Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Makam Klan Kuno, Tetua Leluhur Klan Ling


__ADS_3

Bai An berniat mencari Lang Zai, Pixiu, Xiong Zai, Cen Tian, Liu Fang dan kakaknya Bai Yun.


***


“Kakak,, kenapa Han'er sangat suka tidur di bahumu? Terlebih ia tidur sangat lama,” tanya Duan Du sambil menikmati arak yant di temani hidangan mewah Restaurant Phoenix Emas


“Hmm..!! Itu karena sudah lama ia tidak merasakan kasih sayang orang tua, terlebih Han'er berkata lebih nyaman tidur di bahuku,” jawab Bai An sambil menyeruput araknya.


Saat ini mereka berempat berada di Daratan Utama, dan secara mengejutkan Qin Sang telah menguasai dunia Phoenix Surgawi.


Semua penguasa Daratan telah menyerah, mereka juga takut di bunuh oleh Bai An, Duan Du dan Tu Long karena telah memberikan izin para kultivator dunia luar memasuki Daratan yang mereka kuasai, sehingga menyerah adalah pilihan terbaik.


Qin Sang juga telah mengumumkan jika Bai An, Duan Du dan Tu Long adalah tuannya, maka dari itu banyak para klan besar ingin bergabung ke kelompok Qin Sang.


Sehingga Qin Sang tidak repot-repot menundukkan mereka.


Restaurant Phoenix Emas di Daratan Utama juga terbilang cukup besar.


Bai An dan yang lainnya saat ini sedang duduk di lantai 10, mereka bertiga sengaja menggunakan tudung dan menutupi wajah mereka menggunakan sedikit energi mereka agar tidak di kenali oleh orang-orang yang merepotkan.


Saat Bai An, Duan Du dan Tu Long ingin meneguk arak mereka, dengan cepat mereka memasukkannya kedalam cincin penyimpanan mereka dan menggantinya dengan air putih.


“Emm..!! Ayah kita ada dimana?” Tanya Bai Han sambil mendengus bau makanan.


Bai Han tidak mencium bau arak, karena ketiganya telah menghilangkan bau arak di mulut mereka masing-masing.


“Eeh,, Han'er sudah bangun, mengapa cepat sekali,” kata Duan Du tersenyum lembut, namun dalam hatinya ia tersenyum kecut karena tidak leluasa menikmati araknya.


Apa yang di pikirkan Duan Du sama dengan Bai An dan Tu Long, tapi mereka tidak berani mengungkapkannya.


“Emm,, paman Duan, apakah aku tertidur sebentar?” Tanya Bai Han memiringkan kepalanya.


“Han'er tidur sudah lama, dan kita saat ini ada di Daratan Utama, lebih tepatnya Restaurant Phoenix Emas milik paman Qin Sang,” kata Bai An sambil menatap tajam Duan Du agar tidak salah bicara.


Bai Han menganguk-angguk, ia lalu menatap ke arah makanan yang masih banyak.


“Ayah,, bolehkan Han'er memakannya?” Tanya Bai Han sambil menatap ke samping, karena saat ini Bai Han dengan di gendong oleh Bai An.


“Tentu saja boleh, ayah sengaja memesan banyak karena ayah yakin kau pasti akan bangun,” jawab Bai An tersenyum lembut.


Bai Han dengan cepat melompat dari punggung Bai An lalu duduk di kursi yang telah tersedia.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Bai Han langsung menyambar semua makanan yang ada di meja makan.


Tu Long yang melihat itu merasa tersaingi, saat tangannya ingin mengambil makanan yang ada di dekat Bai Han.


Tangannya langsung di tampar.


Pak..!!


“Kau sudah makan dari tadi, biarkan keponakan kecilku makan sampai puas terlebih dulu,” dengus Duan Du sambil melotot ke arah Tu Long.


Tu Long tak mau kalah, ia malah ikut melotot ke arah Duan Du.


“Ehem ehem,, paman Duan, paman Tu, kenapa kalian seperti anak kecil saja. Setiap hari pasti meributkan masalah kecil,” kata Bai Han cemberut karena merasa makannya terganggu oleh kedua pamannya ini.


Tu Long dan Duan Du langsung diam, walau diam, mereka saling melirik dan berusaha saling menyalahkan satu sama lain.


Bai An hanya menggelengkan kepalanya saat kelakuan keduanya.


***


1 jam telah berlalu.


Bai An, Duan Du, Tu Long, dan Bai Han kini berjalan ke arah dimana Makam tetua klan Ling berada untuk mencari sedikit jawaban tentang leluhur Bai An.


Tap tap..!!


Rumah kecil tersebut terlihat amat sangat kuno dan bersih.


“Hmm, benar inilah tempatnya,” gumam Bai An.


Sementara Duan Du mengerutkan keningnya. “Lalu dimana makamnya jika di sini tempatny?” Tanya Duan Du heran.


“Hmm..!! Benar apa yang di tanya oleh paman Duan, apa ayah yakin ini tempatnya?” Sambung Bai Han ikut-ikutan mendukung, walau ia tidak terlalu paham garis besarnya.


Untuk Tu Long, ia hanya diam saja karena merasa ada orang kuat ada di dalam rumah kecil tersebut. Instingnya lah yang merasakan hal tersebut.


Sementara Bai An hanya tersenyum kecil.


“Senior, aku Bai An datang kesini hanya ingin berkunjung ke makam tetua Ling atau bisa ku katakan leluhur terdahulu,” kata Bai An membungkuk sedikit sambil mengepalkan tinjunya.


Duan Du dan Bai Han hanya heran, saat mereka ingin bertanya kepada Bai An, sebuab suara terdengar jelas.

__ADS_1


“Hmm..!! Margamu bukan Ling, tapi darah yang mengalir di dalam tubuhmu adalah darah klan Ling, terlebih darah murni Klan Ling yang artinya kau adalah kuturunan langsung Penguasa terdahulu.”


Wuss..!!


Seorang pria sepuh bungkuk keluar sambil memainkan jenggotnya, ia juga melirik ke arah Bai Han.


Saat meneliti lebih dalam, pria sepuh bungkuk itu terkejut. “Dua darah campuran, terlebih keduanya adalah darah Penguasa,” gumam pria sepuh terkejut.


Walau bergumam, semua orang mendengar gumaman pria sepuh tersebut.


Bai An tersenyum tipis bersama Duan Du dan Tu Long.


Sementara Bai Han hanya memiringkan kepalanya saja, karena tak terlalu mengerti.


Setelah sadar, pria sepuh bungkuk tersebut menatap ke arah Bai An dengan senyum bahagia.


“Akhirnya, pemuda dalam ramalan yang di katakan Penguasa terdahulu memang benar terjadi dan saat ini ia telah datang,” kata pria sepuh dalam hati.


“Ikuti aku, tapi hanya kau dan putramu itu,” kata pria sepuh langsung mengajak Bai An.


Bai An mengangguk, berbeda dengan Bai Han.


“Ayah, dari mana dia tahu kalau kita adalah ayah dan anak?” Tanya Bai Han bingung.


“Kau akan tahu jika kultivasimu sudah setinggi ayah atau setinggi leluhurmu itu,” bisik Bai An.


Bai An tahu jika penjaga rumah kecil itu adalah leluhurnya yaitu tetua klan Ling.


Untuk Duan Du dan Tu Long mereka hanya tersenyum masam saat tidak di perbolehkan ikut masuk. Tapi apa boleh buat, mereka hanya menuruti saja.


Tap tap..!!


Saat Bai An dan Bai Han masuk, hati mereka tiba-tiba merasa tenang dan sejuk.


Tak lama mereka berdua tiba-tiba jatuh pingsan.


Pria sepuh itu tiba-tiba menghilang lalu muncul di samping sebuah Roh.


“Apa kau yakin jika anaknya bisa melewati ilusi ini?” Tanya pria sepuh tersebut.


“Kau kan tahu jika anak inilah yang bisa menjaga perdamaian seluruh Alam Semesta karena dia mempunyai 2 Darah dari penguasa, terlebih menurut ramalan, jika akan ada sesuatu mengerikan datang dari lubang kegelapan yang selama ini di sembunyikan dari Perisai Waktu,” jawab Roh tersebut lalu menambahkan.

__ADS_1


“Ayahnya akan menjadi pendukung yang tak kalah mengerikan, jadi biarkan mereka melewati ilusi tersebut, karena jawaban yang ingin di cari ada di dalam ilusi.” Jawab Roh dengan nada suara lembut.


Pria sepuh tersebut mengangguk pasrah karena, menurutnya anak kecil belum saatnya mengetahui dunia yang mengerikan ini.


__ADS_2