Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Makanan Pembuka Tu Long dan Sosok Ling Ling Yang Sebenarnya


__ADS_3

“Heeh,, aku akan menunggu di saat kalian menantang diriku, cepatlah kuat para maniak bertarung,” ucap Tu Long tersenyum tipis.


Setelah itu Tu Long dengan santainya mengayunkan tangannya.


Muncul bilah pedang lalu memotong-motong para makhluk laut menjadi beberapa bagian.


Blush..!!


Tubuh Tu Long mulai membesar ke wujud aslinya.


“Waktunya mengisi perut pembuka agar bisa bertarung nantinya,” ucap Tu Long tersenyum kecil.


Dengan lahap Tu Long memakan para makhluk laut yang telah ia bakar, tentunya Tu Long tak lupa untuk penutupnya yaitu segentong arak.


“Ahh nikmatnya,” gumam Tu Long mengelus perutnya.


Tak lama pandangan Tu Long mengarah ke arah Rasnya yang kini mengamuk dan mulai membantai musuhnya.


Setelah itu pandangan Tu Long teralih ke kelompok Bai An.


Crash..!!


Tu Long langsung merobek ruang setelah memperlajari beberapa bulan lalu yang langsung di ajarkan oleh Bai An dalam Hukum Ruang.


Wungg..!!


Tu Long langsung menghilang.


Wuss..!!


Beberapa menit kemudian Tu Long muncul di samping Bai An yang kini melesat dengan santai tanpa terburu-buru.


“Mana makanan kami?” Tanya Lo Kai dan Mo Liang Yun langsung terulur dengan senyum cerah.


Wajah Tu Long seketika cemberut. “Enak saja, cari sendiri dan kerja sendiri sana,” dengus Tu Long menyembunyikan tangannya atau lebih tepatnya cincin penyimpanannya.


“Eeh,, apakah ini yang di namakan saudara,” dengus Lo Kai tidak puas.


“Siapa juga yang mau menjadi saudaramu, kau sangat jelek, bisa-bisa para wanita akan lari jika aku bersamamu,” ejek Tu Long yang langsung membuat semua pasukan di kelompok Bai An tertawa.


Wajah Lo Kai bukannya marah, ia malah cemberut. “Kau tahu, ini sudah bawaan dari lahir, salahkan saja orang yang menciptakanku karena memberikan wajah jelek.”


Tawa semakin pecah saat mendengar jawaban polos Lo Kai yang terlihat lucu.


“Haha,, aku hanya bercanda saudara Kai,” ucap Tu Long tertawa kecil.

__ADS_1


Lalu Tu Long langsung mengeluarkan semua daging makhluk air yang telah ia bunuh. Tanpa sungkan Tu Long membaginya kepada semua pasukan yang berada di kelompok Bai An.


Bahkan Bai An dan Li Feng juga ikut makan, tapi yang mereka makan sejenis Ras Monster Ikan laut yang mirip dengan gurita, Ras Monster Laut tersebut tak lain Kraken muda.


Sambil melesat mereka makan dan minum layaknya mereka sedang duduk bersama.


Wuss wuss..!!


1 jam telah berlalu, saat ini kelompok Bai An telah sampai di bibir pantau pulau yang menjadi Wilayah Inti Pusat atau markas Wing Zhen.


Tatapan mata Bai An dan kelompoknya kini mengarah ke ratusan juta musuh yang telah menunggu.


“Hem..!! Aku tak menduga jika pasukan Wing Zhen akan sebanyak ini, terlebih kekuatan terendah berada di tingkta Dewa Penguasa Berlian ⭐ 1 Awal, sungguh kekuatan yang mengerikan,” ucap Mo Liang Yun dengan nada dingin.


“Aku tak tahu dari mana mereka bisa mendapatkan pasukan sebanyak dan sekuat ini, yang penting aku saat ini aku bisa membantai mereka semua walau aku harus ma-”


Pletak..!!


Kepala Lo Kai langsung di pukul oleh seseorang sebelum ia selesai bicara.


“Heeh,, kau jangan mati cepat dan jangan pasrah dengan yang namanya takdir, lawanlah takdirmu, lihat Yang Mulai, dia menentang takdirnya sendiri dan tak ingin di kendalikan lagi oleh sesuatu.” Ucap Mo Liang Yun dengan nada kesal.


Lo Kai hanya tersenyum kecil tanpa membalas ucapan Mo Liang Yun.


...


Tatapan Bai An terahir ke seseorang yang mengendalikan mayat boneka mayat hidup tersebut.


“Hu Qia, aku sudah dapat menebak hal ini, dari tingkahnya dulu yang selalu ingin menghindar,” ucap Bai An dengan nada sedikit dingin.


Tu Long sedikit terkejut saat mendengar itu, ia yang hanya asik makan kini menatap ke arah tatapan Bai An.


“Sial, jika begitu apakah Bai Han-” Tatapan Tu Long kini mengarah ke Bai An untuk mencari jawaban.


“Ia bukan bagian dari mereka, Han'er juga tidak mengetahui jati diri ibunya, beruntung aku mengurung Han'er juga agar ia tidak terpukul saat melihat ibunya yang akan menjadi musuhnya,” balas Bai An.


Tu Long langsung mengusap bibirnya. “Sialan si jal**ng ini, rupanya aku harus mencincangnya lalu memberikan peliharaanku sebagai makanannya,” ucap Tu Long dengan nada dingin.


Ling Feng yang mendengar pembicaraan mereka hanya membuka tutup mulutnya, ia tak menyangka jika Bai Han adalah putra dari Hu Qia di masa sekarang. Tentu Ling Feng cukup peka dalam mengambil kesimpulan.


“Tapi kenapa ia tidak menangkap atau membunuh paman saat itu? Atau saat bersama beberapa waktu lalu?” Tanya Ling Feng kini penasaran.


“Ingatan, aku yakin jika ingatannya di segel dan saat kembali ingatannya telah kembali.” Jawab Bai An santai.


Drett..!!

__ADS_1


Ling Ling muncul bersama 6 orang dan anggota keluarga yang Bai An kenal 3 di antaranya anggota klan Ling dan 2 Ras Demi Humans atau Half Vampire, satu adalah seseorang yang Bai An angkat menjadi murid di masa lalu.


“Hei monyet,, lepaskan jubahmu itu, aku sungguh jijik melihatnya,” setelah 7 orang muncul.


Tu Long yang melihat murid Bai An di masa lalu menggunakan jubah Jendral Asura langsung marah sambil menunjuk Zen Tang.


“Hoho,, aku suka semangatmu anak muda,” ucap Zen Tang tersenyum lebar ke arah Tu Long, setelah itu tatapan Zen Tang mengarah ke Bai An.


“Salam Guru Ling,” ucap Zen Tang sedikit membungkuk.


Dret..!!


“Tarik kembali ucapanmu Zen Tang,” Ling Feng yang menahan diri dari awal mereka muncul kini tak dapat menahan emosinya dan langsung mengeluarkan pedangnya.


Mendengar itu Zen Tang ingin membalas, tapi Ling Ling mengangkat tangannya.


Pandangan Ling Ling kini mengarah ke Bai An dengan senyum tipis.


Bai An hanya memasang wajah datar tanpa emosi.


“Langsung saja katakan apa tujuanmu datang kesini?” Ucap Bai An malas.


Ling Ling menaikkan alisnya. “Bukankah aku yang seharusnya berta-”


“Jangan banyak akal kau ular busuk, langsung saja mulai, atau kita yang memulainya langsung setelah itu para pasukan kita.”


Mo Liang Yun langsung mengambil kuda-kuda siap menyerang dan wujudnya juga telah berubah sepenuhnya menjadi Iblis Jiwa Darah.


“Heng..!! Semua bawahanmu sangat tidak sopan sekali Ling Bai, pantas saja banyak dari mereka yang berkhianat, yah termasuk diriku karena kau bodoh.” Ejek Ling Ling menatap ke arah Bai An.


Melihat Bai An tidak meresponnya sama sekali, ia kini cukup kesal. Saat ia ingin kembali memprovokasi.


Nyawanya langsung terancam, seolah berada di ujung Neraka.


Dengan cepat ia membuat pola kecil.


Bom..!!


Tubuh Ling Ling dan keenam musuhnya langsung terlempar.


“Kembalilah dan siapkan pemakaman masal untuk diri kalian bersama pasukan kalian masing-masing.” Ucap Bai An datar.


Dengan santai Bai An menyelipkan pedang Asura di pinggangnya setelah menyerang Ling Ling tanpa di sadari tadi.


Wajah Ling Ling kini sangat jelek saat ia kembali menyeimbangkan diri beberapa saat.

__ADS_1


“Akan ku buat kau sadar bahwa kau hanyalah orang bodoh yang hanya sebuah alat bagi Tuanku.”


__ADS_2