Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Menundukkan Penduduk Kota Serigala Air


__ADS_3

Sementara Bai An yang sudah mengetahui dari awal kini terdiam.


Sebenarnya Bai An sedang marah, tapi tidak ada yang mengetahui bagaimana wajah Bai An saat marah, bahkan Duan Du pun tidak tahu.


Itu karena Bai An selalu mengubah sifatnya setiap saat.


“Huuf..!! Aku sudah dapat menebak ini, walau sedikit melenceng,” ucap Bai An kini menunduk.


“Adik ipar, apakah kau tidak marah jika nantinya aku dan keluargaku akan sedikit berlebihan dalam menangani klan Hu?” Tanya Bai An sambil mengangkat kepalanya, lalu melirik ke arah Hu Liu Chen.


Hu Liu Chen seketika terdiam.


Hu Liu Chen kini terlihat bimbang, walau klan Hu sedikit berlebihan, ia tentu tak rela jika klan nya di sakiti.


Tapi di satu sisi, ia semakin tidak rela saat melihat penderitaan kakaknya Hu Qia.


“Huuff..!! Untuk pertanyaanmu ini sangat sulit kakak ipar,” ucap Hu Liu Chen menghela nafas berat.


“Tapi aku memiliki saran, jika kau membunuh semua bawahan ayahku, mungkin aku tak keberatan, karena semua bawahan ayahku yang setia kini semuanya terlalu berlebihan.”


“Namun jika kau menyakiti klan Hu yang tidak bersalah atau tidak ikut campur masalah kita, maka aku pasti akan keberatan.” Ucap Hu Liu Chen kini menatap ke arah Bai An.


Terlihat Hu Liu Chen ingin tahu apa jawaban dari apa yang ia ungkapkan ini.


Bai An yang mendengar itu tersenyum tipis.


“Tentu saja aku tahu jika kau telah membuat kelompok pemberontak yang ada di sisimu, aku tahu ini dari Hu Hong Meng.”


“Dan tidak mungkin bagiku untuk menyakiti mereka, karena kau adalah keluargaku dan mereka bawahanmu, maka aku juga menganggap mereka keluargaku.”


“Selanjutnya kau pasti paham maksud ku bukan?” Ucap Bai An kini telah memikirkan rencana untuk menekan klan Hu melalui para pemberontak milik Hu Liu Chen.


Hu Liu Chen kini menatap ke arah Bai An dengan pandangan sedikit aneh. Ia merasa apakah yang di depannya ini Bai An atau Duan Du.


Itu karena Hu Liu Chen seolah melihat Duan Du yang kini duduk di depannya.


“Aku tentu paham maksud dan senyum tersembunyi mu itu. Tapi aku sedikit ragu, aku berpikir jika kau hanya ingin memanfaatkan para bawahan yang susah payah aku kumpulkan.” Ucap Hu Liu Chen dapat menebak jika Bai An ingin menggunakan para pemberontak.


“Hmm..!! Untuk masalah itu kau bisa tenang, karena yang akan memimpin mereka bukan kau ataupun aku.”


Mata Hu Liu Chen, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng langsung melotot saat mendengar ucapan Bai An.

__ADS_1


Seketika Hu Liu Chen bangun lalu berkata dengan nada tegas.


“Tidak-tidak..!! Jika kau menyuruh Duan Du. Maka aku akan menolak mentah-mentah walau kau adalah kakak iparku.” Hu Liu Chen terdiam sesaat lalu menambahkan.


“Jika Duan Du yang memimpin, bukannya membaik, malah akan semakin kacau, terlebih lagi aku takut jika ia mengajari para penetua klan Hu yang tidak-tidak nantinya.”


Semua keluarga Bai An tentu tahu reputasi Duan Du yang sangat jelek. Termasuk Hu Liu Chen, Hu Liu Chen tahu karena ia mempunyai banyak mata-mata tersembunyi, ia juga tahu dari Hu Hong Meng.


Terlihat jika Hu Hong Meng dan Ling Yenrou juga menyetujui ucapan Hu Liu Chen.


Sementara Bai An menghela nafas sambil memijit kepalanya.


“Jika kau memikirkan egomu, maka kau tidak akan pernah bisa untuk merebut kekuasaan ayahmu.” Ucap Bai An kini memandang Hu Liu Chen dengan pandangan serius.


“Inilah jalan satu-satunya. Walau Duan Du sering membuat kekacauan, tapi ia selalu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kau juga tidak perlu khawatir, jika kau mengenalnya lebih dalam, maka kau pasti akan senang jika Duan Du yang memimpin pemberontakan.”


Mendengar nada suara Bai An kini tidak main-main dan sempat memperingati dirinya yang egois.


Hu Liu Chen terdiam.


“Baiklah tapi aku mempunyai satu syarat,” ucap Hu Liu Chen serius.


Saat ini Cen Tian terlihat mengumpulkan semua penduduk Kota Serigala Air.


Ratusan ribu penduduk pribumi kalangan budak kini berdiri dengan kaki bergetar ketakutan.


Mereka tentu takut, banyak yang melihat adegan Tu Long, dan Lang Zai membantai para Bangsawan Kota Serigala Air tanpa perasaan.


Walau ada yang bahagia, tapi banyak dari mereka yang berpikir jika keenam orang yang melayang di depannya ini ingin mengambil alih kekuasaan bukan untuk membebaskan mereka, tapi ego mereka semata dan memperbudak mereka lagi untuk kesenangan.


“Hoho..!! Kalian semua tidak perlu takut, aku bukanlah orang jahat yang haus akan kekuasaan,” ucap Cen Tian di aliri oleh energinya. “Yah,, walau aku haus akan harta,” sambung Cen Tian dalam hati.


Terlihat semua penduduk pribumi Kota Serigala Air terdiam, sebenarnya mereka semua memiliki banyak pertanyaan dalam hati mereka.


Tapi mereka takut saat melihat Tu Long dan Lang Zai kini menatap mereka layaknya makanan.


Tu Long dan Lang Zai sebenarnya berpura-pura memasang wajah garang. Itu mereka lakukan agar semuanya berjalan lancar.


“Baiklah, langsung saja, siapa saja yang merasa dirinya paling kuat maju,” ucap Cen Tian dengan santai.


Namun tidak ada yang berani maju.

__ADS_1


Cen Tian berusaha untuk sabar.


“Huuf,, baiklah, siapa yang merasa paling kuat maju, maka mereka akan mendapatkan ini,” ucap Cen Tian mengeluarkan beberapa makanan.


Seketika ribuan penduduk pribumi langsung melesat maju.


Terlihat mereka saling serang, walau saling serang, tidak ada dari mereka sampai membunuh.


Cen Tian tersenyum tipis saat melihat hal tersebut.


“Ternyata dugaanku benar, walau saling serang, tidak ada yang saling membunuh karena mereka menganggap orang yang mereka serang adalah saudara mereka,” gumam Cen Tian.


Cen Tian menebak ini saat mencuri beberapa harta penduduk miskin, ia juga melihat para penduduk miskin saling tuduh hingga saling serang.


Anehnya mereka yang menang tidak membunuh yang kalah, malah mereka yang menang membantu yang kalah.


Sementara Duan Du yang sudah tahu itu dari sekali pandang saat ia datang terlihat diam saja.


“Cukup,,” ucap Cen Tian.


Tangan Cen Tian kembali terayun, hingga jutaan makanan kini muncul dan melayang di udara.


“Kalian tidak perlu bertarung karena aku mempunyai banyak makanan, ambil lah,” ucap Bai An melambaikan tangannya lagi hingga membuat makanan yaitu roti bakar tersebut berjatuhan.


Dengan cepat ratusan ribu penduduk kota Serigala Air berebut mengambil makanan.


1 jam telah berlalu.


Saat ini Cen Tian melihat dua pria sepuh yang memiliki tingkat kultivasi Dewa Immortal ⭐ 2 Menengah duduk di depannya.


Setelah panjang lebar menjelaskan maksud Cen Tian mengumpulkan mereka. Kini kedua pria sepuh tersebut saling melirik.


“Kami perlu memberitahukan ini kepada para penduduk lebih dulu Tuan, walau hadiah yang kau janjikan sangat menggiurkan, kami tidak bisa mengambil ego kami berdua demi harta.” Ucap salah satu berjenggot putih.


Cen Tian mengangguk santai.


Setelah kepergian keduanya, Cen Tian melihat Tu Long dan Lang Zai membakar daging manusia.


Setelah itu pandangan Cen Tian mengarah ke Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju yang kini saling berpelukan.


Alis Cen Tian terangkat saat tahu Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju sedang ketakutan saat di tatap Duan Du.

__ADS_1


__ADS_2