Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Berangkat Menuju Cabang Ke 3 Organisasi Menara


__ADS_3

Melihat Chen Long sudah di ambang batas, ia pun mennghilang dari tempatnya.


Dret..!!


...


Chen Long yang kini di kerumuni jauh lebih banyak musuh dari pada Bo Wuhan, terlihat jubah yang ia kenakan hampir hilang seutuhnya.


Luka sayatan pun terlihat di beberapa bagian tubuh Chen Long.


“Serang dia, tinggal sedikit lagi maka salah satu calon pemimpin Klan Naga Langit akan mati. Kemenangan di depan mata.”


Terdengar suara salah satu dari topeng ungu yang paling kuat memberikan dorongan semangat untuk semua Fraksi.


Woaah..!!


Seketika ratusan ribu organisasi menara dari 3 Fraksi langsung berteriak penuh semangat.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Mereka pun langsung melesat dengan wajah penuh senyum lebar. Tidak ada di antara mereka yang ragu akan kematian yang menanti mereka.


...


Sementara Chen Long yang melihat musuh mendatanginya langsung memasang kuda-kudanya.


Terlihat banyak sekali tubuh terpotong-potong di sekelilingnya sedang melayang, yang artinya itu baru saja selesai ia bunuh.


“Akan ku layani kalian semua sampai titik darah penghabisanku,” teriak Chen Long dengan nada lantang.


Blush..!!


Goar..!!


Tak lama Chen Long pun langsung berubah seutuhnya menjadi sosok Naga Berlian yang sangat besar.


Wung..!!


Duar..!!


Ekornya dengan cepat terkibas ke arah musuh, hingga membuat hampir ribuan mati tanpa bisa melawan atau menghindar.


Dret..!!


Crash..!!


Tanpa basa basi Chen Long mengayunkan cakarnya secara bergantian.


Bom bom bom..!!


Tidak berhenti sampai di sana saja, mulut Chen Long kini terbuka lebar.


Wuss..!!


Bom..!!


Duar..!!


Seketika keluar bola energi mirip api putih dari mulut Chen Long lalu di tembakkan ke musuh yang paling banyak.


Terlihat kini hampir 30% musuh Chen Long mati dalam 3 kali serangan yang ia lakukan. Dan pada saat yang sama, Chen Long terlihat sudah kehabisan energi.


Crash crash..!!

__ADS_1


Beberapa dari anggota menara yang sampai ke tubuh Chen Long, kini terlihat mengyerang Chen Long dengan gencar, tanpa takut mati.


Bom bom bom..!!


Goar..!!


Chen Long pun langsung meraung saat tubuhnya kini sudah di selimuti oleh puluhan ribu organisasi Menara.


“Mati,” teriak para topeng ungu kini terlihat akan menggabungkan seluruh kekuatan mereka.


Blush..!!


Jlep..!!


Tapi sedetik seakan bola energi yang sangat besar akan melesat ke arah tubuh Chen Long. Semua orang berhenti, termasuk bola energi yang berasal dari serangan gabungan para topeng ungu.


Mata semua organisasi menara kini melotot karena tekanan yang muncul tiba-tiba ini.


...


Wuss..!!


Tap tap..!!


Bai Han pun langsung muncul sambil mengibaskan tangannya ke arah sekerumunan orang-orang menara yang menggerumi tubuh pamannya.


Seketika kabut muncul dan dalam sekejap tubuh orang-orang menara langsung lenyap tanpa sisa.


Bersamaan dengan itu, tubuh Naga Chen Long yang di penuhi luka seketika menutup.


“Hemm..!! Jangan terlalu memaksakan diri paman, jika memang tidak mampu, maka kau bisa mundur terlebih dahulu untuk meminta bantuan atau bisa datang kembali setelah kita pulih,” ucap Bai Han tersenyum hangat.


Chen Long yang mendengar itu pun langsung memejamkan matanya.


Blush..!!


Bruk..!!


Bai Han pun langsung menangkap pamannya yang kini pingsan. Terlihat Bai Han tersenyum hangat.


Tak lama setelah itu, pandangan Bai Han mengarah ke semua musuhnya dengan wajah mengerikan.


Blush..!!


Argh..!!


Argh..!!


Tanpa rasa iba, Bai Han langsung menyiksa semua musuh yang mengepung pamannya.


Secara perlahan tubuh orang-orang menara kini terkikis seolah di sayat-sayat oleh pisau.


Hingga 30 menit berlalu, barulah teriakan tersebut terhenti. Kini semua orang-orang menara telah musnah seutuhnya.


Tapi itu tidak membuat wajah Bai Han bahagia, tatapannya masih dingin.


Ia pun melirik ke arah kedua saudaranya yang kini masih bekerjasama dan kerjasama mereka sangatlah solit, sehingga energi mereka tersisa masih banyak.


Dret..!!


Tap tap..!!


Dalam hitungan detik, Bai Han kini muncul di samping kiri kanan kedua saudara.


Blush..!!

__ADS_1


Tanpa basa basi ia langsung melambaikan tangannya.


Argh..!!


Setelah kabut menyelimuti tubuh orang-orang menara, terdengar teriakan yang sama dengan apa yang Bai Han lakukan terhadap musuh Chen Long.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang melihat kedatangan Bai Han bersamaan dengan kabut dalam hitungan detik, hanya bisa pelonga pelongo.


“Eeh,, kak, apa kau sekuat ini sekarang?” Tanya Bai Da Xing melirik ke arah Bai Han dengan wajah penuh semangat.


“Tidak juga, saat ini aku merasa masih lemah Da'er, tapi aku sudah cukup yakin untuk datang menyelamatkan saudara Bai Ha dan Bai Hu,” jawab Bai Han menggelengkan kepalanya sambil mencengkram erat tangannya penuh tekad.


“Eeh,, si-”


“Kalian jangan sembarangan menuduh, mereka melakukan itu demi kebaikan kalian,” potong Bai Han lalu menjelaskan semuanya.


Mendengar itu, wajah Bai Da Xing dan Lan Yuheng seketika murung dan merasa bersalah, bahkan mereka sempat membenci dan dendam terhadap kedua saudara mereka itu.


“Lupakan saja, ayo berkumpul, karena tidak lama lagi kita akan menyerang Menara Informasi ke 3, dimana tempat saudara Bai Ha dan Bai Hu di tahan dan di sana ada si sialan Jin Yuanhu,” ajak Bai Han dan terdengar nada suaranya dingin saat menyebut nama Jin Yuanhu.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun langsung memasang wajah ganas saat mendengar nama Jin Yuanhu. Karena jika bukan dia, maka tempat tinggal Bai Han pastinya tetap tenang.


“Ayo,, aku sudah tidak sabar untuk menyayat tubuhnya,” ucap Bai Da Xing.


“Hemm..!! Aku tidak sabar ingin memotong bibir dan lidahnya,” sambung Lan Yuheng.


Dret..!!


Tanpa basa basi, setelah membunuh ketiga gabungan Fraksi yang di pimpin oleh Pemimpin ke 2 Fraksi Menara Informasi Jin Xianhu. Kini mereka semua melesat ke arah aula.


Dan pada saat melesat, terlihat dunia jiwa Bai Han yang retak, telah kembali seperti sediakala, karena Bai Han menggunakan energi semua musuhnya untuk memulihkan dunia jiwanya.


...


Tap tap..!!


Sementara di cabang Menara Informasi ke 3, yang tak lain Markas asli Jin Yuanhu.


Saat ini Jin Yuanhu terlihat gelisah, karena kakaknya masih belum kembali.


“Sial, kenapa perasaanku menjadi tidak nyaman,” gumam Jin Yuanhu dalam hati sambil berjalan kesana kemari.


“Ahh,, aku harus mengamankan portal menuju Cabang kedua, pertama dan Menara Pusat. Setidaknya jika dugaanku benar, maka itu akan aman,” gymam Jin Yuanhu langsung menghilang dari tempatnya.


Dret..!!


***


Tap tap..!!


Xiu Hou yang sudah menunggu kedatangan Bai Han pun kini melirik ke arah Bai Han.


“Hemm..!! Kemana paman Du Ling dan Meng Yusan?” Tanya Bai Han melirik area sekitar.


“Eeh,, apa kau sengaja tidak menggunakan jiwamu ke seluruh area dunia jiwa ini?” Bukannya menjawab, Xiu Hou malah bertanya dengan wajah sedikit terkejut.


“Tidak, jika aku menggunakan jiwaku, maka akan kurang sopan bagiku untuk memantau semua anggota keluargaku, itu di ajarkan oleh ayahku,” ucap Bai Han langsung menggelengkan kepalanya.


“Hemm..!! Ternyata begitu ya, mereka saat ini pergi ke aula isolasi untuk memulihkan energi mereka,” ucap Xiu Hou.


“Jika begitu, maka kita berdua saja yang mendatangi markas cabang ke 3 Menara, biarkan yang lainnya memulihkan dulu terlebih dahulu. Dan pada saat sampai, mereka pasti sudah pulih,” ucap Bai Han dengan nada tenang.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang mendengar itu, langsung mengangguk setuju, sama halnya dengan Xiu Hou.


“Jika begitu ayo,” ajak Xiu Hou langsung bangkit.

__ADS_1


Dret..!!


Wuss wuss..!!


__ADS_2