
“I..Ini, apakah ini ilusi?” Kini Bai Han terlihat sedikit bodoh lantaran dengan kejadian yang begitu tiba-tiba dan sangat cepat menimpa dirinya.
Wuss..!!
Crash..!!
Crash..!!
Kera Iblis Kuno yang tidak bisa melukai tubuh Bai Han kini kembali menyerang menggunakan kedua cakarnya.
Tapi mau sekeras apapun ia berusaha menyerang Bai Han, tetap saja ia tidak bisa menyentuh Bai Han, karena saat ini tubuh Bai Han seperti sebuah asap.
Saat ia mencakar tubuh Bai Han, itu selalu tembus.
Bai Han yang sedari tadi diam karena mencoba mencerna kejadian yang tiba-tiba ini, kini telah pulih dari pikirannya.
“Jika seperti ini, bagaimana caraku bisa menyerangnya?” Gumam Bai Han dalam hati sambil melirik ke arah Kera Iblis Kuno.
Tapi tak lama wajah Bai Han seketika menjadi cerah. “Hehe,, kau tidak bisa menyentuhku, tapi aku bisa menyentuhmu,” kekeh Bai Han tertawa jahat saat tidak mengaja ia melihat ke arah tangannya yang kini memegang pedang kayunya.
Dret..!!
Tanpa basa basi ia langsung memanfaatkan kesempatan yang ia anggap keberuntungannya.
Wuss..!!
“Mati,” teriak Bai Han kini muncul di depan Kera Iblis Kuno sambil mengayunkan pedangnya.
Pedang Bai Han saat ini tidak di lapisi oleh energi, melainkan di lapisi oleh asap yang ada di sekitarnya.
Walau Bai Han sedikit terkejut saat ia mencoba mengambil energi di sekitarnya, tapi malah asap yang berkumpul, ia saat ini tidak ingin terlalu memikirnya untuk saat ini.
Slash..!!
Wung..!!
Tepat saat pedang Bai Han akan menyentuh tubuh Kera Iblis Kuno, sebuah dengungan keras terdengar.
Wuss..!!
Trank..!!
Dua Dagger langsung muncul menahan serangan Bai Han. Karena Dagger tersebut adalah Spirit Kera Iblis Kuno, mereka tentu dapat menyadari jika Tuan mereka dalam bahaya sehingga memilih menyelamatkan Tuan mereka dari pada melawan kedua saudara Bai Han.
Sementara Bai Han yang melihatnya itu, bukannya marah karena serangannya di tahan, ia pun langsung tersenyum karena merasa kedua saudaranya telah aman untuk saat ini.
“Kalian berdua pulihkan luka dan energi kalian-”
Sebelum Bai Han menyelesaikan ucapannya, Bai Da Xing dan Lan Yuheng langsung muncul tepat di samping kiri kanan Bai Han.
Eeh..!!
Terlihat Bai Han terkejut akan perubahan kedua saudaranya. Walau ia ingin bertanya mengapa keduanya berbeda, tapi ia sadar jika prioritas utamanya adalah membunuh musuh kuat yang ada di depan mereka saat ini.
Kini terlihat Bai Da Xing dalam bentuk Kera besar, karena ia telah bergabung dengan Spiritnya.
Sementara Lan Yuheng tubuhnya kini mirip seperti Bai Han, namun bedanya tubuh Lan Yuheng tidaklah asap. Melainkan Petir.
“Khekeke,, kami saat ini sudah pulih dan penuh energi kak, jadi kau tidak perlu khawatir,” kekeh Bai Da Xing dengan suara yang sedikit menyeramkan.
Pandangan Bai Da Xing langsung mengarah ke salah satu Dagger yang ia lawan beberapa waktu lalu.
__ADS_1
“Aku akan melawan Dagger yang aku lawan tadi, dan kakak Yuheng akan melawan Dagger yang satunya, sementara kakak akan menu utamanya,” ucap Bai Da Xing dengan nada serius.
“Tapi sebelum itu, di lihat dari wajah kakak, kakak sepertinya baru pertama kali menggunakan Spirit dalam bertarung, jadi aku akan menjelaskan sedikit kelebihan Spirit kakak ini,” ucap Bai Da Xing langsung menjelaskan apa yang di suruh oleh Spiritnya.
Bai Da Xing juga menjelaskan Lan Yuheng tentang Spiritnya Yaitu Spirit Petir Surgawi.
...
Bai Han yang mendengar itu terlihat sudah tidak terkejut lagi, ia malah menyeringai saat mendengar penjelasan adik terkecilnya, walau ada efek sampingnya, Bai Han akan memikirkannya nanti.
“Jika seperti yang kau katakan, maka kita akan menyerangnya dalam satu kali serangan, jadi jangan setengah-setengah saat menggunakan kekuatan kalian, terutama kau Yuheng, walau kau tidak sadar, aku yakin kau dapat mendengarku.” Ucap Bai Han langsung memasang kuda-kuda.
Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun ikut memasang kuda-kuda mereka.
“Ayo kita musnahkan orang yang ingin menyentuh keluarga kita,” ucap Bai Han dengan nada dingin.
Dret..!!
Dret..!!
Dret..!!
Wuss..!!
Bai Han, Bai Da Xing dan Lan Yuheng langsung melesat secara serempak.
Sementara Kera Iblis Kuno yang melihat ketiga musuhnya menyerang dengan kekuatan penuh langsung merentangkan kedua tangannya.
Dret..!!
Bom..!!
Terlihat asap yang ada di sekelilingnya menyebar, walau begitu indra dan penglihatannya kini menjadi jelas. Karena sedari awal penglihatannya dan Indranya di batasi oleh kabut tersebut, ia hanya mengandalkan pendengaran serta instingnya saat menyerang Bai Han tadi.
“Tebasan Tanpa Batas,” teriak Bai Han langsung mengayunkan pedangnya yang telah di selimuti asap yang sangat padat sehingga pedang kayu tersebut tidak terlihat.
...
“Teknik Cakar Surgawi.”
“Ledakan Surgawi.” Teriak Bai Da Xing bersamaan dengan Bai Han berteriak.
...
Lan Yuheng juga tak mau ketinggalan, kini ia mengayunkan tinjunya.
“Teknik Petir Surgawi.”
“Tinju Petir Surgawi.” Teriak Lan Yuheng.
...
Dret..!!
Slash..!!
Jder..!!
Ketiga serangan tersebut langsung mengarah ke target mereka masing-masing.
...
__ADS_1
Gerrr..!!
“Spirit Racun Surgawi.”
“Sentuhan Kematian,” teriak Kera Iblis Kuno langsung menggerakkan kedua cakarnya.
Bersamaan dengan itu, kedua Dagger atau Spirit Kera Iblis Kuno juga bergerak.
Wuss..!!
...
Bai Han yang mengayunkan pedangnya saat ini menyeringai tipis. “Kita coba apakah yang adik terkecilku katakan benar atau tidak,” ucap Bai Han.
“Spirit Surgawi Tanpa Batas,” teriak Bai Han.
Wung..!!
Asap yang ada di pedang Bai Han langsung bergengung saat mendengar teriakan Tuannya.
Wuss..!!
Mata Kera Iblis Kuno seketika melebar saat melihat pedang Bai Han melewati kedua cakarnya. Bahkan melewati Bai Han juga.
Crash..!!
Bruk..!!
Kepala Kera Iblis Kuno langsung melayang saat pedang Bai Han melewati kepalanya, terlihat saat kepala Kera Iblis Kuno terjatuh, matanya masih melotot tidak percaya akan kematiannya.
Duar..!!
Bom bom..!!
Jder..!!
Bom bom bom..!!
Di saat bersamaan, ledakan terdengar dari dua arah yang berbeda.
Tap tap..!!
Bruk..!!
Tak lama Bai Da Xing dan Lan Yuheng muncul lalu terjatuh pingsan lantaran belum sepenuhnya bisa mengendalikan kedua Spirit mereka.
Melihat itu, Bai Han dengan cepat menggerakkan kabut asap yang ada di sekelilingnya dan di fukoskan ke kedua adiknya tersebut.
Tak lama, tubuh kedua adiknya langsung sembuh dalam sekejap.
“Aku tak menduga jika Spiritku memiliki banyak kegunaan, terimakasih kepadamu, siapapun kau, aku sangat berterimakasih,” ucap Bai Han langsung terjatuh dengan seutas senyum tulus.
Bruk..!!
Tak lama setelah Bai Han pingsan. Terlihat sosok kabut dalam wujud manusia muncul.
“Akulah yang harus berterimakasih kepadamu Tuan, karena telah membebaskanku selama ini di Dimensi Hukuman Spirit,” gumam Spirit Bai Han terlihat membalas senyum tulus Bai Han.
Dan apa yang Spirit tersebut maksud adalah Batu yang di kira untuk membuka tubuh tanpa batasnya ternyata adalah sebuah Dimensi Hukuman yang khusus untuk menghukum para Spirit yang tidak mampu melindungi Tuannya atau Spirit bebas yang selalu berbuat kejahatan.
Dan yang dulu masuk ke tubuh Bai Han saat berada di dalam Dimensi Hukuman Spirit ternyata bukanlah Jiwa dari Pendiri Klan Bai, yang mirip ayahnya.
__ADS_1
Melainkan adalah Spirit Surgawi Tanpa Batas yang kini berdiri di depan Bai Han.