
“Hemm..!! Dasar bocah-bocah, kalian membawa seekor iblis masuk ke kandang kalian, jadi jangan salahkan aku jika kalian merangkak nanti,” gumam Bai An kini merasa rencananya lancar masuk ke pelantaran dalam.
Tap tap..!!
Setelah melewati pintu, Bai An merasakan jika adanya sebuah perisai tipis yang menghalangi pelantaran luar dengan pelantaran dalam. Bai An juga merasakan energi di pelantaran dalam lebih padat di banding dengan pelantaran luar.
“Hemm..!! Apakah ini di sebut Sekte Besar?” Gumam Bai An kini berpikir-pikir karena energi di pelantaran dalam ini masih belum di katakan pantas buat para murid Jenius Sekte maupun Jenius Sejati.
Bai An juga langsung menyebarkan energi jiwanya setipis mungkin. Saat ia merasakan seluruh area pelantaran dalam, ia merasa jika para penetua di sekte ini bisa di katakan lemah menurutnya.
Bagaimana tidak, yang terkuat saja masih Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal dan rata-rata dari mereka masih Dewa Surgawi ⭐ 3 Puncak dan itu kekuatan yang setara dengan kekuatan Jenius Sejati menurut Bai An.
Untuk Jenius Monster, Bai An baru mengetahui jika seseorang yang telah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal di umur sebelum mencapai 5000 tahun, baru di katakan Jenius Monster.
Sementara untuk Chen Long bisa di anggap Jenius Monster walau masih berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 3, itu lantaran umurnya yang sesungguhnya belum genap 1000 tahun, dan para jenius maupun sekte besar lain menganggap jika Chen Long bisa mencapai Dewa Surgawi ⭐ 4 sebelum berusia 2000 tahun, mereka meyakini hal tersebut, maka dari itu ia di sebut Jenius Monster sebelum mencapai Dewa Surgawi ⭐ 4
...
“Hei bangsat, apa yang kau lamunkan, cepat kesini,” teriak murid senior yang di juluki salah satu Jenius Sekte.
Bai An yang melamun seketika tersadar dengan wajah sedikit berkerut kesal.
Tangan Bai An langsung terkepal, namun sebelum ia membunuh murid tersebut, ada beberapa pemuda mendatangi murid tersebut.
“Hei Wang Fu, apa yang kau lakukan dengan membawa murid baru lagi hah, apa kau ingin menyiksa mereka dengan latihan tidak benarmu itu,” teriak salah satu pemuda yang terlihat berusia sekitaran 700 tahun, walau begitu, umur segitu masih di bilang masa remaja di Dimensi Alam Dewa ini.
Wajah Wang Fu seketika memerah gelap karena ia mengenal suara tersebut, suara tersebut selalu menganggu kesenangannya dalam berlatih.
Pandangan Wang Fu langsung mengarah ke sosok pemuda memiliki tinggi 150cm, ia paling pendek di antara kelompoknya. Tapi ia adalah yang terkuat.
“Kau jangan ikut campur anak ******, jika aku ingin, aku sudah menyuruh ayahku membunuh ibumu, tapi sebelum di bunuh,” wajah Wang Fu menyeringai sambil mengeluarkan lidahnya.
Wajah pemuda tersebut terlihat tenang walau telah di ejek. Bai An dapat merasakan jika pemuda tersebut berusaha menahan amarahnya.
“Hemm..!! Bocah ini cukup pintar juga, ia sadar jika tidak mampu melawan keluarga bocah ini, jadi ia berusaha bertahan dengan mencoba menahan amarahnya sedalam mungkin.” Gumam Bai An dalam hati kini mulai tersenyum karena akan ada yang menarik menjadi tontonan saat ini.
“Heeh,, kenapa kau diam anak ******? Apa kau kini sadar jika drajatmu dengan orang-orang di belakangmu itu hanya anak desa yang di kasihani sehingga bisa memasuki sekte ini,” ejek Wang Fu.
“Aku kini menduga jika ibumu itu benar-benar menjual dirinya demi biaya kau masuk sekte ini,” sambung Wang Fu menyeringai jahat, wajah Wang Fu kini mendekat ke wajah pemuda paling pendek tersebut.
“Ketua Bai, apa kau diam saja jika ibumu di ejek?” Tanya pengikutnya mengepalkan erat tangannya hingga berbunyi.
__ADS_1
“Benar ketua Bai, jangan pedulikan kami, kita hajar saja dia dan anak buahnya. Kami siap menanggung resikonya walau di keluarkan sekalipun,” sambung pengikut yang memiliki wajah pas-pasan dengan tubuh gemuk banyak lemak.
“Benar ketua Bai, ayo kita hajar mereka,” sambung dua anak kembar dengan kepala botak.
Mendengar itu, pemuda pendek yang memiliki nama Bai Gu kini mengepalkan erat tangannya saat melihat Wang Fu tertawa sambil menantangnya duel.
“Apa? Hah, apa kau ingin bertarung, ayo,” tantang Wang Fu.
Kekuatan Bai Gu dan Wang Fu setara, mereka sama-sama memiliki kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 2 Awal.
Untuk bawahan mereka masing-masing memiliki kekuatan rata-rata Dewa Surgawi ⭐ 1 Puncak ke bawah.
Dret..!!
Tanpa menahan diri lagi, Bai Gu langsung mengeluarkan pedang usangnya yang sudah karatan.
Dengan tenang Bai Gu mengalirkan energinya dengan hati-hati agar pedang pemberian ibunya tidak hancur.
Wuss..!!
Melihat Bai Gu kini menyerangnya, Wang Fu langsung memasang sarung besi yang terbuat dari beberapa material tingkat tinggi.
Trank..!!
“Akan ku perlihatkan apa itu kekuatan,” ucap Wang Fu dengan nada angkuh.
Tangan Wang Fu langsung di selimuti energi dalam jumlah besar.
Krak krak..!!
Piar..!!
Pedang Bai Gu seketika hancur, bukan hanya itu saja, tangan kiri Wang Fu juga terayun tepat ke wajah Bai Gu.
Bai Gu yang termangu lantaran pedang satu-satunya kini hancur tidak siap untuk menahan serangan Wang Fu.
Dret..!!
Bom..!!
Bom..!!
__ADS_1
Duar..!!
Tubuh Bai Gu langsung terpontang panting hingga menabrak salah satu bangunan.
“Ketua,” seketika terdengar teriakan khawatir dari keempat bawahan Bai Gu.
“Haha,, kalian mau kemana? Lawan kalian ada di sini,” ejek para bawahan Wang Fu tersenyum lebar saat melihat Bai Gu di hajar oleh Tuan muda mereka.
Sementara Bai Gu yang berusaha bangkit kini mendengokkan kepalanya saat melihat Wang Fu sudah ada di depannya sambil mengayunkan tinjunya.
“Hahaha,, mati,” teriak Wang Fu.
Bam..!!
Bai Gu langsung menjulurkan kedua tangannya ke depan wajahnya untuk menahan tinju Wang Fu.
Melihat Bai Gu bertahan, Wang Fu kini mengayunkan kedua tinjunya secara bergantian.
Bam bam bam..!!
Bam bam bam..!!
“Haha lemah, apakah ini yang di katakan Jenius Klan,” ejek Wang Fu merasa di atas angin saat terus menerus meninju Bai Gu.
...
Bai An yang menonton mereka kini mengerutkan keningnya. “Hemm..!! Anak ini terlalu memikirkan pedang pemberian ibunya hingga ia tidak semangat bertarung,” gumam Bai An saat melihat Bai Gu meneteskan air matanya.
Menyadari hal tersebut membuat Bai An teringat akan ibunya yang ia tinggalkan tanpa meminta izin. “Aah,, aku jadi merasa bersalah dengan ibu,” gumam Bai An tanpa terasa meneteskan air matanya. “Semoga saja aku tidak jadi anak durhaka dan mencoba menebusnya dengan menolong anak yang memiliki marga yang sama denganku.”
Jari Bai An langsung mengeluarkan sinar transparant, tak lama pedang yang hancur langsung muncul di tangan Bai An.
“Hemm..!! Pedang ini?” Gumam Bai An menyadari jika pedang tersebut bisa tumbuh berkembang mengikuti pemiliknya.
Namun Bai An melihat jika pedang tersebut di segel oleh seseorang.
Bai An pun langsung memperbaikinya menggunakan Hukum Api yang telah ia kuasinya hingga ke tahap ke tiga.
Dret..!!
Tidak sampai satu menit, pedang tersebut langsung bersinar lantaran segelnya sudah di buka saat Bai An selesai memperbaikinya.
__ADS_1
“Hemm,, bocah, waktunya ronde kedua, jangan kecewakan aku.” Gumam Bai An menyeringai tipis.