
“Serap ingatanku, mungkin kau akan memberikan adik ku kesempatan untuk bebas, aku mohon,” ucap Qing Ha dengan cepat melirik Bai Han.
***
Wuss..!!
Dengan cepat Qing Hu muncul sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.
Wung..!!
Duar..!!
Namun tinju Qing Hu hanya bisa melewati tubuh Bai Han yang berubah menjadi kabut.
“Akan ku bunuh kau bajingan,” teriak Qing Hu.
Tidak ingin menyerah begitu saja, Qing Hu kembali menyerang Bai Han dengan seluruh kemampuannya.
Bom bom bom..!!
Namun sekuat apapun ia berusaha, tetap saja semua serangan Qing Hu hanya bisa melewati tubuh Bai Han.
“Cukup Hu'er,” teriak Qing Ha.
Uhuk uhuk!!
Karena berusaha keras untuk bicara, Qing Ha pun seketika memuntahkan seteguk darah.
“Kakak,” teriak Qing Hu seketika tersadar jika saat ini kakaknya sedang terluka parah.
Dengan cepat Qing Hu mendekati kakaknya.
Wuss..!!
“Kakak bertahanlah, aku akan mengobatimu,” ucap Qing Hu sambil menangis tersendu-sendu, karena hanya Qing Ha saja keluarga satu-satunya.
“Sudah tidak ada gunanya lagi Hu'er, dengarkan kakakmu, selagi sempat-”
__ADS_1
“Tidak, aku tidak mau, akan ku bunuh bajingan itu dengan segala cara,” teriak Qing Hu langsung memotong ucapan kakaknya.
“Itulah yang membuat kita jatuh seperti ini, karena kekerasan kepalamu,” ucap Qing Ha sambil memasang wajah sedih.
“Kau itu adik ku satu-satunya, aku sangat berharap kau bisa hidup lebih lama dari kakakmu dan satu hal lagi yang ingin kakak ceritakan mengenai informasi yang selama ini kita cari,” ucap Qing Ha dengan suara lemah.
Qing Hu yang mendengar itu seketika tersadar jika selama ini ia keras kepala dan egois. Ia juga terkejut jika kakaknya mengetahui informasi siapa yang telah menghancurkan klan Qing bersama membunuh kedua orang tuanya.
Selama ini mereka terus mencari siapa pelaku yang membantai klan mereka, termasuk orang tua, adik dan kakak mereka.
Bahkan mereka sampai bergabung dengan Menara agar bisa menemukan siapa pelaku yang telah membantai klan mereka.
“Ka..Kakak, jangan bilang?” Kata-kata Qing Hu terhenti, wajahnya sedikit memerah, tapi ia terlihat berusaha mencoba untuk menahan diri dan mendengar ucapan dari kakaknya sendiri.
“Hem..!! Kau benar Hu'er, pelaku yang sebenarnya adalah Pemimpin Menara bersama Sang Penasehat,” ucap Qing Ha dengan wajah di penuhi dendam, amarah, dan terahir, ketidak berdayaan lantaran saat ini, ia telah di ambang kematian.
“I..Ini,” tangan Qing Hu seketika terkepal erat saat mendengar ucapan kakaknya.
...
“Hemm..!! Aku tidak peduli, mereka adalah bagian orang yang telah membunuh semua keluarga, tidak ada ampun bagi semua orang-orang Menara,” gumam Bai Han ikut mengepal erat tangannya hingga terdengar bunyi suara tulang patah. Namun nyatanya tidak.
Saat Bai Han akan bergerak untuk membunuh keduanya. Spirit Bai Han seketika muncul di samping Bai Han.
“Tahan dulu Tuan, akan lebih bagus jika kau memanfaatkan mereka, aku juga bisa menyembuhkan orang yang terluka, karena pada dasarnya ia terluka karena kekuatanku,” ucap Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Mengapa aku harus membutuhkan mereka?” Tanya Bai Han dengan nada dingin.
Spirit Surgawi Tanpa Batas pun langsung menghela nafas panjang. “Dinginkan kepalamu Tuan, karena terbawa dendam, kau menjadi seperti ini, dan aku akan menjelaskan mengapa mereka bisa berguna untuk mu,” ucap Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Pertama, kau butuh informasi dari mereka, dengan adanya mereka, mungkin kau akan mudah membasmi semua orang-orang Menara untuk membalaskan dendam mu,” ucap Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Kedua, kekuatan mereka, saat ini kekuatan mereka sebenarnya masih tertahan, aku merasakan mereka sebenarnya jauh lebih kuat, namun ada segel yang mengekang kekuatan mereka yang sebenarnya, mungkin itu adalah Pemimpin Menara.”
“Ketiga, aku merasa dengan memanfaatkan mereka, kau bisa menemukan keluargamu yang telah di Reinkarnasi, karena orang yang kau lukai tadi memiliki kekuatan sejenis pendeteksi, jika kau memberikan darah inti darahmu, ia mampu mencium setiap inti darah seseorang yang terhubung denganmu, walau orang yang kau cari itu berbeda karena telah Bereinkarnasi, tapi darahnya dengan darahmu tetaplah sama,” sambung Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Satu lagi, jika kau berpikir ingin mengambil inti darah mereka lalu mencoba teknik mereka, itu akan percuma, karena hanya mereka saja yang mampu melakukan itu, dan keturunan mereka.” Ucap Spirit Surgawi Tanpa Batas.
__ADS_1
Bai Han yang mendengar itu tentu saja membeku, karena setelah berhasil membunuh semua orang-orang Menara, ia berniat kembali ke Benua Inti tempat pamannya berada lalu kembali ke Bumi tempat ibu, nenek, adik dan semua keluarganya berada.
Setelah itu, ia berniat membawa mereka mencari ayah, adik dan pamannya. Itulah yang Bai Han rencanakan.
Tapi ia tidak sadar jika mereka semua telah di pindahkan ke tempat yang berbeda dan beberapa di Reinkarnasi dan beberapa di biarkan tetap tinggal oleh Roh Asura Blood setelah kematian Bai An.
...
“I..Ini,” Bai Han seketika menjadi bimbang, tentu saja ia sangat membenci semua anggota Menara, tapi ia juga sangat mementingkan keluarganya, karena dari awal tujuan membalas dendam adalah kematian keluarganya.
Setelah mencoba menenangkan diri, Bai Han pun melirik ke arah Qing Ha dan Qing Hu yang saat ini masih bicara.
“Apa kau bisa melepaskan segel di dalam tubuh mereka juga?” Tanya Bai Han melirik ke arah Spiritnya.
“Tentu saja bisa,” jawab Spirit Surgawi Tanpa Batas tersenyum kecil.
“Jadi apakah kau sudah menetapkan pikiranmu saat ini?” Tanya Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Hemm..!! Demi menemukan mereka, akan ku kecualikan mereka berdua, terlebih lagi, tujuan mereka berdua bergabung adalah mencari siapa orang yang telah membantai anggota klan mereka, dan pelakunya ternyata adalah pemimpin dimana tempat mereka bergabung.” Ucap Bai Han dengan nada tenang.
“Setelah tahu, karena kekuatan musuhnya sangat kuat, sang kakak pun hanya bisa menyimpannya seorang diri. Karena sadar tidak akan bisa menang dan berpikir jernih jika melindungi adiknya jauh lebih penting dari pada balas dendam. Aku yakin jika kakaknya sangat menderita selama ini karena menahan diri lantaran orang yang di sampingnya adalah pembunuh orang tua beserta anggota klan mereka.” Sambung Bai Han.
Tap tap..!!
Saat Bai Han melangkah, pandangan Qing Hu seketika mengarah ke arahnya dengan tatapan benci.
“Ingat apa yang kakakmu ini katakan tadi, aku mohon lupakan semuanya, aku hanya ingin kau hidup bahagia Hu'er,” ucap Qing Ha dengan nada menahan rasa sakit.
Lalu tatapan Qing Ha pun melirik Bai Han. “Tepatilah janjimu, setelah kau menyerap ingatanku, lepaskanlah adik ku,” ucap Qing Ha.
Bai Han seketika tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak menginginkan janji yang tidak pasti.” Ucap Bai Han dengan nada santai lalu kembali melanjutkan. “Bagaimana jika aku akan menyembuhkanmu, tapi dengan satu syarat?”
Dret..!!
“Katakan!! Katakan syaratnya, jika kau benar-benar bisa menyembuhkan kakak ku, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan,” teriak Qing Hu seketika dengan cepat muncul di depan Bai Han sambil mengangkat kerah Jubah Bai Han.
__ADS_1