
Duan Du muncul sambil menaikkan sebelah alisnya di sertai senyum bahagia.
Mata Te Mo seketika melotot ke arah Duam Du, ia saat ini sangat membenci Duan Du, karena ia yang paling lemah dari mereka bertiga, tapi ia yang paling licin menurutnya.
Duan Du yang tiba-tiba muncul seketika menghilang, tak lupa ia melambaikan tangannya seolah mengucapkan perpisahan kepada kerabat.
Saat tersadar jika saat ini ada serangan dari Pixiu dan Bai An, ia seketika berteriak di penuhi amarah.
“Bocah kurang ajar, aku akan membunuhmu.”
Goar..!!
Bom bom bom..!!
Cakar energi dan anak panah langsung bersarang di tubuh Te Mo lalu meledak.
Tapi tetap saja Te Mo tidak mati, saat ini ia terlihat terengah-rengah dengan tubuh di penuhi luka, beberapa tangannya telah hilang.
Sebagian tubuhnya ada yang berlubang besar.
Kini tatapan mata Te Mo mengarah ke Duan Du, ia saat ini sangat membenci Duan Du.
“Kalian semua membuatku marah saat ini, terutama kau bocah,” sebuah suara dingin terdengar dari mulut Te Mo.
“Heeh,, aku? Memang aku pernah mencuri pakaianmu sehingga kau marah besar,” ejek Duan Du menyeringai kecil.
Crak crak..!!
Tak lama dari tubuh Te Mo keluar sesuatu, perlahan tapi pasti yang keluar dari tubuh Te Mo adalah sosok Monster Iblis yang mirip Te Mo, tapi dalam versi kecil.
Ukurannya sekitar 4 meter, ia kini menatap Duan Du dengan seringai lebar.
“Aku sudah mengingat dirimu. Kau adalah Penguasa Bayangan, sosok yang paling di takuti pada masanya, tapi sayangnya kau mati karena ingin mengabdi,” ejek Te Mo menyeringai mengejek.
Duan Du yang mendengar itu sama sekali tidak terpancing.
Ia saat ini melirik kakaknya. “Sebentar lagi ia akan sampai, dan jangan melawannya, karena dengan bentuk dirinya yang saat ini, kita tidak bisa melawannya,” ucap Bai An melalui telepati.
Duan Du tentu saja paham, karena di masa lalu ia sangat sering melawan Ras Demon Monster, dan tubuh raksasa mereka hanyalah sebuah tipuan bagi yang telah bisa membangun tubuh nyata mereka, seperti yang Duan Du lihat saat ini.
Kekuatan Te Mo pun meningkat jauh saat dalam tubuh aslinya.
Te Mo yang melihat Bai An, Duan Du, Tu Long terdiam langsung menghilang.
Crash..!!
Bom..!!
Te Mo memasang wajah gelap saat ia sadar tubuh yang ingin ia hancurkan hanyalah bayangan. Te Mo juga tahu jika bayangan Duan Du sangat mirip dengan aslinya, jadi ia tidak mampu membedakannya.
__ADS_1
Te Mo yang melirik Bai An hanya diam kini menduga jika itu hanyalah sebuah bayangan yang di ciptakan oleh Duan Du. Jadi ia lamgsung mengedarkan kesadarannya. Namun ia tidak menemukan atau merasakan kehadiran ketiganya.
Karena tak bisa menemukan mereka, pandangan Te Mo mengarah ke Macan dan Gagak Merah yang saat ini sedang mempermainkan Monster Roh peliharaannya.
Wuss..!!
Baru saja Te Mo ingin melangkah, sebuah anak panah tiba-tiba muncul, beruntung ia memiliki insting yang dua kali lebih besar dari sebelumnya.
Bom..!!
Anak panah tersebut seketika meledak saat di pegang oleh Te Mo.
Pandangan Te Mo mengarah ke sebuah celah yang akan menutup.
“Bukan kau saja yang bisa menyerang, aku pun mampu melakukan hal tersebut,” dengus Te Mo langsung mengerahkan teknik terkuatnya.
“Pedang Dewa Iblis.”
“Hukuman Kematian.”
Wuss..!!
Ratusan lesatan pedang seketika berhasil masuk saat celah tersebut akan menutup.
Crak..!!
Sebuah celah kembali muncul lalu bilah pedang serangan milik Te Mo muncul.
Wuss..!!
Bilah pedang energi serangan miliknya langsung menghilang.
“Aku sudah mengetahui dimana kelemahan Hukum Ruangmu,” ejek Te Mo langsung memejamkan matanya.
Te Mo saat ini tidak sadar jika ia masih di permainkan, ia juga tidak sadar jika masuk dalam jebakan musuh.
Bai An yang melihat kelakuan Te Mo hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Wuss..!!
“Yang Mu-”
“Jangan basa basi, lakukan saja, ini untuk kebaikanmu juga, jika kau meningkat pesat, kita sama-sama untung, walau yang lebih untung adalah diriku,” potong Bai An.
We Jun atau biasa di sebut Blood Demon King di masa lalu langsung menghilang.
Blush..!!
We Jun muncul di depan Te Mo lalu memegang kepalanya.
__ADS_1
Saat sadar ada yang memegang kepalanya, Te Mo membuka matanya.
Namun ia langsung merasakan pusing saat darahnya di sedot dengan cepat.
Arghh..!!
Te Mo seketika berteriak kesakitan, ia langsung mengayunkan tangannya sekuat tenaga. Tapi tubuhnya lebih dulu melemas.
“Dasar bodoh, orang yang kau ingin lawan adalah seseorang yang tak seharusnya kau lawan walau kekuatanmu mencapai Dewa Penguasa Berlian ⭐ 5 Puncak atau ke atasnya sekalipun.” Dengus We Jun.
Srekk..!!
Tubuh Te Mo seketika mengering, setelah itu pandangan We Jun mengarah ke tempat dimana Bai An berada, tapi ia sudah tidak ada di tempatnya.
“Hmm..!! Tuan, aku akan menyusulmu suatu saat nanti, aku tak akan menjadi beban saat pertarungan yang sesungguhnya telah tiba, aku juga akan mencari dua anggota Ras ku yang saat ini masih tersembunyi, semoga mereka sudah membuat keturunan bagi Ras Ancient Blood Demon sehingga aku ada pasukan untuk ikut membasmi mereka.” Gumam We Jun langsung ikut menghilang.
***
Wuss wuss..!!
Bai An, Duan Du dan Pixiu kini melesat di dalam ruang hampa, mereka sebenarnya telah melesat dari beberapa hari yang lalu dan yang Te Mo lawan hanyalah ilusi dari gabungan Duan Du dan Pixiu lalu di bantu Bai An agar terlihat nyata.
Mereka membuat ilusi saat tubuh Te Mo terlempar jauh. Karena itu adalah kesempatan yang bagus dan Te Mo tidak bisa mencurigainya.
Sementara Macan dan Gagak Merah peliharaan Duan Du dan Tu Long memanglah nyata, saat ini keduanya sedang mengejar Bai An dan yang lainnya saat mereka selesai membunuh Monster Roh.
Wuss wuss..!!
“Kakak, apa Ras Ancient Blood Demon itu bisa di percaya?” Tanya Duan Du masih ragu.
Bai An hanya melirik sekilas. “Kau akan sadar jika mereka memiliki kesetiaan yang kuat terhadap keluarga atau Ras mereka, dan itu tidak akan lama lagi,” jawab Bai An dengan santai.
Duan Du hanya mengangguk patuh, lalu melirik Pixiu yang dari tadi diam.
“Paman, bagaimana bisa kekuatanmu bisa meningkat secepat ini?” Tanya Duan Du penasaran.
“Hmm..!! Kau akan tahu beberapa saat lagi, karena yang kita tuju adalah tempat ku biasa bersembunyi,” jawab Pixiu.
Duan Du yang mendengar jawaban Pixiu dan Bai An sama-sama akan tahu, akan tahu dan akan tahu itu langsung memasang wajah cemberut.
“Heng,, lebih baik aku diam saja dari pada bicara, jawabannya selalu membosankan,” dengus Duan Du dengan nada suara penekanan.
Pixiu hanya tersenyum menggeleng saat mendengar itu.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Mata Bai An sedikit cerah saat melihat sebuah dunia kecil yang ada di depannya.
__ADS_1
“Aku tak menduga jika Inti Dimensi ini akan sangat mudah di temukan.”