
Dengan cepat Bai Chu Ye paham maksud ayahnya mengeluarkan dirinya.
Wuss..!!
Bai Chu Ye muncul di depan keluarganya guna untuk melindungi mereka dari Dong Jin.
Dong Jin langsung menghentikan langkahnya. Ia kini menyeringai saat niatnya di ketahui oleh Bai An.
Awalnya Dong Jin ingin menggunakan semua keluarga Bai An sebagai umpan agar memudahkan dirinya untuk membunuh Bai An. Tapi saat ini ia sudah tidak ingin melakukan hal itu.
“Hohoho,, aku tak menduga jika putramu yang dulunya tak berguna ikut bereinkarnasi bersamamu,” ejek Dong Jin melirik Bai Chu Ye.
Mendengar itu, Bai Chu Ye hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi. Hal itu membuat wajah Dong Jin langsung gelap karena merasa di remehkan.
“Heng,, aku akan mencincang kalian berdua.” Ucap Dong Jin.
Wuss..!!
Sebelum Dong Jin bergerak, sebuah kapak muncul di depan Dong Jin.
Bom.!!
Dong Jin yang terhantam langsung berubah menjadi kabut darah. Tapi tak lama ia kembali menyatu.
Darah-darah yang berceceran terlihat bergerak dengan kecepatan penuh ke sebuah darah bewarna merah terang.
Wuss..!!
“Woah lumayan juga, baru kali ini aku merasakan kematian,” ucap Dong Jin menyeringai kejam ke arah Bai An dan kapak yang melayang di depannya.
Bukan mati seutuhnya, Bai An dapat mengetahui jika Dong Jin menyembunyikan jantungnya sedemikian rupa, sehingga ia hancur seolah-olah layaknya orang mati.
Tapi yang membuat Bai An heran adalah, dantian dan semua saluran maridian Dong Jin ikut hancur, itulah hal yang terpenting di jalan kultivator.
“Hmm..!! Bagaimana bisa dantian serta semua jalur maridiannya bisa menyatu lagi?” Gumam Bai An berpikir sesaat.
“Apakah ia memusatkan semuanya ke jantungnya? Karena aku menebak kelemahan Ras ini berada di jantung. Bukan inti dantian atau pusat energinya.” Mata Bai An seketika berkilau.
Secara serempak ia bergerak sambil mengeluarkan pedang Asura, hal yang sama dengan Senjata Roh Asura.
Wuss..!!
Melihat keduanya bergerak serempak, Dong Jin mengerutkan keningnya. “Bukankah jika ia ingin menggerakkan Bayangannya, maka ia harus memusatkan pergerakan senjatanya sehingga harus diam? Bagaimana bisa ia bisa bergerak secara bersamaan?” Gumam Dong Jin.
Walau begitu, Dong Jin tidak terlalu mau banyak berpikir. Dengan cepat ia bergerak sambil mengayunkan kapak bermata dua. Senjata andalannya.
Wuss..!!
Bom..!!
__ADS_1
Kapak dan kapak langsung bentrok hingga membuat ledakan serta percikan listrik dan api secara bersamaan.
Dong Jin mengerutkan keningnya saat tangannya merasakan keram. “Ba..Bagaimana bisa-”
Sebelum Dong Jin mampu menyelesaikan ucapannya, Bai An muncul dari samping.
Crash..!!
Tengan Dong Jin langsung putus, Dong Jin mundur dua langkah.
Srekk..!!
Tak lama lengan kanannya yang putus tersambung dalam beberapa detik.
“Hmm..!! Benar dugaanku jika seluruh tubuhnya ibarat cangkang kosong, ia tidak akan merasakan sakit dan pusat kekuatannya ada di jantung serta darah.” Gumam Bai An melirik ke arah senjata Rohnya.
Senjata Roh Bai An tentu langsung menyerap darah milik Dong Jin dalam seperkian detik tanpa Dong Jin mampu sadari tadi.
Dong Jin yang kini baru menumbuhkan tangannya merasa ada yang kurang. Tapi ia tidak tahu apa itu.
“Sialan kau,” teriak Dong Jin ke arah Bai An, ia merasa di permalukan oleh orang yang kekuatannya jauh lebih rendah darinya.
Dong Jin kini memiliki tingkat kultivasi Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 2 Puncak.
Sangat jauh dari tingkat kultivasi Bai An yang berada di Dewa Penguasa Half Immortal Suci ⭐ 3 Awal.
Bai An pun sadar perbedaan tingkat kekuatan jika sudah mencapai Dewa Penguasa Immortal Suci, karena dulu ia pernah berada di puncak kekuatan itu.
Sreet..!!
Wuss..!!
Bom..!!
Bai An menghindar saat Dong Jin mencoba menargetkannya.
Melihat Bai An sudah mengusai Hukum Ruang dan dengan mudah merobek ruang. Dong Jin kini mendengus ringan.
Dengan cepat Dong Jin mengayunkan kapaknya.
Wuss.!!
Sebuah bilah energi berbentuk darah melesat ke arah Bai An dalam jumlah puluhan.
Bai An menyeringai saat melihat hal itu. Senjata Roh Bai An pun dengan bersemangat melesat lalu membentuk sebuah perisai.
Bom..!!
Ledakan cukup besar sedikit mengguncang tempat tersebut.
__ADS_1
Dong Jin tidak sadar jika serangannya di serap oleh Roh Senjata Bai An.
Tapi Ling Qin yang dapat menyadarinya. Ling Qin yang ingin memberitahu Dong Jin untuk hati-hati tidak jadi saat banyak bola cahaya melesat ke arahnya.
Tatapan mata Ling Qin kini mengarah ke Mei Yin yang tidak setengah-setengah dalam menyerangnya.
Wusss..!!
Ling Qin tahu jika ia tidak menghindar maka ia bisa terluka parah.
Saat Ling Qin ingin merobek ruang untuk menghindar, sebuah ilusi langsung menganggu pikirannya.
“Sial, aku lupa jika Ling Sui ada di sini.” Gumam Ling Qin langsung berubah menjadi kabut darah.
Bom bom bom..!!
Kabut darah seketika meledak oleh serangan bola cahaya Mei Yin.
Mei Yin tahu jika ia tidak meledakkan serangannya maka kabut darah tersebut mampu keluar dari area serangannya.
Sreekk..!!
Mata Mei Yin serta Ling Sui sedikit mengeryit saat merasakan bau darah Ling Qin.
“Sial dia berhasil selamat,” ucap Mei Yin kesal lalu mencari kemana Ling Qin pergi.
“Dia sudah pergi, dia kesini hanya untuk melihat sejauh mana tingkat kekuatanku berkembang, ini pasti perintah dari Wing Zhen,” ucap Bai An muncul di samping Mei Yin dan Ling Sui.
Bai An tahu jika ia tidak akan bisa mengejar Dong Jin yang mundur tadi, jika ia memaksa dengan kekuatannya saat ini maka ia bisa mati. Terlebih Dong Jin belum menggunakan kekuatan penuhnya dalam melawannya.
Bai An pun belum menggunakan kekuatan penuhnya yang sebenarnya. Ia sadar jika Dong Jin hanyalah umpan sehingga hanya menggunakan Senjata Roh tanpa ia genggam.
Kekuatan asli Bai An adalah saat ia bergabung dengan Bayangan Asura atau Senjata Roh Asura. Jika Bai An bergabung maka kekuatannya akan meningkat jauh.
“Lalu apa langkah yang akan kita lakukan ayah?” Tanya Mei Yin penasaran.
“Sekarang aku tahu mengapa Wing Zhen dari dulu tidak membunuhmu setelah aku di Reinkarnasi berkali-kali.” Ucap Bai An tersenyum kecil.
“Memang apa tujuannya?” Tanya Mei Yin kini bersemangat dengan mata kelincinya.
Bai An hanya tersenyum misterius yang membuat Mei Yin cemberut.
Jika semua bawahan Mei Yin melihat Mei Yin cemberut. Maka mereka akan melototkan matanya tidak percaya.
Tap tap..!!
Terdengar suara langkah kaki menghampiri Bai An dan dua wanita yang bersama Bai An.
“Ayah dari pandangan Ye'er tadi jika mereka menginginkan bayangan Asura milik ayah, aku melihat mata Ling Qin sangat serakah saat melihat Bayangan Asura milik ayah.” Ucap Bai Chu Ye datar.
__ADS_1
“Hmm..!! Tebakanmu benar, Wing Zhen lah yang menginginkan ini dari dulu, mungkin tujuannya berguru ke guru ayah adalah ini. Tapi karena ayah yang di berikan kepercayaan membuat Wing Zhen mencoba segala cara untuk merebutnya di masa lalu.”
Bai An langsung membuat spekulasi dan mungkin gurunya juga tahu jika Wing Zhen adalah Ras Demi Humans.