Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 (Flashback) Sebelum Ledakan Formasi Cahaya Aktif


__ADS_3

“Dasar licik, aku akan menghancurkanmu,” teriak Jenius Monster Manusia Iblis dan Chen Long serempak.


Duar Duar..!!


Aura dari Chen Long dan Manusia Iblis atau Mo Han Chi langsung meledak, dengan di penuhi amarah mereka langsung mengejar Bai An di ikuti oleh Bo Wuhan dan Jenius Monster Ras Phoenix bertanduk Kirin.


Wuss wuss..!!


***


Sementara di tempat ledakan, terlihat dari ribuan gabungan Faksi yang di isi para Jenius Sejati, Jenius Sekte, Jenius Klan dan murid biasa kini hanya menyisakan ratusan yang berhasil bertahan hidup menggunakan artefak yang menjadi kartu terahir mereka.


“Sialan, bisa-bisanya kita tidak mengetahui jika ada jebakan formasi di sini, terlebih apa-apaan formasi ini? Aku baru melihatnya.” Teriak salah satu Jenius Sejati sekte terkuat No 1 yang terlihat sedikit berantakan, namun ia sama sekali tidak terluka akibat artefak pemberian gurunya.


“Haha,, rupanya masih ada yang bertahan hidup,” teriak Gou Long, Jiu Long, Bai Han dan beberapa anggota keluarga Bai An.


Melihat banyak musuh mereka bertahan hidup dan terluka, semua anggota keluarga Bai An menyeringai jahat. Terutama yang bukan Ras manusia.


Wuss wuss wuss..!!


“Kini jumlah kita sepadan, walau kami menang dari segi energi yang masih mempunyai lebih dari 60% energi,” ucap Duan Du muncul dengan senyum hangat.


“Haha,, mana tadi orang yang ingin memakan kami hidup-hidup, suruh dia menghadap Yang Mulia ini, berani sekali kalian menghertak ingin memakan anggota keluargaku di saat aku pingsan.” Teriak Tu Long di sertai tawa menyeramkan.


Mendengar itu, semua Murid Jenius Sejati maupun Jenius Sekte yang berhasil bertahan hidup memasang wajah jelek, energi yang tersimpan di dantian mereka kurang dari 50% dan hanya satu orang saja yang masih memiliki kekuatan penuhnya.


Pandangan mereka juga mengarah ke Duan Du dengan tatapan benci, dendam, dan sedikit ketakutan.


Karena akibat termakan provokasi Duan Du, semua sahabat, teman dan sekutu mereka harus menelan kematian.


***


Flashback...!!


Saat semua gabungan Faksi menyerang ke area yang berbeda.


Duan Du langsung muncul dengan senyum mengejek.


“Haha,, apa kalian tidak malu, dengan begitu banyaknya kalian semua di sertai memiliki kekuatan di atas rata-rata kalian ingin mengeroyok kami yang lemah ini. Sungguh rendahan juga penghuni Dimensi Alam Dewa.” Ucap Duan Du mendengus.


Blush...!!


Blush..!!

__ADS_1


Aura dari semua musuh yang menginvasi langsung meledak.


“Sialan, apa mau mu manusia rendahan?” Teriak salah satu Jenius Sejati dari Ras Manusia Iblis.


“Haha jika kalian semua memang benar-benar seorang kultivator, maka lawan aku satu persatu, cukup hanya pemimpin dari setiap kapal surgawi saja, aku yakin setiap kapal itu pasti ada pemimpinnya. Apa kalian semua berani,” kekeh Duan Du sambil menaikkan alisnya.


Blush..!!


“Ingat nama ku adalah San Lian, Jenius Sejati peringkat ke 81, karena aku akan membuatmu selalu ketakutan nanti di neraka saat mengingat namaku,” ucao San Lian langsung muncul sambil mengayunkan pedang yang cukup besar.


Wuss..!!


Duan Du langsung memiringkan tubuhnya. “Dewa Surgawi ⭐ 2 Menengah, lumayan,” ucap Duan Du memuji.


Namun hal tersebut San Lian kira adalah ejekan.


“Mati kau manusia rendahan,” teriak San Lian.


Wuss..!!


Tekanan dari pedang San Lian seketika bertambah berat.


Namun Duan Du yang terlihat seperti Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah tidak sesederhana yang terlihat dari luar.


Crash..!!


“Haha mati juga kau,” ucap San Lian tertawa bahagia saat melihat tubuh Duan Du terbelah.


“Apa kau yakin aku mati,” bisik Duan Du yang kini muncul tepat di samping kiri San Luan.


“A..Apa-”


Jlep..!!


Belum selesai San Lian menyelesaikan ucapannya, tenggorokannya langsung tertusuk oleh belati energi.


“Hehe siapa lagi,” ucap Duan Du melirik puluhan pemimpin Faksi yang kini menatapnya dengan tatapan membeku karena tidak menyangka jika San Lian akan mati secepat ini oleh seorang yang hanya memiliki tingkat kultivasi Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah.


“Hoho,, kau lumayan juga untuk seukuran sampah, sangat licik dan tak tahu malu,” ejek Kai Meng.


“Eeh,, bisa kau ulangi apa yang kau katakan tadi, aku tidak dengar,” ucap Duan Du tersenyum ramah.


Wajah Kai Weng seketika memerah. Ia berharap jika musuhnya akan termakan ucapannya, namun kini malah sebaliknya.

__ADS_1


Jika hanya ucapan saja, mungkin Kai Weng tidak akan semarah ini saat Duan Du menyerang balik dengan ucapan. Tapi ia melihat Duan Du mengkorek-korek lubang hidungnya sambil duduk santai seolah ia adalah bos dan dirinya adalah pelayan.


“Aku akan mencincang dan memakan tubuhmu hidup-hidup sampah, termasuk semua orang yang kau kenal.” Teriak Kai Weng melesat ke arah Duan Du.


Wuss..!!


Namun baru beberapa meter ia bergerak, tubuhnya langsung tidak bisa bergerak, pandangan mata Kai Weng juga mulai memudar.


“Hoho, kau terlalu sombong dengan tidak melihat sekelilingmu,” ejek Bai Han dari kejauhan.


Terlihat ribuang benang energi mengingkat tubuh Kai Weng dan salah satu Roh Bayangan Duan Du langsung menusuk dada Kai Weng hingga mati.


...


“Sialan, dasar licik, berani sekali kau berbuat selicik ini,” teriak semua Pemimpin Faksi.


“Haha ini namanya bukan licik, tapi pintar, jika kau bodoh dalam bertarung, lebih baik kau tidak usah menjadi kultivator, dan akan lebih baik kalian semua pulang lalu mengambil cangkul dan bertani.” Kekeh Bai Han langsung menimpali.


“Kalian semua pasti sadar bukan, yang kuat menindas yang lemah itu adalah hal yang wajar, tapi jika lemah, bukan berarti ia tidak akan bisa menang melawan yang kuat, begitulah cara kami bekerja, jika kami tidak bisa melawan yang kuat seorang diri, tentu saja kami akan main keroyokan, sama halnya dengan kalian yang ingin mengeroyok kami.” Tu Long langsung muncul dengan mode Berserk tanda ia siap bertarung penuh.


Bukan hanya Tu Long, semua keluarga Bai An ikut bergabung menjadi satu.


“Haha dengan jumlah kalian yang ratusan, kalian bisa apa.” Ejek Murid sekter terkuat no 1 atay Juniornya Chen Long. Tak lama ia memandang semua anggotanya.


“Jangan dengarkan provokasi mereka, langsung serang dan bunuh mereka semua di tempat.” Teriak Juniornya Chen Long.


Bukan hanya ia saja yang berteriak, para pemimpin Faksi ikut berteriak. Mereka semua pun langsung melesat ke arah Duan Du, Tu Long, Bai Han dan semua keluarga Bai An.


“Lari,” teriak Duan Du langsung memasang wajah jelek serta menunjukkan tanda-tanda ketakutan.


Hal tersebut membuat semua musuh tertawa saat melihar raut wajah Duan Du dan yang lainnya.


Merasa di atas angin, mereka semua terlihat membiarkan semua anggota kelyarga Bai An melarikan diri seperti seekor tikus.


Wuss wuss..!!


Dengan langkah ketakutan semua keluarga Bai An berpencar ke segala arah. Dan para musuh semakin tertawa terbahak-bahak saat ikut mengejar ke berbagai arah.


Tap tap..!!


Setelah melihat semua target mereka berhenti, mereka semua langsung mengeluarkan senjata termasuk Junior Chen Long yang kini menatap Duan Du serta Tu Long dengan senyum mengejek.


Tapi tak lama wajahnya langsung jelek saat mendengar ucapan Duan Du.

__ADS_1


“Hehe kena kau, apa kau tidak sadar dengan area di sekitarmu.” Kekeh Duan Du.


__ADS_2