
Cahaya menyilaukan langsung menerangi ruangan tempat mereka berada.
Setelah cahaya tersebut mulai meredup, terlihat sebuah buku kuno dan terlihat asing di mata setiap orang yang baru melihat buku kuno tersebut.
Buku kuno itu terlihat sedikit unik, bentuknya bukan kotak persegi, melainkan berbentuk segitiga.
Sampulnya juga tidak ada tulisan sama sekali, hanya ada lambang saja.
Lambang tersebut adalah lambang tetesan air.
Penguasa Semesta Inti ke 6 yang melihat itu, tubuhnya seketika bergetar hebat.
“Bu.. Buku Hukum Air Tingkat Dewa,” ucap Penguasa Semesta Inti ke 6 dengan nada sedikit bergetar. Tapi tak lama ia langsung mengubah sikapnya.
“Ehem..!! Baiklah aku setuju,” kata Penguasa Semesta Inti ke 6 sambil melirik ke arah Master Fang.
Master Fang Mu kini tersenyum tipis, ia langsung mengangguk santai.
Tangan Master Fang Mu langsung bergerak santai, setelah itu, buku teknik Hukum Air Tingkat Dewa menjadi dua bagian.
“Aku akan memberikan bagian terahir kepadamu, untuk sisanya nanti akan aku berikan setelah 3 tahun,” kata Master Fang Mu kini tersenyum tipis.
Penguasa Semesta Inti ke 6 langsung mengangguk dengan semangat.
Dengan cepat Penguasa Semesta Inti ke 6 menyambar buku kuno bagian terahir, ia tidak sadar saat merebut buku kuno tersebut sebuah senyum licik Master Fang Mu perlihatkan.
***
Saat ini Bai An dan keluarganya bergerak ke arah timur.
Tujuan Bai An saat ini adalah 10 dunia inti di Alam Semesta Inti ke 6, yaitu dunia Naga Air.
Dunia Naga Air adalah Dunia Inti ke 4, Bai An ke dunia Naga Air karena Bing Lou memiliki beberapa bawahan setia yang selalu bersembunyi disana.
Bing Lou merasa akan aman jika menetap sementara disana.
Bai An dan keluarganya tentu tidak bodoh yang secara langsung meninggalkan Alam Semesta Inti ke 6, jika mereka melakukan itu, mereka tahu akan menghadapi kesulitan.
Wuss wuss..!!
Terlihat yang bergerak hanya Bai An, Ling Yenrou, Hu Hong Meng dan Bing Lou.
Sementara Duan Du, Tu Long, Lang Zia dan Fu Jian terlihat di selimuti oleh energi milik Ling Yenrou.
Beberapa hari kemudian.
Saat ini Bai An melayang di atas dunia yang terlihat jika di dunia tersebut hampir semuanya di tutupi lautan, hanya beberapa saja yang memiliki daratan.
Bing Lou yang kini paling depan langsung menuntung Bai An dan yang lainnya pergi menuju salah satu lautan.
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Tap tap..!!
Bing Lou membawa Bai An dan yang lainnya kini tepat di atas lautan.
Walau begitu, Bai An tahu jika di bawah laut terdapat kehidupan yang sangat banyak di sana.
Rata-rata penghuni dunia Naga Air adalah orang yang mempunyai elemen Air dan beberapa dari mereka yang bisa menguasai Hukum Air.
Sementara orang yang tidak memiliki Elemen Air, mereka adalah bukan penduduk asli dunia tersebut.
Jika ada penduduk asli dan ia tidak lahir dengan menguasai elemen air, maka ia akan di kucilkan, bahkan ada yang di perbudak karena menurut orang-orang pribumi, mereka adalah aib.
***
Saat ini Bing Lou, Bai An dan yang lainnya menatap ke laut.
Tepatnya di bawah laut, dasar laut ada sebuah perisai yang sangat besar di sana.
Di balik perisai, ada kota besar yang bernama Kota Air Tawar.
“Hmm,, kenapa kita berdiri saja disini? Apakah kita tidak turun kesana?” Tanya Duan Du sambil menunjuk ke Kota Air Tawar.
Wajah Duan Du juga sedikit menyinggungkan senyum tipis karena merasa penduduk asli dunia ini sedikit berbeda.
Walau Duan Du belum bertemu penduduk asli pribumi, instingnya mengatakan jika ia mencium bau harta yang akan mendatanginya terus menerus.
Berbeda dengan Tu Long, ia mencium bau daging lejat yang akan mendatanginya nanti.
Sementara Bing Lou, Bai An, Ling Yenrou, Hu Hong Meng, Lang Zai dan Fu Jian langsung menatap keduanya dengan pandangan jijik.
“Ayo kita masuk,” ajak Bing Lou.
Bai An dan yang lainnya langsung mengangguk santai.
Wuss wuss..!!
Dengan santai Bing Lou, Bai An dan yang lainnya melesat menuju air laut.
Blur..!!
Setelah memasuki air laut, mereka semua menyelimuti tubuh mereka menggunakan aura, ada juga yang menyelimuti tubuh menggunakan elemen air.
Bai An, Bing Lou, Duan Du dan Lang Zai, hanya mereka berempat yang mempunyai elemen air, sementara Ling Yenrou, Hu Hong Meng, Tu Long dan Fu Jian tidak mempunyai elemen air, jadi mereka menggunakan energi mereka untuk menutupi badan mereka agar tidak terkena air.
Tap tap..!!
Setelah sampai perisai.
Terlihat ada beberapa penjaga menghadang dan menatap tajam kelompok Bai An yang terlihat misterius.
“Apa tujuan kalian ke Kota Air Tawar?” Tanya Penjaga yang memiliki kekuatan Kaisar Sejati ⭐ 3 Awal. Nada suaranya terdengar sangat dingin.
__ADS_1
Bing Lou langsung maju, dengan santai ia berkata. “Aku datang kesini untuk menemui pemilik Penginapan Naga Air.”
Bing Lou juga terlihat menunjukkan sebuah token berlambang Naga berjirah sedang menyemburkan air.
Penjaga tersebut terdiam selama beberapa saat setelah melihat lambang token tersebut.
Ia kini menatap tajam ke arah Bing Lou untuk menyelidiki Bing Lou apakah token tersebut ia curi atau tidak.
Karena bisa saja token tersebut hasil curian, terlebih ia melihat semua orang sangat asing.
Penjaga tersebut berkata. “Tunggu dulu di sini, aku akan memberitahu komandan untuk memastikan kebenaran token tersebut.”
Tanpa menunggu jawaban dari Bing Lou, penjaga tersebut langsung pergi.
Wuss..!!
Bing Lou yang melihat itu hanya diam saja.
Bai An hanya mengerutkan keningnya melihat penjaga tersebut, ia merasa ada yang salah dari sikapnya tadi.
Sementara Duan Du, Tu Long dan Lang Zai kini menjilat bibir mereka sendiri.
“Hehe,, mangsa pertama.”
Ketiganya bergumam secara serempak.
Tak menunggu lama.
Wuss wuss wuss..!!
Puluhan penjaga menggunakan jirah muncul bersama salah satu yang terlihat paling tinggi.
Ia tak lain komandan yang bertugas menjaga Kota Air Tawar.
“Hmm..!! Siapa tadi yang ingin menemui Pemilik Penginapan Naga Air?” Tanya Komandan tersebut dengan nada arogan.
“Aku,, apakah aku bisa masuk?” Bing Lou langsung maju sambil bertanya.
“Heng,, apa tujuanmu menemui pemilik penginapan?” Tanya Komandan penjaga pintu Kota Air Tawar.
Bing Lou mengerutkan keningnya. Saat ia ingin menjawab.
Sebuah suara lebih dulu menimpali Komandan tersebut.
“Apa juga hak mu bertanya tujuan kami menemui Pemilik Penginapan Naga Air,” dengus Duan Du.
“Heng,, aku punya hak, karena aku adalah Komandan Kota Air Tawar, siapapun yang ingin masuk, harus meminta izin dariku, dan apapun yang ingin mereka lakukan di Kota Air Tawar harus memberitahuku dulu, jika tidak ia akan di anggap penjahat, atau buronan.” Dengus Komandan sambil menatap tajam ke arah Duan Du.
Tangan Komandan tersebut terlihat bergerak, ia seperti memerintahkan para penjaga untuk menangkap Bing Lou, Bai An dan kelompoknya.
“Heng,, seekor tikus yang tidak tahu malu,” dengus Duan Du memprovokasi.
__ADS_1
“Eeh,, tikus kan memang tidak tahu malu. Memang ada tikus yang punya rasa malu?” Terdengar suara Tu Long bertanya dengan nada bingung.