Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Membantai Klan Long dan Akan Datang Menagih Hutang


__ADS_3

“Jika begitu, Yang Mulia ini akan menuju ke Kota itu untuk menagih hutang Klan yang ikut menyerangku saat pertama kali aku muncul.” Wajah Tu Long seketika tersenyum menyeringai lebar.


Crash..!!


Lengan kanan Tu Long langsung merobek ruang di depannya, tak lama celah muncul di depannya.


Wuss..!!


Tu Long langsung menghilang dalam sekejap setelah memasuki ruang hampa.


Walau Tu Long tidak mampu menguasai Hukum Ruang seperti Bai An, tetap saja untuk ahli seperti Dewa Surgawi ⭐ 1 sampai seterusnya mampu merobek ruang yang ada di sekelilingnya. Namun mereka tidak bisa memanipulasinya seperti seseorang yang telah menguasai Hukum Ruang, itulah kelemahan dari seseorang yang tidak bisa menguasai Hukum Ruang.


Dret..!!


Tu Long muncul di depan Kota Long.


Mata Tu Long seketika berubah menjadi sedikit ganas saat mengingat dirinya yang bangun di saat pertama kali muncul di Dimensi ini.


Dirinya yang bangun pada saat itu di ikat lalu di siksa oleh Patriark Klan karena mengira dirinya adalah mata-mata dari Wilayah Utara lantaran tidak mau bicara, Patriark klan mengundang Klan tingkat menengah dan Sekte tingkat menengah agar untuk membuat dirinya bicara.


Penyiksaan demi penyiksaan Tu Long rasakan pada saat itu, beruntung dirinya memiliki kekuatan tubuh di luar akal sehat sehingga ia mampu bertahan dan berhasil melarikan diri saat orang-orang tersebut lengah.


“Kalian semua yang terahir, Yang Mulia ini tidak akan mengampuni kalian dan akan memakan semua anggota tubuh kalian,” ucap Tu Long.


Krak krak..!!


Perlahan lahan tubuh Tu Long mulai membesar ke bentuk Naga.


Blush..!!


Aura Tu Long juga langsung merebes keluar membuat udara di kota Long menjadi mencekam.


Para penduduk yang melihat sosok Naga yang sangat besar kini mulai berlarian keluar kota karena sadar kota Long pasti akan hancur.


Banyak dari penduduk Kota Long tersadar akan hancurnya kota ini tidak lama lagi, itu karena sangat banyak sekali musuh dari pemimpin Kota dan Klan ini yang selalu membunuh dan mencari musuh.


Goar..!!


Langit seketika bergemuruh saat sebuah suara raungan Naga terdengar.


Jder jder..!!


Tak lama petir bermunculan di sertai Langit berubah menjadi gelap.


Gerr..!!


Tu Long langsung memperlihatkan giginya yang sangat besar.


Tak lama pandangannya mengarah ke penduduk kota yang sudah mulai berhamburan keluar melalui pintu utara.


Tu Long sama sekali tidak mempermasalahkannya, tapi saat ia melihat anggota klan Long juga ikut menyelinap. Mata Tu Long langsung bersinar lalu menembakkan ratusan cahaya.


Wuss..!!


Wuss..!!

__ADS_1


Crash crash..!!


Argh..!!


Jerit teriakan seketika menggema di setiap anggota klan Long.


“Tidak akan ada Klan Long yang boleh pergi dari Kota ini, di sini adalah kuburan kalian semua,” ucap Tu Long terdengar menggema ke seluruh kota Long.


Tubuh Tu Long juga menutupi seluruh area Kota Long yang menyebabkan Kota menjadi gelap gulita.


Sementara di pusat Kota, kediaman Klan Long, kini semua anggota klan Long, Patriark Long bersama para tetuanya terlihat ketakutan.


Walau kekuatan Klan Long hampir menyamai Sekte tingkat menengah, tapi tetap saja mereka kini ketakutan, terlebih lagi mereka telah mendengar berita Sekte Pedang Formasi telah hancur.


“Ba..Bagaimana ini Patriark? Jika saja kau tidak membawa Naga itu dan menyiksanya, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi,” ucap salah satu tetua bertanya di sertai amarah yang sudah tidak bisa ia tahan.


“Benar, ini akibat kesombonganmu yang mencari masalah dengan Naga Asli itu,” sambung tetua lainnya.


Hujatan demi hujatan Patriak Klan Long terima dari para tetuanya.


Dan inilah sifat klan Long, mereka akan selalu saling menyalahkan jika tidak mampu menghadapi musuh. Dari dulu mereka sering melakukan hal seperti ini, tapi mereka selalu di bantu oleh sekutu mereka. Namun saat ini semua sekutu mereka telah di hancurkan oleh Tu Long.


Argh..!!


“Bisakah kalian diam bangsat, jika kalian bicara omong kosong lagi maka akan ku bunuh kalian semua.” Teriak Patriak klan Long yang sudah mulai frustasi.


...


Tu Long yang masih berada di luar kini membuka mulutnya saat melihat semua penduduk kota telah pergi.


Dret..!!


“Yang Mulia ini menahan diri agar tidak membunuh kalian menjadi abu, jadi kalian harus merasa senang mati dengan tubuh utuh,” ucap Tu Long mengangkat kepalanya dengan angkuh.


Bom..!!


Bola api langsung Tu Long muntahkan dari mulutnya.


Wuss..!!


Duar..!!


Ledakan dahsyat seketika terdengar sampai ke Sekte Besar yang menguasai Wilayah Barat.


Dret..!!


Tak lama Tu Long langsung menyusut ke bentuk manusianya, tatapannya kini mengarah ke beberapa tetua klan Long yang mampu bertahan hidup.


Wajah Tu Long seketika menyeringai.


Dret..!!


Tu Long langsung berubah menjadi Naga dalam wujud kecil.


Wuss..!!

__ADS_1


“Makananku, kalian jangan kecewakan Yang Mulia ini,” teriak Tu Long seperti orang kesurupan.


Sret..!!


Krak krak..!!


Krak krak..!!


Terdengar suara renyah dari gigi Tu Long yang mengunyah beberapa tubuh tetua yang masih hidup.


Tap tap..!!


Satu menit berlalu, tubuh Tu Long yang telah kembali ke wujud manusianya kini menjarah semua harta yang ada di Kota Long, bukan hanya itu saja, semua mayat pun ia kumpulkan untuk di jadikan makanannya.


Wung..!!


Sebuah dengungan keras terdengar di sertai lubang hitam muncul di langit.


Tatapan Tu Long mengarah ke atas, ia juga langsung waspada saat merasakan hawa keberadaan yang sangat kuat dari dalam lubang tersebut.


“Beraninya Naga kecil seperti dirimu membuat masalah di Wilayah Sekte Pedang Cahaya.” Sebuah suara mengerikan seketika terdengar dan langsung menusuk ke telinga Tu Long.


“Dewa Surgawi ⭐ 5 Menengah,” gumam Tu Long memasang wajah serius.


Saat ini ia sadar jika terlalu jauh dari orang setingkat itu dan jalan satu-satunya adalah melarikan diri. Walau kebanggaannya akan merasa terhina jika terus melarikan diri. Tapi ia selalu mengingat pesan dari Bai An.


Dret..!!


Sosok pria paruh baya yang terlihat berusia 40 tahunan muncul dari lubang hitam.


Tatapan pria paruh baya tersebut langsung mengarah ke arah Tu Long.


Wuss..!!


Dalam seperkian detik, sebuah lesatan muncul di depan Tu Long.


Karena Instingnya dalam pengalaman bertarung hidup dan mati. Tu Long dengan cepat mengangkat lengan kirinya.


Bom..!!


Tubuh Tu Long langsung terjatuh hingga membuat kawah layaknya jurang.


Sementara pria paruh baya yang menyerang menggunakan pedang cahaya kini mengerutkan keningnya.


“Hemm..!! Naga kecil ini berhasil melarikan diri saat aku lengah, aku juga tak menyangka jika ia menggunakan token teleportasi tingkat surgawi,” gumam pria paruh baya yang biasa di panggil Penetua Pertama di Sekte Pedang Cahaya.


***


Wung..!!


Dret..!!


Uhuk..!!


Tu Long yang muncul di tempat yang tidak ia ketahui langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya.

__ADS_1


Walau begitu, bukannya merasakan rasa sakit, ia malah tersenyum lebar. “Tunggu aku Sekte Pedang Cahaya, Yang Mulia ini akan datang menagih hutang suatu saat nanti,” ucap Tu Long.


__ADS_2