Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pembunuhan Pertama Bai Han dan Pembantaian II


__ADS_3

Duan Du dan Tu Long menyeringai mendengar itu, karena inilah yang mereka ingin dengan dari mulut Bai Han.


“Huuf,, baiklah, tapi lawan yang lemah-lemah terlebih dahulu, kau juga jangan terlalu berbelas kasih kepada musuh,” kata Bai An sambil mengeluarkan Tu We beserta beberapa prajurit pembantai.


“Kau akan bertarung bersama mereka, jangan sampai terpisah,” kata Bai An sambil menatap Tu We dengan serius.


Tu We paham maksud pandangan Bai An sehingga mengangguk. “Aku pasti akan menjaga Tuan kecil,” kata Tu We.


Bai An langsung mengangguk, lalu melihat ke arah Duan Du dan Tu Long.


Duan Du dan Tu Long langsung mengalihkan pandangan dengan tawa kecil.


Tanpa menunggu komando Bai An, mereka berdua langsung melesat ke arah ahli yang kuat.


Bai An yang melihat itu mendengus kecil, lalu ikut melesat.


Wuss..!!


Bom..!!


Hanya dengan mendarat saja, Bai An, Duan Du dan Tu Long mampu membunuh puluhan Kaisar Sejati dan ratusan Grand Master.


Bai Han yang melihat itu dengan pandangan bersemangat.


“Ayo paman We, kita juga harus ikut membantu ayah mengurangi musuhnya,” teriak Bai Han dengan suara melengking.


Tu We hanya bisa tersenyum kecil lalu bergumam. “Jika kau tidak ada, aku yakin ini bisa di selesaikan oleh Tuan muda, saudara Tu Long dan bocah nakal dengan cepat, namun karena kau ada, mereka semua menahan diri serendah mungkin.”


Tu We mengangguk lalu langsung mengangkat tangannya.


“Bentuk formasi,” teriak Tu We.


100 prajurit pembantai langsung membentuk barisan.


Bai Han yang melihat itu ikut berbaris dalam formasi pedang.


Tu We yang paling depan lalu di susul Bai Han langsung bergerak maju dengan rapi bersama Prajurit Pembantai.


Saat musuh mendekat, Tu We langsung menyuruh pasukan prajurit pembantai yang khusus dalam memanah untuk menarik busur.


Wuss wuss..!!


Jlep jlep..!!


Hanya orang yang berada pada tingkat Grand Master saja yang mati, yang lain mampu bertahan.


Tu We yang melihat itu menggerakkan tangannya lagi.


“Formasi dua,” teriak Tu We.


Seketika pasukan pembantai yang menggunakan pedang membentuk kelompok berjumlah 5 orang.

__ADS_1


Bai Han yang bersama salah satu kelompok yang lumayan kuat langsung melesat.


Dengan cepat Bai Han menerjang ke arah Kaisar Sejati ⭐ 1.


“Tusukan Penghancur Langit,” teriak Bai Han tiba-tiba muncul di depan orang berbadan tinggi.


Orang tersebut tentu terkejut mendengar suara teriakan, tapi tak melihat dimana yang berteriak, saat ia melihat kebawah, ia terkejut, tak lama terjatuh dengan mata melotot.


Bai Han tersenyum kecil saat menusuk jantung musuh hingga hancur.


Namun Bai Han tak berpuas diri, ia kembali melesat ke arah musuhnya lagi.


Bai Han kembali muncul tepat di atas leher musuh lalu menebasnya hingga kepalanya terpenggal.


Darah langsung muncrat dari leher tanpa kepala.


Seketika Bai Han merasa mual, ini pertama kalinya ia melihat tubuh tanpa kepala.


Tu We yang melihat itu langsung menyuruh keempat prajurit pembantai menjaga Bai Han.


Bai Han yang kini menutup mulutnya langsung memejamkan matanya, ia kini mengingat pesan ayahnya.


“Saat pertama kali membunuh, lalu melihat darah dan merasa pusing, maka lukai dirimu sedikit untuk menghilangkan rasa pusing dan mual tersebut.”


Bai Han langsung membuka matanya lalu melukai sedikit tangannya.


Crash..!!


Ukhh..!!


Tanpa memperdulikan lukanya, Bai Han langsung melesat kembali, ia kini berlari ke arah musuh yang ingin menebas prajurit pembantai dari belakang.


Bai Han dengan cepat melombat lalu menginjak tangan musuhnya, setelah itu ia sedikit memutar dan membelakangi musuhnya sambil menginjak kepalanya.


Jlep..!!


Bai Han tanpa rasa kasihan langsung menusuk kepala musuhnya sehingga cipratan darah musuh mengenai wajahnya.


Sebuah senyum terpancar di wajah Bai Han.


“Hehe,, aku akan membunuh kalian semua agar ayah, paman Duan, paman Tu tidak merasakan beban terlalu berat,” gumam Bai Han terlihat bersemangat.


***


Bai An yang berada tidak jauh dari putranya dapat melihat apa yang di lakukan putranya.


“Hmm,, cukup bagus, sejauh ini ia tidak memaksakan diri dan tahu batas kemampuannya, ia juga terlihat berusaha membiasakan diri,” gumam Bai An mengangguk- angguk sambil menjentikkan jarinya.


Bam..!!


Kepala dua orang yang berada pada tingkat Dewa Immortal ⭐ 1 Awal langsung meledak.

__ADS_1


Jika di lihat dengan teliti, sebelum meledak tadi, tubuh mereka telah terjerat oleh benang energi yang Bai An ciptakan selama bertarung dengan musuhnya tanpa sepengatahuan mereka, maka dari itu saat Bai An menembak bola kecil, kedua musuhnya hanya diam tanpa menghindar.


Setelah itu Bai An menciptakan pedang energi yang cukup banyak, lalu jari-jarinya langsung menggerakkan seluruh pedang energi yang telah Bai An ikat juga menggunakan benang energi agar ia leluasa menggerakkan semua pedang energi kesana kemari membunuh musuh.


Terlihat pedang energi Bai An melesat ke arah salah satu anggota klan bertulis Mu di punggung jubahnya.


Jlep..!!


Ukhh..!!


Anggota klan Mu mati dengan tubuh mengering, terlihat jika pedang energi Bai An menyerap energi di dalam tubuh musuh lalu di salurkan melalui benang energi.


Hal itulah yang membuat Bai An tidak takut kehabisan energi karena ia mempunyai banyak asupan.


***


Sementara Duan Du kini sedang memprovokasi lawannya hingga membuat sesama mereka bertarung.


“Ini semua salahmu yang membawaku kesini, jika aku tidak kesini mungkin aku tidak akan mati,” teriak pemuda botak dengan wajah ganas.


“Apa katamu, bukankah kau juga yang mau ikut, terlebih kau sangat bodoh mau mendengar ucapan orang itu,” teriak pemuda berwajah agak banci sambil menunjuk ke arah Duan Du menggunakan kipasnya.


Sementara di belakang kedua pemuda tersebut kini anggota kelompoknya pada mengumpat dalam hati, “Dari pada berdebat lebih baik melarikan diri.” Itulah yang ada di dalam benak semua anggota mereka berdua.


“Tidak, ini memang salahmu dan jika aku bisa membunuhmu, maka aku bisa bebas dari sini. Demi menegakkan keadilan maka aku akan membunuhmu,” teriak penudak botak bewajah garang lalu melesat.


Duan Du yang melihat itu menyeringai kejam, tanpa membuang energi ia bisa menikmati hasilnya pada waktu terahir.


“Hehe,, pahlawan selalu muncul belakangan,” kekeh Duan Du menikmati pertarungan mereka.


Flasback..!!


Saat Duan Du muncul, dengan cepat ia membunuh para tetua yang menjadi pelindung kedua pemuda tersebut.


Setelah itu, salah satu kelompok mencoba untuk lari, Duan Du langsung membantai mereka satu persatu hingga saat Duan Du ingin menerjang pria botak.


Pria botak berteriak.


“Jangan bunuh aku, aku kesini hanya di ajak oleh klan Lou,” teriak pria botak frustasi.


Duan Du terdiam lalu tersenyum licik.


“Heh,, jika kau bisa membuktikan ucapanmu dan membunuh orang yang mengajakmu bersama anggota klannya, maka aku akan membiarkanmu hidup di tempat ini,” kekeh Duan Du.


Pria botak langsung bersemangat.


Flasback End..!!


Dengan santai Duan Du duduk di udara sambil mengeluarkan satu kendi arak, sebelum ia mengeluarkan arak.


Duan Du terlebih mengedarkan kesadarannya untuk melihat Bai Han, apakah Bai Han dan prajurit pembantai akan kesini atau tidak.

__ADS_1


Setelah melihat Bai Han mengarah ke lokasi Tu Long, Duan Du tersenyum lebar lalu menikmati araknya tanpa ada gangguan.


__ADS_2