Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Toko Walet Emas dan Salah Target


__ADS_3

Fu Jian langsung mengangguk patuh.


Fu Jian tahu maksud Bai An adalah malas menanggapi masalah hal sepele, ia juga telah belajar banyak dari Bai An dan yang lainnya tentang hal keserhanaan.


Walau Fu Jian tahu Duan Du sangat serakah dalam hal harta hingga menimbulkan keributan, ia tahu jika Duan Du selalu membagi harta yang ia dapat kepada orang-orang terdekatnya.


Buktinya saat ia ikut ke dunia jiwa Bai An, tanpa ragu Duan Du mengeluarkan harta jarahannya dan membaginya secara adil sesuani kebutuhan para prajurit pembantai dan budak-budak yang kini telah bekerja di dunia jiwa.


Fu Jian pun dapat bagian, padahal ia baru saja bergabung, hal itu membuat Fu Jian tahu jika sisi lain Duan Du sangatlah perhatian kepada orang terdekatnya.


Sementara Tu Long, walau ia tahu gila harta, tapi saat ia tahu ada yang melukai orang terdekatnya, ia akan menggila.


Mungkin Fu Jian tidak melihatnya secara langsung, karena hanya di beritahu oleh Tu We, tapi Fu Jian tahu jika semua orang-orang Bai An sangat menjunjung tinggi kejujuran untuk sesama saudara.


Tapi satu hal ia tidak tahu, Duan Du sering menipu Tu Long, jika ia tahu, maka Duan Du adalah pengecualian menurutnya.


Tap tap..!!


Dengan santai Bai An, Duan Du, Tu Long, dan Fu Jian melangkah masuk kedalam kota, sementara Bai Han tertidur di bahu kanan Bai An.


Setelah mencapai tengah kota, Bai An melirik ke toko senjata yang lumayan bagus dan tergolong kuno.


“Toko Walet Emas,” gumam Bai An, ia merasa toko senjata Walet Emas tidak sesederhana yang terlihat walau toko tersebut sepi.


“Kak,, apa kau juga merasakannya?” Tanya Duan Du melalui telepati.


Hmm..!!


Bai An hanya berdeham saja sambil melirik ke arah Fu Jian.


“Fu tua, carilah restaurant sekalian yang mempunyai penginapan, kita akan beristirahat sampai sore di kota ini,” kata Bai An.


Fu Jian langsung mengangguk, lalu ia melirik ke arah Duan Du.


Duan Du langsung melempar kantong berisi koin emas, dengan sigap Fu Jian menangkapnya lalu segera pergi mencari penginapan yang sekaligus mempunyai Restaurant.


Sementara Tu Long yang diam saja kini merasa hatinya terus bergetar hebat.

__ADS_1


Bai An dan Duan Du yang melihat itu tentu sadar, karena mereka juga merasakan spesies seperti Tu Long berada di dalam Toko Senjata Walet Emas.


“Ayo kita kesana, dan kau Tu Long, jangan bertindak tanpa izin ku,” kata Bai An dengan nada serius.


Tu Long hanya diam, tak lama ia mengangguk patuh.


Bai An langsung melangkah bersama Duan Du dan Tu Long.


Tap tap..!!


Saat melangkah masuk pintu Toko Walet Emas, seorang pria berumur 40 tahun langsung menyambut Bai An dan yang lainnya.


“Selamat datang di Toko senjata sederhana kami Tuan-tuan, apa yang anda butuhkan?” Tanya pria tersebut tersenyum tipis sambil melirik ke arah Tu Long.


Tu Long tentu sadar tatapan tersebut, namun ia acuh karena tidak ingin menimbulkan masalah setelah di peringati Bai An tadi.


“Hmm..!! Apakah di sini ada Batu Giok Hitam?” Tanya Bai An tersenyum lembut.


Mendengar itu, pria berumur 40 tahun itu langsung melirik ke arah Bai An, walau ia tidak bisa melihat wajah Bai An karena di tutupi oleh energi yang tidak bisa di tembus, pria tersebut yakin jika Bai An setidaknya masih muda.


“Tuan, Batu Giok Hitam apa yang anda butuhkan? Tentunya anda tahu jika banyak jenis Batu Giok Hitam,” kata pria tersebut sambil tersenyum tipis.


“Hmm..!! Kebetulan adik ku ini butuh Batu Giok Hitam Formasi, apakah ada?” Tanya Bai An dengan santai.


Mendengar itu, Wudi menggeleng. “Batu Giok Hitam Formasi sangatlah langka, bahkan di Alam Semesta Inti Pertama pun sangat jarang di temui,” kata Wudi terdiam beberapa saat.


“Tapi aku mendengar jika Batu Giok Hitam Formasi akan di lelang di Cabang Paviliun Semesta di Kota Runtuh, jika anda benar menginginkannya maka anda bisa mengikuti lelang,” kata Wudi memberi informasi.


Bai An mengangguk, ia sadar jika Wudi ini cukup pintar dalam mengolah kata.


“Hmm..!! Apa saja barang terlangka yang paman jual di sini?” Tanya Duan Du kini maju sembari tersenyum lembut.


Wudi yang mendengar itu langsung terdiam sesaat, ia kini melirik ke arah Duan Du dengan hati-hati.


“Kami disini memiliki cukup banyak barang langka, bahkan barang yang cukup jarang di temui, tapi harganya cukup tinggi,” kata Wudi dengan hati-hati.


Duan Du tersenyum tipis. “Apakah paman menjual budak juga?” Tanya Duan Du memiringkan sedikit kepalanya.

__ADS_1


Mendengar itu Wudi cukup terkejut sehingga tidak sadar mundur dua langkah, karena hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui Toko Walet Emas menjual budak.


“Ma.. Maaf Tuan muda, kami disini tidak menjual-” belum selesai Wudi bicara, ia kini membelalakkan matanya saat melihat tumpukan koin emas dan tumpukan Batu Kristal Berlian Emas.


“I..Ini, apa Tuan muda yakin mencari seorang budak? Kebetulan kami mempunyai kenalan yang menjual budak,” kata Wudi berkata dengan sangat hormat dan matanya memancarkan keserakahan.


Bai An langsung tersenyum tipis, “Untuk hal begini, memang Duan Du ahlinya,” gumam Bai An.


Sementara Tu Long menatap tajam Wudi, karena ia sedikit tahu kini mungkin ada spesies dirinya yang menjadi seorang budak.


“Tentu, tunjukan tempatnya, untuk masalah harga kau bisa tenang, karena aku tidak akan menawar berapapun harganya, jika aku berminat dengan budak yang kau perlihatkan,” kata Duan Du dengan nada santai.


Wudi langsung mengangguk cepat. “Tolong tunggu disini,” kata Wudi lalu langsung masuk ke pintu belakang.


Tap tap..!!


Bai An, Duan Du dan Tu Long kini saling memandang.


“Tuan muda, izinkan aku membunuh mereka semua yang berhubungan,” kata Tu Long maju dengan nada sedikit memohon.


“Kau tenanglah paman Tu, tunggu sampai saat kita melihat keadaan terlebih dahulu dan mencari apa yang sedikit familiar bagi kita atau aura yang mirip dengan dirimu,” kata Duan Du dengan nada serius, ia kini tidak terdengar bercanda sehingga Tu Long mengangguk sambil mengepalkan tangannya hingga berbunyi.


Krak krak..!!


“Baiklah, aku akan mengikuti idemu dan menunggu sinyal dari mu atau Tuan muda,” kata Tu Long.


“Hmm..!! Sepertinya ia akan keluar bersama seorang yang cukup kuat,” kata Bai An.


Duan Du dan Tu Long langsung melirik ke arah pintu belakang.


Cklek..!!


Pria sepuh dan Wudi keluar dari pintu.


“Ahaha,, maaf jika kalian menunggu lama Tuan-tuan, ini adalah seniorku, ia yang bertugas mengurus budak, namanya adalah Wuyang Ran, atau bisa di panggil Wuran,” kata Wudi tersenyum dengan mata bersinar.


Wuran menatap ke arah Bai An, Duan Du dan Tu Long, lalu pandangannya mengarah ke Bai Han.

__ADS_1


Tatapan serakah dari Wuran tidak bisa ia tutupi lagi saat melihat mangsa empuk.


Mereka tidak sadar siapa yang akhirnya memangsa dan di mangsa.


__ADS_2