
Tak lama keduanya langsung berbaur dengan kekuatan mereka masing-masing lalu menghilang tanpa jejak.
Bukan hanya mereka berdua saja yang muncul di bekas tempat pertarungan Bai An. Melainkan ada sosok pemuda yang sedang memegangi sebuah pedang, pakaian yang ia kenakan sangatlah lusuh, ia juga mengenakan topi petani untuk menutupi setengah wajahnya dan auranya seolah ia hanya manusia biasa.
“Hem..!! Belum saatnya aku menemui anda dan Guru,” gumam sosok tersebut.
Tak lama pandangannya beralih ke sosok yang mengintai di balik awan. “Keluarlah, jangan kalian bersembunyi layaknya pecundang.” Ucap sosok pria lusuh bertopi petani.
Dret dret..!!
Tiga pria mengenakan topeng merah memiliki dua garis putih di topengnya muncul.
“Hemm..!! Apa yang di lakukan oleh Penetua Agung Sekte Kekacauan di sini.” Tanya salah satu sosok yang memiliki aura paling besar.
“Hem..!! Jangan bilang Penetua Agung datang kesini ingin mengacaukan target kami.” Ucap pria bertopeng dengan jubah merah polos, nada suaranya sangatlah tenang.
“Mungkin saja ia ingin membunuh kita.” Sambung yang satunya lagi, ia adalah pria bertobeng paling pendek.
Sementara pria lusuh bertopi petani langsung mengangkat kepalanya. “Jangan sekarang, jika kalian mengincarnya. Maka aku akan menghancurkan markas tempat kalian tinggal.” Ucap pria lusuh terdiam sesaat. “Ini bukan peringatan, melainkan ancaman.” Sambung pria lusuh langsung membuka balut pedang kayu yang ia pegang.
Wung..!!
Pedang kayu bewarna hitam langsung berdengung keras seolah ia ingin membantai musuh-musuhnya.
Tekanan yang pedang tersebut keluarkan langsung mengarah dan berpusat ke ketiga pria bertopeng merah.
Hoek..!!
Ketiganya langsung mengeluarkan seteguk darah.
“Niat Pedang Jiwa.” Gumam salah satu dari ketiganya terlihat membelalakkan mata tak percaya. Namun karena mengenakan topeng, jadi ia terlihat tidak terkejut.
“Ayo kita pergi,” ajak salah satu dari ketiganya.
Mereka pun menatap ke arah pria lusuh tersebut selama beberapa saat lalu menghilang.
...
Huff..!!
“Aku tak menduga jika mereka semua melakukan pergerakan lebih cepat dari yang kami perkirakan.” Gumam sosok pria lusuh menghela nafas berat.
“Tapi aku lebih terkejut jika Leluhur langsung menggunakan energi asuranya, hal itulah yang membuat mereka menyadarinya hingga menyuruh tikus-tikus kecil mereka untuk bergerak melihat kekuatan leluhur.” Sambung pria lusuh yang di panggil Penetua Agung dari Sekte Kekacauan.
***
Di tempat lain.
Dimensi Alam Kegelapan.
Dret..!!
Bom bom bom bom..!!
__ADS_1
“Kalian semua kembalilah dulu, ini belum saatnya kalian bergerak.”
Sosok Harimau yang sangat besar terlihat bicara dengan nada berat, taringnya yang membentuk pedang bercabang terlihat bersinar seakan siap meremukkan tubuh beberapa Binatang Iblis di depannya.
“Hemm..!! Apakah ini peringatan darimu? Kau kira kami takut Penetua ketiga Sekte Kekacauan.” Salah satu dari 8 Binatang Iblis meraung dengan angkuh.
Dret..!!
Sebuah bilah langsung muncul di depan Binatang Iblis bertubuh Naga dan berkepala Singa.
Duar..!!
Karena responnya cukup cepat dalam bahaya, ia terlihat mampu menahan serangan Penetua Ketiga dari Sekte Kekacauan. Walau begitu, terlihat jelas jika seluruh tubuhnya bergetar hebat.
“Ini bukan peringatan, melainkan ancaman,” ucap penetua ketiga Sekte Kekacauan, tak lama tubuh penetua tersebut berubah menjadi sosok pria paruh baya.
Ia langsung membuka balutan pedang kayu yang ia pegang. “Jika kalian tidak pergi dari sini, jangan salahkan aku membunuh kalian.” Ucap penetua tersebut dengan niat membunuh.
Mendengar itu, para Binatang Iblis menatap ke arah penetua ketiga dengan tatapan intens. Tapi tak lama mereka semua menghilang dari sana.
“Hemm..!! Akhirnya mereka pergi juga,” gumam pria paruh baya tersebut menghela nafas.
“Semoga di tempat lain aman-aman saja,” sambung pria paruh baya tersebut langsung menghilang tanpa jejak.
***
Dimensi Alam Kegelapan wilayah pusat.
“Kaisar Iblis, aku mohon kalian kembalilah, aku tak ingin membunuh bangsaku sendiri dengan kejam.”
Tak lama sosok bertudung langsung membuka tudung. Sosok iblis muda terlihat tersenyum tipis.
Kaisar dan semua pasukannya hanya bisa menahan amarah melihat Sosok Iblis yang menghalangi mereka.
“Ayo kita kembali,” ucap Kaisar Iblis memerintahkan pasukannya. Kaisar Iblis sadar jika ia dan semua pasukannya melawan ibis muda yang menghalangi jalan mereka, maka banyak Rasnya yang akan mati, ia pun tahu jika tidak bisa melawan iblis muda tersebut jika satu lawan satu.
Melihat Kaisar Iblis dan pasukannya kembali, Iblis muda tersebut kembali memasang tudungnya. “Hehe,, ini tidak terlalu sulit yang aku pikirkan. Ras Iblis Kelas rendah memang bisa di ajak kerja sama, tapi berbeda dengan Ras Iblis Kelas Bangsawan, mereka cukup merepotkan,” kekeh iblis muda tersebut lalu kembali memasang wajah serius sambil melirik ke arah tertentu.
Wuss..!!
Tak lama, iblis muda tersebut langsung menghilang menuju dua Iblis Bangsawan yang melesat di atas langit.
***
Dimensi Alam Surgawi.
Wilayah Utara.
Sosok Wanita yang sangat cantik dan anggun berdiri tepat di depan dua orang pria tua.
“Master Qin, apa maksudnya ini?” Tanya salah satu dari kedua pria tua.
Wajah wanita yang di panggil Master langsung mengerutkan keningnya. “Kau bertanya apa maksudnya?” Dengus wanita anggun memasang wajah dingin.
__ADS_1
“Justru akulah yang bertanya, apa maksudmu menjadi budak orang-orang itu?” Tanya Master Qin.
Blush..!!
Aura dari Master Qin langsung merebes ke segala arah. “Jika kalian tidak kembali, jangan salahkan aku membunuh kalian berdua.” Ucap Master Qin dengan nada dingin dan sedikit aura membunuh ia keluarkan tanda ia kini sangat serius dengan ancamannya.
Mendengar itu, kedua pria tua yang juga menjadi Master di Sekte mereka masing-masing hanya bisa menggertakkan gigi mereka. Dengan enggan mereka melesat ke arah berbeda.
Master Qin yang melihat itu langsung menghela nafas, tak lama ia juga langsung menghilang dari tempatnya.
***
Dimensi Alam Surgawi.
Wilayah Pusat.
Dret..!!
Bom bom bom..!!
Puluhan kawah seketika tercipta saat sosok pria bertudung hitam melakukan serangan santai.
Sementara kelima sosok bertopeng merah yang menghindar kini kembali berkumpul.
“Apa maksud anda Master Sekte Kekacauan?” Tanya salah satu sosok bertopeng merah dengan angka no 1 bertulis di topengnya.
“Hehe,, tentunya saja memberikan kalian peringat para anjing-anjing dari orang-orang itu. Tapi jika kalian bertanya sekali lagi, maka-” Sebelum Master Sekte Kekacauan menyelesaikan ucapannya.
Kelima sosok bertopeng merah langsung menghilang dari tempatnya.
“Hem..!! Mereka semua sudah keterlaluan, banyak sekali yang terhasut oleh rayuan para monster menjijikan itu,” gumam Master Sekte Kekacauan geram.
“Jika saja aku tidak membuat perjanjian beberapa waktu lalu,” sambung Master Sekte Kekacauan menghela nafas.
Tangannya terlihat terkepal erat karena sangat ingin membunuh anjing-anjing mereka lebih dulu.
Huuf..!!
“Aku harus menahan diri, sampai saat Leluhur berkembang bersama Guru dan yang lainnya.” Gumam Master Sekte Kekecauan.
Dret..!!
Master Sekte Kekacauan langsung menghilang, ia terlihat menuju ke beberapa tempat markas-markas kecil yang menjadi anjing para Mosnter yang sampai saat ini masih bersembunyi di balik bayang-bayang.
***
Dimensi Mixture.
Kota Kematian.
Bai An dan keluarganya sama sekali tidak tahu tentang apa yang terjadi di seluruh Dimensi Alam Dewa.
Akibat perbuatannya banyak sekali kekacuan tercipta lantaran ulah Sekte Kekacauan yang menahan para anjing yang ingin membunuh Bai An bersama keluarganya.
__ADS_1