
Bai An mengangguk sambil berkata datar. “Kota Pelelangan.”
“Eeh,, jadi Master ingin mengikuti pelelangan ya, sekali lagi maafkan atas sikap kami ini.”
“Saya juga tidak tahu jika Master ingin ikut pelelangan terbesar di Dimensi Alam Surgawi yang akan di gelar 3 minggu lagi.” Ucap Penjaga bertubuh tinggi.
Mendengar itu, Bai An dan Gu Sheng langsung mengerutkan kening mereka.
“Hemm,, aku merasakan ada yang tidak beres,” gumam Bai An dalam hati.
“Hemm..!! Apakah kau tahu terahir kali Kota Pelelangan mengadakan lelang terbesar mereka?” Tanya Bai An dengan nada datar. “Dulu aku tidak mengikuti lelang lantaran melakukan pelatihan tertutup, jadi aku tidak mengetahui kapan terahir kali mereka melakukan lelang terbesar.” Sambung Bai An memberikan alasan agar ketiga Penjaga gerbang portal tidak curiga.
“Eeh,, itu saya juga tidak tahu Master, karena seingat saya, saya belum lahir saat Kota Pelelangan mengadakan lelang besar terahir mereka. Dan saat ini usia saya sudah 5657 tahun,” jawab salah satu penjaga yang memiliki otot kekar.
Mendengar itu, Bai An menghentikan langkahnya.
“Hemm..!! Kau kembalilah, beritahu Ye'er dan yang lainnya untuk bersiap-siap, aku berpikir ada yang tidak beres,” ucap Bai An merasakan bahaya menunggunya di Kota Pelelangan.
Gu Sheng yang mendapat suara telepati kini mengangguk tanpa membantah.
“Baik Tuan Besar, jangan bertindak gegabah sebelum kedatangan kami,” ucap Gu Sheng langsung menghilang.
“Eeh,, dia mau kemana?” Gumam ketiga penjaga gerbang portal bingung dalam hati. Walau begitu, mereka sama sekali tidak berani bertanya secara langsung di depan Bai An, karena sadar akan konsekuensinya.
Tap tap..!!
“Silahkan Master, tapi sebelum itu, kami tidak mengirim anda langsung ke Kota Pelelangan lantaran jaraknya terlalu jauh, jadi kami akan mengirim anda ke Kota Berlian, dan saat sampai kesana, anda akan langsung di antar ke kota berikutnya melalui portal hingga mencapai Kota Pelelangan.” Ucap penjaga gerbang dengan jujur dan hormat.
Bai An mengangguk santai karena ia sudah di beritahu oleh Gu Sheng beberapa saat tadi.
“Anda bisa berdiri di sana, kami akan mengaktifkan portalnya,” ucap penjaga gerbang portal.
Tap tap..!!
Bai An langsung melangkah menuju sebuah lingkaran yang memiliki gambar pola unik.
Setelah Bai An berdiri selama beberapa detik, ketiga penjaga portal langsung mengalirkan energi mereka dalam jumlah yang besar ke sebuah bola seukuran kepala gajah.
Dret..!!
Wung..!!
lingkaran tempat Bai An berdiri seketika mengeluarkan cahaya putih, bersamaan dengan lenyapnya cahaya, Bai An juga ikut lenyap.
“Hemm..!! Hubungi yang lain, jangan sampai mereka mengganggu Tuan misterius tersebut, aku merasa kekuatannya tidak sesederhana yang terlihat.” Ucap penjaga portal yang memiliki tubuh tinggi.
“Baik Tuan muda,” ucap kedua penjaga yang di samping kiri kanannya dengan hormat.
“Huuf, aku tak menduga jika saat di hukum menjadi penjaga gerbang, aku bertemu sosok mengerikan seperti itu,” gumam pemuda bertubuh tinggi.
Ia bernama Mu Yuhan, seorang Jenius Monster yang di gadang-gadang akan menjadi Jenius Monster Sejati dan akan menggantikan Master Sekte tempatnya bernaung.
***
__ADS_1
Dret..!!
Bom..!!
Gerr..!!
Mata Tu Long langsung mengganas setelah di pukul oleh sosok pria tua yang bertugas menjaga Tu Long.
“Khekeke,, tubuhmu benar-benar sangat kuat, padahal aku sudah menggunakan seluruh kekuatan fisik ku, namun kau hanya terluka gores saja,” ucap sosok pria tua kurus berjalan santai ke arah Tu Long yang di ikat menggunakan rantai bewarna merah.
Rantai tersebut terlihat terus menyala menyerap energi dan darah Tu Long.
Kini terlihat kondisi Tu Long sangatlah menyedihkan dengan tubuh kurus di sertai banyak luka.
Sudah seminggu ini ia di siksa setiap detiknya tanpa di berikan jeda.
Gerr..!!
Tu Long hanya menggeram menggunakan suara Binatang Buas yang marah.
“Hemm..!! Selama seminggu ini kau tidak pernah meraung walau sudah ku siksa sedemikian rupa bersama para bawahanku,” ucap pria tua kurus dengan pakaian merah tua.
“Aku ingin melihat apakah kau tetap akan terus keras kepala mulai dari sekarang hingga tiga minggu kedepannya sebelum kau di lelang,” sambung pria tua menyeringai kejam.
Wung..!!
Sebuah belati bewarna merah dengan gambar pola unik di ukirannya muncul di tangan pria tua kurus tersebut.
Jlep..!!
Walau begitu Tu Long tetap tidak mengeluarkan suara apapun selain menggeram marah.
Jlep..!!
Jlep..!!
Pria tua kurus bukannya marah, ia terlihat semakin menikmati siksaannya hingga berhenti lantaran Tu Long mengeluarkan suara.
“Saat waktunya tiba, aku akan menyiksamu yang melebihi siksaan Neraka, bahkan jiwapun tidak akan pernah bisa tenang.” Ucap Tu Long dengan darah terus menetes dari sela bibirnya dan seluruh tubuhnya.
“Kekeke,, aku akan menantikan waktu tersebut tiba,” ejek pria tua kurus menyeringai lebar.
Crash..!!
Dengan ganas pria tua kurus merobek tubuh Tu Long dua kali hingga membentuk tanda silang di dadanya.
Saat pria tua menikmati siksaannya, terdengar sebuah suara langkah kaki di luar pintu.
Tap tap..!!
Cklek..!!
Terlihat satu sosok pria bertopeng merah dengan jubah hitam muncul.
__ADS_1
“Hemm,, apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membunuhnya?” Aura dari sosok bertopeng merah dengan jubah hitam seketika keluar dan mengarah ke pria tua kurus tersebut.
Bruk..!!
“A..Ampuni hamba Tuan,” ucap pria tua kurus langsung berlutut dengan tubuh bergetar hebat.
Walau begitu, ia terlihat mengeluarkan senyum tipis karena sudah cukup puas menyiksa Tu Long.
“Kali ini akan ku ampuni kau, dan obati dia sebelum ia kehabisan darah,” ucap sosok bertopeng merah dengan jubah hitam.
Tap tap..!!
Sebelum menghilang, tatapan sosok bertopeng merah tersebut mengarah ke Tu Long yang tetap tenang tanpa merintih atau mengeluarkan suara.
***
Tiga hari telah berlalu dengan cepat.
Tap tap..!!
Kini Bai An muncul di gerbang Portal kota Pelelangan.
Saat Bai An melangkah, ia merasakan ada beberapa sosok mengawasinya.
“Hemm..!! Benar dugaanku jika ini jebakan,” gumam Bai An langsung mengetahui jika dirinya di giring masuk jebakan menggunakan saudaranya Tu Long.
Walau begitu, Bai An terlihat tidak peduli. Dengan santai ia melangkah menuju Restaurant yang ada depan pandangannya.
Tap tap..!!
Bruk..!!
“Eeh,, maafkan saya Tuan,” ucap sosok pemuda yang menabrak Bai An.
Bai An hanya mengerutkan keningnya karena ada sebuah kertas kecil di tangannya saat ini.
“Tidak apa-apa,” ucap Bai An sedikit mengerti.
“Terimakasih,” ucap pemuda tersebut melangkah pergi.
Bai An yang melihat pemuda tersebut pergi, kembali melangkah ke Restaurant.
...
Satu jam kemudian, setelah menikmati hidangan dan membaca pesan dari kertas. Bai An langsung bangkit.
“Kedai utara dan tidak terlalu jauh dengan Rumah Lelang Gedung Merah yang mengadakan acara lelang kurang lebih 20 hari lagi,” gumam Bai An langsung pergi.
Bai An tentu pergi, karena di dalam kertas ada nama dari adiknya yaitu Duan Du. Ia tentu berpikir tidak mungkin ada yang mengetahui nama adiknya di Dimensi Alam Surgawi ini, karena ia pertama kalinya kesini.
...
“Bagaimana? Apakah kau sudah memberikan yang aku suruh?” Tanya Xi Juan mengarah ke sosok pemuda yang menabrak Bai An tadi.
__ADS_1
Sosok pemuda tersebut langsung menyentuh kepalanya. Sebuah topeng langsung terangkat.