
“Eeh,, jika begitu apakah kau tahu apa saja yang ada di dalam sana selain informasi tentang klan Bai?”
Wajah Bai An kini sangat serius saat ia menanyakan isi otaknya.
“Hmm,, tentu saja sangat banyak, tapi apa yang aku dapatkan jika memberitahumu? Kekuatan, harga, jabatan? Semuanya bahkan tidak aku butuhkan, terlebih kau sendiri pasti sadar jika aku jauh lebih kuat dan kaya darimu,” ucap Dewi Anjani tersenyum kecil, tapi nadanya sedikit mengejek.
Bai An yang mendengar itu seketika memasang wajah gelap serta malu. Karena apa yang di ucapkan oleh Dewi Anjani ada benarnya.
Keheningan kembali terjadi. Saat ini Bai An memikirkan bagaimana cara agar Dewi Anjani mau bicara, ia yakin info dari Dewi Anjani ini lebih lengkap dari apa yang ia temukan nanti di Inti Dimensi.
Bai An juga yakin pasti akan banyak jebakan di sana, tapi yang paling penting dari semuanya adalah waktu, sehingga satu-satunya cara adalah Siluman di depannya ini.
Bai An mulai mengangkat kepalanya, ia saat ini terlalu fokus sehingga tidak dapat merasakan kehadiran Bai Han, Tu Long dan Duan Du yang sedang menuju ke tempatnya berada.
“Baiklah sebutkan apa mau mu? Aku kau butuh imbalan yang setimpal dengan semua yang aku butuhkan?” Ucap Bai An mengetuk-ngetuk jarinya di meja sambil melirik Dewi Anjani.
Dewi Anjani yang mendengar itu langsung tersenyum, hal itu membuat Bai An merasakan firasat tidak enak. Bukan hanya dia saja, ketiga saudarinya juga sama.
Tatapan tajam Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong dan Nyi Ageng Serang arahkan ke Dewi Anjani.
Mereka juga mengirim ancaman melalui telepati agar tidak meminta hal yang macam-macam kepada Bai An.
“Menikahlah denganku, jadikan aku yang keempat.”
Baru saja ketiga wanita Siluman memberi ancaman, saat ini mereka membeku dengan tubuh sedikit bergetar.
Sementara Bai An mengerutkan keningnya, saat ia ingin menolak, sebuah suara lebih dulu terdengar.
“Haha,, apa aku tidak salah dengar, seorang Siluman sepertimu ingin menikahi kakak ku? Mimpi,” dengus Duan Du dengan nada dingin.
Walau Duan Du tidak tahu apa yang mereka bicarakan dari awal, tapi setidaknya ia tahu jika kakaknya ingin di perangkap.
“Heng,, coba kau ngaca lebih dulu, bagaimana caramu membuat anak dengan Tuan muda jika bentukmu adalah ular, apa berhuling-guling? Bagaimana cara masuknya juga perlu di pikirkan, jadi lebih baik kau minum susu lebih dulu agar otak mu lebih encer,” sambung Tu Long.
__ADS_1
Kata-kata Tu Long sangat menyakitkan saat di dengar oleh keempat Siluman di depannya ini.
Tap tap..!!
“Aku kira saat ke bumi ini, kami saja yang di kira tidak waras, tapi saat ini aku salah. Ada yang lebih tidak waras di sini,” Bai Han langsung mencerca dengan ejekan.
Bai An saat ini memasang wajah jelek saat mendengar suara dari Adik, Saudara dan Putranya.
Bai An yakin jika negosiasi saat ini akan gagal, padahal ia sudah memikrkan cara untuk menolak dan memberi hal yang pantas selain menikah kepada Dewi Anjani.
Tapi, semuanya hancur karena kedatangan ketiga pembuat kacau ini.
Untuk Dewi Anjani, dan ketiga siluman hanya menatap ketiganya dengan tatapan tidak bersahat, tapi tak lama mereka kembali seperti semula. Karena tahu jika mereka melukai salah satu dari mereka, maka Bai An akan murka.
Saat Bai An murka, Tuan mereka pasti akan membunuh mereka, karena Tuan mereka adalah bawahan setia Bai An semasa Bai An belum mati dan bereinkarnasi dulu.
Tap tap..!!
Duan Du, Tu Long dan Bai Han kini tersenyum, mereka duduk tanpa di persilahkan. Mereka juga memandang ke arah Bai An, seolah ingin di puji.
“Uhh,, padahal aku sudah membantu, tapi mengapa kakak malah marah kepadaku,” keluh Duan Du dalam hati.
“Hancur sudah, jika Tuan muda marah maka ia pasti akan menjebak ku lagi kepada monster betina yang ada di pantai,” gumam Tu Long merinding, ia juga mengutuk Duan Du karena telah menyuruhnya ikut-ikutan bicara tadi.
Sementara Bai Han diam karena saat ini takut jika ayahnya ini tidak mengizinkannya ikut pergi bersama dirinya lagi.
Keheningan terjadi selama beberapa detik, hingga terdengar sebuah suara.
“Ehem,, maafkan prilaku mereka bertiga, sifat mereka memang seperti ini, suka mengacau, jadi jangan di ambil ke hati,” ucap Bai An dengan tulus meminta maaf, ia juga memberi penghormatan permintaan maaf kepada keempat wanita Siluman di depannya.
Duan Du, Tu Long dan Bai Han membelalakkan mata mereka, baru kali ini mereka melihat Bai An membungkuk kepada orang lain.
Kini ketiganya sangat merasa bersalah, jika tahu akan menjadi seperti ini. Mereka mungkin tidak akan ikut campur. Tapi mereka semua tidak bisa untuk tidak ikut campur saat mendengar permintaan Dewi Anjani.
__ADS_1
“Hmm..!! Baiklah aku maafkan, terlebih mereka keluargamu Tuan Bai An, jadi lupakan saja, tapi saat ini aku ingin mendengar jawabanmu,” ucap Dewi Anjani dengan nada serius.
Bai An seketika tersenyum tipis.
“Untuk menikah mungkin aku tidak bisa mewujudkan permintaamu ini, tapi jika menikahkanmu dengan satu keluargaku aku bisa, terlebih ia juga Ras yang berasal dari Dimensi Pusat,” ucap Bai An tersenyum licik sambil melirik ke arah Tu Long.
Tu Long yang tidak sadar hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sementara Duan Du dan Bai Han ikut tersenyum penuh makna.
Hanya Tu Long yang belum menikah di keluarga mereka saat ini. Sementara Bai An dan Duan Du sudah menikah.
“Eeh,, tunggu dulu, apa artinya ini? Apa kau ingin aku menikah dengan dia. Tidak-tidak, aku tidak sudi,” teriak Tu Long seketika bangun saat ia sadar arti ucapan Bai An.
Dewi Anjani juga kini mendengus saat mendengar ejekan Tu Long.
“Heng,, siapa juga yang ingin menikahi Monster jelek sepertimu, memang aku akui wajah manusiamu cukup tampan, tapi Ras Half Gian Dragon biasanya sangatlah jelek saat membentuk tubuh asli mereka, mereka juga sangat lemah,” dengus Dewi Anjani dengan nada jijik.
“Apa katamu, coba kau ulangi lagi hah. Apa kau ingin bertarung, ayo kita bertarung di luar menentukan siapa yang lebih kuat,” teriak Tu Long tidak terima jika Rasnya di rendahkan.
Mereka berdua tidak sadar jika saat ini mereka di tertawakan oleh Bai An dan yang lainnya.
“Hehe,, dugaanku benar jika mereka memang cocok,” gumam Bai An dalam hati.
Nyi Roro Kidul yang melihat ke arah Bai An sedikit bergidik ngeri.
“Sipat Tuan dari dulu tidak pernah berubah, ia masih licik dan selalu mengerikan,” gumam Nyi Roro Kidul.
Tak hanya ia saja yang bergumam seperti itu, Nyi Blorong dan Nyi Ageng Serang juga bergumam hal yang sama seperti yang di ucapkan oleh Nyi Roro Kidul.
***
Jauh dari Bumi.
Saat ini berdiri Iblis seorang diri. “Hmm,, bau mereka hanya sampai di sini saja,” gumam Iblis yang tak lain Jendral Mo Hung.
__ADS_1
Pandangan Jendral Mo Hong mengarah ke depan, tepatnya Bumi. Namun anehnya Jendral Mo Hung sama sekali tidak bisa melihat bumi ini selain orang-orang terpilih.