Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Ledakan Terdahsyat Sepanjang Sejarah


__ADS_3

“Tentu kami siap." Jawab ketiganya serempak kini memandang Bai Han karena sudah saatnya mengaktipkan Nuklir.


Wuss wuss wuss..!!


Kini ketiganya berdiri di tempat yang berbeda, pandangan ketiganya langsung mengarah ke Bai Han untuk menunggu perintah darinya.


Sementara Bai Han saat ini sedang melihat ke arah kota Linsen menggunakan teropong.


...


Kota Linsen, saat ini semua Leluhur Manusia menuju ke arah pusat kota.


Dari semua leluhur manusia, hanya leluhur berjubah hitam bercorak Naga di jubahnya saja yang saat ini merasakan firasat buruk.


Diam-diam leluhur tersebut membuat gerakan kecil untuk antisipasi.


“Semoga ini hanya firasatku saja,” gumam Leluhur berjubah hitam kini melesat paling depan.


Wuss wuss wuss..!!


Di lima arah berbeda, terlihat lima leluhur Elf melesat dengan kecepatan penuh mereka, tak lupa mereka berubaha menekan Mana mereka agar kehadiran mereka tidak di sadari oleh para leluhur manusia.


Namun apapun usaha mereka, tetap saja kehadiran mereka mampu di rasakan.


Dan anehnya lagi, para leluhur manusia membiarkan kelima leluhur Elf yang mendekati mereka, itu di karenakan mereka yakin mampu membunuh kelimanya.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Hemm..!! Sudah aku duga jika mereka meremehkan kami, karena hanya jumlah kami lebih sedikit.” Gumam Panah Suci tersenyum tipis.


...


“Mereka menuju kesini, kalian harus bekerjasama untuk membunuh mereka, nanti aku akan bersama pak tua, ayo,” ajak Leluhur Berjubah hitam langsung mengajak semua leluhur.


Namun semua leluhur hanya diam saja. Mereka semua tersenyum meremehkan kecuali leluhur dewa bungkuk bertongkat atau biasa di panggil pak tua oleh leluhur berjubah hitam.


“Heh,, kenapa kau begitu waspada, santai saja, biarkan mereka kesini. Toh mereka kesini untuk menyerahkan nyawa mereka,” ucap salah satu leluhur tersenyum meremehkan.


“Benar, walau kau pemimpin kali ini, kau tidak perlu terlalu takut akan kemarahan leluhur tertua, kau dapat yakin jika kita dapat menentukan tugas ini.” Sambung salah satu leluhur dengan nada santai.


Berbagai komentar Leluhur berjubah hitam dengar saat ia ingin mengajak para leluhur langsung menyerang musuh.


Kini wajah Leluhur berjubah hitam sangat gelap. Saat ia ingin mengatakan sesuatu. Nyawanya lebih dulu merasa terancam.


“Sial, sudah ku duga jika ada yang tidak beres di sini,” gumam Leluhur berjubah hitam melihat ke arah benda yang ia buang tepat sebelum memasuki wilayah pusat kota.


Deg deg..!!


Jantung leluhur berjubah hitam langsung berdetak cepat.


...


Di lima arah berbeda, kelima leluhur Elf yang sudah sampai kota langsung tersenyum tipis, mereka pun langsung menggerakkan tangannya mereka untuk membentuk formasi.


Blush..!!

__ADS_1


Blush..!!


Blush..!!


Dret..!!


Setelah tangan mereka bergerak cepat, sebuah pilar seketika muncul dari dalam tanah.


“Sekarang,” teriak Panah Suci langsung berteriak keras.


Wungg..!!


Sebuah formasi perisai tipe serangan langsung muncul. Wajah para leluhur manusia yang terlambat menyadari itu dari awal kini memasang wajah sangat jelek.


Mereka semua tentu mengenal perisai yang mengurung mereka saat ini. Terlihat juga muncul rasa penyesalan yang ada di wajah mereka semua karena tidak mengikuti perintah Leluhur berjubah hitam tadi.


“Sialan, jangan menyerah lebih dulu sebelum berusaha, ayo serang formasi periasi ini, jika kita bergabung, aku yakin-”


Jlep..!!


Sebuah anak panah muncul langsung menembus kepala leluhur manusia hingga mati berdiri.


Wajah kesembilan Leluhur manusia semakin jelek melihat rekan mereka mati tanpa bisa melakukan perlawanan maupun menghindar.


Tidak jauh di luar formasi perisai serangan, Leluhur Panah Suci kini tersenyum tipis setelah ia selesai menarik busur panahnya.


Formasi ini di namakan formasi perisai serangan, itu karena seseorang yang membuat formasi ini mampu menyerang musuh yang terkurung dari luar tanpa terhalang perisai, mereka juga mampu menyesuaikan keinginan mereka yang memunculkan serangan mereka di dalam perisai. Seperti halnya tadi.


...


“Sialan, aku akan membunuhmu,” teriak salah satu leluhur manusia kini melesat ke arah Panah Suci yang berada di luar formasi.


Wuss..!!


Crash..!!


Sebuah bolah tombak langsung muncul lalu menebas kepala leluhur tersebut.


Ke delapan leluhur manusia yang tersisa kini semakian memasang wajah jelek.


“Sialan, apa yang harus kita lakukan, mendekati perisai kita tidak bisa, berdiam diri juga perlahan kita pasti mati.” Ucap salah satu leluhur melirik ke arah para leluhur.


Saat pandangan leluhur tersebut mengarah kepada semua rekannya, ia tiba-tiba menyadari seharusnya jumlah mereka yang tersisa seharusnya 10, tapi kini hanya delapan.


”Sialan, kemana perginya Leluhur Naga Hitam dan Leluhur Dewa Bungkuk bertongkat?” Teriak leluhur tersebut kini seketika tersadar.


Seketika semua leluhur manusia maupun leluhur Elf tersadar.


...


“Bunuh mereka semua dalam satu gerakan dan hati-hati yang terkuat di kelompok mereka tidak berada di dalam formasi.” Ucap Panah Suci langsung mengirim pesan telepati.


Keempat leluhur Elf langsung membuat serangan terkuat mereka melalui luar formasi, tak lupa juga mereka memusatkan target serta dimana mereka memunculkan serangan mereka.


Bomm...!!


Saat para leluhur Elf akan membunuh kedelapan leluhur manusia yang kini meraung karena mengira di khianati. Sebuah ledakan seketika terdengar dari arah puncak gunung tertinggi.

__ADS_1


***


Di tempat Bai Han.


Saat ini Bai Han telah mengaktifkan Nuklir dan terlihat Nuklir membuang asap hingga terdengar ledakan cukup besar saat akan melesat menuju target.


Wung..!!


Nuklir perlahan terbang, Jiu Long, Pixiu dan Bai Yu Long kini tersenyum bahagia saat Nuklir kini mulai terbang.


Sementara Bai Han langsung mendekati ketiganya. “Apa yang kalian tunggu, ayo lari,” ucap Bai Han sedikit panik karena takut terlambat melarikan diri.


Ketiganya langsung tersadar akibat saking bahagianya. Mereka pun langsung menggunakan token teleportasi masing-masing.


Sret sret sret..!!


Bai Han dan ketiganya langsung menghilang.


...


Nuklir kini terus meluncur lalu menukik tepat mengarah kota.


Para leluhur Elf yang melihat benda asing mendekat kini mengerutkan keningnya.


“Hei kau, keluar dari sini lalu serang benda itu,” tunjuk Leluhur Elf berbadan besar dengan tombak di punggungnya.


Salah satu bawahan Leluhur tersebut pun langsung terbang sambil mengeluarkan senjatanya.


Mereka tidak sadar jika saat ini mereka menggali kuburan mereka sendiri jika menyerang Nuklir tersebut.


Nuklir ini jika di serang, maka ledakannya jauh lebih dahsyat saat membentur targetnya sendiri.


Wuss..!!


“Musnahlah,” teriak Elf tersebut dengan angkuh.


Wuss..!!


Sebuah bilah pedang langsung melesat ke arah Nuklir.


..


Di bawah, Panah Suci dan Leluhur Elf berjubah hitam merasakan ada yang tidak beres langsung mengaktifkan artefak mereka masing-masing yang telah mereka persiapkan sebelum kesini.


Crash..!!


Duarrrrr....!!


Bertepatan dengan aktifnya artefak, sebuah ledakan maha dahsyat langsung mengguncang hampir seluruh area Kekaisaran Darium, bahkan saking dahsyatnya, wilayah Kekaisaran Gama pun ikut merasakan guncangannya.


...


Hoek..!!


Leluhur manusia berjubah hitam bercorak lambang Naga dan Leluhur Dewa Bungkuk Bertongkat yang melarikan diri dari awal kini terlihat terlempar sambil memuntahkan seteguk darah.


Mereka memandang ke arah lautan api yang kini berkobar di depan mata mereka sedang menyebar ke segala arah, seolah ingin melahap apa saja.

__ADS_1


Sontak mereka pun bangkit lalu melesat menjauh dari lautan api yang terus menyebar.


Sementara di kota Linsen, walau di yakini para Leluhur kedua Ras bertahan hidup. Tapi dapat di pastikan mereka akan terluka parah.


__ADS_2