
“Semoga saja mereka semua baik-baik saja,” sambung Bai Han kini langsung memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.
...
2 Bulan telah berlalu.
Saat ini Bai Han dan kelompoknya terlihat berdiri di dek kapal sambil melirik ke arah sebuah kabut tebal.
“Apa yang selalu menjanggal di dalam hati ku kini terbukti,” ucap Bai Han sambil melirik ke arah Yu Fan yang terlihat melebarkan matanya.
“I..Ini, bagaimana bisa Bumi sudah tidak ada di tempatnya? Apakah ada seseorang yang menghancurkannya?” Ucap Yu Fan terdengar bingung dan bertanya-tanya.
“Tidak, aku yakin jika Bumi tidak akan hancur, karena aku sangat mengenal Bumi walau aku mendatanginya hanya sekali bersama keluargaku,” ucap Bai Han langsung menggeleng.
“Jika begitu, apakah Bumi berpindah tempat?” Tanya Chen Long sambil melirik ke arah Bai Han.
“Bisa jadi, mungkin ada seseorang yang memindahkannya,” jawab Bai Han.
Wuss..!!
Dengan cepat Bai Han melesat untuk mencoba memastikan sesuatu.
Tap tap..!!
Setelah ia sampai di area kabut, pandangan Bai Han pun langsung menyebar ke segala arah setelah ia menggabungkan diri dengan Spiritnya.
Blush..!!
Tidak sampai 5 menit, kini Bai Han langsung membuka matanya.
“Jejaknya pun tidak ada, apakah ini perbuatan Xie'er?” Gumam Bai Han dalam hati.
“Semoga saja ini memang dia yang melakukannya, karena jika memang dia, maka aku merasa ini akan baik-baik saja,” sambung Bai Han dalam hati.
Tap tap..!!
Setelah kembali ke kapal, Bai Han pun melirik ke arah Chen Long dan yang lainnya.
“Mungkin sudah saatnya kita pergi ke Alam yang lebih besar, dan seperti yang kita rencanakan, jika memang kita tidak menemukan adik ku, maka kita gunakan rencana kedua.” Ucap Bai Han terdiam sesaat.
“Semoga saja kita bisa menghindari mereka saat sampai di sana,” sambung Bai Han.
Tentu Bai Han ingin menghindari Organisasi Menara dan sebisa mungkin untuk tidak melakukan bentrokan dengan mereka. Itu karena Bai Han dan yang lainnya masih belum mengenal tempat tersebut. Jadi jika mereka bentrok, maka mereka akan jauh di rugikan karena musuh sangat mengenal tempat mereka bertarung.
Terlebih jika mereka akan melarikan diri, maka mereka tidak tahu harus lari kemana. Itu akan jauh lebih merepotkan jika mereka berpencar nantinya.
__ADS_1
Sementara Bai Ha, Bai Hu dan Chen Long yang berasal dari sana, belum tentu bisa mengingat tempat yang akan kita datangi nanti, karena bisa saja tempat tersebut sudah berubah banyak dalam kurun waktu ribuan tahun.
“Jika seperti itu, kita hanya mengandalkan saudara Yu Fan pada saat itu, sebisa mungkin kita menghindari mereka nantinya,” sambung Bai Ha sambil melirik Yu Fan.
Yu Fan yang mendengar itu pun langsung mengangguk. “Aku akan bekerja keras untuk sebisa mungkin menghindari mereka yang pastinya akan menunggu kedatangan kita di berbagai tempat,” ucap Yu Fan dengan penuh tekad.
Tak lama, kapal yang di tumpangi Bai Han dan kelompoknya pun melesat ke arah Alam yang lebih besar, yang tak lain Alam Celestial.
Dan menurut Chen Long, Bai Ha dan Bai Hu. Alam Celestial sangatlah banyak, tidak ada yang mengetahui jumlahnya.
Namun dari sekian banyak Alam Celestial, hanya beberapa saja yang di huni oleh Makhluk Hidup dan beberapa di huni sebagai markas rahasia.
Lalu untuk tujuan Bai Han saat ini adalah Alam Celestial Huansa.
Karena Alam Celestial tersebut yang terdekat dari Dimensi Alam Dewa tempat Bai Han berada.
Tentunya mereka sadar jika musuh pasti sudah menunggu di sana.
***
Alam Celestial Huansa.
Dan apa yang Bai Han tebak benar adanya.
Kini terlihat beberapa orang mengenakan Topeng Ungu dan Ribuan Topeng Putih berkumpul di sebuah tempat yang berada di puncak gunung tertinggi.
Tap tap..!!
Tak lama keluar sosok pria yang terlihat seperti berumur 40 tahunan dengan tubuh tinggi berotot.
“Salam Pemimpin,”
“Salam pemimpin,”
Terdengar semua anggota Menara langsung menyapa pemimpin Menara dengan penuh hormat.
“Hemm..!! Langsung saja, sudah lama aku tidak mengumpulkan kalian, jadi kalian pasti mengerti mengapa aku kini mengumpulkan kalian bukan,” ucap Pemimpin Menara kini duduk di singasananya.
“Apakah ada musuh kuat yang ingin mencoba menghancurkan organisasi kita?” Tanya salah satu Topeng Ungu melirik ke arah Pemimpin Menara.
“Benar, mereka ada 5 orang dan tugas kalian adalah memburu memburu mereka hidup dan mati, jika kalian bisa membawa satu dari kelima orang ini, maka kalian akan bisa bertemu dengan pemimpin tertinggi Organisasi,” ucap Pemimpin Menara.
Wajah para anggota topeng ungu dan topeng putih seketika bersemangat. Walau saat ini tidak ada yang bisa melihat wajah mereka yang senang karena di tutupi topeng. Tentu saja mereka semua yang ada di sana dapat saling menyadari satu sama lain.
Dret..!!
__ADS_1
Pemimpin Menara pun langsung membuat wajah kelima target yang di incar.
Terlihat jelas saat ini wajah kelimanya beserta nama mereka.
Dan yang paling menonjol adalah wajah seorang pemuda bermata biru yang tak lain Bai Han.
Di susul oleh Chen Long, Bo Wuhan, Bai Da Xing dan Terahir Lan Yuheng.
“Ingat semua wajah mereka, dan aku mendapat informasi jika saat ini mereka dalam perjalanan menuju ke Alam Celestial Yuansa kita ini. Jadi ini adalah kesempatan kalian untuk menunggu kedatangan mereka di luar sana sebelum memasuki Perbatasan Alam Celestial Yuansa.” Ucap Pemimpin Menara.
Melihat wajah kelimanya, mereka semua pun langsung berniat menangkap semuanya tanpa memberikan yang lain lebih dulu menangkap atau membunuh mereka.
Tentu saja mereka semua di kuasai oleh keserakahan saat ini.
Tak lama setelah mendapat izin untuk kembali dan mengingat jelas wajah kelimanya, semua anggota menara pun langsung menyebar ke tempat mereka masing-masing.
Tentunya mereka kembali untuk mengumpulkan pasukan mereka.
...
Tap tap..!!
Tak lama setelah kepergian semua anggota Menara, kini muncul sosok berjubah hitam mengenakan tudung.
Terlihat di balik tudungnya ia mengenakan Topeng Emas.
“Kerja bagus, kau pasti akan mendapat hadiah yang istimewa dari pemimpin tertinggi nantinya jika kau berhasil membawa hidup-hidup atau membawa mayat kelimanya. Karena mereka adalah Buronan yang paling di incar oleh Pemimpin tertinggi,” ucap sosok berjubah hitam sambil mengeluarkan sesuatu.
Wuss..!!
“Ini ada bingkisan kecil yang di berikan untukmu, jika begitu aku akan kembali,” ucap sosok berjubah hitam.
Wuss..!!
Setelah memberikan sebuah kotak kecil, sosok berjubah hitam yang tak lain sebenarnya anggota Menara yang asli, terlihat langsung menghilang.
Blush..!!
“I..Ini, pil kehidupan,” ucap Pemimpin Menara terkejut luar biasa saat melihat hadiah kecil yang ia terima.
Tak lama setelah menenangkan diri, ia pun langsung tersenyum lebar. “Khekeke,, jika hadiah kecilnya saja seperti ini, bagaimana dengan hadiah besarnya,” kekeh pemimpin Menara terlihat tak bisa menahan wajah keserakahannya.
“Jika begitu, aku akan lebih serius menghadapi masalah ini. Kini aku yakin kelima Buronan tersebut pastinya cukup kuat, sehingga pemimpin tertinggi menginginkannya.” Gumam Pemimpin Menara langsung bangkit.
Wuss..!!
__ADS_1
Ia pun langsung melesat pergi ke arah ruang rahasia miliknya.