
“Kakak Tian, kemarilah dan lihat siapa yang ada di depan ku ini.”
Mendengar teriakan Duan Du.
Cen Tian yang saat ini sedang bahagia memungut hasil jarahan langsung memasang wajah jelek karena mengira Duan Du akan menjebaknya jika ia pergi.
Karena saat ini ia mengejar Lang Zai yang kini membantai semua prajurit dan komandan milik Pemimpin Kota Lang Qing yang sudah sekarat oleh serangan Tu Long.
“Heng,, bocah nakal, jangan ganggu kakakmu ini yang sedang bekerja mencari nafkah untuk sesuap nasi,” dengus Cen Tian membalas dengan berteriak yang di aliri energinya agar suara Cen Tian menggema hingga sampai ke tempat Duan Du berada.
Duan Du yang mendengar itu langsung memasang wajah cemberut di sertai sedikit malu saat mendengar jawaban Cen Tian.
Bahkan Tu Long yang sedang memulihkan lukanya kini batuk darah saat mendengar teriakan lucu Cen Tian.
“Bocah tidak tahu malu,” gumam Tu Long berusaha menahan tawa agar ia tidak batuk darah lagi, ia kini mencoba untuk kembali fokus memulihkan lukanya.
Sementara Lang Zai langsung berhenti lalu melihat ke arah Cen Tian sambil tertawa terbahak-bahak hingga berguling-guling di tanah.
Hal tersebut di manfaatkan oleh para prajurit dan komandan untuk melarikan diri dari Monster yang menakutkan bagi mereka.
Guan Shen Ju hanya mengerutkan keningnya saat mendengar balasan dari ucapan Duan Du tadi.
Untuk Xiao Tan, ia kini mengerutkan keningnya saat mendengar nama Tian. Xiao Tan merasa familiar akan nama tersebut.
“Tian,” gumam Xiao Tan dalam hatinya.
Saat menggumamkan nama tersebut. Tiba-tiba kepada Xiao Tan pusing dan terlintas beberapa ingatan samar-samar masa lalunya muncul.
Argghhh..!!
Xiao Tan seketika berteriak keras. Hal tersebut membuat Guan Shen Ju panik dan mengira Duan Du yang menyerang Xiao Tan secara diam-diam.
Apalagi ia melihat saat ini Duan Du telah menghilang dari tempatnya tadi.
“Saudara Xiao, apa yang terjadi kepadamu? Apa yang sakit, cepat beritahu aku agar aku bisa membantumu,” teriak Guan Shen Ju dengan nada panik.
“Saudara Xiao kenapa kau diam saja? Cepat jawab apa yang terjadi padamu.”
Wajah Guan Shen Ju kini memucat saat melihat saudara seperguruannya kini berteriak kesakitan.
__ADS_1
Perlu di ketahui, Guan Shen Ju adalah dulunya seorang anak gelandangan yang selalu di siksa oleh anak-anak sebayanya.
Namun ia beruntung bisa bertemu dengan Xiao Tan yang sedang melakukan perjalanan menuju kediaman ibunya sehingga Xiao Tan membantunya dan menjadikannya seorang bawahan.
Sebenarnya Xiao Tan ingin mengangkat Guan Shen Ju sebagai saudara angkat, namun karena pamannya melarang karena klan Xiao adalah Klan Bangsawan dan jika orang luar tahu Guan Shen Ju saudara Xiao Tan bukan marga Xiao maka namanya akan tercoreng.
Jadi Xiao Tan terpaksa mengikuti keinginan pamannya.
Guan Shen Ju pun senang walau hanya bawahan hingga mereka tumbuh besar bersama dan Guan Shen Ju di latih juga oleh paman Xiao Tan agar tetap menjadi sombong, karena jika kita terlalu baik maka orang-orang akan menindas kita.
Sehingga sifat Guan Shen Ju yang sombong akibat pengaruh klan Xiao. Hanya Xiao Tan dan adiknya saja yang tidak sombong sampai saat ini.
Guan Shen Ju dan Xiao Tan bisa masuk sekte besar karena pengaruh klan Xiao dari klan kecil merangkak hingga menjadi klan kecil dalam jajaran 10 klan kecil terkuat membuat Sekte besar mau menerima anak-anak didik klan Xiao.
Saat ini amarah Guan Shen Ju memuncak saat tidak ada respon dari Xiao Tan, yang ada hanyalah teriakan kesakitan.
Guan Shen Ju pun seolah ikut merasakan rasa sakit.
Hingga pandangan Guan Shen Ju kini mengarah ke arah Duan Du yang baru muncul.
Amarah Guan Shen Ju seketika memuncak saat melihat Duan Du.
“Hehe...!! Jangan bilang kau tidak mengenalnya kak,” kekeh Duan Du.
Kini pandangan Cen Tian yang tadi marah-marah langsung melotot saat melihat ke arah orang yang berteriak kesakitan.
“Xi.. Xioa Lee Tan,” teriak Cen Tian dengan nada terbata-bata.
Tubuh Cen Tian seketika bergetar hebat saat melihat Xiao Lee Tan.
Seketika pandangan Cen Tian langsung ke segala arah.
“A.. Apakah istriku juga ikut di Reinkarnasi?” Ucap Cen Tian kini mencari sosok yang ia rindukan.
Duan Du yang mendengar itu langsung tersenyum.
“Jadi begitu,” gumam Duan Du.
“Kakak dulu menghilang karena telah merencanakan sesuatu yang tidak boleh terjadi. Yaitu mereinkarnasi seseorang,” sambung Duan Du kini paham.
__ADS_1
Dulu Bai An sibuk mencari banyak sekali bahan-bahan langka termasuk Batu Reinkarnasi.
Tentu Duan Du paham akan hal tersebut. Saat Duan Du ingin bertanya siapa yang akan mati dan ingin ia hidupkan kembali. Bai An menyangkal hal tersebut sehingga Duan Du hanya mengangguk dan tak bertanya lebih.
“Jika Pangeran Xiao Lee Tan di Reinkarnasi di sini, berarti akan ada beberapa orang yang aku kenal juga ikut di Reinkarnasi,” gumam Duan Du tersenyum bersemangat, ia tak sabar siapa saja itu.
Duan Du tentu yakin jika kakaknya Bai An juga tidak tahu. Karena ia yakin kakaknya melakukan hal tersebut secara acak sehingga melakukan Reinkarnasi masal kepada orang-orang terdekatnya yang sudah mati karena usia.
“Kak,, apa kau tahu jika Xiao Lee Tan di Reinkarnasi?” Tanya Duan Du penuh harap.
Cen Tian langsung menggeleng. “Aku tidak tahu, karena dulu sebelum aku di kirim kesini, An'er meminta ijin kepadaku untuk mencoba sesuatu. Yaitu menghidupkan orang-orang terdekatnya lagi dengan cara Reinkarnasi secara acak dan ia mencoba mereinkarnasi mereka di Alam Semesta Inti ini,” jawab Cen Tian.
“Jadi aku tidak tahu siapa saja yang akan di Reinkarnasi. Saat ini aku berharap jika Xiao Yi atau Yi'er juga ikut di Reinkarnasi,” sambung Cen Tian dengan nada penuh harap.
Duan Du mengangguk lalu melirik ke arah Guan Shen Ju yang kini melesat ke arahnya dengan amarah dan penuh dendam.
Duan Du dengan santai ikut menghilang lalu muncul di bayangan Guan Shen Ju.
“Hehe,, kau ini bocah yang terlalu meledak-ledak, jadi kau cukup diam saja lebih dulu agar tidak menganggu acara reuni ini,” kekeh Duan Du langsung menyegel energi dan dantian milik Guan Shen Ju.
Saat ini Guan Shen Ju tidak lebih dari manusia biasa.
Walau begitu, ia menatap ke arah Duan Du dengan penuh kebencian.
“Jika terjadi kepada Saudara Xiao, aku bersumpah akan membunuhmu,” teriak Guan Shen Ju.
Duan Du yang merasa risih langsung menembakkan sinar melalui jari telunjukknya.
Wuuss..!!
Jlep..!!
Guan Shen Ju seketika pingsan lalu terjatuh.
Sebelum mencapai tanah, Lang Zai yang sudah mendapat pesan untuk menangkap Guan Shen Ju langsung menangkapnya lalu meletakkannya di tanah.
Sementara Cen Tian kini mendekat dengan perasaan khawatir.
“Du'er apa yang terjadi dengan Xiao Lee Tan?” Tanya Cen Tian terlihat gelisah.
__ADS_1
“Kakak tenang saja, dia sedang mengalami proses kembalinya ingatan masa lalu,” jawab Duan Du sambil melirik ke arah Xiao Lee Tan.