
”Hehe,, inilah yang aku cari-cari, bahan yang cocok untuk mencoba kekuatanku tanpa menahan diri,” kekeh Bai Han langsung melesat tanpa basa basi.
Wuss..!!
Dret..!!
Dengan sedikit bar-bar Bai Han muncul di depan Binatang Buas campuran tersebut tanpa rasa takut.
Terlihat kini Bai Han menggunakan tangan kosong saja.
Blush..!!
Bam..!!
Tinju dan tanduk Binatang Campuran langsung bentrok yang menyebabkan ledakan kecil.
Tap tap..!!
Bai Han yang mundur sejauh 10 meter kini semakin tersenyum lebar.
Goar..!!
Sementara Binatang Buas campuran langsung meraung.
Tatapan matanya seketika mengganas saat merasa di permainkan.
“Majulah,” ucap Bai Han menggerakkan dua jarinya.
Binatang Buas campuran tersebut seketika termakan provokasi Bai Han.
Dengan cepat ia melesat ke arah Bai Han.
Wuss..!!
Goar..!!
Saat Binatang Buas campuran akan mencapai Bai Han, ia pun langsung mengayunkan tanduknya.
Bai Han langsung menjulurkan kedua tangannya untuk menahan tanduk Binatang Buas Campuran tersebut.
Brak..!!
Sret..!!
Sret..!!
Tubuh Bai Han seketika terseret mundur saat mencoba menahan tanduk Binatang Buas tersebut.
Merasa menang, Binatang Buas tersebut mempercepat langkahnya menuju sebuah pohon besar.
Sadar dirinya terus di desak mundur, Bai Han dengan cepat melompat.
Bukan melompat untuk menghindar, melainkan untuk mengayunkan kakinya.
“Mati,” teriak Bai Han.
Wuss..!!
__ADS_1
Bom..!!
Goar..!!
Teriakan rintihan seketika terdengar saat lehernya terkena tendangan Bai Han.
“Hehe benar dugaanku jika leher adalah kelemahanmu,” kekeh Bai Han.
Dret..!!
“Kau lemah dan tidak bisa memuaskanku, bahkan aku belum menggunakan 70% kekuatan ku, jadi kita ahiri saja,” ucap Bai Han mengeluarkan pedang kayu hitam.
Tap tap..!!
Setelah mengambil langkah kuda-kuda, kaki Bai Han langsung terselimuti oleh energi.
Wuss..!!
“Teknik Alam, Hembusan Kematian,” gumam Bai Han.
Crash..!!
Mata Binatang Buas Campuran tersebut hanya bisa melotot tak percaya.
Ia sama sekali tidak bisa melihat kecepatan Bai Han, bahkan auranya pun tidak bisa ia rasakan.
Bruk..!!
Sampai mati pun ia tak akan mempercayai ini. Sementara Bai Han yang melihat lawannya mati dengan mata melotot, ia sedikit mengerutkan keningnya.
“Ia seolah tidak ingin menerima kematiannya, layaknya manusia,” ucap Lan Yuheng kini muncul di samping Bai Han.
”Kau benar, ayo kita pergi dari sini, aku merasakan banyak sekali Binatang Buas menuju ke tempat kita saat ini karena mencium aroma darah. Jangan lupa ambil juga inti kristal Binatang Buas ini,” ucap Lan Yuheng.
Bai Han pun dengan cepat menguliti seluruh tubuh Binatang Buas tersebut, cukup lama mencari, ia kini menemukan sebuah kristal berbentuk segitiga sebesar bola basket bewarna biru cerah.
“Hem..!! Jadi ini inti kristal Binatang Buas, cukup berbeda dengan yang pernah aku lihat di Dimensi Alam Dewa,” ucap Bai Han langsung bangkit.
“Ayo pergi, aku sudah membawa beberapa dagingnya untuk kita makan nanti,” ajak Bai Han.
Keduanya pun langsung melesat menjauhi tempat mereka bertarung.
Tak lama setelah kepergian mereka, ratusan Binatang Buas berbagai tingkat kini muncul, beberapa dari mereka seketika saling menyerang karena mengklaim tubuh Binatang Buas campuran tersebut milik mereka.
Tapi beberapa juga yang langsung pergi karena merasa tidak ada manfaatnya memakan Binatang Buas Campuran yang sudah tidak memiliki inti kristal.
“Hoho,, benar katamu Saudara Han, mereka saling menyerang satu sama lain, aku sungguh tak percaya ini, padahal mereka memiliki kecerdasan layaknya manusia, jadi seharusnya mereka tahu jika binatang buas yang telah mati itu tidak terlalu berguna bagi mereka.” Ucap Lan Yuheng tertawa lebar.
“Saat melihat tatapan matanya tadi, aku sadar jika kecerdasan mereka menyamai manusia dan kau tahu sendiri jika beberapa manusia itu memiliki sifat serakah. Jadi untuk melihat apakah dugaanku benar, aku langsung menyarankanmu untuk mengintai mereka, dan cukup yakin mereka saling menyerang karena keserakahan.” Ucap Bai Han memberikan penjelasan.
Wajah Lan Yuheng seketika bersinar cerah, tak lama ia pun memiliki beberapa ide nantinya.
”Jika begitu, dengan kecerdasanmu dan kekuatanku, aku yakin jika kita bisa menjadi kuat lebih cepat dari yang aku duga.” Ucap Lan Yuheng dengan nada bersemangat.
“Itulah yang aku pikirkan juga, mengetahui kau sudah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal, ini sedikit jauh lebih mudah, tapi tidak akan menarik jika kita tidak mencari pengalaman lebih banyak terlebih dahulu-” Sebelum Bai Han menyelesaikan ucapannya.
Tubuhnya dan tubuh Lan Yuheng seketika membeku.
__ADS_1
Pandangan mereka pun langsung ke atas, saat mereka mendongakkan kepala mereka, mereka melototkan mata mereka sambil menahan nafas.
Goar..!!
Bam bam bam..!!
Blush..!!
Raungan dari Gorila di sertai suara pukulan terdengar membuat area tempat Bai Han dan Lan Yuheng porak poranda. Bahkan semua Binatang Buas yang tadinya bertarung langsung mati akibat raungan tersebut.
Bom bom..!!
Setelah memukul-mukul dadanya, Gorila tersebut melangkahkan kakinya pergi yang membuat suara ledakan kecil kembali terdengar di sertai guncangan.
Bersamaan dengan itu, tangan kanan Gorila tersebut terayun mengambil mayat-mayat Binatang Buas yang mati berserakan.
Krek krek..!!
Saking besarnya, semua mayat Binatang Buas tersebut terlihat kecil saat masuk ke mulut Gorila tersebut.
..
Satu jam setelah kepergian Gorila tersebut.
Uhuk..!!
Uhuk..!!
“Si..Sial, mengapa aku tak bisa merasakan Binatang Buas sebesar dan sekuat itu tadi?” Ucap Lan Yuheng bangkit dari timbunan tanah dan pohon.
“Hemm..!! Yang jadi permasalahan adalah kapan ia kesini, melihat suara langkah kakinya meledak-ledak saat berpijak, kenapa kita tidak bisa merasakannya,” ucap Bai Han melotot tak percaya.
Beruntung pada saat Gorila itu muncul, Lan Yuheng langsung membuat perisai untuk melindungi mereka berdua karena ia merasakan akan ada bahaya besar jika tidak berlindung.
Dan apa yang ia duga ternyata benar-benar terjadi.
Cukup lama keduanya diam di tempat, setelah saling memandang beberapa saat dan seolah saling mengerti satu sama lain, keduanya pun mengangguk.
“Aku rasa saat ini kita harus fokus meningkatkan kekuatan kita lebih dulu, akan bahaya jika bertemu yang seperti tadi, aku merasa di ujung kematian jika merasakan auranya tadi.” Ucap Bai Han terdengar serius.
“Iya, ayo kita cari mayat-mayat Binatang Buas yang tersisa, aku yakin jika ada beberapa yang tidak ikut terbawa oleh Gorila tadi.” Ajak Lan Yuheng.
Wuss..!!
Wuss..!!
Keduanya pun langsung melesat ke arah yang berbeda. Tidak sampai 10 menit, mereka pun kembali.
“Aku dapat 12,” ucap Bai Han menunjukkan inti kristal yang besarnya berparian.
“Aku dapat 7,” ucap Lan Yuheng.
“Jika begitu kita bagi rata, aku 10 kau sepuluh,” ucap Bai Han langsung mengumpulkan 19 inti kristal yang mereka dapat dan 1 inti kristal yang pernah Bai Han bunuh.
Setelah membedakan yang seukuran bola basket dan ukuran kepala gajah, Bai Han pun langsung membaginya.
“Jadi setelah ini, dimana kita akan menyerapnya? Aku khawatir jika kita berdua langsung menyerapnya di saat bersamaan, maka akan datang Binatang Buas menggaggu kita.” Tanya Lan Yuheng bingung.
__ADS_1
“Ayo kita cari tempat terlebih dahulu, masalah untuk menyerapnya, kita pikirkan nanti, aku merasa semakin lama kita di sini, semakin kecil kemungkinan bagi kita bisa bertahan hidup.” Ajak Bai Han.