Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Berkumpulnya Faksi Bangsawan dan Faksi Kalangan Rakyat Miskin


__ADS_3

“Hemm,, bocah, waktunya ronde kedua, jangan kecewakan aku.” Gumam Bai An menyeringai tipis.


Sementara Bai Gu yang terus bertahan di tanah kini tiba-tiba meraskan kehangatan di tubuhnya, ia sadar jika tenaganya telah pulih dan tidak merasakan sakit lagi.


Terlebih lagi ia merasakan hubungan khusus dengan pedang pemberian ibunya, entah mengapa ia merasa terpanggil dan tanpa sadar melirik ke arah kanan.


Benar saja, kini pedangnya berdengung di samping Bai Gu. Wajah Bai Gu seketika cerah, ia belum menyadari perubahan yang terjadi dengan pedangnya. Saking bahagianya, ia langsung menekukkan kakinya layaknya sebuah pegas lalu di dorong.


Bam..!!


Wang Fu langsung di dorong mundur sejauh 5 meter. Mata Wang Fu sedikit menyipit saat melihat tubuh Bai Gu tidak terluka, bahkan ia melihat tubuh Bai Gu semakin prima.


Namun bukan itu yang membuat Wang Fu menyipit, melainkan senyum Bai Gu, ia merasa tidak nyaman bercampur kesal melihat senyumnya.


“Sialan kau anak jal**ng,” teriak Wang Fu.


Bai Gu tersenyum tipis, dengan santai tangan kanannya mengambil pedang pemberian ibunya lalu melirik ke arah Wang Fu yang kini menerjang ke arahnya.


Wuss..!!


Tubuh Bai Gu sedikit bergeser ke arah kanan untuk menghindari tindu Wang Gu, saat melihat sebuah celah kosong, Bai Gu langsung mengayunkan pedangnya.


Wung..!!


Pedang Bai Gu sedikit mengeluarkan suara dengungan saat di aliri energi.


Wuss..!!


Trank..!!


Tangan kanan Bai Gu sedikit kebas karena merasa menebas tembok baja.


Wang Fu yang merasa berat di dadanya langsung meraung, dengan ganas ia merobek jubahnya.


“Sialan kau,” teriak Wang Fu.


Blush..!!


Terlihat jelas jika tubuh Wang Fu di tutupi oleh armor. Tatapan Wang Fu kini mengganas ke arah Bai Gu.


...


Sementara tidak jauh dari mereka, para bawahan Bai Gu kini tersenyum bahagia saat Bai Gu kembali bangkit, hal tersebut membuat semangat mereka ikut bangkit untuk melawan para bawahan Wang Fu.


Terlihat juga banyak sekali para murid pelantaran dalam ikut menyaksikan pertarungan Bai Gu dan Wang Fu. Bahkan banyak murid Jenius Sekte dan beberapa Jenius Sejati kini menyunggingkan senyum mereka.


Di antara beberapa Jenius Sejati, ada dua dari Jenius Sejati kini saling melirik. “Hei botak, kira-kira kau memilih yang mana?” Tanya pemuda dengan pakaian bewarna hijau.

__ADS_1


“Jangan panggil aku botak di tempat seperti ini dasar racun menjijikkan,” dengus Biksu yang di panggil botak.


“Hemm..!! Menurutku yang akan menang Wang Fu, karena ia memiliki banyak senjata kelas tinggi untuk melindunginya, bahkan tidak mungkin ia tidak menyembunyikan artefak sebagai senjata terahirnya.” Sambung Biksu tersebut.


“Kekeke,, apakah kau mau bertaruh botak, aku akan memilih Bai Gu, karena sedari awal kami dari kalangan yang sama dengannya,” kekeh pemuda yang di panggil racun, karena di seluruh tubuhnya terlihat bau racun yang cukup menjijikkan.


Mendengar itu, Biksu tersebut terdiam, ia kini melirik ke arah Bai Gu dengan cermat. Saat merasa tidak ada yang spesial selain cara bertarungnya yang cerdik dan menang pengalaman, ia merasa Bai Gu tidak mungkin bisa menang melawan Wang Fu yang brutal dan memiliki banyak senjata kelas tinggi.


“Deal,, jika aku menang kau harus membawaku ke Restaurant Daun Phoenix,” ucap Biksu tersebut.


Wajah Racun langsung menyeringai. “Sebaliknya, jika aku menang kau lah yang harus mentraktirku,” kekeh Racun lalu mengalihkan pandangan ke beberapa Jenius Sejati yang berasal dari kalangan Bangsawan dan klan-klan besar.


“Kau pasti tahu apa yang akan kita lakukan jika bocah Bai Gu itu menang bukan? Karena tidak mungkin ia akan di lepaskan jika ia menang, itu juga sebagai bentuk taruhan kau akan kalah taruhan.” Ucap Racun dengan senyum percaya diri.


Biksu tersebut mengangguk santai tanpa ragu, sesekali ia juga melirik beberapa Jenius Sejati, namun tidak di anggap di matanya. Karena rivalnya yang sesungguhnya ada di sebelahnya.


***


Kembali ke pertarungan.


Saat ini Bai Gu bergerak lincar mengitari Wang Fu yang terlihat angkuh lantaran tidak bisa terluka.


“Haha,, apa kau hanya bisa berlari tidak jelas,” ejek Wang Fu.


Bai Gu tetap berlari sambil melihat dimana titik lemah Wang Fu.


Mata Bai Gu terus menelusuri seluruh tubuh Wang Fu hingga ia menyunggingkan senyum tipis.


Wuss..!!


“Teknik Kedua.”


“Pedang Kebenaran,” teriak Bai Gu.


Wung..!!


Pedang Bai Gu langsung mengeluarkan sinar, tak lama sebuah bilah energi pedang melesat ke arah Wang Fu.


“Teknik Pertama.”


“Pertahanan Mutlak.” Teriak Wang Fu dengan nada arogan.


Bom..!!


Sebuah ledakan terdengar cukup besar saat pedang energi Bai Gu mengenai perisai tak kasat mata milik Wang Fu.


Namun Wang Fu tidak sadar jika serangan Bai Gu tadi hanyalah pengalihan, kini Bai Gu muncul tepat di belakang Wang Fu sambil mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


“Teknik Ketiga.”


“Serangan Ganda.” Gumam Bai Gu.


Wung..!!


Crash..!!


Argh..!!


Tanpa bisa mengelak, kaki dan tungkuk leher Wang Fu seketika memuncratkan darah. Bahkan titik sarafnya langsung lumpuh hingga membuatnya terjatuh.


Bruk..!!


“Argh sialan kau anak jal***ng, dasar licik, aku tidak terima,” teriak Wang Fu kini berguling-guling kesakitan.


Bai Gu melirik ke arah Wang Fu dengan pandangan datar, namun Wang Fu seolah melihat Bai Gu mengejeknya lemah. Hal tersebut membuat Wang Fu semakin membenci Bai Gu hingga ke tulang-tulangnya.


"Tuan muda,”


“Tuan muda,”


“Ketua,” teriakan terdengar dari semua bawahan Wang Fu yang kini mendekatinya.


“Sialan kalian, serang dia, mengapa kalian kesini,” teriak Wang Fu semakin tersulut saat melihat bawahannya sangat bodoh.


Mereka pun langsung menerjang ke arah Bai Gu, namun tidak sampai beberapa detik, dengan cepat Bai Gu melumpuhkan mereka.


Sementara para Jenius Klan yang memiliki latar belakang tinggi tidak terima jika sesama Bangsawan di kalahkan oleh rakyat miskin, hal tersebut membuat mereka kini melesat mengepung Bai Gu.


Namun tidak sedikit juga para Jenius Sekte yang memiliki latar belakang petani dan rakyat miskin lainnya ikut berkumpul membantu Bai Gu.


...


“Hoo,, Sekte ini cukup bagus juga, tidak memandang status saat menerima murid.” Gumam Bai An cukup kagum dengan Sekte Pedang Cahaya.


“Tapi karena kebanyakan mereka yang menjadi penetua adalah para Bangsawan maupun memiliki reputasi tinggi di Klan mereka, dan memonopoli status mereka dengan melakukan berbagai kejahatan. Hal tersebut membuat Sekte ini menjadi tercoreng.” Sambung Bai An.


Bai An tahu karena ia melihat banyak penetua mengeluarkan niat membunuh yang di arahkan ke para Jenius yang tidak memiliki reputasi di keluarga mereka.


Mata Bai An juga mengarah ke seorang Biksu muda bersama pemuda yang selalu mengeluarkan aura racun di tubuhnya.


Tap tap..!!


“Haha lihatlah mereka, para sampah masyarakat kini mulai berkumpul ingin menindas dengan statusnya,” ejek pemuda yang memiliki aura racun.


Tatapannya mengarah ke semua Murid Jenius Sejati yang berjumlah 5 orang.

__ADS_1


Sementara kelima Jenius Sejati yang melihat siapa yang muncul langsung menggertakkan gigi mereka.


“Apa mau mu Racun, apakah kau ingin menindas kami lagi,” teriak Jenius Sejati yang memiliki tubuh tinggi menggunakan jubah putih.


__ADS_2