
Tapi satu hal yang pasti, wajahnya walau terlihat tua, ia selalu mengingatnya hingga kini.
Terlebih sifat ibunya ini membuat Jendral Iblis Mo Hung geleng-geleng.
“Tenang saja ibu, Hung Hung kecil mu ini tidak akan pernah mengecewakanmu,” gumam Jendral Iblis Mo Hung langsung menghilang.
***
Di saat yang bersamaan, pemimpin klan Bai, Bai Yun We terdiam sambil menahan amarahnya.
“Aku tidak pernah di permalukan seperti ini oleh anak-anak,” ucap Bai Yun We kembali terdiam.
Terlihat tidak ada dari mereka semua yang berani mengeluarkan suara, bahkan Bai Yu Qie sekalipun.
“Disaat anak itu membunuh kedua tetua terlemahku, di saat bersamaan Bangsa Iblis Merah masuk,” tatapan Bai Yun We mengarah ke Bai Yu Qie.
Bai Yu Qie seketika berkeringat dingin. Tubuhnya bergetar tak terkendali.
“Pe..pemimpin, ini pasti ulah anak itu juga, tidak ada yang sekuat anak itu di Dimensi kita ini, jadi dapat di pastikan ialah yang membantu Bangsa Iblis Merah menghancurkan Dinding Formasi dari dalam.” Ucap Bai Yu Qie dengan sedikit terbata-bata.
“Benar pemimpin, lebih baik kita fokuskan mengincar anak ini lebih dulu, karena jika di biarkan lebih lama, maka ia akan berkembang lebih tinggi, hal itu membuat kita kerepotan,” sambung tetua klan Bai, tetua ini sangat jarang bicara, saat ini ia bicara karena takut klan mereka bisa saja hancur oleh anak yang tak lain Bai An.
“Hmm,, cari Bai Chen, suruh ia ikut bersama dengan tetua ketiga dan keempat, aku yakin jika tetua Bai Di tidak bisa melakukan tugasnya seorang diri,” ucap pemimpin klan Bai.
Tanpa menunggu lebih lama, tetua ketiga dan keempat menghilang dari tempatnya.
Setelah kepergian mereka, pemimpin klan Bai kini membicarakan masalah Bangsa Iblis Merah.
“Aku tak menduga jika pemimpin Bangsa Iblis Merah kali ini adalah Jendral Iblis Agung dan 5 Jendral Tertinggi,” ucap pemimpin Klan Bai kini mulai memijit kepalanya.
“Jika begini, separuh dari kita pasti akan musnah,” sambung Pemimpin klan Bai di sertai auranya meletus.
Bom..!!
Semua orang yang ada di sana langsung menutupi tubuh mereka menggunakan energi mereka.
Tak lama, setelah aura menghilang, pemimpin Klan Bai menatap mereka semua.
“Siapkan semua senjata kalian dan bawahan terkuat kalian, kita akan bernegosiasi dengannya, jika mereka tidak mau, kalian paham apa yang selanjutnya akan terjadi.”
Jlep..!!
Pemimpin klan Bai menghilang tanpa menunggu atau melihat reaksi dari mereka semua.
Kini semua tetua klan Bai melirik ke arah Tetua Agung klan Bai, yaitu Bai Yu Qie.
__ADS_1
“Siapkan saja, aku yakin akan terjadi perang besar yang berkepanjangan, karena aku yakin mereka pasti akan menolak negosiasi kita,” ucap Bai Yu Qie.
Mereka semua langsung menghilang dari tempat mereka.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Ayah, setelah ini apa kita akan langsung pergi atau jalan-jalan lebih dulu?”
Bai An melirik ke arah Bai Han, ia sedikit menggelengkan kepalanya karena tahu apa isi otak putranya ini.
“Hmm,, tanya dulu kepada yang lain, apakah mereka ingin-”
“Tentu saja kami ingin menikmati ketenangan lebih dulu sebelum menerjang badai,” ucap Duan Du, Tu Long secara bersamaan.
Bahkan Bai Chu Ye hanya mengangguk setuju.
Pandangan Bai An mengarah ke putrinya Bai Xia Xie, Bai Xia Xie membuka matanya dengan malas. “Terserah ayah saja, yang penting aku tidak ingin berpisah bersama ayah, ibu dan yang lainnya,” ucap Xie'er lalu kembali tidur.
Satu hari telah berlalu, saat ini Bai An dan yang lainnya sedang menikmati suasana kota yang tenang bagi mereka.
Terlihat juga Husen menjadi petunjuk arah bagi keluarga Bai An.
Tap tap..!!
Bai An terdiam, ia melirik Bai Han, Duan Du, Tu Long dan Ye'er, melihat mereka bosan, Bai An terkekeh kecil.
“Kita jalan saja terlebih dahulu, aku merasa akan ada yang mendatangi kita,” ucap Bai An.
Husen mengangguk, ia sama sekali tidak berani bertanya tentang siapa orang yang mendatangi Bai An.
Berbeda dengan keluarga Bai An, wajah mereka langsung berseri-seri. Seolah ini yang mereka tunggu-tunggu.
Tak lama setelah Bai An bicara seperti itu, terlihat beberapa polisi mendatangi Bai An dari segala arah.
“Jangan bergerak, kalian adalah buronan kelas tinggi,” ucap polisi dengan pangkat lumayan tinggi.
Husen yang mendengar itu seketika menggeram, saat ia ingin bergerak, Bai An mengangkat tangannya tanda untuk diam.
“Siapa yang menyuruh kalian? Aku tahu ada yang membayar kalian untuk menangkap kami,” ucap Bai Han dengan senyum tipis.
Polisi tersebut sedikit tergerak saat mendengar ucapan Bai Han, tapi dengan cepat ia melirik anak buahnya.
__ADS_1
“Jangan diam saja, cepat tangkap mereka semua, jangan biarkan satu pun yang lolos,” teriak polisi yang menjadi pemimpin penangkapan Bai An.
Seketika, sekitar puluhan polisi langsung bergerak ke arah Bai An dan keluarganya.
Bai An tetap diam bersama keluarganya, namun saat akan memegang tubuh Xie'er dengan wajah mesum, polisi tersebut merasakan tubuhnya dingin, tak lama pandangannya menjadi gelap.
Bruk..!!
Kepala polisi tersebut langsung melayang lalu menggelinding.
Melihat kejadian di luar nalar mereka, pemimpin polisi langsung berkeringat dingin, ia paham bagaimana bisa polisi tersebut mati tanpa pergerakan dari orang-orang yang ingin ia tangkap.
Terbesit di kepalanya kini jika mereka Ahli Bela Diri, karena hanya mereka yang bisa melakukannya.
Tapi karena bayaran telah ia terima, ia langsung berteriak. “Pembunuh, cepat tembak mereka semua.”
“Eeh,, awalnya aku tak ingin membunuh orang tak bersalah, tapi karena keegoisanmu, jangan salahkan aku,” sebuah senyum muncul di wajah Xie'er.
Xie'er langsung membuat jarum jarum kecil, tak lama semua jarum tersebut melesat ke arah puluhan polisi tersebut.
Jlep jlep jlep..!!
Mereka semua mati dengan mata terbuka lebar, kini hanya satu polisi yang tersisa, polisi tersebut hanya menodongkan pistolnya ke arah Xie'er yang berjalan menuju ke arahnya.
“A..Apa yang ingin kau lakukan ******,” teriak pemimpin polisi langsung menembakkan pistolnya.
Dor dor dor..!!
Namun semua peluru yang di tembakkan langsung hancur sebelum sampai ke arah Xie'er.
“Hehe,, beritahu siapa yang menyuruhmu, jika tidak, jangan salahkan aku negaramu akan hancur beserta semua orang yang tidak bersalah,” kekeh Xie'er langsung memberikan ancaman.
“Heng,, gadis ****** sepertimu ingin menghancurkan negara kuat ini. Cuihh, sampai mati pun aku tidak akan-”
Crash..!!
“Sungguh di kasih hati malah minta jantung, bahkan berani sekali kau meludahi adik ku,” dengus Bai Han.
Wajah Bai Han kini sedikit memerah, pandangannya mengarah ke Husen.
“Beritahu aku dimana tempat kediaman orang bernama?” Pandangan Bai Han mengarah ke Duan Du dan Bai An.
“Daniel Fan Glen, jika tidak salah itu namanya,” sambung Duan Du.
“Benar, dimana rumah anak ingusan yang bernama Daniel atau apalah namanya,” tanya Bai Han dengan nada dingin.
__ADS_1
Husen yang mendengar nama itu terdiam, ia tentu mengenal keluarga Glen, keluarga Glen adalah pemasok sumberdaya bagi ketiga kelompok yang menjadi pelindung Negara ini.
“Ikuti aku Tuan, kebetulan aku sangat mengenal keluarga Glen,” ajak Husen dengan patuh.