Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kebahagian Semua Orang dan Cahaya Emas Menutupi Dimensi


__ADS_3

“Haha pamanmu ini menang lagi,” ucap Lang Zai dengan wajah bahagia, lalu pandangan Lang Zai mengarah ke saudaranya saat ini.


Terlihat Puxiu bersama Bai Ji Pixiu dan Bai Gi Pixiu baru selesai membantai musuhnya tanpa belah kasih. Bahkan mereka bertiga dengan bahagia membunuh musuh.


Bukan hanya kelompok Bai Han saja yang melakukan pembersihan para parasit, bahkan kedua Guild dan para sekutu yang lainnya ikut membunuh semua musuh yang memiliki resiko untuk berkhianat di kemudian hari.


Dan dalam waktu dua hari, pembersihan besar-besaran yang di lakukan kini telah selesai.


Semua orang di seluruh Dimensi Alam Sihir terlihat bahagia, banyak dari penduduk yang lemah atau yang dulu di tindas hingga di jadikan budak kini bersujud.


Mereka semua merasakan kebebasan yang telah lama mereka impikan, dan mereka juga yang ikut berperang merasa lega karena bisa membalaskan dendam keluarga mereka yang di siksa hingga mati dahulu.


Terlihat juga hampir semua kota dan hutan telah hancur tanpa sisa. Dan tentunya yang melakukan ini adalah dua orang yang memiliki sifat anak-anak. Ares dan Duan Li.


Jika saja keduanya tidak takut terhadap Bai An, mungkin mereka telah menghancurkan seluruh tempat yang mereka lewati.


...


Kini di sebuah kedai kecil, salah satu bangunan yang tidak ikut hancur. Keluarga Bai An berkumpul.


“Hahaha ingin rasanya aku mengadakan pesta kecil-kecilan, tapi karena Tuan muda bilang ini bukan ahir, melainkan awal, aku rasa minum sedikit arak tidak apa lah,” ucap Lang Zai meneguk araknya.


Long Yuan dan Pixiu juga ikut mengangguk setuju.


Pandangan mereka mengarah ke Bai An yang duduk di paling pojok bersama Bai Chu Ye.


“Bagaimana keadaan Han'er Tuan muda?” Tanya Pixiu mengingat sampai saat ini Bai Han belum sadar.


“Hemm..!! Anak itu sebenarnya sudah sadar satu hari yang lalu, tapi mungkin karena adanya Gisel, ia pura-pura tetap pingsan agar tidak terlalu terusik,” ucap Bai An sedikit tersenyum menggeleng.


“Heeh,, bocah itu memiliki sifat seperti dirimu saat masih muda An'er, sama-sama banyak akal,” ejek Cen Tian.


Mendengar itu, semua orang ikut tersenyum kecil.


“Woah, aku tak menduga jika saat muda kau banyak akal Ling,” sambung Anariel dengan nada mencemoh.

__ADS_1


“Hem hem..!! Aku ingin melihat selicik apa kau saat muda Ling,” sambung Sintia ikut mengejek Bai An.


Di saat semua orang tertawa bahagia, tidak jauh dari tempat mereka dua pemuda terlihat berdiri memasang wajah jelek.


Mereka tak lain Ares dan Duan Li. Keduanya kini di hukum berdiri dengan satu kaki, lalu tangan mereka di ikat ke belakang. Tidak hanya itu saja, Mana dan energi mereka ikut di kunci agar tidak menggunakan Mana saat di hukum.


“Ayah Bai ayolah, Li'er kan hanya melakukan tugas yang Kakak Han dan kakak Ye berikan, kenapa Li'er harus di hukum,” ucap Duan Li mengerucutkan bibirnya.


“Hem hem..!! Kakak jahat, yang lain tidak di Hukum. Tapi Ares dan Li'er kenapa di hukum.” Teriak Ares tidak terima.


Pandangan semua orang langsung mengarah ke Duan Li dan Ares, merasakan tatapan dingin dari semua orang.


Glek..!!


Ares dan Duan Li hanya bisa menelan ludah dan kembali membisu sambil mengarahkan pandangan ke arah lain.


Melihat tingkah keduanya, semua keluarga Bai An langsung tersenyum tipis.


Bahkan keempat yang baru bergabung, yaitu Tombak Cahaya dan 3 lainnya ikut tertawa kecil saat merasakan keharmonisan kekeluargaan ini. Mereka berempat tidak pernah merasakan namanya kehangatan seperti ini selama hidup mereka. Bahkan tersenyum tulus pun baru kali ini mereka keluarkan.


...


Ratu Elf Diane terlihat sangat bahagia saat bertemu dengan Roh Pohon Kehidupan.


“Salam Ibu, maafkan Diane yang baru menghidupkan Ibu,” ucap Ratu Elf Diane bersujud di depan Pohon.


Tak lama sebuah Roh muncul, Roh tersebut sangat mirip dengan Ratu Diane, tapi ia terlihat lebih dewasa.


“Tidak, kau bahkan tepat waktu menghidupkan kembali Pohon Kehidupan sehingga aku bisa keluar dari sini.” Ucap Roh Pohon Kehidupan.


Sebuah senyum Roh Pohon Kehidupan perlihatkan. “Bangunlah putriku, ramalan tentang kembalinya orang itu dan menata ulang Dimensi ini telah terbukti bukan.” Ucap Roh Pohon Kehidupan.


“Iya Ibu, jadi inilah sebabnya Ibu menyuruh Diane tidak ikut campur dahulu. Lalu setelah masalah ini selesai, apa yang akan Diane lakukan?” Tanya Ratu Diane terlihat sangat mempercayai dan mematuhi setiap saran ibunya.


“Buatlah dia menjadi saudaramu, walau ia kejam, ia sangat menyangi setiap orang yang ia anggap keluarga, bahkan ia akan melindungi semua keluarganya dengan segenap jiwa dan raganya.” Ucap Roh Pohon Kehidupan.

__ADS_1


Mendengar itu, Ratu Diane sedikit ragu. Karena saat ia bertemu Bai An, ia teringat Bai An acuh tak acuh, bahkan ia terlihat tidak peduli dengan dirinya jika saja ia tidak membuat perjanjian.


Perjanjiannya hanya Bai An meminta Ratu Diane tidak akan ikut campur dan Ratu Diane menyanggupi tapi Bai An harus menghidupkan kembali Pohon Kehidupan.


“Aku tahu apa yang kau pikirkan putriku, jangan mementingkan egomu karena menganggap diri terlalu tinggi atau terlalu rendah, dekatilah dia, maka kau akan mendapatkan banyak manfaat, tapi jangan sampai memanfaatkannya, maka kehancuran yang kau dapatkan,” ucap Roh Pohon Kehidupan kini mengusap rambut putrinya dengan kasih sayang.


“Tapi bu, jika aku mengikutinya maka-”


“Stt..!! Dimensi ini akan tetap aman selamanya, ibu telah meramalnya, bahkan Dimensi ini kelak akan setara dengan Dimensi tempat kita berasal di masa lalu.” Potong Roh Pohon Kehidupan.


Mata Ratu Diane sedikit melotot saat mendengar ucapan ibunya.


Saat Ratu Diane ingin mengucapkan sesuatu, sebuah guncangan dahsyat terjadi di sertai cahaya bewarna emas menutupi seluruh Dimensi Alam Sihir.


“A...Apa yang terjadi?” Tanya Ratu Diane merasakan Mana di sertai Energi yang setara dengan Dimensi Alam Dewa.


“Akhirnya waktunya Dimensi ini akan mulai menapakkan dirinya,” ucap Roh Pohon Kehidupan.


Selama ini Dimensi Alam Dimensi tersegel oleh leluhurnya Roh Pohon Kehidupan di masa lalu untuk tempat mereka bersembunyi.


“I..Ini apakah ada orang yang bisa memecahkan misteri yang ada di Benua Kegelapan?” Ratu Diane hanya bisa terkejut di sertai mata terbuka lebar.


***


Di tempat Bai An.


Semua keluarga Bai An kini berdiri, mereka semua bersiap keluar karena merasa ada musuh kuat datang.


“Kalian tidak perlu keluar,” ucap Bai An santai. “Dan apa kalian tidak merasakan udara di sekitar kalian.” Sambung Bai An tersenyum kecil.


Semua orang yang berasal dari Dimensi Kultivator langsung membelalakkan mata mereka saat merasakan energi yang murni dan melimpah.


“I..Ini,” ucap Bai Chu Ye sedikit terkejut.


Sementara keluarga Bai An yang memang berasal dari Dimensi ini juga terlihat terkejut saat merasakan Mana yang jauh murni dan melimpah.

__ADS_1


...


Bai An yang melihat reaksi semua keluarganya langsung tersenyum tipis. “Kalian semua berkultivasi atau tingkatkanlah kekuatan kalian, jangan berpuas diri.” Ucap Bai An, lalu ia kembali menambahkan.


__ADS_2