Namun jika sudah saatnya tiba orang-orang itu muncul dalam jumlah banyak, maka kita hanya di haruskan membunuh mereka.” Sambung Duan Du kini menatap kakaknya.
Bai An yang mendengar itu tentu merasa ini adalah sebuah keuntungan baginya. Tapi ia masih berpikir mengapa mereka mau membantu dirinya beserta keluarganya yang terbilang lemah.
Bai An juga tahu jika pria tua yang menuntunnya kesini tadi sangat kuat, bahkan jauh lebih kuat dari Rubah Kematian, ia juga sadar jika orang tua tersebut ingin menyerangnya. Maka dirinya tidak akan bisa selamat walau menggunakan pedang Asura sekalipun.
“Hemm..!! Kapan kita bisa menemui Master Sekte Kekacauan secara langsung? Kakak ingin mendengar dari mulutnya agar lebih meyakinkan. Dan setidaknya jika perjanjian di sepakati, maka kita bisa langsung mengatur beberapa rencana masa depan.” Ucap Bai An bertanya ke arah adiknya.
“Sekarang, kebetulan ia menunggu kita cukup lama sebelum kakak datang kesini.” Ucap Duan Du.
Duan Du dan Bai An pun langsung melangkah keluar dari kamar tempat mereka berada tadi.
__ADS_1
Tap tap..!!
***
Wuss wuss..!!
Bai Chu Ye, Bai Han, Gu Sheng, Hu Song, Luo Sha, Ling Hua, Wuan De atau Master Sekte Pedang Cahaya bersama puluha penetua sekte inti kini melesat ke arah portal penghubung Dimensi Alam Mixture dengan Dimensi Alam Surgawi.
Tap tap..!!
Saat orang-orang melihat kelompok Bai Chu Ye, mereka semua langsung menghindar dengan tubuh merinding lantaran merasakan aura semuanya sangatlah kuat.
“A..Apa akan terjadi perang?” Bisik salah satu kultivator bebas berbisik ke arah rekannya.
“Sstt..!! Pelankan suaramu, jika mereka mendengarnya maka kita bisa di bunuh,” bisik rekannya langsung memperingati lalu melanjutkan bisikannya.
“Mungkin akan terjadi perang, karena wajah orang sangat familiar. Ia tidak lain Master Sekte Pedang Cahaya dan orang-orang di belakangnya aku meeasa mereka adalah Penetua Inti Sekte Pedang Cahaya.”
Mendengar itu, rekannya yang pertama kali bertanya kini tersenyum lebar. “Jika begitu, ini akan jadi berita besar.”
Tapi sampai saat ini mereka berpikir-pikir sekte mana yang akan kelompok Bai Chu Ye ini serang masih menjadi pertanyaan bagi mereka.
Sementara kelompok Bai An yang tentunya mendengar setiap bisikan orang-orang yang mereka lewati hanya acuh.
...
Tap tap..!!
Tak lama kelompok Bai Chu Ye pun sampai di Portal antar Dimensi.
Kini pandangan Bai Chu Ye mengarah ke Master Sekte Pedang Cahaya dan yang lainnya.
“Ingat, setelah sampai Dimensi Alam Surgawi, kalian langsung membentuk kelompok paling banyak berjumlah 6 orang, ini kita lakukan agar tidak mengundang kecurigaan pihak-pihak tertentu yang berpikir jika kita menginginkan perang.” Ucap Bai Chu Ye terdengar datar.
Master Sekte Pedang Cahaya langsung mengangguk mengerti. “Kau tenang saja Tuan muda Ye, aku sudah membentuk kelompok mereka masing-masing.
“Hem,, baiklah jika begitu, mari kita berangkat,” ajak Bai Chu Ye melirik ke arah kakaknya yang paling depan.
__ADS_1
...
Tidak jauh dari Gerbang Portal antar Dimensi, terlihat sosok berjubah biru mengintai kelompok Bai Chu Ye dengan seutas senyum lebar.
“Akhirnya semua orang-orang yang datang bersama target utama akan berkumpul di satu tempat, yaitu kota Pelelangan. Ini akan memudahkan kami untuk menghapus keberadaan mereka,” gumam sosok berjubah biru dengan topeng merah.
Wuss..!!
Sosok berjubah biru langsung lenyap dari tempatnya berdiri, ia merasa tugasnya dalam mengawasi mereka secara diam-diam tanpa bisa di deteksi oleh anggota Sekte Kekacuan sudah selesai.
...
“Hemm..!! Mengapa kau melarangku membunuh mata-mata tadi? Kau tahu jika kita membiarkannya pergi, maka akan terjadi bahaya yang menanti kita?” Tanya Ling Hua heran.
Tentu Bai Chu Ye menyadari adanya mata-mata. Tapi ia tetap diam seolah tidak mengetahui apa-apa.
“Itu karena ia juga umpan kita,” jawab Bai Chu Ye langsung menggerakkan kedua tangannya.
Wuss..!!
Tak lama muncul Inti darah Bai Chu Ye yang membentuk tanda panah.
“Aku rasa kau paham maksudku bukan?” Ucap Bai Chu Ye datar.
Ling Hua yang melihat itu mau tak mau terkejut.
“Ka..Kapan kau menandai orang itu?” Tanya Ling Hua bingung, itu karena sedari awal mereka selalu bersama tanpa berpisah saat di perjalanan.
Tapi tak lama ia tersadar jika di sini ada satu anak kecil yang tidak ada, ia tak lain Rubah Kematian.
“Dimana rubah nakal itu? Apa dia yang melakukannya?” Tanya Ling Hua. “Aku rasa ia tidak akan bisa karena aku mengetahui sifatnya yang selalu ceroboh.” Sambung Ling Hua menatap ke arah Bai Chu Ye.
“Kau akan tahu saat waktunya tiba, ayo masuk, yang lain sudah pergi dari tadi,” ajak Bai Chu Ye langsung melesat ke pola lingkaran yang masih bercahaya.
Wuss wuss..!!
Ling Hua dan yang lainnya pun langsung menyusul masuk ke dalam lingkaran cahaya.
__ADS_1