Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Wakil Master Sekte Kekacauan dan Manusia Darah


__ADS_3

“Tenang saja, lebih baik bawa kami ke meja yang nona maksud, karena aku juga ingin mencicipi beberapa arak yang katanya sangat nikmat di miliki oleh Rumah Lelang.”


Mendengar jawaban Duan Du yang santai tanpa beban, membuat pelayan anggun tersenyum.


Tap tap..!!


Mereka pun kini melangkah ke meja terbesar milik Rumah Lelang di lantai 4.


“Silahkan tunggu di sini Tuan muda, saya akan menyiapkan hidangan untuk tamu VVIP kami,” ucap pelayan anggun membungkuk lalu pergi.


Tap tap..!!


Dret..!!


Setelah menjauhi pandangan kelompok Duan Du. Pelayan tersebut langsung menghilang dari tempatnya.


...


“Hem..!! Wanita itu sangat kuat Guru Besar, aku merasakan jejak auranya sangat mirip dengan sosok bertopeng biru yang kita temui di jalan tadi.” Ucap Penrtua kelima sambil menatap ke arah dimana pelayan menghilang.


“Dari pada membicarakannya, aku lebih penasaran dengan metode yang kau gunakan ini Penetua, metode yang kau gunakan mirip dengan Mata Dewa milik Paman Long Yuan gunakan dulu,” ucap Duan Du melirik mata Penetua kelima yang bersinar oranye.


“Hem,, warnanya juga berbeda, jadi bisakah paman beritahu kami?” Tanya Bai Han ikut penasaran.


Sementara Penetua kelima hanya bisa tersenyum canggung tidak tahu dari mana ia bisa menjelaskannya.


“I..Ini, ini dulu di berikan oleh Guru Luan, setahuku jika metode ini katanya pemberian dari Guru Besar, jadi bisa jadi metode ini sama dengan yang Guru Besar maksud.” Jawab Penetua kelima.


Hemm..!!


Duan Du dan Bai Han langsung saling melirik satu sama lain, jika apa yang di katakan Penetua kelima benar, kini mereka berasumsi jika metode Mata Naga milik Long Yuan, artinya tidak sesederhana yang terlihat, yang artinya bisa ikut berkembang mengikuti kekuatan orang yang menggunakannya.


***


Dret..!!


Tap tap..!!


“Siapa kau?” Teriak pemuda yang membuat keributan di rumah lelang tadi.


“Jangan halangi jalan kami, jika tidak-”


Crash..!!


Bruk..!!


Sebelum pria tua tersebut menyelesaikan ucapannya, kepalanya sudah lebih dulu melayang.


Pemuda yang melihat Tetua Klannya mati tanpa melakukan perlawanan kini sadar jika sosok bertopeng di depannya sangat kuat.

__ADS_1


“Tu...Tuan apa salah kami sehingga-”


Crash..!!


“Salah mu karena telah merendahkanku tadi,” ucap sosok bertopeng biru dengan jubah hitam.


Dengan santai sosok tersebut membuka topengnya dan memperlihatkan sosok wanita anggun yang menjadi pelayan di Rumah Lelang.


“Bahkan dengan kematian semua anggota klan kalian tidak akan bisa meredakan amarahku yang telah kalian buat malu di depan semua orang.” Nada suara wanita anggun tersebut sangatlah mengerikan.


“Beritahu cabang Kota Langit, hancurkan Klan mereka hingga rata jadi tanah,” ucap sosok wanita anggun dengan nada suara dingin.


Dret..!!


Salah satu sosok bertopeng merah dengan jubah hitam langsung muncul lalu pergi setelah berlutut untuk menerima perintah.


Pandangan wanita anggun tersebut melihat ke area sekitar, setelah di rasa aman, ia pun langsung menghilang.


Dret..!!


...


“Hemm..!! Aku baru menyadari jika sosok bertopeng biru yang jauh lebih kuat dari sosok bertopeng merah adalah wanita,” gumam Ling Hua terlihat tidak menyangka jika ada wanita dari orang-orang Menara.


“Aku lebih terkejut jika kau baru menyadarinya, aku kira kau sudah mengetahui jika orang-orang dari Menara tidak hanya wanita maupun Ras manusia saja,” sambung Xi Juan kini duduk santai di atas awan dengan sebuah perisai sebagai penghalang agar tidak di ketahui oleh musuh.


“Jadi apa kita hanya memantau saja Master Juan?” Tanya sosok wanita lain kini membuka matanya setelah dari tadi bermeditasi.


“Hem...!! Jangan mengalihkan pembicaraan Master Ju, saat ini aku serius bertanya, apakah kita hanya diam memantau saja?” Tanya Wakil Master Li Hixie menatap Master Ju.


“Jika hanya diam saja, lebih baik aku kembali mengurus Sekteku, kau tahu jika saat ini Sekte ku memiliki beberapa konflik dengan tiga Sekte Besar lainnya. Jika mereka tahu Master Sekte Teratai 9 tidak ada di tempatnya.” Sambung Wakil Master Li Hixie yang sekaligus menjadi Master Sekte Teratai 9


“Hem..!! Tugasmu kali ini sangat penting Wakil Li Hixie, walau terlihat sederhana hanya dengan mengamati dan mengatur tempat. Tapi karena ini permintaan dari Guruku, jadi ini jauh lebih penting dari semua masalahmu, bila perlu, kau bisa mengundurkan diri menjadi Master.” Ucap Xi Juan dengan nada suara yang membuat Wakil Li Hixie dan Ling Hua merinding.


“Ba..Baiklah, aku akan melakukan tugasku,” ucap Wakil Li Hixie dengan nada bergetar.


“Bagus, setelah semua anggota Sekte berkumpul, kau buatlah dimana saja mereka akan mendapat bagian di setiap sudut kota ini. Karena akan ada pertempuran yang hampir menyamai pertempuran kita di masa lalu,” ucap Xi Juan.


Glek..!!


Glek..!!


Li Hixie dan Ling Hua menelan ludah mereka saat mendengar akan menyamai pertempuran di masa lalu.


Di masa lalu pertempuran tersebut bukan hanya di satu wilayah saja, melainkan hampir mencakup seluruh Dimensi Alam Surgawi, dan lawan mereka dulu hampir mencapai seribu orang-orang bertopeng merah, sepuluh orang bertopeng biru dan dua orang bertopeng kuning serta satu orang bertopeng kuning.


“I..Ini-”


“Benar, maka dari itu aku beritahu jika tugas Wakil Li Hixie saat ini sangatlah penting.” Ucap Xi Juan memotong ucapan Ling Hua yang sesungguhnya menjadi Penetua ke 7 Sekte Kekacauan.

__ADS_1


Sementara Wakil Li Hixie terdiam, tak lama ia mengangkat wajahnya. “Yakinlah Master, aku tak akan mengecewakan anda,” ucap Wakil Li Hixie.


“Hemm..!! Ayo kembali, Guru sepertinya akan keluar dari Rumah Lelang,” ajak Xi Juan sambil mengangguk ke arah Wakil Li Hixie.


Wuss wuss..!!


***


Dret dret..!!


Wung..!!


Terlihat tekanan yang sangat besar menyebar ke segala arah di sertai dengungan terus-menerus terdengar.


Tatapan mata Bai Chu Ye yang mengarah ke depan terlihat dingin dari waktu ke waktu.


Bom..!!


Duar..!!


Beberapa saat kemudian ledakan yang cukup besar tercipta yang menyebabkan Bai Chu Ye terlempar di sertai kediaman kepala desa ikut hancur.


Tap tap..!!


“Tuan muda Ye, apa anda tidak apa-apa?” Tanya Wuan De kini menghampiri Bai Chu Ye dengan wajah cemas.


“Tuan, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Rubah Kematian yang terlihat penasaran sambil mengarah ke kediaman kepala desa.


Blush..!!


Beberapa saat kemudian, sebuah tekanan mengerikan muncul dari reruntuhan kediaman Kepala Desa.


Bai Chu Ye yang baru saja bangkit langsung menyunggingkan seutas senyum.


“Akhirnya berhasil,” gumam Bai Chu Ye yang dapat di dengar oleh keduanya.


“Berhasil?” Ucap Wuan De bingung.


“Berhasil apanya?” Tanya Rubah Kematian sambil tetap menatap ke arah reruntuhan, tak lama ia tiba-tiba merasakan bahaya yang sangat luar biasa, garis darahnya pun seolah menyuruhnya untuk melarikan diri dari sini.


“Si..Sial apa itu?” Teriak Wuan De juga ikut merasakan tekanan yang luar biasa mengerikan.


Dret..!!


Bam..!!


Tak lama sosok manusia darah berbentuk manusia kini muncul di depan Bai Chu Ye.


Bruk..!!

__ADS_1


Sosok Manusia darah tersebut berlutut layaknya sebuah boneka, namun nyatanya ia memiliki kecerdasan.


__ADS_2