
“Dasar bodoh, secara perlahan aku pasti menggantikanmu menjadi manager dan saat itu terjadi, aku akan menyulap sebagian tempat ini menjadi mimpi indah bagi laki-laki.”
Yi Sui tersenyum licik, ia kini membayangkan ia memegang kendali Cabang Restaurant ini.
Tapi ia tidak sadar jika ia memancing amarah monster kecil yang saat ini sedang lapar.
“Mati kau bocah,” teriak Manager restaurant cabang Paviliun Semesta.
Tangan manager yang terkepal serta di lapisi oleh energi yang cukup kuat melesat ke arah kepala Bai Han.
Manager tersebut yakin jika bocah tersebut akan mati dengan serangannya ini.
Bam..!!
Dengan santai tangan kiri kecil Bai Han menangkap tinju Manager tersebut.
Bai Han terlihat melahap daging rusa terahir di tangan kanannya, setelah melahap hingga habis, kini tatapan Bai Han mengarah ke samping.
Bai Han tidak peduli dengan tatapan terkejut semua orang, ia kini melihat manager tersebut dengan senyum kecil.
“Paman, seharusnya kau tunggu dulu aku selesai makan baru setelah itu kau datang kesini, jadi jika kau tidak membawa banyak makanan sebagai ganti rugi, aku akan menyuruh paman Tu memakanmu hidup-hidup,” ucap Bai Han melirik ke arah Tu Long yang kini lahap memakan daging rusa.
Tu Long yang di sebut namanya melihat ke arah Manager tersebut dengan mata berbinar-binar.
“Berikan saja dia padaku Han'er, makanan ini sama sekali tidak cukup untuk perutku,” ucap Tu Long dengan nada bersemangat.
Manager tersebut entah mengapa langsung mengompol saat mendengar suara Tu Long yang begitu mengerikan baginya.
Berbeda saat Bai Han bicara, ia hanya menganggap Bai Han anak-anak. Tapi untuk Tu Long. Entah mengapa ia melihat sosok monster pemakan manusia.
Saat Manager ketakutan, terdengar sebuah suara.
“Apa yang kau lakukan Tuan, mengapa kau bermain-main, cepat hajar mereka,” teriak Yi Sui dengan nada perintah.
Yi Sui juga maju dan ingin menjambak rambut Seng Yin, ia juga berniat membuat Seng Yin sebagai sandera, ia melihat jika mereka menyukai Seng Yin.
Saat tangan Yi Sui ingin mencapai rambut Seng Yin.
Cras..!!
Argh..!!
Terdengar suara teriakan Yi Sui yang menjerit.
“Hmm,, lama-lama aku muak melihat mu, jadi aku ingin memotong tangan kananmu sebagai hukuman,” ucap Bai Han tersenyum polos.
“Jika kau tidak pergi dalam waktu 5 detik, maka tangan kirimu akan aku potong,” sambung Bai Han dengan nada santai.
Yi Sui menatap Bai Han ketakutan, walau begitu ia bersumpah akan membalas perbuatannya ratusan kali lipat dari ini, ia juga kini menanggung malu.
__ADS_1
Baru kali ini ia semalu ini, terlebih banyak orang yang kini menatapnya dengan wajah sedikit bahagia.
“Heng,, lihat saja kalian,” ancam Yi Sui lalu beranjak pergi.
Sementara Bai Han kembali melihat Manager tersebut.
“Apa yang kau tunggu, apa kau ingin paman ku memakan mu hidup-hidup,” ucap Bai Han dengan nada tidak puas.
Manager tersebut seketika tersadar, ia adalah sosok yang pengecut jika menemukan sosok kuat, jadi dengan cepat ia melangkah pergi untuk melakukan perintah Bai Han.
10 menit berlalu.
Bom..!!
Terdengar suara ledakan dari arah pintu masuk restaurant.
“Siapa yang berani membuat onar di cabang restaurant Paviliun Semesta hah? Cepat keluar,” teriak sebuah suara berat.
Di belakang pria tersebut banyak orang dengan senjata lengkap di sertai armor prajurit, sementara di sampingnya ada seorang wanita satu lengan.
“Dia ada di atas komandan, langsung bunuh saja mereka, jika hanya di tangkap, aku takut mereka akan membuat onar lagi saat di bebaskan,” ucap wanita tersebut sambil menunjuk ke lantai dua.
Bai Han yang baru saja selesai makan kini mendengar suara ledakan hanya cuek.
“Ah kenyangnya, paman kalian urus mereka Han'er tidur dulu,” ucap Bai Han kini tersenyum kecil.
Duan Du dan Tu Long saling melirik lalu tatapan mereka mengarah ke Bai An.
“Kakak, biarkan aku melatih Han'er sekali saja, aku ingin ia menjadi lebih kuat lagi,” Duan Du langsung memohon.
Bai An yang mendengar itu melirik ke arah Hu Xiao.
Hu Xiao hanya mengangkat bahunya saja.
“Baiklah tapi kau harus melatih Han'er di depan ibunya, bagaimana?” Bai An tersenyum kecil.
Sementara Duan Du dan Tu Long yang awalnya merasa senang langsung memasang wajah tegang.
Tentu saja mereka lebih baik memilih melawan musuh yang kuat dari pada berurusan dengan Mu Xia'er.
Membayangkan amarahnya saja membuat Duan Du dan Tu Long bergidik ngeri.
“Aku rasa aku harus mengurus masalah di bawah kakak, untuk yang aku katakan tadi lebih baik lupakan saja, mungkin paman Tu Long mau melatihnya,” dengan buru-buru Duan Du bangun lalu berjalan pergi menuruni tangga.
Tu Long yang di sebut namanya langsung melotot ke arah Duan Du.
“Bocah licik, ini ulahmu. Kenapa aku di sangkut pautkan,” dengus Tu Long berpura-pura marah dengan mengejar Duan Du.
Bai An dan Hu Xiao saling pandang, mereka berdua langsung tersenyum kecil.
__ADS_1
Sementara Seng Yin yang ikut duduk hanya menatap Bai An dan Hu Xiao bergantian dengan pandangan bingung.
Seng Yin sampai saat ini tidak bisa melihat wajah mereka kecuali Bai Han. Ia juga cukup bingung dengan sifat satu keluarga ini yang terbilang aneh menurutnya.
***
Tap tap..!!
Duan Du yang melihat ke arah bawah langsung tersenyum kecil.
“Hehe, aku sungguh heran melihat kalian yang mau di bodohi oleh ****** ini,” kekeh Duan Du dengan nada mengejek.
“Kenapa perlu basa basi, langsung saja bunuh mereka bocah,” dengus Tu Long langsung melompat dari lantai dua.
Bom..!!
Seketika restaurant tersebut berguncang hebat saat kaki Tu Long berbenturan dengan lantai.
Komandan yang awalnya angkuh langsung berkeringat dingin saat merasa tertekan oleh aura Tu Long yang kini berdiri di depannya.
Pandangan komandan tersebut kini melihat ke arah Yi Sui yang kini berlutut akibat tekanan dari Tu Long.
Saat komandan tersebut ingin bertanya, sebuah udara dingin ia rasakan.
Crash..!!
Leher Yin Sui langsung melayang, darahnya juga muncrat ke wajah komandan tersebut.
“Begini kan lebih baik,” ucap Tu Long menatap ke arah komandan dari klan Jia.
“Hmm,, apakah kita akan membunuhnya juga bocah?” Tanya Tu Long.
Tu Long tentu tidak berani membunuh anggota klan Jia sembarangan, karena klan mereka akan menjadi keluarganya nanti.
Duan Du menatap ke arah komandan tersebut, ia melihat jika hatinya masih lumayan bersih sehingga mengangguk ringan.
“Lepaskan mereka semua, tapi sebelum kalian pergi, panggil Ling'er kesini atau biasa kalian sebut Tuan Putri Jia Li Ling, beritahu juga kepada Patriark klan Jia jika ada tamu istimewa menunggunya di sini, jangan sampai membuat tamu ini menunggu lama,” ucap Duan Du melirik ke arah Tu Long.
Tu Long langsung menghilang lalu muncul di samping Duan Du.
Komandan tersebut yang sudah ketakutan langsung membalikkan badannya lalu melarikan diri.
Komandan tersebut tidak sadar jika hanya 2 saja prajuritnya yang masih hidup.
Tu Long membunuh 8 prajurit tersebut karena merasa mereka bukan orang baik-baik.
“Ayo kita kembali,” ajak Duan Du.
Tu Long mengangguk santai lalu mereka menghilang dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1