Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Cen Tian dan Lang Zai Sekarat


__ADS_3

“Ares, aku tak menduga jika kau bekerja sama dengan Ras Elf.” Ucap pria berjubah hitam muncul paling depan.


Wajah pria tua tersebut kini sangat jelek, bukan hanya dirinya saja, kesebelas Leluhur lainnya ikut memasang wajah jelek.


Mereka semua tentu tahu hanya satu orang yang mampu menahan semua serangan mereka menggunakan tangan kosong.


Tidak ada orang sekuat Ares dalam hal fisik maupun bertarung menggunakan tangan kosong di Dimensi ini.


“Eh eh eh,, kalian mengenal ku ya,” ucap Ares cemberut. “Padahal aku sudah menyembunyikan identitasku loh, kenapa kalian bisa tahu?” Tanya Ares memiringkan kepalanya.


...


Bai An yang melihat itu langsung menepuk keningnya. “Anak ini bahkan jauh lebih parah dari Du'er dan yang lainnya,” gumam Bai An memijit keningnya.


Dengan santai Bai An melambaikan tangannya.


Dret..!!


Sebuah celah muncul, tangan Bai An langsung memasuki celah.


...


Ares yang memandang semua Leluhur Ras Manusia seketika tertarik saat celah di sertai tangan muncul.


Jlep..!!


Ares menghilang seketika.


Semua Leluhur Ras Manusia langsung membelalakkan mata mereka.


“Apa itu? Apa tadi itu sebuah tangan?” Tanya salah satu leluhur bingung, karena ia tidak bisa melihat pergerakan yang sangat mengerikan tadi.


“Aku tidak tahu, tapi yang pasti, sosok yang menarik Ares tadi itu adalah sosok yang mengendalikan Ares.” Ucap pria berjubah hitam berlambang Naga.


“Ayo kembali dan bawa dia, aku ingin mengabari ini kepada Leluhur tertua, mungkin ia tahu siapa sosok yang mengendalikan Ares.” Ucap pria berjubah hitam langsung menghilang.


Mereka semua pun langsung menghilang, tak lupa salah satu dari Leluhur tersebut membawa Kaisar Gloss.


***


Wung..!!


Di sebuah lembah, Bai An muncul bersama Ares yang kini di seret seperti anak kecil.


“Kakak kenapa kau menarik Ares? Padahal Ares tadi ingin menghajar mereka semua,” ucap Ares cemberut.


“Apa kau tidak sadar jika salah satu dari orang yang membunuh orang tuamu di masa lalu ada di sana dan sedang bersembunyi, jika kau bergerak, yakinlah ia juga akan langsung bergerak dan saat itu sekuat apapun dirimu, kau tidak akan mampu menajdinginya di karenakan mereka semua banyak sedangkan dirimu hanya sendiri.”


Wajah Ares seketika menegang, tak lama tubuhnya bergetar hebat.


Dengan cepat ia memeluk Bai An. “Kakak, ia adalah orang jahat, Ares takut,” ucap Ares langsung menangis.

__ADS_1


Bai An yang mengenal baik Ares tentu sadar jika kelakuan Ares saat ini seolah ia merasa masih di masa itu.


Waktu itu Ares berusia 5 tahun dan ia melihat kejadian kedua orang tua dan seluruh keluarganya di bantai habis oleh Kaisar Gama yang saat ini menjadi salah satu Leluhur tertua.


Walau ia bukan yang terkuat, tapi Bai An yakin jika Ares melawan orang yang membunuh orang tuanya, maka mereka akan seimbang dan kecil kemungkinan Ares bisa menang, namun untuk kalah, Bai An yakin Ares tak akan kalah satu lawan satu.


“Sstt,, ada kakak di sini, jangan bersedih lagi, kakak janji akan membantumu membasmi mereka semua, itu juga sebabnya kakak membiarkanmu bersama keponakanmu agar kau tahu bagaimana cara menghadapi mereka, walau usia mereka masih muda, pemikiran mereka semua sangat dewasa, mereka juga ahli strategi, jika kau terus bersama mereka, kau pasti akan mengikuti cara mereka dalam melawan musuh,” ucap Bai An dengan nada menghibur.


Ares mengangguk-angguk seperti anak kecil, tapi Bai An tahu jika Ares masih sangat takut dengan masa lalunya.


Kehidupan Ares di masa lalu sangatlah menderita, bahkan jauh lebih menderita dari dirinya sendiri di dua kehidupannya.


Beberapa kali Ares hampir mati saat ia kehilangan orang tuanya, di usia 5 tahun yang sebenarnya masa bermain dan di sekelilingi oleh kasih sayang keluarga.


Ares malah di perbudak dan beberapa kali berpindah majikan. Di pukul mungkin sudah biasa bagi Ares sehingga ia memiliki fisik luar biasa seperti sekarang.


Namun tekanan mental yang ia terima membuatnya seperti ini dan memiliki sifat seolah masih berusia 5 tahun.


Saat bersamaan Kekuatan Spesial Ares bangkit yang memiliki hubungan terikat dengan sifatnya dahulu.


Satu hari telah berlalu. Kini Bai An terlihat duduk sambil mengelus kepala Ares yang tertidur pulas.


Tentu Bai An tidak malu walau Ares sudah berusia tua, ia telah menganggap Ares adiknya.


***


Di sebuah penginapan, Bai Han dan Gisel kini menunggu Lang Zai, Cen Tian dan Ares.


“Maafkan aku Kakak, padahal aku sudah mengerahkan semua anggota Guild untuk mencari mereka bertiga, tapi ketiganya menghilang seolah di telan alam.” Ucap Gisel menundukkan kepalanya.


“Namun anehnya semua rencana kakak sudah berhasil di selesaikan mereka bertiga, jika tidak selesai maka aku yakin mereka tertangkap oleh pihak kekaisaran.” Wajah Gisel terlihat mencoba berpikir keras tentang keanehan yang terjadi.


***


Di sebuah desa kecil, saat ini dua pemuda sedang duduk saling berhadapan.


“Aku tak menduga kita akan di kejar sampai sejauh ini, padahal kita sudah menggunakan token teleportasi,” ucap Cen Tian memasang wajah jelek.


“Orang ini mengetahui jalur pelarian kita dan aku merasa ia sekuat Tuan muda,” sambung Lang Zai dengan nada serius.


Orang yang Lang Zai maksud adalah Bai An, dan memang benar, orang yang mengejar keduanya adalah Leluhur tertua Ras Manusia dan terkuat.


Leluhur yang mengejar keduanya memiliki kekuatan Spesial Ruang dan Waktu, sehingga saat di ruang kosong, leluhur ini mampu melacak dimana Cen Tian dan Lang Zai muncul.


Dret..!!


“Lari.” Dengan cepat Lang Zai mengalirkan token teleportasinya sambil memegang Cen Tian.


Wuss.!!


Duar..!!

__ADS_1


Desa kecil tersebut langsung menjadi abu bertepatan dengan menghilangnya Cen Tian dan Lang Zai.


“Sial, kedua tikus ini lagi-lagi lolos,” ucap sosok pemuda tampan.


Dengan santai pemuda tampan tersebut memejamkan matanya. “Hemm..!! Mereka lari menuju Wilayah Kekaisaran Darium, jika begini akan sulit bagiku untuk membunuh mereka,” gumam pemuda tampan tersebut memasang wajah gelap.


Setelah berdiri di langit selama beberapa menit, pemuda tersebut langsung mengayunkan tangannya.


Dret..!!


Sebuah bilah pedang langsung melesat merobek ruang, tak lama pemuda tersebut juga ikut menghilang.


***


Dret..!!


Bruk..!!


Hoek..!!


Cen Tian dan Lang Zai langsung muncul dengan pakaian compang camping, tubuh keduanya juga terlihat terluka parah.


“Sialan, jika aku lebih kuat maka aku akan memberi orang itu perhitungan,” teriak Cen Tian menggenggam erat tangannya hingga patah.


Pandangan Cen Tian mengarah ke Lang Zai yang jauh lebih parah dari lukanya. Dengan susah payah ia bangkit lalu membangunkan Lang Zai.


Cen Tian pun langsung pergi dengan langkah terlunta-lunta.


***


Bai Chu Ye yang duduk santai seketika berdiri. Wajah Bai Chu Ye terlihat sangat dingin saat ini.


“Ada apa?” Seketika semua keluar Bai Chu Ye yang berkumpul langsung bertanya.


“Tunggu di sini,” ucap Bai Chu Ye langsung merobek ruang di depannya.


Dret..!!


Bai Chu Ye langsung menghilang.


Dret..!!


Bai Chu Ye muncul di depan Cen Tian dan Lang Zai yang berusaha tersadar.


“Paman, siapa yang melakukan-”


Bai Chu Ye tidak melanjutkan ucapannya, tangannya bergerak cepat mengayunkan pedang yang kini sudah ia genggam.


Wuss..!!


Duar...!!

__ADS_1


__ADS_2