Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kembali Ke Gunung Rinjani dan Sebuah Informasi


__ADS_3

“Ehem,, Gege, aku punya satu rahasia yang bisa menjawab asal usul klan Bai hingga bisa membuat Dimensi di sini.”


Chu Jia berusaha menguatkan tekadnya untuk memberitahu semua yang ia ketahui.


Bai An yang mendengar itu membelalakkan matanya, tapi tak lama ia langsung kembali normal.


Dengan cepat Bai An mendekat ke arah Chu Jia. “Apa itu Jia'er?” Tanya Bai An dengan cepat.


“Hmm,, tapi semua jawabannya ada di Inti Dimensi yang saat ini kita cari, dahulu aku pernah mendengar pembicaraan ayahku bersama para leluhur klan Bai yang berkhianat, katanya semua rahasia sudah di simpan di Inti Dimensi, bukan hanya itu saja yang mereka sembunyikan, masih banyak lagi.”


“Anehnya, kenapa mereka harus menyembunyikannya dari Pemimpin klan Bai, terlebih pemimpin klan Bai sangat mengincar benda itu, tapi sampai saat ini ia masih belum bisa menemukan dimana Inti Dimensi tersimpan,” ucap Chu Jia dengan nada jujur.


Bai An yang mendengar itu sedikit kecewa, ia mengira jika istrinya akan tahu secara langsung, bukan dari apa yang ingin ia cari saat ini.


Tapi setidaknya Bai An sudah tahu tujuan paling utamanya saat ini, yaitu mencari setengah Inti Dimensi.


Bai An kini melirik ke arah Chu Jia dengan senyum lembut, ia terlihat tidak menampilkan rasa kecewanya, ia takut istrinya akan merasa tertekan atau sedih.


“Terimakasih telah memberitahu informasi sepenting ini Jia'er,” ucap Bai An langsung mengusap rambut istrinya, tak lupa juga ia mengusap rambut Mu Xia'er agar tidak terjadi kesalah pahaman.


Sambil bercerita banyak, saat ini Bai An bersama keluarganya menikmati indahnya pantai, terlebih mereka kagum saat melihat sinar terang mulai meredup yang tak lain adalah matahari.


Di Dunia Kultivator, tidak ada yang namanya matahari, langit-langit yang ada di Dunia kultivator di terangi oleh energi alam dan secara otomatis meredup saat malam, banyak orang telah menyelidiki hal tersebut, tidak sedikit yang menduga jika langit-langit yang terang bisa menjadi gelap saat malam tiba itu adalah sebuah formasi yang di pasang oleh ahli kuat jaman lampau.


Tidak ada gangguan sama sekali saat mereka bersenang-senang.


Hingga paginya tiba, saat ini Bai An berencana kembali ke Gunung Rinjani, terlihat Bai An saat ini memikirkan bagaimana caranya nanti membuat alasan jika Siluman tersebut bertanya.


Tak lama, mata Bai An langsung cerah, dengan sigap ia berdiri sambil memandang ke arah semua keluarganya satu persatu.


“Baiklah, aku akan kembali kesana, setelah benar disana ada Inti Energi Semesta, maka aku akan membawa kalian ikut masuk bersamaku.”

__ADS_1


Bai An langsung menghilang setelah ia memberitahukan niatnya ingin kembali ke Gunung Rinjani.


***


“Hmm..!! Apa yang kau ucapkan kini menjadi kenyataan Saudari Dewi Anjani, tidak sampai satu hari ia pasti akan kembali,” ucap Nyi Blorong sedikit kagum dengan insting saudarinya ini.


“Tapi ia kesini bukan datang untuk menyerap Inti Energi Semesta saja, ia datang dengan dua tujuan, salah satunya aku tidak tahu apa itu,” sambung Dewi Anjani dengan tenang.


Saat ini ada 4 bidadari sedang duduk saling berhadapan di sebuah meja antik.


Saat ini tatapan keempatnya mengarah ke Bai An yang sedang kesini.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Hmm..!! Selamat datang kembali Tuan Bai An,” ucap Dewi Anjani berdiri lalu memberikan penghormatan.


“Selamat datang Tuan Bai An, kami sudah lama menunggu kedatanganmu,” satu persatu mereka langsung menyapa Bai An.


“Mereka sangat kuat Tuan muda, hati-hati lah, terutama kepada wanita menggunakan selendang putih,” ucap Bai Tan menunjuk Nyi Roro Kidul melalui telepati.


Bai An yang mendengar itu biasa saja, instingny mengatakan walau mereka kuat, tapi mereka terlihat sangat menghormati dirinya.


Tapi setidaknya apa yang Bai Tan ucapkan tadi ada benarnya juga, jika ia tidak berhati-hati maka ia bisa mati kapan saja.


Tap tap..!!


“Salam Dewi Anjani, salam-” Bai An melirik ke arah Nyi Blorong, ia tidak tahu namanya jadi ia langsung diam.


Nyi Blorong yang mengerti langsung memperkenalkan dirinya. “Nama ku Nyi Blorong Tuan muda,” ucapnya dengan sopan.

__ADS_1


“Aku Nyi Roro Kidul.”


“Kalau aku Nyi Ageng Serang,” seketika ketiga Siluman cantik tersebut memperkenalkan dirinya.


Bai An hanya mengangguk saja, tak lama setelah berkenalan dan memberi tegur sapa. Saat ini Bai An ikut duduk bersama keempat Siluman cantik.


“Hmm..!! Baiklah aku akan langsung bicara saja,” ucap Bai An membuka suara.


Keempat Siluman Cantik hanya mebmngangguk mendengar.


“Ehem,, walau aku tahu takdirku di kendalikan oleh Tuan mu, dan itu membuatku marah, tapi saat ini aku sadar jika kekuatan dan keluarga adalah segalanya bagiku, jika aku kuat maka aku bisa melindungi mereka semua orang-orang yang aku sayangi.” Ucap Bai An terdiam sesaat sambil melihat rekasi dari keempat wanita siluman di depannya.


Melihat mereka mengangguk paham. Bai An lalu melanjutkan. “Mungkin sampai hari ini saja takdirku di kendelikan oleh Tuan mu, dan aku akan menyerap Inti Energi ini dengan 2 syarat.”


“Hmm.!! Katakan saja syaratnya, jika kami mampu maka kami akan mewujudkannya, karena setelah kita bertemu di Bumi, dalam waktu satu bulan terahir di hitung dari kemarin, kami akan kembali ke Dimensi pusat, karena di sini tugas kami telah selesai.” Ucap Dewi Anjani bertanya dengan senyum ramah.


“Pertama biarkan aku bersama keluargaku menyerap Inti Energi Semesta yang ada di balik gerbang itu, sementara syarat kedua adalah beritahu aku dimana lokasi atau tempat Inti Dimensi ini berada.” Bai An yang mendengar ucapan Dewi Anjani langsung bicara ke intinya.


Keheningan seketika terjadi setelah Bai An selesai bicara.


Sekitar 10 menit kemudian, Nyi Roro Kidul mulai membuka suara. “Untuk syarat pertama kau boleh membawa keluargamu tapi hanya 2 orang, hal yang sama seperti kau menyerap Inti Energi Semesta sebelumnya yang di Jaga oleh Peri Alam.”


Bai An sedikit kecewa saat mendengar itu, tapi ia juga cukup senang jika bisa membawa dua orang, dari pada tidak sama sekali.


“Lalu tanggapan kalian untuk syarat kedua?” Tanya Bai An menaikkan alisnya, karena saat ini keempatnya kembali diam.


Setelah saling melirik satu sama lain antara keempat wanita siluman.


Kini Dewi Anjani menatap wajah Bai An. “Apa tujuanmu datang kesana hanya untuk mencari informasi tentang Klan Bai?”


Bai An mengerutkan keningnnya. “Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Bai An dengan sedikit dingin.

__ADS_1


“Tentu saja aku tahu, karena yang menyembunyikan tempat itu adalah aku, aku juga tahu sejarah bagaimana berdirinya klan Bai sampai mengapa ia membuat Dimensi Kecil yang jauh dari Dimensi Pusat,” ucap Dewi Anjani dengan tersenyum kecil.


“Eeh,, jika begitu apakah kau tahu apa saja yang ada di dalam sana selain informasi tentang klan Bai?”


__ADS_2