
“Tunggu aku, para samsak tinjuku,” gumam Bo Wuhan dalam hati.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Lorong gua.
Bai Han, Bai Da Xing dan Lan Yuheng saat ini terlihat masih melesat.
“Kenapa gua ini seperti tidak ada ujungnya ya,” ucap Lan Yuheng memasang wajah bodohnya sambil melirik ke arah Bai Han.
“Jalan saja dasar idiot, dari tadi kau selalu saja banyak tanya,” dengus Bai Da Xing lantaran selalu mendengar ocehan dan keluhan Lan Yuheng.
“Hem..!! Sejauh apapun, gua ini pasti memiliki ujung, terlebih apakah kau tidak dengar ucapan paman, dia menyuruh kita menuju gua utama, artinya gua ini ada ujungnya.” Balas Bai Han dengan nada tenang.
Lan Yuheng yang awalnya ingin menimpali Bai Da Xing langsung mengangguk saat Bai Han menyetujui ucapan Bai Da Xing.
Wuss..!!
Waktu terus berlalu, Bai Han, Bai Da Xing dan Lan Yuheng terus melesat tanpa istirahat.
Tap tap..!!
Bai Han pun langsung berhenti bersama Bai Da Xing dan Lan Yuheng saat melihat sebuah cahaya terang bewarna putih di depan mereka.
“Apakah kita sudah sampai?” Tanya Lan Yuheng terdengar bersemangat, ia cukup bosan hanya terus melesat tanpa melakukan apapun selama hampir 6 bulan ini.
“Hemm..!! Rupanya kita telah sampai, tapi apa yang ada di balik cahaya itu?” Bai Da Xing mengangguk sambil berpikir apa yang ada di balik cahaya tersebut.
Berbeda dengan Bai Han, tubuhnya saat ini merasakan kehangatan saat melihat Cahaya tersebut.
“Ayo masuk,” ajak Bai Han dengan cepat melesat.
Wuss..!!
Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun saling melirik satu sama lain. “Hehe,, kakak bodoh, ayo kita taruhan siapa yang paling cepat melewati cahaya tersebut,” kekeh Bai Da Xing.
“Heh,, siapa takut,” dengus Lan Yuheng, tepat setelah Lan Yuheng selesai menjawab, Bai Da Xing pun langsung melesat di sertai senyum lebar.
“Dasar Monyet licik, itu tidak akan di hitung jika kau menang, aku tidak terima,” teriak Lan Yuheng langsung melesat mengikuti Bai Da Xing.
Wuss wuss..!!
Dret..!!
Tap tap..!!
Setelah melewati Cahaya, Bai Han kini melihat area sekitarnya yang penuh di selimuti berbagai energi.
“I..Ini,” gumam Bai Han sedikit terkejut saat melihat sosok manusia melayang tepat di depannya.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Eeh,,” Lan Yuheng langsung melototkan matanya, ekspresinya terlihat sama dengan Bai Han saat melihat sosok manusia melayang di atasnya dengan duduk bersila sedang memejamkan matanya.
Sementara Bai Da Xing yang melihat itu hanya diam, karena ia tidak mengenal siapa dia, tapi ia hanya sedikit menyipitkan matanya saat merasakan auranya mirip dengan aura Bai Han.
...
Bai Han termenung cukup lama saat ini. “Pa..Paman, bukankah kata ayah dia telah mati,” gumam Bai Han kini di penuhi oleh berbagai pertanyaan setelah melihat Bai En, kakak Bai En, dan banyak yang mengira jika mereka kembar karena memiliki wajah yang mirip.
Tap tap..!!
Saat Bai Han mencoba mendekat, ia sedikit terkejut melihat pamannya memang benar telah mati, tapi anehnya energi kehidupan pamannya masih terasa pekat.
Awalnya Bai Han mengira pamannya belum mati, tapi pikirannya langsung di tepis.
“Apakah dia membawa mayat paman ke tempat ini? Jika ia, apa tujuannya?” Gumam Bai Han dalam hati.
Wuss..!!
Trank..!!
Saat Bai Han akan menyentuh tubuh pamannya dan berniat menurunkannya, sebuah serangan langsung muncul dari arah kanan Bai Han, beruntung Bai Han selalu tetap waspada sehingga mampu menahannya.
“I..Ini,” Bai Han, Lan Yuheng dan Bai Da Xing kini tak bisa untuk tidak membelalakkan mata mereka saat melihat sosok kera dewasa dengan dua Dagger di tangannya.
Aura dari kera tersebut sangatlah kuat, Bai Han menduga jika Kera ini setidaknya setara dengan Chen Long, atau sedikit lebih lemah dari Chen Long.
“Apakah dia ayah atau kakakmu Monyet nakal? Kenapa auramu terasa sama, walau ia jauh lebih kuat,” tanya Lan Yuheng kini terlihat bersiap bertarung jika Bai Han memberikan intruksi.
Bai Da Xing yang di tanya langsung menggelengkan kepalanya. “Aku tidak terhubung dengannya, walau aku memiliki garis darah yang sama. Tapi aku merasa ia adalah musuh, instingku dan Spirit di dalam tubuhku memaksa harus melawannya,” jawab Bai Da Xing terdengar serius.
Dret..!!
“Kakak, biarkan aku mencoba menyerangnya,” ucap Bai Da Xing.
Bai Han yang ingin melesat ke arah Kera tersebut langsung mengurungkan niatnya.
Gerr..!!
Sosok Binatang Iblis Kuno arau Kera Iblis Kuno langsung menggeram saat melihat Bai Da Xing.
“Ia tidak memiliki kecerdasan,” gumam Bai Han saat mendengar geraman Kera Iblis Kuno sambil menatap Bai Da Xing layaknya musuh.
Wuss..!!
Bai Da Xing dan Kera Iblis Kuno langsung melesat secara bersamaan.
Bai Da Xing langsung mengayunkan cakar kanannya yang telah di baluti energi, terlihat juga lengan Bai Da Xing berubah menjadi hitam yang terlihat seolah mengenakan armor.
Crash..!!
Trank..!!
Cakar Bai Da Xing yang bentrok dengan Dagger Kera Iblis Kuno kini membuat lengan Bai Da Xing langsung mati rasa, darah juga terlihat menetes di cakar Bai Da Xing.
Kera Iblis Kuno yang melihat darah seketika menyeringai, dengan cepat ia mengayunkan Daggernya yang satu lagi.
__ADS_1
Bai Da Xing yang merasakan itu sedikit terkejut lantaran kecepatan Kera Iblis Kuno mengayunkan daggernya tidak bisa ia lihat dengan mata, dan hanya bisa ia rasakan.
Wuss..!!
Jder..!!
Duar..!!
“Haha Monyet nakal, rupanya kau butuh bantuan,” ejek Lan Yuheng yang muncul dengan tinju petirnya memukul pinggang Kera Iblis Kuno agar tidak bisa melukai adiknya.
“Heng,, siapa yang butuh bantuanmu,” dengus Bai Da Xing cemberut.
Tapi tak lama mata Bai Da Xing dan Lan Yuheng langsung melotot saat melihat Kera Iblis Kuno tidak bergeming saat menerima serangan Lan Yuheng.
Kini tatapan mata Kera Iblis Kuno berubah menjadi ganas dan di arahkan ke Lan Yuheng.
Glek..!!
“Aku merasakan hawa yang tidak sedap,” gumam Lan Yuheng langsung menelan ludahnya.
Gerr..!!
Goar..!!
Bom bom..!!
Tubuh Lan Yuheng dan Bai Da Xing langsung terhempas saat Kera Iblis Kuno meledakkan auranya.
Uuk Aak..!!
Kera Iblis Kuno langsung berteriak bahasa aneh, dan setelah itu ia langsung melesat ke arah Lan Yuheng yang kini akan bangkit karena ia terhempas sangat kuat tadi.
Wuss..!!
Bam..!!
Tubuh Kera Iblis Kuno langsung goyah di udara setelah Bai Han menyerangnya dari samping.
Tidak berhenti sampai di sana saja, terlihat 2 manusia energi juga kini muncul di samping kiri dan kanan Kera Iblis Kuno.
Slash..!!
Secara bersamaan kedua manusia energi langsung mengyunkan pedang mereka.
Kera Iblis Kuno yang melihat itu langsung mengayunkan kedua Daggernya untuk menahan serangan kedua manusia energi tersebut.
Tapi ia salah besar jika menahannya, seharusnya ia menghindari kedua serangan tersebut lalu menjauh.
Trank..!!
Bom bom..!!
Kedua manusia energi langsung meledak bersamaan dengan bentrokan yang terdengar.
“Sekarang saudara Yuheng, Da'er,” teriak Bai Han.
__ADS_1
Mereka bertiga pun langsung melesat dari arah yang berbeda sambil mengayunkan serangan teknik yang berbeda-beda.
Dret..!!