Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Merasakan Badai Akan Datang dan Penginapan Air Keruh


__ADS_3

Tap tap..!!


“Perasaanku saja atau memang benar akan terjadi sesuatu yang cukup besar nantinya di Benua Langit ini,” gumam Bai Han kini menghentikan langkah kakinya.


“Huuf,, semoga saja hanya para bonekanya yang muncul, jika organisasi yang asli muncul seperti Jin Yuanhu, aku yakin Alam Celestial ini akan kacau dalam waktu yang lama,” gumam Bai Han kini kembali melanjutkan perjalanannya menuju Kota Awan Langit.


Wuss..!!


...


Dret..!!


Sama halnya dengan para saudara Bai Han yang lain, mereka pun kini menghentikan aktipitas mereka sesaat.


Di Pasar Gelap Kota Hiren, saat ini Bai Hu dan Chen Long melihat ke arah atas, walau tempat mereka saat ini dapat di kategorikan sebagai Ruang Dimensi, karena luarnya terlihat gubuk kecil, namun dalamnya sangatlah luas dan tinggi. Bai Hu dan Chen Long tetap bisa melihat keluar jika memfokuskan mata mereka.


“Badai akan datang,” ucap Chen Long yang melihat awan sedikit mengalami perubahan.


“Aku pernah merasakan hal ini, saat kami akan menginvasi organisasi kami untuk menyerang tempat saudara Han, atau Dimensi Alam Kegelapan, fenomena ini terasa sama,” sambung Bai Hu kini melirik ke arah Chen Long.


“Hemm..!! Itu artinya hanya Boneka Organisasi saja yang akan bergerak, karena jika mereka yang asli datang, fenomenanya akan lebih mengerikan lagi, itu hanya firasatku,” ucap Chen Long kini kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju lantai 6.


Bai Hu pun langsung bergegas mengikuti.


...


Pasar gelap Kota Xiren.


Bai Ha yang akan melangkah masuk menuju Penginapan Mimpi atau dapat di artikan mimpi selamanya tanpa bangun.


Kini terlihat Bai Ha mendongakkan kepalanya ke atas. Berbeda dengan Bai Han, Chen Long dan Bai Hu. Saat ini Bai Ha hanya diam saja sambil mengepalkan erat tangannya, hingga tanpa sadar auranya membunuhnya samar-samar keluar.


Huuf..!!


Setelah menarik kembali aura membunuhnya dan mencoba untuk tenang. Bai Ha pun kembali melangkahkan kakinya menuju Penginapan Mimpi.


Tap tap..!!


...


Pasar Gelap Kota Ziren.


Bo Wuhan kini terlihat memejamkan matanya untuk sesaat.


Bayangan Bo Wuhan kini mengingat Tuan Besar nya dan yang lainnya.


“Tunggu sebentar lagi Tuan, aku akan membalaskan dendam kalian dan melindungi Tuan muda dengan segenap jiwaku,” gumam Bo Wuhan kini mengepalkan erat tangannya.


Terlihat jelas pancaran mata Bo Wuhan yang sangat membenci organisasi Menara dan tidak akan pernah memaafkan mereka, karena merekalah yang telah membunuh Tuan sekaligus orang yang menggapnya seorang keluarga pertama kali dalam seumur hidupnya.


Orang lain hanya menganggapnya sebagai sebuah bidak saja dan terus menerus memanfaatkan dirinya. Tapi berbeda dengan Tuan Besarnya, walau terkesan dingin dan terlihat jahat, Bo Wuhan menyadari jika Tuannya sangatlah tulus menganggapnya sebagai seorang keluarga dan ia dengan segenap jiwanya melindunginya anggota keluarganya dengan sengaja mengorbankan diri.


Tap tap..!!


Setelah menguatkan tekadnya untuk balas dendam, Bo Wuhan kini kembali melangkah pergi.


...

__ADS_1


Pasar Gelap Kota Lee.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng kini melirik ke arah langit.


“Apa yang kau lihat Monyet nakal?” Tanya Lan Yuheng ikut mendongakkan kepalanya saat melihat Bai Da Xing berhenti lalu mendongakkan kepalanya.


“Badai akan datang,” ucap Bai Da Xing terdengar serius.


“Eeeh Badai? Apakah akan datang angin besar yang membuat debu menggumpal saat angin besar itu lewat?” Tanya Lan Yuheng kini menggaruk kepalanya.


“Dasar dungu, otak buntu,” dengus Bai Da Xing saat mendengar pertanyaannya kakaknya sama sekali tidak nyambung.


“Siapa yang Dungu dan Otak buntu hah,” dengus Lan Yuheng kini memancarkan wajah yang sangat ganas.


“Tentu saja kau, memang siapa lagi,” ejek Bai Da Xing.


Dret..!!!


Setelah mengejek Lan Yuheng, dengan cepat Bai Da Xing melesat pergi menuju penginapan Tanpa Nama.


“Dasar Monyet sialan, jangan kabur kau,” teriak Lan Yuheng dengan cepat mengejar adiknya.


Wuss..!!


***


Tap tap..!!


“Jadi di sini,” gumam Bai Han kini melihat sebuah penginapan sederhana bertulis Penginapan Air Keruh.


Hem..!!


Seketika penghuni lantai pertama melirik ke arah Bai Han.


“Tundukkan dia, jika tidak mau maka bunuh saja,” teriak salah satu yang Bai Han yakini pemimpin Lantai pertama.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Crash crash crash..!!


Saat orang-orang mencoba mendekati Bai Han, seketika tubuh mereka terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


Langkah sekumpulan penghuni lantai pertama seketika terhenti saat melihat itu.


Bahkan pria tua bersama cucunya yang di serang oleh penghuni lantai pertama juga melototkan matanya saat ini.


“Nak, jika kau ingin selamat dan keluar dari sini, cepat ikuti dia,” teriak kakek tersebut terdengar suaranya sangat berat.


“Tapi kek-”


“Jangan pedulikan kakek, dan maafkan kakek karena telah membawamu salah masuk penginapan,” ucap sang kakek langsung memotong ucapan cucunya yang berusia 9 tahun.


Mendengar itu, Bai Han pun langsung menghela nafas. “Hais,, aku kira mereka sengaja masuk, tapi nyatanya pikiranku salah,” gumam Bai Han kini melambaikan tangannya.

__ADS_1


Blush..!!


Tak lama muncul satu klon Bai Han yang mirip dengannya namun mengenakan jubah yang berbeda dengan Bai Han.


“Bawa kakek dan cucunya keluar dari pasar gelap ini,” perintah Bai Han.


Klon Bai Han pun langsung berubah menjadi bayangan hitam.


Wuss..!!


Klon Bai Han pun dengan cepat menyelimuti tubuh kakek dan cucunya ikut berubah menjadi bayangan hitam lalu lenyap.


Melihat apa yang ada di depan mata mereka, pemimpin lantai pertama seketika meraung.


“Kau membuat kesalahan besar bocah si-”


Sret..!!


“Hemm..!! Kaulah yang membuat kesalah besar di sini, karena telah membuatku marah,” ucap Bai Han kini muncul sambil mencekik leher pemimpin lantai pertama.


Argh...!!


Tanpa memberikan kesempatan untuk bernafas, Bai Han pun langsung menyerap energi pemimpin lantai pertama hingga mengering dan hanya menyisakan kulit luar serta tulang saja.


“Di..Dia dia iblis, cepat serang dia, jangan biarkan dia membunuh kita seperti yang dia lakukan kepada Pemimpin,” teriak salah satu pria muda.


Dengan segera mereka semua mengepung Bai Han.


Tepat saat semua orang mengepung Bai Han, orang yang tadi berteriak dengan cepat naik ke lantai 2 untuk memberitahu kejadian yang ada di lantai pertama.


Bom..!!


Tapi sebelum ia naik ke anak tangga pertama, tubuh semua penghuni lantai pertama pun meledak tanpa sisa, kecuali pemuda yang berteriak memberikan intruksi untuk menyerang Bai Han.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Kau cukup licik juga,” ucap Bai Han kini muncul di samping pemuda tersebut.


“A..Apa mau mu?” Tanya pemuda tersebut bergetar ketakutan.


Jlep..!!


“Nyawa mu,” ucap Bai Han sambil memasang wajah datar.


Entah mengapa saat ia melihat pemuda di depannya ini, ia jadi teringat Jin Yuanhu, jadi Bai Han pun tanpa memberikan kesempatan untuknya hidup.


Setelah membunuh semua penghuni lantai pertama, pandangan Bai Han pun mengarah ke seluruh ruangan lantai pertama untuk mencari apakah ada sesuatu yang cukup berharga untuk ia ambil.


“Hem..!! Hanya ada cincin penyimpanannya saja,” gumam Bai Han kini mengambil cincin penyimpanan milik pemuda yang ia bunuh di anak tangga pertama.


Dari sekian banyak penghuni lantai pertama, hanya pemuda ini saja yang mengenakan cincin penyimpanan. Tentu saja Bai Han sedikit curiga saat ini.


“Hemm..!! Sebuah peta tentang penginapan ini,” gumam Bai Han.


Melihat jumlah lantai Penginapan ini mencapai 100, Bai Han pun sedikit terkejut, karena informasi yang ia ketahui dari Mu Go, semua penginapan yang ia datangi maupun saudaranya berjumlah 50.


“Hemm..!! Siapa pemuda ini?” Gumam Bai Han kini melirik pemuda di depannya.

__ADS_1


__ADS_2