Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Identitas Liu Fang dan Kondisi Anggota Klan Ling


__ADS_3

Tatapannya juga kini mengarah ke Duan Du dan Tu Long untuk meminta bantuan.


Duan Du dan Tu Long yang baru saja sampai kini saling memandang, awalnya mereka tidak sadar jika Bai Han sedang di marahi oleh Bai An.


Tapi mereka langsung sadar saat melihat Long Yuan terdiam.


Jika Long Yuan saja terdiam, tentu saja mereka sadar jika Bai An lah yang memarahi Bai Han, karena tidak ada yang bisa membuat Long Yuan diam atau menurut jika bukan Bai An.


Dengan segera Duan Du dan Tu Long mencari alasan agar mereka tidak terlibat antara masalah ayah dan anak.


“Ah,, aku lupa jika harus mengumpulkan semua harta milik Sekte Pedang Sejati.”


Tanpa menunggu jawaban dari semua orang yang ada di sana, Duan Du langsung menghilang.


Kini Tu Long tersenyum cerah setelah mendapatkan alasan.


“Aku lupa jika harus mengumpulkan stok makananku, sampai jumpa,” ucap Tu Long melambaikan tangannya ke arah semua orang, setelah itu ia langsung membalik badan lalu melesat pergi.


Long Yuan dan Jiu Long saling melirik, tak lama mereka tersenyum lucu.


Sementara Bai Han langsung memasang wajah cemberut.


“Awas saja kalian berdua,” gumam Bai Han dalam hati dan berniat akan membalas dendam kepada kedua pamannya itu.


Bai Han kini memasang wajah sedih saat melirik ke arah Bai An.


Bai An terlihat acuh yang langsung membuat Bai An mengangguk-angguk. “Baiklah, Han'er akan mengubah cara makan Han'er, tidak seperti tadi lagi, tapi ayah jangan suruh Han'er masuk ke Dunia Jiwa ya.”


Suara Bai Han terdengar merengek, Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Jika ia tidak tegas begini, ia takut putranya ini akan semakin manja nantinya, dan itu akan membuat ia kerepotan suatu hari nanti.


“Huuff,, ya sudah, ayah tidak akan memasukkanmu ke dunia jiwa milik ayah, tapi jangan ulangi caramu itu lagi,” ucap Bai An dengan nada sedikit penekanan.


Glek..!!


Bai Han yang awalnya merasa senang, kini mulai menelan ludahnya saat mendengar ancaman ayahnya.


Bai Han dengan cepat mengangguk-angguk patuh.


***


“Bagaimana?”


Mendengar sebuah suara, Cen Tian langsung menggelengkan kepalanya sambil melirik Lang Zai.


“Aku masih belum menemukan jejak Paman Pixiu,” jawab Cen Tian dengan nada pahit.


Saat mereka masuk ke dunia paling kecil, mereka semua berpisah dengan membagi kelompok menjadi 2 orang dan 3 atau 4 orang.

__ADS_1


Cen Tian bersama Fang Liu dan Lang Zai bersama Fu Jian, untuk Bao Tang, ia bersama dua orang anggota pasukan pembantai.


“Huuf,, jika satu tahun lagi kita tidak bisa menemukannya, apa yang akan kita jawab jika Tuan muda bertanya?” Tanya Lang Zai dengan nada pahit.


“Kita tinggal jawab jujur saja, jika ia kecewa, apa boleh buat, kita sudah gagal menjalankan perintah dari An'er,” sambung Cen Tian dengan nada pasrah.


Waktu terus berlalu, satu bulan kemudian, kini Cen Tian dan Lang Zai sudah tidak memisahkan diri lagi, mereka juga bertemu dengan prajurit pembantai dan mereka juga sama, yang mereka dapat hanya jejak kosong.


Kini satu-satunya harapan mereka adalah Bao Tang.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Bao Tang ada di kota ini, ayo kita temui dia, semoga saja ia mendapat petunjuk,” ucap Cen Tian dengan suara berharap.


Lang Zai, Liu Fang, Fu Jian dan yang lainnya mengangguk setuju.


Setelah masuk kota, kini mereka mulai melangkah kan kaki dan terhenti di sebuah restaurant kecil.


Mereka semua dapat merasakan aura Bao Tang ada di dalam. Namun auranya cukup lemah.


Cen Tian, Lang Zai dan yang lainnya sama sekali tidak curiga, tapi Liu Fang mulai mengerutkan keningnya.


Aura yang ia rasakan ini dulunya adalah orang yang selalu memburunya hingga ia terpaksa bereinkarnasi.


“Mundur jangan masuk, ini jebakan,” suara Liu Fang langsung menggema ke seluruh kota.


Awalnya Cen Tian dan Lang Zai merasa heran saat mendengar peringatan Liu Fang, terlebih suaranya sedikit berbeda dari yang biasanya.


Tapi.


Mereka langsung mundur saat merasakan bahaya krisis yang bisa mengambil nyawa mereka kapan saja.


“Hahaha,, akhirnya aku mendapatkanmu Ling Fang,” sebuah suara di sertai tekanan yang mengerikan muncul dari dalam restaurant kecil.


Liu Fang yang sudah siaga, kini melindungi Cen Tian dan yang lainnya menggunakan energinya.


Terlihat dari tekanan orang yang ada di dalam restaurant, bangunan mulai retak, tak hanya itu saja, semua bangunan yang ada di kota tersebut mulai retak.


Krak..!!


Krak..!!


Bom bom bom..!!


Tak lama, kota tersebut mulai hancur di sertai para penduduk kota tersebut, mereka yang kuat dapat bertahan, walau begitu, mereka tetap saja terluka parah akibat tekanan tersebut.

__ADS_1


Tekanan tersebut sama kuatnya dengan tekanan milik Duan Du, artinya orang tersebut berada di tahap Dewa Suci Semesta.


Tapi Liu Fang tahu pasti kekuatan sebenarnya milik orang di depannya ini, ia masih menahan diri.


“Bai Long.”


Suara Liu Fang seketika menggema di sertai amarah yang selama ini Liu Fang tahan.


“Haha,, Ling Fang, akhirnya setelah sekian lama mencarimu, aku bisa menemukan mu di Alam Semesta tersegel ini,” suara tawa Bai Long menggema di sertai kehancuran.


“Heng,, saat ini aku bukan orang yang dulu lagi,” dengus Liu Fang dengan nada dingin.


“Mari kita selesaikan urusan kita yang telah lama tertunda,” sambung Liu Fang dengan nada dingin.


Duar..!!


Tap tap..!!


Bai Long langsung terlihat setelah menghancurkan restaurant hingga menjadi abu.


Kini Bai Long menatap ke arah Liu Fang, lalu tatapannya mengarah ke semua orang yang ada di belakang Liu Fang.


“Hahaha,, aku tak menduga jika kau masih sama seperti dulu, kau masih bodoh hanya karena melindungi orang-orang lemah,” kekeh Bai Long dengan nada ejekan.


Wuss..!!


Bai Long melambaikan tangannya dengan santai.


Bruk bruk bruk..!!


Seketika puluhan orang yang lagi sekarat muncul.


Mata Liu Fang terbelalak saat melihat Ling Dong penguasa sementara Alam Semesta Inti ke 9 dan Ling San kakak dari Ling Dong, atau Penguasa Alam Semesta Inti ke 9.


Lalu pandangan Liu Fang mengarah ke Ling Fu, Ling Fu adalah orang yang Bai An lihat bertarung bersama Hu Xiao dan terahir Ling Yun, leluhur atau pendiri klan Ling, Ling Yun dulu memiliki usia yang sama dengan Liu Fang.


Liu Fang adalah orang terkuat kedua setelah Ling Yun, ia juga Jendral terkuat pertama dan di percaya memimpin semua pasukan klan Ling.


Liu Fang juga melihat ada seorang wanita, wanita tersebut mirip dengan Mu Xia'er.


Liu Fang menduga jika orang-orang seperti Cen Tian melihatnya, maka ia mengira jika wanita tersebut adalah Mu Xia'er.


Dan benar sekali dugaan Liu Fang.


“Kurang ajar,, lepaskan adik iparku,” suara raung kemarah Cen Tian terdengar keras.


Lang Zai dan semua orang yang ada d belakang Liu Fang juga kini marah besar saat melihat Ibu Mu Xia'er.


Aura di sertai niat membunuh mereka semua seketika merebes keluar, seakan-akan ingin memakan Bai Long.

__ADS_1


__ADS_2