
Bukan hanya mereka saja, Tu Long pun berteriak keras dalam hatinya. “Sialan kau bocah, akan ku cabik-cabik tubuh mu nanti, bisa-bisanya kau ingin menukarku dengan barang tak berharga.”
Umpatan demi umpatan Tu Long lemparkan dalam hatinya saat ini. Tentu ia berusaha menahan diri agar tidak ketahuan jika telah sadar dan pulih.
...
Sementara ruangan VIP no 35.
“Hoho,, aku tak menduga jika mereka memulai strategi mereka, apakah kita akan ikut campur Tuan?” Terdengar suara tawa dari salah satu sosok berjubah putih yang paling tinggi dari rekannya yang sedikit lebih pendek.
Pandangannya juga mengarah ke sosok berjubah biru yang hanya duduk diam saja di udara.
“Jangan melakukan tindakan bodoh, aku membawa kalian kesini hanya untuk menonton saja,” ucap sebuah suara dingin lalu kembali melanjutkan.
“Jika kalian melakukan tindakan yang membuat mereka curiga, maka aku akan mengerti apa itu siksaan,” ucap sosok berjubah biru.
Tubuh kedua sosok berjubah putih seketika merinding. Jika para Master Sekte maupun kelompok Bai An melihatnya, maka mereka tak akan percaya.
Karena mereka tentu saja menyadari kekuatan dari sosok berjubah putih tersebut dan buktinya nyatanya pernah mereka lihat tadi saat mencoba kekuatan fisik Tu Long.
***
Sementara Duan Du kini menyeringai kecil saat menyadari akan amarah semua orang.
“Hehe,, kenapa kalian terbawa emosi, santai saja, toh apa yang aku ucapkan tadi benar adanya,” kekeh Duan Du.
“Oh ya satu lagi, Batu Hijau Zamrud yang di tawarkan tadi itu, aku punya ratusan, bahkan punya berbagai jenis kegunaan, tapi karena tidak membutuhkannya dulu, aku membuangnya layaknya sisa makanan,” sambung Duan Du.
“Ka..Kau, sialan jangan banyak omong kosong kau bocah,” teriak Master Sekte Naga Emas kini tak tahan akan item yang ia tawarkan di rendahkan.
“Benar, jika ucapan mu itu benar, maka tunjukkan, jangan beromong kosong layaknya seorang idiot,” sambung Master Sekte Kapak Dewa tersenyum licik dalam hati karena mencoba menarik hati Master Sekte Naga Emas di sisinya.
“Hemm..!! Apa yang mereka ucakan ada benarnya, ayo tunjukkan item-item yang kau katakan seperti sampah tadi, kami ingin bukti,” teriak salah satu ahli misterius yang berada di Ruangan VVIP no 02.
Benar..!!
__ADS_1
Benar..!!
Mendengar seluruh orang mencoba memojokkan kelompok Bai A, sosok bertopeng kuning tersenyum tipis.
“Apa anda dengar Tuan, silahkan tunjukkan apa ucapan anda tadi bisa di buktokan apa tidak, jika tidak, jangan salahkan saya untuk mengusir anda dari lelang ini,” ucap sosok bertopeng kuning mencoba untuk menekan kelompok Bai An.
Duan Du yang mendengar itu seketika menyeringai tipis. Bukannya merasa tertekan, ia malah menikmati setiap teriakan orang-orang.
“Hoho,, mengapa kalian tidak sabar, bahkan sampai-sampai pembawa acara lelang ini pun ikut-ikutan tidak sabar, apa kalian ini anak kecil yang selalu penasaran akan hal baru. Aku rasa tidak, atau aku rasa-” Sebelum Duan Du menyelesaikan ucapannya, sebuah teriakan terdengar menggelegar.
“Jangan banyak omong kosong, keluarkan saja item apa yang ingin kau tawarkan,” teriak sosok bertopeng kuning.
“Akhirnya,” gumam Bai An, Xi Juan dan Duan Du dalam hati.
“Ehem,, tunggu dulu Tuan pembawa acara, bukannya aku tidak ingin menunjukkannya, tapi bukankah menurut aturan yang anda katakan tadi, seharusnya item yang akan di tawarkan di mulai dari urutan terahir, artinya itu di mulai dari ruangan VVIP no 25 bukan.” Ucap Duan Du mengatur nada suaranya dengan wibawa, tapi seutas senyum lebar ia perlihatkan.
“Ka..Kau.” Seketika semua orang hanya bisa bungkam. Bahkan sosok bertopeng kuning ikut bungkam lantaran terbawa permainan dari Duan Du.
“Sialan, apa yang di ucapkan oleh Topeng biru no 02 benar jika anak ini sangatlah mengerikan dalam strategi, aku tak menduga akan ikut terkena permainannya,” gumam sosok bertopeng kuning kini mengubah wajahnya menjadi serius di sertai sedikit menyeringai.
“Jadi, kita akan lihat strategi siapa yang akan menang di ahir lelang, walau kau menangpun, dalam hal kekuatan, kamilah yang akan memegang kendali.” Ucap sosok bertopeng kuning dalam hati tersenyum mengerikan.
***
Tapi sebenarnya itu bukan Menara, melainkan sebuah Tower yang berbentuk Menara.
Jumlah dari lantai yang ada di tower tersebut berjumlah 25. Setiap lantai di isi oleh sosok-sosok bertopeng di mulai dari topeng merah di lantai kedua.
Untuk lantai pertama, mereka adalah sosok yang baru masuk Tower dan belum di kendalikan.
Dret..!!
Dret..!!
Tak lama ratusan dari sosok bertopeng hitam keluar dari pintu lantai kedua.
__ADS_1
Kekuatan mereka semua rata-rata di Dewa Surgawi ⭐ 6 Puncak.
Bukan hanya sosok bertopeng hitam, ada juga satu sosok bertopeng putih muncul dari pintu lantai 20.
“Hemm..!! Aku tak tahu mengapa mereka menyuruhku untuk ke tempat itu, tapi saat melihat wajah serius mereka, aku sadar jika budak sampah itu tidak bisa melakukan pekerjaannya,” ucap sosok bertopeng putih dengan dua garis miring di sertai ada nomer bertulis nomer 4. Kekuatannya sangatlah mengerikan, ia berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 9 Awal, dengan kekuatan ini, ia mampu meluluh lantahkan satu wilayah di Dimensi Alam Surgawi ini dalam satu kali serangan saja
Nomer 4 adalah urutan kedua terahir dari orang-orang bertopeng putih, artinya hanya ada 5 saja sosok bertopeng putih di Menara.
“Hemm..!! Hei tikus-tikus kecil, kalian bergeraklah cepat, jangan membuatku menunggu lama, jika tidak kalian akan ku siksa sepanjang hidup kalian,” ucap sosok bertopeng putih menyeringai tipis
Ratusan dari sosok bertopeng merah seketika membeku di tempat. Tapi tak lama, mereka layaknya semut kecil yang kini berlomba-lomba melesat untuk mendapatkan makanan.
Wuss wuss wuss..!!
***
Kembali ke Pelelangan.
Saat ini tidak ada yang menarik perhatian sosok bertopeng kuning dari item-item yang di tawarkan oleh para peserta VVIP.
“Hemm..!! Tidak tertarik, jadi selanjutnya adalah,” tatapan mata sosok bertopeng kuning kini tertuju ke ruangan VVIP no 08.
Bukan hanya dirinya saja, bahkan semua peserta lelang ikut mengarahkan pandangannya ke arah ruangan milik kelompok Bai An.
“Hoho,, kalian tidak sabaran sekali ingin melihat item-item yang akan aku keluarkan,” ejek Duan Du.
“Jangan banyak omong kosong, langsung saja keluarkan item yang kau katakan sampah itu sialan,” teriak Master Sekte Naga Emas dengan kesal di campur amarah.
“Baiklah-baiklah, santai sedikit,” ucap Duan Du sengaja membuat mereka semua menunggu.
Tatapan Duan Du pun mengarah ke kakaknya yang saat ini memejamkan matanya.
Blush..!!
Tak lama Bai An pun membuka matanya. “Aku sudah menemukan barang-barang kita yang tidak berguna atau tidak terpakai di dunia jiwaku. Maaf, karena gudang penyimpanannya terlalu luas, aku jadi sedikit lama mencari,” ucap Bai An dengan nada santai namun tidak dapat di dengar oleh orang-orang.
__ADS_1
“Hehe,, kau tahu kak, mereka semua menindas adik mu yang baik dan polos ini,” ucap Duan Du dengan nada keras.
“Jadi berikan saja barang sampah-sampah itu agar aku bisa memperlihatkannya kepada mereka,” sambung Duan Du menyeringai tipis.