Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Di Kurung di Dimensi Aneh ( Sebuah Tekad )


__ADS_3

“Kalian akan tahu saat kekuatan kalian telah meningkat, jadi lakukan saja perintah dariku.” Ucap Duan Du melirik semua keluarganya.


Mendengar itu mereka semua sedikit tidak puas, tapi mereka tetap mengangguk percaya akan ucapan Duan Du.


“Jadi dimana kami akan berkultivasi? Tidak mungkin bukan kami berkultivasi di sini?” Tanya Long Yuan kini membuka suara.


Duan Du langsung menganngguk ringan. “Kebetulan putriku mengetahui lokasi yang pas untuk kita semua meningkatkan kekuatan kita, tempat itu adalah Dimensi kecil buatan salah satu istriku sebelum ia mati.”


...


Keesokan paginya, kini terlihat Duan Du dan yang lainnya melesat ke arah tertentu.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah mencapai salah satu celah cukup lebar, Duan Du melirik ke arah beberapa tambahan orang. Mereka tak lain Jiu Long, anak angkat Tu Long dan Duan Li yang di bawa oleh Xie'er.


“Baiklah setelah aku dan Xie'er membuka celah ini, kalian langsung masuk. Karena waktu terbukanya tidak akan lama,” ucap Duan Du terdengar serius.


Mereka semua mengangguk paham, tidak ada dari mereka semua yang menyadari maksud tertentu Duan Du, itu karena Duan Du memang tidak pernah terlihat bercanda dari awal.


Duan Du dan Xie'er saling melirik satu sama lain, mereka mengangguk serempak.


Blush..!!


Tak lama sebuah cahaya melesat ke celah tersebut.


Srek..!!


Celah yang awalnya bewarna gelap kini menjadi terang.


“Cepat masuk,” teriak Duan Du.


Wuss wuss..!!


Setelah semuanya melesat dan Bai Chu Ye yang terahir menyadari jika Duan Du masih terdiam ingin bertanya sesuatu.


Bam..!!


Tubuh Bai Chu Ye lebih dulu terdorong oleh cahaya yang Bai Xia Xie tembakkan.


Jlep..!!

__ADS_1


Celah seketika kembali menjadi gelap.


“Maafkan aku Gege, ini semua permintaan ayah untuk kebaikan kalian semua,” ucap Bai Xia Xie sedikit sedih.


Duan Du yang mendengar itu tentunya ikut merasa sedih, terlebih putranya juga berada di dalam sana.


“Huuff,, tidak usah terlalu bersedih Xie'er, perang besar sebentar lagi akan terjadi, aku dapat merasakannya dari hawa yang kini sedikit menjijikkan,” ucap Duan Du menghela nafas panjang.


“Benar paman, ayah juga memberitahu jika akan banyak terjadi kehancuran dari pirasat yang ia rasakan, sehingga ia ingin mengurangi jumlah korban dengan mengirim beberapa dari mereka menjauh sejauh mungkin dari Dimensi Pusat. Termasuk mengirim keluarganya sebagai penerus suatu hari nanti jika ia gugur.” Sambung Xie'er.


Duan Du dan Xie'er pun langsung kembali ke kediaman milik putrinya.


...


Bom bom bom..!!


“Sialan, berani sekali kau mengurungku Xie'er paman Du,” teriak Bai Han kini mencoba menghancurkan tiang yang mirip seperti pintu.


Bukan hanya Bai Han saja yang menyerang tiang pintu tersebut, semua orang dari mereka kecuali Bai Chu Ye mencoba menghancurkan penghalang namun hasilnya nihil.


“Hem..!! Ye'er apa kau tahu apa maksud dari mereka berdua membuat kita terkurung di sini?” Tanya Bai Han kini menghampiri adiknya yang duduk bersila.


Bai Chu Ye menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu secara pasti Han Gege, tapi satu hal yang aku lihat dari bola mata Xie'er dan paman Du, kesedihan yang mendalam.”


Mendengar itu, semua orang yang ada di dimensi kecil tersebut menggenggam erat tangan mereka. Mereka sadar jika saat ini mungkin mereka di anggap beban.


Bom bom bom..!!


Cen Tian yang biasanya ceria kini memasang wajah dingin serta penuh penyesalan.


“Kenapa aku harus selemah ini? Kenapa aku seolah seperti beban yang sama sekali tidak bisa membantu,” teriak Lang Zai ikut mengutarakan pelampiasannya.


Semua orang kini mengeluarkan emosi mereka masing-masing termasuk Duan Li yang saat ini menangis sejadi-jadinya.


“Ayah, ibu, Li'er janji akan jadi anak yang baik, keluarkan Li'er dari sini. Li'er ingin bersama kalian.” Ucap Duan Li dalam hati.


“Kenapa kalian semua menjadi cengeng?” Ucap Bai Chu Ye langsung berdiri.


“Ini mungkin demi kebaikan kita, kita juga bisa mencoba meningkatkan diri secepat mungkin agar bisa menghancurkan penghalang ini lalu ikut membantu ayah dan semua keluarga kita yang ingin menghadapi musuh kuat.”


“Mana semangat kalian yang dulu? Mana kebanggaan kalian sebagai keluarga dari ayahku,” teriak Bai Chu Ye langsung membuat keheningan.


Tak lama Bai Han yang tertunduk lesu bangkit. “Apa yang Ye'er ucapkan ada benarnya, setidaknya kita sudah mencoba berjuang.” Ucap Bai Han kini kembali menguatkan tekad mereka.


“Benar apa yang di ucapkan oleh Ye'er, aku yang paling tua di sini malah ikut bersedih bahkan hampir frustasi, bukannya menyemangati malah aku terlihat begitu menyedihkan,” ucap Long Yuan mencengkram erat tangannya hingga berdarah.

__ADS_1


Butuh waktu yang cukup lama bagi semua orang bangkit kembali. Hanya Duan Li saja yang terlihat masih terpuruk.


Semua dari mereka sadar jika di posisi Duan Li akan melakukan hal yang sama, usia Duan Li saat ini masih 3 atau 4 tahun, anak seusia seperti ini masih butuh kasih sayang orang tua, bimbingan serta selalu berada di sisinya.


Tapi Duan Li kini di paksa untuk menjadi dewasa layaknya orang tua.


“Ayo Li'er kakak gendong,” ucap Bai Han mengangkat adiknya.


Duan Li yang merasa sedikit tenang setelah di pelukan kakaknya langsung terlelap.


Kini semua orang saling menatap.


“Pertama-tama kita jelajahi dulu tempat ini, apakah tempat ini ada tanda-tanda kehidupan atau tidak, jika ada maka kita akan ikut bergaul lebih dulu, kita juga akan mencoba mencari sumberdaya cadangan, walau saat ini kita memiliki banyak sumberdaya, itu pasti belum cukup untuk meningkatkan kekuatan kita secepat mungkin.” Ucap Bai Han membuka suara.


“Apa yang Han'er ucapkan benar, tapi di sini kita tidak tahu luasnya Dimensi kecil ini, aku merasa indra kesadaranku terhalangi saat ingin mengadarkan kesadaran untuk melihat seluas apa tempat ini,” sambung Long Yuan.


“Jadi, apakah kita akan membagi kelompok?” Tanya Lang Zai menatap Bai Han dan Bai Chu Ye.


Saat Bai Chu Ye ingin menjawab, ia tiba-tiba melirik ke arah kejauhan.


“Ada yang mendekat, artinya tempat ini ada makhluk hidup yang menempati,” ucap Bai Chu Ye dengan nada serius.


Mereka semua melirik ke arah Bai Chu Ye melirik.


“Kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaan yang kau maksud Ye'er?” Tanya Bai Han penasaran.


“Darah, aku mencium bau darah mereka sedang menuju arah kita dengan kecepatan penuh,” jawab Bai Chu Ye serius.


“Apa mereka Ras pertama yang mendiami Dimensi ini di masa lalu?” Tanya Cen Tian sedikit bersemangat.


Bai Chu Ye menggeleng tidak tahu.


Wuss wuss..!!


Saat melihat sosok tinggi putih telinga runcing dengan mengenakan pakaian seadanya dan senjata panah.


Bai Han dan keluarganya langsung bergumam. “Ras Elf.”


Tapi Ras Elf yang mereka lihat ini sedikit berbeda dari yang mereka temui.


“Ckeqerty molarbummiixxx.”


Sebuah teriakan seketika terdengar dari salah satu Ras Elf yang paling depan.


Tak lama semua Ras Elf menarik anak panah mereka, sebelum mereka melesatkannya, mereka juga mengucapkan sesuatu seolah itu adalah mantra formasi.

__ADS_1


Blush..!!


Puluhan cahaya yang tak lain anak panah melesat ke arah Bai Han dan keluarganya.


__ADS_2