
Xiao Lee Tan tentu tidak ingin cerita jika ia adalah seorang Rienkarnasi, jadi ia hanya membohongi Guan Shen Ju dengan beberapa alasan buatan Duan Du.
“Benar mereka selalu seperti ini jika bersama, terlebih aku pernah mendengar cerita dari Cen Tian.” Xiao Lee Tan terdiam saat mencoba mengingat cerita Cen Tian.
“Jika Duan Du dan paman Tu Long bersama, mereka selalu berdebat masalah yang tidak jelas,” ucap Xiao Lee Tan sambil menunjuk ke tempat Tu Long yang saat ini masih memulihkan dirinya.
Guan Shen Ju mengangguk-angguk bingung. Sebenarnya ia tidak paham dengan sifat semua orang yang di depannya ini. Tapi Guan Shen Ju hanya mengangguk saja agar ia terlihat tidak bodoh.
Saat Duan Du dan Cen Tian berdebat masalah harta.
Lang Zai terlihat asik makan, ia kini telah sibuk dengan dunianya sendiri.
Hal tersebutlah yang membuat Guan Shen Ju bingung.
“Ehem-ehem..!! Apakah kalian bisa berhenti berdebatnya.”
Cen Tian dan Duan Du langsung memandang ke arah Xiao Lee Tan dengan tatapan tajam.
Glek..!!
Xiao Lee Tan langsung diam sambil menarik Guan Shen Ju pergi.
Melihat Xiao Lee Tan pergi.
Kini Cen Tian dan Duan Du kembali saling menatap satu sama lain, terlihat mereka tidak ada yang mau mengalah.
“Aku adalah komandonya di sini dan Kakak Bai An telah memerintahkan aku, jadi kau harus menurut kak Tian,” ucap Duan Du kini tersenyum tipis.
“Heng,, pokoknya aku tidak mau kesana, kau tahu jika Xiao Yi'er ada di sana. Jika ia tahu aku menjarah harta orang lagi. Bisa mati aku di kuliti,” dengus Cen Tian.
Duan Du terlihat tidak peduli, ia kini melihat ke arah Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju yang kini ikut minum arak bersama Lang Zai.
“Hei kakak ipar, berapa lama kira-kira kita sampai jika ke Dunia Inti Pertama di Alam Semesta Inti ke 6 ini?” Tanya Duan Du dengan suara kecil. Namun suaranya terdengar menggema karena ia menggunakan energinya.
Xiao Lee Tan yang di panggil langsung merenung.
“Kami kesini dulu membutuhkan waktu 2 tahun, itupun kami selalu mampir ke setiap dunianya.” Jawab Xiao Lee Tan.
“Tapi jika langsung kesana, mungkin membutuhkan waktu satu tahun atau mungkin kurang dengan Kecepatan paman Lang Zai.” Sambung Xiao Lee Tan.
Duan Du memungut-mungut dagunya sambil melirik ke arah Cen Tian yang kini memasang wajah jelek.
Tiba-tiba Duan Du tersenyum licik.
__ADS_1
“Hehe,, kak, kau tahu. Aku mendengar dari kakak Bai An jika di sana ada Paviliun Awan yang memiliki jutaan harta. Bagaimana? Apakah kau teguh dengan pendirianmu setelah mendengar jika disana banyak sekali harta. Bahkan aku mendapat bocoran jika disana ada Artefak Setengah Dewa.” Kekeh Duan Du.
Mata Cen Tian seketika bersinar terang, hatinya kini bergejolak saat mendengar ada Paviliun yang memiliki kekayaan jutaan harta. Bahkan ada Artefak.
Tapi tak lama Cen Tian langsung mendengus kecil.
“Heng,, tetap saja aku tak mau kesana. Tapi jika kau memaksa maka aku terpaksa mengikutimu. Karena saat ini kau adalah komandonya,” dengus Cen Tian seolah ia adalah korban.
Saat Duan Du ingin mengatakan setuju. Suara Cen Tian kembali terdengar.
“Tapi aku ingin 80% harta dari Paviliun yang kau maksud,” ucap Cen Tian kini terdengar suara liciknya.
Wajah Duan Du seketika cemberut.
“Iya sudah, lebih baik kau tidak perlu ikut saja,” ucap Duan Du langsung melangkah pergi.
“Kau 30% aku 70% Bagaimana?” Ucap Cen Tian dengan cepat sambil menghalangi jalan Duan Du.
Tapi Duan Du tetap melangkah.
“Baiklah, aku akan mengalah. Kau 31% aku 69%,” ucap Cen Tian kini terdengar lesu.
Duan Du yang mendengar itu kini ingin sekali menguliti wajah kakaknya. Tapi ia tetap berjalan santai di sertai memasang senyum licik.
Cen Tian kini memasang wajah gelap. “Aku 60% kau 40% Bagaimana? Jika kau tidak mau maka aku hanya perlu bicara ke An'er kalau kau menindas kakakmu lantaran perbedaan tingkat kultivasi,” ucap Cen Tian kini terdengar dingin.
“Hehe..!! Setuju,” kekeh Duan Du.
Cen Tian dengan berat hati menjabat tangan Duan Du yang kini terulur.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Hei hei..!! Apa disana banyak musuh kuat nantinya?” Tanya Tu Long kini terdengar antusias.
Tu Long tentu mendengar perdebatan keduanya. Tapi ia lebih fokus ke pemulihannya terlebih dahulu. Barulah setelah ia pulih, dengan cepat ia kini muncul di depan Cen Tian dan Duan Du.
Duan Du dan Cen Tian kini menatap ke arah Tu Long dengan ekspresi rumit.
“Apakah otakmu hanya bertarung saja?” Tanya Duan Du dan Cen Tian serempak.
Wajah Tu Long langsung gelap. “Heng dari pada kalian, otak kalian hanya harta-harta dan harta,” dengus Tu Long.
__ADS_1
“Heh..!! Masih mending harta. Dengan harta kita bisa melakukan apapun,” dengus Cen Tian.
“Dari pada kau, bertarung tidak jelas. Kuat saja tidak,” sambung Duan Du mengejek.
Tu Long langsung memanyunkan bibirnya saat ia di keroyok.
“Heng,, jika berani ngomong satu lawan satu. Jangan main keroyokan,” dengus Tu Long sambil memainkan ototnya.
“Dasar otak dongol, jika beradu bicara itu harus menunjuk ini, bukannya otot.” Cela Duan Du sambil menunjuk ke otak dan mulutnya.
“Ckckck,, otak dongol, otak dongol,” sambung Cen Tian langsung berjalan menyusul Duan Du ke arah dimana Lang Zai, Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju berada.
Tu Long kini terdiam, ia sama sekali tidak marah saat di panggil otak dongol. Karena ia sudah terlalu sering di panggil seperti itu.
Saat ini Tu Long memikirkan ucapan Duan Du sambil memegangi ototnya.
Ia memainkan ototnya tadi itu karena ototnya pegal dan secara reflek ia menggerakkannya sambil bicara.
“Apakah ada masalah? Jika aku bicara sambil menggerakkan otot ku?” Gumam Tu Long bertanya-tanya sambil menggaruk kepalanya.
“Heng,, dasar bocah kurang ajar, aku kini sadar jika ia sengaja bicara begitu karena ingin mengerjaiku lagi,” dengus Tu Long kini melihat ke arah Duan Du dan yang lainnya berkumpul.
Terlihat jika Duan Du dan yang lainnya kini menertawakan dirinya.
***
Wuss wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Terlihat kini Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng berjalan santai.
Setelah Bai An mendengar jika Hu Qia akan di nikah kan secara paksa, ia kini langsung bergerak ke Dunia Awan Putih.
Tujuan Bai An tentu ingin mencari informasi agar Ling Yenrou dan Hu Hong Meng bersama keluarganya tidak curiga ia melakukan pergerakan tiba-tiba saat tahu Hu Qia akan menikah.
Jadi ia pura-pura mencari informasi agar saat melakukan perubahan pergerakan, maka mereka tidak akan curiga.
Terlebih ada satu orang yang paling Bai An waspadai di keluarganya.
Bai Yun, ia selalu mewaspadai Bai Yun dan kini mengkaitkan Bai Yun ingin ikut karena perintah Bai Chen yang selalu mengawasinya.
“Tuan muda,, aku akan mencari informasi ke sana, kau tunggu saja di rumah makan, nanti aku akan menyusul.”
__ADS_1