Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Bentrokan Kedua Ras Leluhur Terkuat dan Tertua


__ADS_3

“Sekarang.” Teriak Pixiu melalui telepati.


Blush..!!


Bertepatan dengan berkumpulnya para pasukan kedua Ras, kini tiga bola bewarna hitam yang telah di baluti oleh Mana melesat ke arah mereka yang berada di tengah-tengah.


Wuss wuss..!!


“Apa itu?” Gumam salah satu Leluhur Manusia dengan pandangan bingung.


Sementara salah satu Leluhur Elf yang melihat itu langsung teringat akan ucapan Panah Suci.


“Jangan serang ketiga benda asing itu, biarkan ia jatuh. Jika kalian menyerangnya maka benda itu akan meledak.” Teriak Leluhur Elf langsung memperingati para prajurit Ras Elf.


Tentunya para prajurit Manusia juga ikut mendengar teriakan tersebut sehingga kedua pasukan mundur untuk menghindari ketiga bola meriam.


Wung...!!


Duar duar duar..!!


Ledakan cukup besar yang langsung menghanguskan serta melempar kedua pasukan.


Para Jendral maupun Panglima dari Ras Manusia seketika memasang wajah jelek.


“Sialan, ini pasti rencana licik Ras Elf,” teriak Jendral Ras Manusia melihat ke arah Leluhur Ras Elf yang tadi berteriak memperingati.


“Dasar tua bangka licik, mengaku suci dan agung, tapi aku tak mengira kau selicik dan sekotor ini.” Teriak Jendral tersebut langsung melihat ke arah belakang, tepat tempat Leluhur Ras Manusia berdiri.


“Leluhur, jika kita berdiam diri, maka semakin lama kita akan semakin di rendahkan dan kita pasti akan kalah.” Ucap Jendral tersebut mencengkram erat tangannya.


“Hem..!! Suruh pasukan yang tersisa mundur lebih dulu, ada yang tidak beres di tempat ini,” ucap Leluhur Ras Manusia dengan nada datar.


Mendengar itu, Jendral tersebut semakin mencengkram erat tangannya seolah tidak terima akan perintah Leluhurnya. Tapi apa boleh buat, ia hanya bisa mengikuti perintah.


“Semuanya mundur, bawa yang terluka juga,” teriak Jendral tersebut dengan suara lantang.


Bukan hanya Ras Manusia saja yang mundur, Ras Elf juga ikut mundur.


Kini keheningan tercipta di hamparan tanah yang luas.


Kedua Ras hanya diam sambil membantu pasukan yang terluka.


...


Di tempat Pixiu, ia saat ini memasang wajah cemberut. “Dia menyadari kita, hati-hati. Tunggu aba-aba dari ku,” ucap Pixiu melalui telepati.


Bai Gi Pixiu dan Bai Ji Pixiu mengangguk patuh. Tatapan mereka pun tetap fokus mengarah ke kedua Ras.


***


Dret..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Hemm..!! Han'er dan Ye'er ternyata sudah berangkat.” Gumam Bai An langsung merobek ruang di depannya.


Wuss..!!

__ADS_1


Bai An kembali menghilang. Tak lama ia muncul di titik pertempuran pertama.


Pandangan mata Bai An mengarah ke Bai Han. “Hemm..!! Han'er berada di sini, berarti Ye'er berada di sebelah sana,” ucap Bai An memandang ke arah kejauhan.


Setelah itu pandangan Bai An mengarah ke Hendric yang sedang bersembunyi tidak jauh dari lokasi Bai Han.


“Orang ini cukup pintar juga ingin mengambil hatiku,” gumam Bai An tersenyum kecil.


...


Di tempat Bai Han.


Saat ini ia sedang melihat jalannya pertempuran yang cukup mengerikan.


Kali ini tidak ada pasukan atau prajurit rangking A. Yang ada hanya para komandan atau setara rangking S ke atas.


Bukan hanya itu saja, kedua Ras saat ini tidak ada yang diam dan memberi perintah. Melainkan mereka semua langsung turun tangan dalam bertarung.


Wuss..!!


Trank trank..!!


“Hahaha,, apa hanya ini kekuatan Ras Manusia,” ejek Leluhur Terkuat kini memukul mundur Leluhur Tertua atau yang terkuat di medan perang.


“Heng..!! Jangan sombong kau Kaisar Panah, akan aku tunjukkan apa itu kekuatan Pedang Api yang sebenarnya,” teriak Leluhur Tertua Ras Manusia.


Blush..!!


Pedang yang Leluhur Tertua Ras Manusia atau di juluki Pedang Api seketika di selimuti oleh api yang cukup besar.


Pedang Api kini bersiap-siap menyerang Leluhur Kaisar Panah dengan tatapan membunuh.


Ia langsung mengeluarkan Panah terkuatnya.


Blush..!!


“Hemm..!! Aku ingin melihat, panah cahaya suciku atau pedang api mu yang akan menang,” ucap Kaisar Panah tersenyum meremehkan. Dengan santai ia mengalirkan hampir seluruh Mana-nya ke dalam busur panah dan anak panahnya.


Tak mau kalah Pedang Api langsung mengayunkan pedangnya.


“Fire Sword Technique.”


“Eternal Flame Slash.” Teriak Pedang Api.


Blush..!!


Tak lama sebuah api dalam wujud pedang melesat ke arah Leluhur Kaisar Panah.


“Nature Arrow.”


“Holy Light Arrow Move.” Teriak Kaisar Panah terdengar bersamaan dengan Pedang Api yang tadi berteriak.


Blush..!!


Sebuah anak panah dalam bentuk cahaya melesat dengan kecepatan tak kasat mata.


Wuss..!!


Duar..!!

__ADS_1


Bom bom!!


Tubuh Leluhur Pedang Api langsung terlempar akibat dampak dari teknik yang ia lakukan tadi. Sama halnya dengan Leluhur Kaisar Panah.


Uhuk uhuk..!!


“Aku tak menduga jika kekuatanku saat ini setara dengan manusia menjijikkan ini,” gumam Leluhur Kaisar Panah mencoba untuk bangkit.


Wuss wuss..!!


“Leluhur, anda tidak apa-apa?” Tanya salah satu Jendral Elf yang terlihat khawatir.


Jendral yang mencoba membantu langsung membeku dengan tangan memegangi lehernya. Tak lama kepala Jendral tersebut menggelinding.


“Apa kau kira aku selemah itu yang ingin di bantu oleh sampah,” dengus Leluhur Kaisar Panah dengan nada sombong di sertai kilatan mata menjijikkan.


Pandangan Leluhur Kaisar Panah kini mengarah ke Leluhur Pedang Api. “Haha kau terlihat jauh lebih parah dariku, aku yakin dengan kematianmu, maka semua akan dalam kendaliku,” teriak Leluhur Kaisar Panah kini tertawa terbahak-bahak saat melihat Leluhur Pedang Api mencoba untuk bangkit namun tidak bisa.


Dengan angkuh Leluhur Kaisar Panah berjalan ke arah Leluhur Pedang Api.


Wuss..!!


Crash..!!


Crash..!!


Terlihat beberapa dari Jendral dan Komandan Ras Manusia mencoba untuk menahan pergerakan Leluhur Kaisar Panah, namun mereka semua langsung mati oleh anak panah Leluhur Kaisar Panah yang terbuat dari Mana-nya.


Tap tap..!!


Krak..!!


Argh..!!


Seketika Leluhur Pedang Api berteriak saat Leluhur Kaisar Panah kini menginjak tangan Pedang Api yang ingin meraih pedangnya.


“Haha ayo berteriaklah lebih keras agar semua Ras mu ketakutan,” ucap Kaisar Panah ini menikmati raut wajah ketakutan para jendral dan komandan musuhnya.


“Hehe,, kau tidak sadar jika ini adalah ahir dari Ras Elf,” kekeh Pedang Api, bukannya berteriak kesakitan, malah pedang api tertawa mengejek. Hal itu membuat Kaisar Panah memerah padam pada semua wajahnya.


“Sialan kau manusia menjijikkan.” Teriak Kaisar Panah langsung menarik busur panahnya tepat di depan kepala Pedang Api.


Wuss..!!


Bom..!!


Bukannya mati, malah Kaisar Panah yang terlihat terlempar.


...


Di kejauhan, Bai Han yang menembakkan snipernya tepat mengarah ke kepala Leluhur terkuat Ras Elf kini mengerutkan keningnya.


“Aku tak menduga ia sangat kuat, bahkan dengan senjata ini tidak mampu melukainya,” gumam Bai Han kini melihat Leluhur Ras Elf bangkit dengan penuh amarah.


Duar duar..!!


“Sialan, siapa yang berani menyerangku diam-diam, cepat keluar. Jika tidak akan ku cincang kau hidup-hidup,” teriak Kaisar Panah kini menatap ke arah dari mana serangan berasal.


“Apa kau tidak ingin keluar manusia menjijikkan, atau aku yang akan memaksamu keluar,” ucap Kaisar Panah dengan nada dingin.

__ADS_1


“Aah.. Aku ketahuan ternyata, tak ku sangka matamu yang sudah tua masih terang juga dalam melihat,” ejek Bai Han kini tersenyum kecil sambil melayang ke udara.


__ADS_2