
“Ka..Kalian, cepat bunuh mereka berdua,” tunjuk pemimpin manusia berkepala Harimau menunjuk Bai An dan Duan Du.
“Huuff,, jangan berlama-lama Du'er karena tujuan kita saat ini harus ke Dimensi Pusat Wilayah Timur,” ucap Bai An dengan nada menghela nafas.
Duan Du seketika menyeringai.
“Kalian dengar itu, artinya nyawa kalian tidak sampai lima menit dari sekarang,” ucap Duan Du dengan nada dingin.
Wuss..!!
Jlep..!!
Seketika kepala harimau yang menjadi pemimpinnya langsung tertusuk oleh pedang energi, tak lama tubuh manusia berkepala harimau mulai menyusut.
Melihat pemimpin mereka langsung mati tanpa perlawanan, mereka pun sadar jika telah memancing amarah yang tidak seharusnya mereka pancing.
Tapi nasi sudah lebih dulu menjadi bubur, Duan Du tidak akan mengubah pendiriannya untuk mengampuni mereka semua.
Crash crash..!!
Tidak sampai 2 menit, semua anggota manusia berkepala harimau telah mati dengan tubuh mengerikan.
Orang-orang yang dari berbagai Ras kini menganga melihat Duan Du membunuh mereka dengan sangat cepat, tubuh mereka semua tak henti-hentinya bergidik ngeri saat membayangkan tadi Duan Du tersenyum setelah membunuh musuhnya.
Tidak ada rasa kasihan sama sekali dari wajah Duan Du.
Secara perlahan, semua orang dari berbagai Ras tersebut mundur karena tak ingin terlibat atau ikut di bunuh oleh orang yang mereka anggap berdarah dingin.
Tap tap..!!
“Ayo pergi,” ajak Bai An tersenyum tipis saat Duan Du baru muncul di depannya.
Wuss wuss..!!
Mereka berdua pun langsung melesat menuju Klan Di, mereka kini sudah mengetahui lokasi klan, saat sedang makan, mereka juga telah mendengar banyak isu tentang klan ini yang tiba-tiba menjadi kuat.
Dugaan Bai An dan Duan Du langsung tertuju ke orang-orang yang ada di Wilayah Tengah.
Tak sampai beberapa menit, Bai An dan Duan Du muncul di atas kediaman Klan Di.
“Aku akan memulai lebih dulu kak,” ucap Duan Du langsung menggerakkan tangannya.
Wuss..!!
Puluhan bayangan yang mirip dengan Duan Du muncul, para bayangan tersebut langsung melesat ke bawah.
Tanpa di sadari oleh anggota klan Di, para bayangan Duan Du langsung memasuki tubuh setiap anggota klan Di, dan saat mereka keluar, tubuh mereka telah mengering akibat energi mereka di serap habis, bahkan dantian mereka mengalami kekosongan energi yang membuat mereka lumpuh total.
Tanpa terasa sudah hampir seribu anggota klan Di yang tiba-tiba menghilang, karena merasa janggal.
Para tetua dan patriak klan Di mulai menyuruh beberapa anggota klan Di untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
“Kalian berdua, bawa semua orang, cari kemana semua anggota kita yang tiba-tiba menghilang, aku merasa ada yang tidak beres,” perintah tetua dengan wajah sangar.
Anggota klan Di langsung mengangguk patuh.
Namun saat keduanya akan melangkah keluar. Sebuah bayangan menyambar keduanya.
Argghh..!!
Seketika kedua anggota klan Di yang akan di perintahkan mencari anggota klan mereka mati dengan tubuh menyusut.
Blush..!!
“Siapa itu?” Teriak tetua yang tadi memerintahkan kedua anggotanya.
Wuss..!!
Bom..!!
Pintu kediaman patriak Di seketika hancur oleh anak panah.
Pandangan patriak serta para tetua memandang ke arah pintu.
Tap tap..!!
Saat mereka melihat hanya dua pemuda tanpa aura, seketika para tetua klan Di menghela nafas lega. Sama halnya dengan patriak klan Di.
Kini patriak klan Di mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. “Sedang apa kau di sini nak? Siapa yang menyuruhmu kesini?” Tanya patriak Di dengan nada angkuh.
Hal tersebut membuat para tetua dan patriak Di mengerutkan keningnya, saat ini pikiran mereka melayang ke satu arah, yaitu orang gila.
“Haha perlu kau tahu, kakek buyutmu pun pasti akan memanggilku dengan sebutan leluhur, tapi kau yang buyutnya memanggilku nak? Apa kau sudah kehilangan kewarasanmu? Dasan kecoa buntung,” kekeh Duan Du sambil menaikkan alisnya.
Seketika tangan para tetua klan Di mengarah ke mulut mereka untuk menahan tawa.
Sementara Patriak Di yang sadar jika dirinya yang di ejek seketika memasang wajah gelap.
Padahal ia telah menggunakan tangan palsu, tapi anehnya bocah yang ada di depannya mengetahui jika ia buntung.
“Anak kurang ajar, mati kau,” teriak Patriak Di langsung mengayunkan tangannya.
Wuss..!!
Sebuah bilah energi langsung melesat ke arah Duan Du dan Bai An yang sedari tadi diam.
Prankk..!!
Bilah energi yang patriak Di ciptakan langsung hancur saat akan mencapai wajah Duan Du dan Bai An.
“Hmm..!! Berani sekali kau menyerang kami saat aku ingin bicara,” ucap Duan Du dengan nada dingin.
Melihat suara Duan Du berubah menyeramkan, awalnya mereka ingin tertawa. Tapi sebuah bayangan langsung memasuki tubuh mereka lalu mengambil alih kesadaran mereka.
__ADS_1
Wuss..!!
Bom..!!
“Sialan kau tetua ke 3, kenapa kau malah menyerang a-” tetua klan Di belum sempat menyelesaikan ucapannya, tetua ke 3 yang telah di rasuki oleh bayangan Duan Du langsung menancapkan pedangnya ke jantung tetua tersebut.
Bukan hanya tetua ke 3 saja yang membunuh teman mereka, banyak dari mereka kini saling bunuh.
Sementara patriak klan Di membelalakkan matanya saat sadar apa yang telah terjadi.
“I..Ini Hukum Bayangan yang telah menjadi isu baru-baru ini,” gumam Patriak Klan Di sadar jika ia bukan lawan orang yang menggunakan Hukum Bayangan.
Saat patriak klan Di ingin membalikkan tubuhnya untuk melarikan diri, ia tiba-tiba merasakan tubuhnya menjadi berat.
Pandangan Patriak klan Di langsung mengarah ke bawah saat merasakan tubuhnya ada cairan.
Mata patriak klan Di melotot saat sadar jika ada anak panah yang menanjap di tubuhnya.
“I..ini-”
Bom..!!
Pusshh..!!
Terlihat tangan dan mulut Bai An mengisyaratkan untuk meledak.
Tubuh patriak klan Di langsung hancur tanpa sisa.
“Hmm..!! Katanya kekuatan mereka meningkat, aku merasa itu wajah saja untuk masalah di Wilayah Utara ini,” ucap Duan Du kini muncul setelah selesai membunuh semua tetua klan Di.
“Ini bukan klan Di yang asli, karena klan ini hanyalah sebuah umpan untuk kita,” ucap Bai An menyeringai tipis.
“Oohh jadi kita terkena umpan mereka ini? Itu bagus juga, lalu dimana mereka semua suruh keluar,” ucap Duan Du dengan nada menantang.
Pletak..!!
“Jangan berteriak, orang yang ingin kau lawan telah lari ke arah Wilayah Tengah, mungkin mereka sadar jika kita terlalu kuat bagi mereka sehingga pergi mencari perlindungan,” dengus Bai An sambil mengkorek-korek kupingnya.
Duan Du yang merasakan kepalanya pusing kini hanya bisa cemberut.
“Sakit tahu,” gumam Duan Du dalam hati.
***
Satu hari telah berlalu, setelah menghancurkan semua sisa anggota klan Di yang berkeliaran di kota serta menghancurkan kediaman mereka tanpa sisa, Bai An dan Duan Du kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Nama Duan Du pun kembali terdengar setelah kepergiannya, yaitu Sang Pembunuh Bayangan, itulah julukan Duan Du saat ini.
Sementara untuk Bai An, tidak ada yang mengetahuinya, karena mereka tidak pernah melihat Bai An melakukan pergerakan dan menduga jika ia adalah seorang pelayan.
Tak lama setelah kepergian Bai An, barulah para musuhnya berdatangan setelah mendengar isu tentang Duan Du menghancurkan klan Di.
__ADS_1