
Tatapan Bai An tak lama mengarah ke Gu Sheng. “Kemana Ye'er?” Tanya Bai An langsung berubah seketika.
Melihat wajah lembut Bai An, Gu Sheng pun langsung teringat akan Bai Chu Ye.
Terlihat dahi Gu Sheng berkerut sedikit kesal, terlebih saat ia sudah sampai di tempat pertarungan, bisa di katakan Gu Sheng terlambat karena pertarungan di anggap telah selesai karena turun tangannya Heng Yu. Ia juga cukup kesal dengan Heng Yu yang baru turun tangan.
***
Flashback..!!
Dret dret..!!
Huh huh..!!
“Apakah paman Gu berada jauh di pusat inti dimensi ini?” Gumam Bai Chu Ye terlihat sudah mencapai batasnya.
Tapi Bai Chu Ye tetap mempertahankan kesadarannya saat mengingat keluarganya yang di bantai satu persatu. Mata Bai Chu Ye memerah hingga mengeluarkan darah.
“Aku tak boleh menyerah, aku tak boleh tumbang di sini, keselamatan mereka jauh lebih penting, walau aku harus mati sekalipun.” Gumam Bai Chu Ye bertekad menemukan Gu Sheng, karena hanya ialah harapan semua keluarganya saat ini.
Wuss..!!
Bai Chu Ye pun langsung melesat, saat ini ia menggunakan sisa Mana yang ia punya, untuk energi, energinya sudah habis saat ia bertarung melawan musuh.
Dret dret..!!
Duar..!!
Dengan ganas Bai Chu Ye menghancurkan semua penghalang yang ada di depannya agar langkahnya tidak terhambat.
Waktu terus berlalu, Bai Chu Ye terlihat semakin pucat saat ini. Ia pun telah masuk cukup dalam ke pusat terdalam inti dimensi. Namun ia masih belum menemukan jejak aura dari Gu Sheng.
Urgh..!!
“Sial, dimana paman Gu Sheng berkultivasi tertutup, mencarinya di saat genting seperti ini sangat susah sekali,” gumam Bai Chu Ye terlihat frustasi.
Selama hidupnya, Bai Chu Ye tidak pernah sefrustasi seperti ini. Jika semua keluarga Bai An melihat Bai Chu Ye saat ini, mereka pasti akan langsung sedih melihat bagaimana perjuangan Bai Chu Ye hanya untuk mencari bantuan.
Satu jam berlalu.
Saat Bai Chu Ye terdiam, tiba-tiba getaran terjadi di bawah kakinya. Merasakan itu, ia langsung tersenyum bahagia.
“Huh huh,, akhirnya aku menemukanmu paman brengsek,” gumam Bai Chu Ye dalam hati.
Terlihat Bai Chu Ye saat ini campur aduk, marah, kesal, emosi, bahagia, kenyamanan ia rasakan.
Dret..!!
__ADS_1
Tangan Bai Chu Ye yang terkepal langsung di penuhi oleh Mana yang tersisa.
Duar..!!
Tanah tempat ia berpijak sebelumnya langsung hancur.
Dengan cepat Bai Chu Ye memasuki lubang yang telah ia hancurkan.
Dret..!!
Urgh..!!
Merasakan tekanan yang liar di sekelilingnya, Bai Chu Ye seketika terjatuh hampir bersujud. Namun Bai Chu Ye tetap mempertahankan dirinya agar tidak terjatuh. Jika ia terjatuh, ia sadar di sanalah akhir perjalanannya.
“Sialan, aku tak akan menyerah begitu saja. Takdir sialan, aku akan menantangmu.” Teriam Bai Chu Ye.
Dret..!!
Mata Bai Chu Ye seketika berubah menjadi merah darah keemasan.
Tubuh Bai Chu Ye langsung melayang dengan sendirinya. “I...Ini,” mata Bai Chu Ye seketika menjadi bersinar saat banyak sekali energi dari Inti Dimensi yang bertumpuk di tempat Gu Sheng berada terserap dengan sendirinya.
Dengan cepat Bai Chu Ye mengepalkan tangannya sambil memasang wajah datar.
Wuss..!!
Duar..!!
Bom bom..!!
“Sialan, siapa yang begitu berani memukul wajahku,” teriak Gu Sheng kini melihat ada dua giginya yang copot.
Saat pandangan Gu Sheng melihat ke segala arah, pndangannya langsung tertuju ke Bai Chu Ye yang terlihat kelelahan.
“Ah maafkan aku paman Gu, aku sudah satu jam lebih mencoba membangunkanmu dengan berbagai cara, tapi kau tidak sadar-sadar akibat terlalu fokus meningkatkan kekuatan.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada tersengal-sengal sambil memasang wajah datar.
“Lupakan masalah ini, lebih baik paman keluar bantu yang lainnya, kini banyak keluarga kita yang mati karena musuh sangatlah kuat, bahkan paman Du dan paman Tu kini hampir mati Jika paman tidak cepat aku takutnya-”
Wuss..!!
Gu Sheng yang mendengar itu langsung muncul di depan Bai Chu Ye. “Ayo kita kembali, tak akan ku biarkan mereka mati dengan cepat.” Potong Gu Sheng mengeluarkan aura membunuh di sertai mata yang mengerikan.
“Tidak, Ye'er tidak bisa ikut bersama paman karena Ye'er ingin memulihkan diri di sini. Paman pergilah terlebih dahulu.” Ucap Bai Chu Ye memasang wajah datar seperti biasa.
Karena tahu sifat Bai Chu Ye memang seperti ini. Gu Sheng pun langsung mengangguk tanpa curiga.
Dengan cepat Gu Sheng menghilang dari tempatnya.
__ADS_1
Wuss..!!
Bai Chu Ye yang melihat pamannya telah pergi seketika tersenyum tipis. “Hehe,, untung saja paman tidak menyadari jika aku berbohong saat memukulnya dan energiku yang kini tiba-tiba kembali penuh.” Kekeh Bai Chu Ye dalam hati. Entah mengapa sifat Bai Chu Ye kini mirip dengan Duan Du dan Bai Han.
Mata Bai Chu Ye yang serakah terlihat mirip dengan Cen Tian.
Tak ingin membuang kesempatan yang ada untuk menjadi lebih kuat. Bai Chu Ye langsung menyerap satu persatu Inti Dimensi yang ada di depannya.
***
Wuss..!!
Gu Sheng yang baru menapakkan kakinya di langit langsung tersadar. “Sialan, aku di tipu, mana mungkin pukulan sekeras dan sekuat ini tidak menggunakan energi, bahkan pukulan ini setara dengan kekuatan penuh fisik Tu Long. Dan tidak mungkin kekuatan fisik mereka setara.” Umpat Gu Sheng kini merasa di kerjai oleh keponakannya.
Tapi karena ada masalah yang lebih serius, Gu Sheng pun tidak kembali ke tempat Bai Chu Ye.
Flashback End..!!
***
“Sudah-sudah, setahuku Ye'er tidak pernah seperti ini. Mungkin ia begini karena kesal. Jadi lupakan saja pertanyaanku tadi, yang terpenting bocah itu selamat,” ucap Bai An langsung menenangkan. Namun dalam hatinya ia sedikit tertawa kecil akan nasib sial Gu Sheng yang di tipu.
Gu Sheng mengangguk pasrah, ia hanya kesal saja dan tidak terlalu berniat membalas.
Waktu terus berlalu, tanpa terasa sudah satu tahun berlalu.
Saat ini semua keluarga Bai An yang laki-laki telah berkumpul. Mereka semua tidak ada yang kembali ke Bumi untuk mengunjungi keluarga mereka para wanita dan anak-anak.
Entah apa yang Bai An pikirkan sehingga belum memperbolehkan mereka semua kesana walau telah menang melawan musuh.
***
Sementara di Dimensi Alam Dewa.
Kegemparan terjadi di setiap penjuru dimensi akibat kekalahan para Jenius Sejati serta matinya satu Jenius Monster Mo Renju.
Tentunya penyebar cerita ini adalah Chen Long yang kembali selamat. Dan cerita karangan Chen Long di benarkan oleh Feng Ruan sehingga membuat semua kalangan tertentu percaya.
Dan berita yang paling panas adalah tentang Bo Wuhan yang dengan serakahnya mengklaim orang yang mengetahui tentang Pedang Asura.
Hal tersebut membuat beberapa kelompok tertentu langsung mengitari sekitaran Daratan Timur laut tempat klan Bo berada.
Bahkan Sekte tempat Bo Wuhan pun selalu di intai.
Tentu mereka tidak berani melakukan perang secara terbuka, mereka sadar akan kekuatan klan Bo dan Sekte tempat Bo Wuhan bernaung.
Jadi satu-satunya langkah yang paling aman hanyalah menunggu Bo Wuhan keluar dari daerahnya.
__ADS_1
***
“Aku tak menyangka jika Sekte kita di remehkan. Terlebih lagi bocah itu sampai saat ini belum kembali.” Terdengar sebuah suara dingin dari sosok yang terlihat hanya matanya saja.