Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Menyelamatkan Penyelamat Bai Ha dan Bai Hu di Masa Lalu


__ADS_3

“Khekeke,, apa yang kau katakan tadi? Coba ulangi lagi, aku tidak mendengarnya dengan jelas,” kekeh Bo Wuhan dengan tawa yang membuat seluruh orang yang ada di lantai 100 merinding.


Glek..!!


Bahkan para tahanan juga terlihat merinding ketakutan saat melihat suara tawa serta wajah Bo Wuhan yang kini sudah berbeda dari awal pertama kali mereka melihat.


Wung..!!


Bruk..!!


Tepat setelah Bo Wuhan tertawa, kepala pemimpin lantai ke 100 seketika terpisah dari anggota tubuhnya dan kini menggelinding dengan mata melotot.


Wuss..!!


Tidak hanya sampai di sana saja, tanpa ampun Bo Wuhan melesat kesana kemari membunuh semua penghuni lantai ke 100 dan menyisakan yang masih memiliki hati yang setengah gelap saja.


Tap tap..!!


Tidak sampai setengah jam setelah Bo Wuhan membunuh pemimpin lantai ke 100, kini Bo Wuhan berhenti karena telah membunuh para bawahannya.


Terlihat juga Bo Wuhan melangkah ke arah lokasi kerangkeng yang di buat untuk mengurung para tahanan.


Tap..!!


Langkah Bo Wuhan terhenti tepat di depan pintu sel yang di kunci.


Terlihat juga saat ini para tahanan ketakutan saat melihat Bo Wuhan berhenti di depan sel, mereka semua tentu takut akan di bunuh.


Bo Wuhan yang menyadari itu tidak terlalu peduli, karena tujuan hanya satu, yaitu membawa dua orang.


Kini Bo Wuhan melihat gambar wajah di selembaran kertas yang ia keluarkan.


“Hemm..!! Siapa yang bermarga Tha di sini angkat tangan kalian,” ucap Bo Wuhan sambil melirik ke arah para tahanan.


Tapi terlihat tidak ada yang mau mengaku bermarga Ta.


“Aku ucapkan sekali lagi siapa yang bermarga Tha di sini?” Tanya Bo Wuhan.


Tapi masih tidak ada yang berani mengaku.


Saat kesabaran Bo Wuhan sudah habis dan ia akan mengulurkan tangannya untuk membuka sel.


Tap tap..!!


Salah satu pria tua langsung melangkah maju.


“Tu..Tuan, ada apa anda mencari orang yang bermarga Tha?” Tanya pria tua tersebut dengan nada gugup dan sedikit hati-hati.


“Hemm..!! Tunjukkan saja dimana orangnya,” ucap Bo Wuhan terlihat tidak mau menjelaskan.

__ADS_1


Tapi pria tua tersebut langsung menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan memberitahu anda, walau harus di bunuh sekalipun,” ucap pria tua tersebut dengan nada lantang.


Wajah para tahanan seketika ketakutan, tapi tak lama mereka juga langsung mengubah ekspresi mereka dari ketakutan menjadi penuh tekad.


“Hais, yang seperti ini yang aku tidak inginkan, lebih baik aku bertarung dari pada melakukan hal merepotkan seperti ini,” gumam Bo Wuhan dalam hati dan tentunya memasang wajah kesal.


“Dua dari saudaraku mencarinya, namanya adalah Qing Ha dan Qing Hu, tapi kini ia mengubah nama marganya menjadi Bai Ha dan Bai Hu,” ucap Bo Wuhan melirik ke arah pria tua tersebut sambil berusaha menahan diri.


“Nama ku adalah Bai Bo Wuhan, biasanya aku di panggil Bo Wuhan,” sambung Bo Wuhan.


Pria tua yang mendengar itu langsung melirik ke arah dua orang pria paruh baya yang tak lain bermarga Tha.


Terlihat jika kedua pria paruh baya tersebut sebenarnya tidak tau, tapi keadaanlah yang membuatnya menua lebih dulu.


Bo Wuhan yang melihat dua pria paruh baya sedang terbaring sekarat dengan segera mengulurkan tangannya.


Wung..!!


Krak krak..!!


Duar..!!


Pintu sel langsung hancur dan dengan segera Bo Wuhan mendekati kedua pria paruh baya tersebut.


Melihat wajah mereka dan mencoba memastikan di gambar yang sudah di buat oleh Bai Ha, Bo Wuhan pun langsung bertanya. “Apa nama mu Tha Hu dan Tha Han?” Tanya Bo Wuhan mencoba memastikan terlebih dahulu.


Tapi saat melihat keadaan keduanya yang tidak bisa bergerak, Bo Wuhan mau tak mau membantu dengan mengalirkan energinya untuk menyembuhkan keduanya.


***


Pasar Gelap Kota Hiren.


Wung..!!


Duar duar..!!


Chen Long dan Bai Hu yang baru saja selesai membunuh seluruh penghuni lantai 100 dan pemimpinnya kini melangkah ke arah kerangkeng tempat para tahanan di tahan.


Tap tap..!!


“Tha Ji, Tha Shi, Tha Mu, keluarlah, ini aku Hu'er,” teriak Bai Hu dengan suara lantang.


Orang-orang yang ada di dalam penjara seketika melirik ke arah ketiga bersaudara yang sudah terbaring di tanah.


Melihat itu, Bai Hu dengan segera menghancurkan pintu sel lalu mengalirkan energinya tanpa basa basi.


Melihat wajah panik Bai Hu, Chen Long pun dengan segera membantu Bai Hu untuk menyembuhkan dua yang tersisa.


***

__ADS_1


Pasar gelap kota Xiren.


Tap tap..!!


Bai Ha yang baru saja selesai membunuh seisi penghuni lantai 100 kini dengan cepat melangkah ke arah penjara.


Duar..!!


Tanpa basa basi Bai Ha menghancurkan pintu sel, perasaan Bai Ha saat ini tidak nyaman sehingga ia terlihat tergesa-gesa tanpa memikirkan lukanya.


Tap tap..!!


“Bibi,” teriak Bai Ha saat melihat wanita paruh baya bernama Tha Sen Li.


Mendengar suara yang telah lama ia lupakan, Tha Sen Li pun mencoba memaksakan dirinya untuk melirik ke arah asal suara.


Saat ia melihat wajah Qing Ha, tanpa terasa air mata Tha Sen Li menetes.


“Maafkan Ha'er Bi, karena keegoisan Ha'er yang ingin membalas dendam. Ha'er jadi melupakan kalian,” ucap Bai Ha kini langsung mengalirkan energinya.


Klan Tha adalah sosok yang telah menyelamatkan Qing bersaudara di masa lalu, karena mereka lah Qing bersaudara bisa bertahan hidup. Dan pada saat mereka sudah mulai merasa sedikit lebih kuat untuk mencari pembunuh klan Qing, Bai Ha dan Bai Hu pun diam-diam meninggalkan klan Tha tanpa memberitahu mereka.


Pada saat mereka sampai ke Benua Langit, mereka pun memberitahu Bai Han jika mereka mempunyai anggota keluarga yang berasal dari klan Tha.


Bai Han pun langsung mengumpulkan informasi menggunakan token pemberian Patriak Mu.


Mu Go yang sebenarnya salah satu petinggi di bagian informasi langsung memberikan semua yang ia ketahui jika klan Tha telah hancur 200 tahun yang lalu dan mereka semua di tahan di penjara pasar gelap.


Mendengar itu Bai Ha dan Bai Hu langsung meminta informasi lebih dari Mu Go, dan Mu Go langsung memberitahu semua yang ia ketahui tanpa di tutup-tutupi.


Setelah mendapat informasi, Bai Han yang telah berencana ingin menguasai pasar gelap pun langsung membentuk kelompok untuk mendatangi kelima pasar gelap yang terhubung.


Selain itu, mereka juga mendapat informasi dari Bai Ha dan Bai Hu juga klan Tha di masa lalu adalah klan kuno, jadi setiap orang yang mereka cukup kuat untuk di jadikan pendukung.


Bai Han pun tentu tidak ingin menyia-nyiakan itu.


***


Sementara di pasar Gelap kota Lee.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng kini terlihat membawa 5 pria paruh baya dan 2 wanita paruh baya.


“Ayo kakek, nenek, akan ku bawa kalian menemui adik-adik ku,” teriak Bai Da Xing mengaku sebagai kakak Bai Ha dan Bai Hu.


Tapi terlihat wajah ke 7 pria dan wanita paruh baya tersebut tidak percaya sama sekali dan meragukan ucapan Bai Da Xing.


“Hais,, walau aku terlihat muda, aku itu kuat dan sangat pantas menjadi kakaknya Ha'er dan Hu'er tahu, kalian ini sudah tua tapi tidak bisa membedakan,” dengus Bai Da Xing.


Wajah ke 7 pria dan wanita paruh baya seketika berubah kesal.

__ADS_1


“Dasar bocah kurang ajar, aku ini masih muda, hanya penampilanku saja yang tua lantaran kekurangan energi kehidupan, jadi berhenti memanggilku tua atau nenek,” teriak salah satu wanita paruh baya kini berdecak pinggang ke arah Bai Da Xing.


__ADS_2