Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Di Hadang dan Pertemuan Kebetulan


__ADS_3

Tapi pemuda tersebut sama sekali tidak melirik ke arah mereka, karena tatapannya kini mengarah ke dua wanita yang membuatnya terpikat.


Walaupun pemuda tersebut terlihat tenang dan sopan, namun Mu Xia'er dan Chu Jia tahu jika pemuda di depannya ini sangat bejat di sertai tatapannya sangat mesum.


“Ehem,, nona, apakah saya perlu menemani anda berbelanja?” Tanya pemuda tersebut, ia terlihat mencoba menarik minat kedua wanita ini dengan ketampanannya.


Orang-orang khusus wanita yang mendengar itu langsung iri saat melihat Tuan muda dari Paviliun Phoenix Perak ingin menemani mereka.


Para wanita Kota Semesta yang tahu kelakuan Tuan muda tersebut tidak mempermasalahkannya kelakuannya, bahkan mereka berlomba-lomba untuk menarik minat Tuan muda Paviliun Phoenix Perak yang ketampanannya sudah terkenal ke seluruh Alam Semesta Inti ke 2.


Bukan hanya tampan, ia juga di bilang cukup jenius, tingkat kultivasinya kini berada di tingkat Dewa Immortal ⭐ 3 Menengah dan sedikit lagi akan menembus Dewa Immortal ⭐ 3 Ahir.


Huang Shen juga berlatih di Sekte Besar Pedang Dewa, Sekte kedua terkuat di Alam Semesta Inti ke 2.


Sekte Pedang Dewa berada di puncak gunung yang ada dalam kawasan Daratan Pusat, bersebelahan langsung dengan Kota Sumberdaya yang ada di Daratan Pusat juga.


Saat Huang Shen menjulurkan tangannya ingin mengelus tangan Mu Xia'er.


Terdengar teriakan bayi.


Waa waa..!!


Wajah Bai Xia Xie kini terlihat sangat imut saat marah, ia seolah mengerti jika ibunya di ganggu sehingga berteriak sambil menunjuk ke arah Huang Shen.


Wajah Huang Shen seketika berubah karena kesempatan yang ia inginkan di ganggu, saat Huang Shen menatap ke arah sang bayi perempuan.


Wajah Huang Shen langsung berubah, kini ia tersenyum lembut.


“Apakah dia keponakan atau adik atau putrimu?” Tanya Huang Shen menunjuk ke arah Bai An yang kini menggendong Xie'er.


Tapi jawaban yang Huang Shen dapat sungguh membuat para wanita heboh.


“Pergilah, jika tidak kau akan menyesal telah mengusik orang yang tak pantas kau usik,” ucap Mu Xia'er merasa sedikit iba dan jijik di saat bersamaan.


Huang Shen yang cukup pintar mengerutkan keningnya karena tentunya wanita secantik Mu.Xia'er dan Chu Jia pasti memiliki pengawal, dan saat ini ia tidak melihat siapa-siapa di sisinya selain Bai An dan dua bayi.


Huang Shen langsung mengedarkan kesadarannya, tatapan Huang Shen juga mengarah ke Bai An, karena sampai saat ini ia tidak bisa melihat wajah dan tingkat kultivasi Bai An.


Tapi menurut Huang Shen, Bai An ini adalah laki-laki paruh baya, terlihat dari jubah yang ia kenakan agak kuno.

__ADS_1


Setelah cukup lama mencari sesuatu yang tidak mencurigakan.


Huang Shen kembali mengeluarkan senyum, tapi senyumnya agak berbeda dari sebelumnya yang agak sopan.


“Ikut atau kau akan menyesal,” ucap Huang Shen kini sambil melirik ke arah kedua bayi tersebut isyarat ancaman jika ia menolak maka kedua bayi itu akan mati.


Waa waa..!!


Blush..!!


Bai Xia Xie kembali berteriak kini di penuhi amarah, auranya juga keluar.


Aura yang keluar dari tubuh Bai Xia Xie adalah aura jiwa yang langsung menekan jiwa Huang Shen.


Jiwa Huang Shen seketika terguncang sesaat, tapi tatapannya tidak mengarah ke Bai Xia Xie, melainkan ke segala arah.


“Siapa? Siapa yang berani bermain belakang?” Teriak Huang Chen di sertai auranya Dewa Immortal ⭐ 3 langsung keluar.


“Cepat keluar, jika tidak,” tatapan Huang Shen mengarah ke Mu Xia'er dan Chu Jia, karena menurutnya orang yang mencoba menekan jiwanya tadi adalah bawahan kedua wanita di depannya.


“Jika tidak aku akan memperkosa kedua wanita ini di sini.” Teriak Huang Shen kini mulai tak terkendali.


Hingga saat ini hanya Huang Shen, keempat pengawalnya, Mu Xia'er, Chu Jia, Bai An dan kedua putra putrinya yang tersisa.


Bai An yang dari tadi diam saja kini mengerutkan keningnya.


“Coba katakan sekali lagi apa yang kau ucapkan barusan?” Ucap Bai An langsung menatap ke arah Huang Shen dengan dingin.


Tubuh Huang Shen seketika bergetar hebat, ia merasa seolah di tatap oleh hewan buas yang haus akan darah, instingnya juga mengatakan jika ia berani mengulangi ucapannya tadi maka ia bisa mati dalam sekejap.


Tapi Huang Shen langsung menepis semua itu. Huang Shen yakin tidak ada yang berani menyentuhnya di Kota Sumberdaya ini, bahkan hanya satu atau dua orang yang bisa melawan Paviliun Phoenix Perak di Dunia Jun Long.


“Ooh,, kau hanya seorang pelayan berani sekali lancang,” ucap Huang Shen menatap ke arah Bai An.


Setelah itu tatapannya mengarah ke keempat pengawalnya.


“Bunuh pria ini dan tangkap kedua bayi ini, aku yakin kedua bayi ini akan mahal jika di jual di pasar budak,” ucap Huang Shen dengan nada dingin.


Keempat pengalawan Huang Shen langsung menghilang, mereka muncul di depan Bai An.

__ADS_1


Saat salah satu dari mereka mengayunkan pedangnya ke arah Bai An.


Trank..!!


Bam..!!


Sebuah siluet muncul menangkis pedang tersebut lalu menendang pengawal yang menyerang Bai An.


“Heng,, sungguh memalukan,” dengus sebuah suara pemuda dengan nada dingin.


“Mungkin ini waktu yang tepat untuk menghajarmu lebih dulu, dari pada menunggu sebuah Turnamen antar Sekte di seluruh Alam Semesta,” sambung pemuda yang tak lain Jiu Long.


Tatapan Jiu Long kini di sertai aura membunuh yang pekat mengarah ke Huang Shen.


Sama halnya dengan Huang Shen, walau ia sempat terkejut, tapi kini ia menatap Jiu Long dengan tatapan dendam serta niat membunuh yang menggebu-gebu.


Darah Naga dan Darah Phoenix jika bertemu akan selalu ingin menjadi no satu, dan Huang Shen saat pertama kali bertemu dengan Jiu Long, ia di hajar oleh Jiu Long.


Tapi Huang Shen berhasil membalasnya dengan banyak rencana licik, termasuk mengadu domba guru Jiu Long yang bukan dari Sekte Pedang Sejati.


Jiu Long juga di hukum saat ia kembali dari pertemuannya dengan Bai An dan yang lainnya.


Awalnya Jiu Long ingin melawan, tapi karena memikirkan ucapan Bai An dan memikirkan keselamatan Long Yuan, ia hanya mengalah saat di berikan hukum kurungan.


Kebetulan tempat Jiu Long di hukum ada di Hutan Darah yang ada di dunia Jun Long.


Saat ini hari terahir Jiu Long di hukum, jadi ia langsung kesini untuk mencari Huang Shen dan menghajarnya sampai ia puas.


Tidak ada yang tahu jika Jiu Long telah mencapai tingkat Dewa Raja Semesta ⭐ 1 Awal.


Orang-orang hanya melihat ia masih berada di Dewa Immortal ⭐ 4 Awal.


“Jiu Long, mau apa kau kesini? Pergilah sebelum kau menyesal karena berani mengusik di Kota Sumberdaya,” ucap Huang Shen dengan nada dingin.


Walau begitu, jauh di dalam hatinya, Huang Shen kini sedang ketakutan, tentu saja Huang Shen takut melawan Jiu Long.


Saat mengingat terahir kali ia di hajar tanpa bisa melawan, tubuh Huang Shen langsung merinding.


“Oohh,, kau tetap saja sombong, apa kau tidak puas dengan perlakuanku terahir kali?” Ucap Jiu Long kini tersenyum lebar.

__ADS_1


“Jika kau tidak puas, maka aku akan membuatmu puas, kebetulan juga otot-ototku kini terasa kaku.”


__ADS_2